Ini Berkas-berkas Penting yang Harus Disiapkan Untuk Daftar Ulang SNMPTN 2021

SNMPTN 2021

"Masuk SMK?"

Jelang lulus MTS tiga tahun lalu, putra sulung saya, Berryl sudah pernah mengemukakan keinginannya untuk masuk SMK dan tidak tanggung-tanggung SMK yang dipilihnya adalah SMK Penerbangan yang kebetulan berada tidak terlalu jauh dari rumah kami, yaitu SMKS Penerbangan Dirghantara, Curug, Tangerang. Awalnya saya pikir mungkin Berryl bercita-cita ingin masuk sekolah kedinasan, karena kebetulan SMK-nya berada dilingkungan STPI atau Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia, Curug. Meskipun untuk masuk sekolah kedinasan lewat jalur Pola Pembibitan sangatlah sulit, tapi tidak ada salahnya untuk mencoba...hehehe.

Ternyata setelah hampir tiga tahun bersekolah di SMK Penerbangan, cita-cita Berryl bukanlah masuk sekolah kedinasan atau lebih tepatnya STPI, melainkan ingin melanjutkan kuliah dengan program studi pilihannya yang berhubungan dengan material untuk membuat alat transportasi pesawat alias ingin bekerja di industri pesawat terbang atau industri pembuatan alat transportasi lainnya. Padