Mau Kredit Online? Simak Tips berikut ini Agar Transaksi Aman dan Nyaman

kredit online tunaiku

Di masa pandemi, potensi penurunan penghasilan bahkan kehilangan penghasilan sangat besar, tidak heran jika banyak orang berpikir keras dan bekerja lebih keras agar bisa memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Belum lagi budget untuk menjaga kesehatan di masa pandemi yang nyaris dua kali lipat dari sebelumnya, jika tidak pintar mengelola penghasilan tentu menjadikan kondisi keuangan lebih besar pasak daripada tiang.

Nah...agar tidak terjebak dalam situasi tersebut, selain harus pintar-pintar mengelola keuangan, mencari alternatif sumber penghasilan baru menjadi solusi yang patut dipertimbangkan. Tapi tentu saja tidak mudah menemukan sumber penghasilan baru untuk memenuhi kebutuhan yang tidak terduga di masa pandemi ini. Apalagi hampir semua sektor bisnis dan usaha mulai terkena imbas dari pembatasan aktivitas yang dilakukan pemerintah untuk mencegah penularan Virus Covid-19 di kalangan masyarakat, termasuk cluster pekerja sehingga disarankan untuk melakukan Work From Home atau bekerja dari rumah. Lantas, bagaimana mencari tambahan penghasilan ya...jika setiap hari harus Work From Home?

Sebenarnya sih banyak peluang bisnis atau usaha yang bisa dilakukan dari rumah, terutama untuk mengisi waktu luang disela-sela aktivitas Work From Home. Tapi jangan sampai pekerjaan utama ditelantarkan ya...karena asyik dengan aktivitas baru. Walau bagaimana pun sulitnya, pekerjaan utama tetap harus dinomorsatukan apalagi di masa pandemi ini, sangat sulit untuk mencari pekerjaan baru. Untuk itu, sangat direkomendasikan jika ingin memulai bisnis sampingan dari rumah, sebaiknya diawali dari hobi atau passion, agar kedua pekerjaan yang dilakukan dari rumah tidak menambah beban pikiran yang akhirnya mempengaruhi kesehatan. Ingat! Di masa pandemi, menjaga kesehatan adalah prioritas utama!

Ada banyak peluang bisnis baru untuk menambah penghasilan yang bisa dikerjakan dari rumah, bahkan bisa melibatkan anggota keluarga lainnya atau tetangga disekitar rumah. Namun tentu saja, harus jeli melihat peluang bisnis dan lebih kreatif agar bisnis yang dimulai memiliki peluang untuk berkembang di masa pandemi ini.

Berikut ini beberapa ide usaha yang bisa dilakukan dari rumah untuk menambah penghasilan dan tentu saja sesuaikan dengan hobi atau passion ya agar usaha yang dimulai tidak menambah beban pekerjaan.

1. Memproduksi Masker Kain.

Masker kini punya peran sangat penting untuk bantu menjaga kesehatan di masa pandemi lho. Bahkan tidak tanggung-tanggung, kini setiap orang dianjurkan untuk memakai masker double agar terhindar dari bahaya penularan virus. Akibatnya bisa ditebak, permintaan masker semakin meningkat meskipun sudah tersedia masker sekali pakai namun masker kain tetap jadi pilihan favorit masyarakat karena terlihat lebih fashionable.

Nah...Bisnis membuat dan menjual masker kain bisa jadi pilihan untuk memulai usaha sampingan demi mendapat penghasilan tambahan lho, apalagi jika memiliki kemampuan menjahit, pastinya peluang akan semakin besar. Bagi yang tidak atau belum memiliki kemampuan menjahit...tenang, jangan khawatir karena bisa meminta bantuan anggota keluarga lain atau orang disekitar yang mahir menjahit. Siapkan desain masker kain sesuai trend dan fashionable serta pilih bahan masker yang berkualitas baik agar masker yang dijual menarik perhatian konsumen.

Bagi yang tidak memiliki kemampuan menjahit atau membuat desain masker kain, pertimbangkan untuk menjadi reseller ya...namun pastikan memilih supplier yang memproduksi masker kain berkualitas dengan harga terjangkau, agar mudah menjualnya. Sebuah peluang mendapatkan tambahan penghasilan di masa pandemi yang patut dicoba!

2. Membuka Toko Online atau Online Shop.

Jenis bisnis ini cukup banyak diminati masyarakat lho, terutama ibu rumah tangga untuk menambah penghasilan keluarga. Apalagi bisnis ini memiliki karakteristik yang bisa dikerjakan dari mana saja dan kapan saja sehingga bisa dilakukan dari rumah. Beruntung jika memiliki keahlian tertentu, seperti menjahit pakaian, membuat aneka kerajinan, menulis, memasak, dan lainnya, yang bisa dijadikan sumber untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

Tidak memiliki keahlian tertentu? Tenang, jangan khawatir karena ada banyak supplier yang bisa membantu seseorang memiliki toko online dan menjual beragam produk tanpa harus repot membuat produk atau barang tersebut. Bahkan, tidak perlu mengambil barang yang akan dijual secara langsung karena supplier siap mengirimkan barang-barang produksinya ke para reseller-nya di seluruh Indonesia. 

Masih gapteknya nih untuk membuat toko online sendiri? Jangan khawatir karena sudah ada marketplace atau ecommerce yang siap membantu memiliki toko online sendiri tanpa harus repot memikirkan cara mempromosikan toko online tersebut. Pesatnya perkembangan media sosial, mulai dari Facebook, Instagram, Twitter, Tiktok, dan lainnya bisa dimanfaatkan untuk mempromosikan barang yang dijual, bahkan beberapa medis sosial tersebut sudah memiliki fitur yang membantu seseorang memiliki toko online di media sosial.

3. Menjual Frozen Food.

Punya keahlian memasak atau membuat beragam kue? Jangan sia-siakan hobi tersebut karena saat pandemi, hobi tersebut bisa dijadikan sumber untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Apalagi di masa pandemi ini banyak ibu rumah tangga dengan alasan lebih praktis memilih membeli beragam makanan cepat saji atau Frozen Food. Selain bisa dijadikan tambahan lauk makan, frozen food bisa dijadikan camilan lho!

Untuk menjual makanan cepat saji atau frozen food yang diproduksi sangat mudah, bisa membuka toko online sendiri, memanfaatkan layanan marketplace atau ecommerce untuk membuka toko online, atau melalui media sosial. Manfaatkan Group WhatsApp (WA) untuk menawarkan beragam makanan yang dibuat ke anggota group lainnya.

Selain ide usaha atau bisnis yang disebutkan di atas, masih banyak ide bisnis lainnya, namun pastikan memilih bisnis sampingan sesuai hobi agar pekerjaan sampingan tersebut tidak menjadi beban. Hobi membuat seseorang bisa bertahan meskipun situasi sangat tidak kondusif meneruskan bisnis tersebut. 

Selain hobi, pastikan memiliki strategi bisnis ya...karena dengan strategi yang tepat maka usaha atau bisnis yang dirintis bisa dijalankan dengan optimal dan berpeluang memberikan penghasilan tambahan. Berikut ini beberapa strategi untuk memulai usaha atau bisnis di masa pandemi.

  1. Menyusun Rancangan Usaha. Rancangan usaha atau bisnis ini umumnya meliputi, jenis usaha yang akan dijalankan, Brand atau nama produk, target market untuk menjual barang tersebut, dan cara memasarkannya. Rancangan usaha ini memiliki peran sangat penting agar bisnis atau usaha yang dikelola memiliki visi yang jelas.
  2. Menentukan Target Market yang Tepat. Target market sesungguhnya merupakan bagian dari rancangan usaha, ini untuk menentukan secara spesifik pasar penjualan produk tersebut. Dengan menentukan target market yang tepat, tentu akan lebih mudah menyusun rencana penjualan dan promosi, karena bagaimana pun promosi merupakan poin utama untuk memperkenalkan produk ke pasar yang tepat dan orang-orang tertentu yang berpotensi besar menjadi konsumen.
  3. Periksa Kondisi Finansial. Untuk memulai suatu bisnis atau usaha tentu membutuhkan modal, terutama jika memproduksi sendiri barang yang akan di jual. Untuk itu, pastikan telah memeriksa dengan teliti dan mempertimbangkan segala sesuatunya sebelum memulai usaha. Apalagi di masa pandemi, banyak yang mengalami masalah dalam hal mendapatkan penghasilan sehingga harus lebih hati-hati dalam mengelola keuangan. Memulai bisnis atau usaha dengan menjadi reseller? Cara memulai bisnis ini memang cenderung lebih hemat, namun tetap saja butuh modal untuk membeli barang-barang yang akan dijual. Kredit Online bisa jadi solusi untuk membantu mengatasi masalah modal ini. Namun pastikan kredit yang diajukan memang untuk modal memulai bisnis atau usaha tersebut.
Untuk memulai bisnis atau usaha di masa pandemi memang tidaklah mudah, namun kejelian melihat peluang disertai kreativitas dalam membuat produk atau dalam memasarkannya sangat membantu peluang bisnis untuk berkembang menjadi lebih besar. Apalagi di masa pandemi ini, akses internet terutama media sosial sangat tinggi sehingga peluang memulai bisnis atau usaha secara online sangat besar.

Bicara soal kredit online, di satu sisi keberadaan kredit online sangat membantu mengatasi masalah modal, namun di sisi yang lain saat ini banyak sekali penyedia layanan kredit online atau pinjaman online yang menawarkan jasa tersebut. Dari sekian banyak layanan kredit online, tentu ada saja yang memiliki modus penipuan berkedok pinjaman online. 

Nah...agar tidak terjebak penipuan berkedok pinjaman online, ada hal-hal penting yang wajib diperhatikan agar transaksi aman dan nyaman, diantaranya berikut ini.

✔ Cek Validitas Penyedia Jasa Kredit Online

Hal penting dan utama sebelum mengajukan kredit online adalah melakukan pengecekan latar belakang dan kredibilitas dari penyedia layanan pinjaman online atau kredit online. Selain mencari rekam jejak digital yang dapat diakses dengan mudah melalui internet, mengakses profil dari penyedia layanan pinjaman online tersebut merupakan hal yang wajib dilakukan. Apalagi saat ini banyak sekali penyedia layanan pinjaman online yang menawarkan kredit online dengan berbagai cara, bahkan memaksa.

Agar transaksi pengajuan kredit online memberikan rasa aman dan nyaman, kredibilitas penyedia layanan tersebut menjadi poin utama yang wajib diperhatikan. Biasanya, penyedia layanan atau lembaga pinjaman online yang memiliki kredibilitas yang baik sangat memperhatikan kualitas layanannya dan menjaga nama baiknya sehingga tidak sulit menemukan identitas lengkap serta profil dari penyedia layanan tersebut. Pastikan juga untuk mengecek melalui website resmi OJK (Otoritas Jasa Keuangan) untuk memastikan penyedia layanan atau lembaga pinjaman online yang menawarkan kredit online tersebut terdaftar secara resmi di OJK.

✔ Teliti Persyaratan Sebelum Ajukan Kredit Online

Poin kedua agar terhindar dari penipuan berkedok pinjaman online adalah memastikan persyaratan yang diberikan penyedia layanan atau lembaga pinjaman online. Pastikan untuk menginput data pribadi yang sangat penting, seperti Kartu Identitas atau KTP, NPWP, sampai BI Checking dilakukan melalui website atau aplikasi mobile resmi yang dikeluarkan penyedia layanan atau lembaga pinjaman online tersebut. Jadi, pastikan untuk mendownload aplikasi mobile penyedia layanan pinjaman online resmi melalui Google Play atau App Store.

Umumnya pihak penyedia layanan pinjaman online membutuhkan waktu untuk melakukan verifikasi berkas yang diajukan, jadi jangan mudah tergiur dengan kecepatan pencairan pinjaman tanpa harus menunggu verifikasi atau bahkan tanpa melampirkan persyaratan tertentu. Bagaimana pun, untuk Kredit Tanpa Agunan (KTA) kredibilitas pihak yang mengajukan pinjaman sangatlah penting.

✔ Perhatikan Sistem Pembayaran

Setelah mengetahui kredibilitas dan persyaratan dari pihak penyedia layanan atau lembaga pinjaman online, langkah berikutnya adalah memastikan untuk mengetahui bagaimana sistem pembayaran atas kredit online yang sudah dicairkan. Pastikan untuk semua aktivitas pembayaran pinjaman online dilakukan melalui aplikasi atau website resmi lembaga tersebut. Dengan kata lain, mulai dari mengajukan pinjaman, input data pribadi, pencairan pinjaman, sampai pembayaran, semua bisa dilakukan dalam satu genggaman melalui aplikasi atau website resmi.

Pembayaran kredit online biasanya dilakukan melalui nomor rekening resmi penyedia layanan atau lembaga pinjaman online tersebut. Jadi, jangan pernah melakukan pembayaran melalui rekening pribadi yang dikirimkan melalui pesan singkat atau akun media sosial yang mengatasnamakan penyedia layanan atau lembaga pinjaman online tersebut. Biasanya pihak pinjaman online menawarkan banyak cara untuk melakukan pembayaran yang dapat diakses melalui website atau aplikasi resmi yang dikeluarkan perusahaan.

kredit online tunaiku

Mau mengajukan kredit online untuk modal memulai bisnis atau usaha? Boleh saja, asalkan telah mengetahui dan memahami hal penting apa saja yang harus dipertimbangkan sebelum mengajukan kredit online. Selain itu, pastikan juga memiliki sumber dana untuk membayar pinjaman tersebut, dan ini merupakan hal yang juga sangat penting. Jangan sampai niat memulai bisnis atau usaha untuk menambah penghasilan di masa pandemi justru merupakan awal dari masalah finansial baru. 

Jadi, memilih jenis usaha atau bisnis yang tepat dan memiliki peluang untuk dipasarkan, memiliki strategi bisnis, dan tahu bagaimana mencari sumber modal yang kredibel serta terpercaya, menjadi poin wajib yang harus dipertimbangkan sebelum memulai bisnis atau usaha di masa pandemi ini. Untuk itu, pilih penyedia layanan atau lembaga pinjaman online yang menawarkan transaksi aman dan nyaman, seperti Tunaiku.

Sekilas Tentang Tunaiku


Tunaiku, merupakan salah satu situs atau website pertama di Indonesia yang memberikan layanan pinjaman online sejak tahun 2014. Selain menjadi website pinjaman online pertama, Tunaiku juga merupakan salah satu produk keuangan dari Amar Bank, yaitu institusi finansial berbentuk bank resmi di Indonesia yang sudah beroperasi pada tahun 1991. Tunaiku, tidak hanya berada dalam naungan bank resmi, namun bersama Amar Bank juga berdiri di bawah naungan bendera perusahaan multinasional, yaitu Tolaram Group. Jadi, karena merupakan produk bank resmi, KTA online di Tunaiku memberikan jaminan transaksi yang mudah dan aman.

Ada dua hal penting yang membedakan Tunaiku dengan situs Financial Technology (Fintech) dan KTA Konvensional, yaitu keamanan dan fleksibilitas. Dari segi keamanan, sangat jelas karena Tunaiku berdiri di bawah naungan dan merupakan salah satu produk dari institusi finansial yang berbentuk bank resmi di Indonesia, yaitu Amar Bank yang terdaftar dan diawasi oleh OJK. Sehingga dari segi keamanan data nasabah tidak perlu diragukan lagi, apalagi Tunaiku sendiri berkomitmen untuk selalu menjaga keamanan data nasabah.

Sedangkan dari segi fleksibilitas, Tunaiku berbeda dari Fintech lainnya karena menyediakan fasilitas tenor pinjaman yang sangat panjang, yaitu maksimum 20 bulan dengan limit pinjaman hingga 20 juta rupiah. Berbeda dari Fintech lain yang menawarkan limit kecil dengan tenor pendek. Tunaiku juga berbeda dari KTA Konvensional karena menawarkan syarat dan pengajuan yang lebih mudah, di mana KTA Konvensional biasanya membutuhkan agunan yang disertai banyak dokumen saat mengajukan KTA baik online maupun offline. Tunaiku memiliki layanan kredit online tanpa jaminan dan kartu kredit, di mana saat pengajuan KTA hanya menggunakan KTP dan waktu 10 menit untuk pengisian formulir. 

Lazimnya penyedia layanan atau lembaga pinjaman online, tentu untuk mendapatkan fasilitas kredit online harus memenuhi persyaratan tertentu, agar peluang disetujui semakin besar. Seperti apa persyaratannya? Ada beberapa persyaratan yang sebenarnya mudah namun sangat penting sebelum mengajukan KTA online di Tunaiku, diantaranya calon nasabah diharapkan merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) yang berdomisili atau tinggal di wilayah yang sudah tercover layanan Tunaiku, umur calon 21 - 55 tahun saat mengajukan KTA online, diharapkan minimal mempunyai penghasilan tetap perbulan atau merupakan pekerja tetap, serta diwajibkan mempunyai rekening Bank Indonesia aktif saat mengajukan KTA online di Tunaiku.

Nah...tunggu apalagi...yuk segera memulai bisnis atau usaha untuk menambah penghasilan, terutama di masa pandemi. Jangan menyerah dengan keadaan, dan mulai bisnis dari hal-hal yang disukai atau hobi sehingga tidak terbeban saat menjalaninya. Tidak usaha pusing memikirkan modal karena tersedia layanan Kredit Online dari Tunaiku. Namun pastikan bisnis atau usaha yang dikelola memiliki peluang untuk dikembangkan ya...untuk itu miliki strategi yang tepat untuk memulai bisnis atau usaha sampingan. Yuk semangat!

Tidak ada komentar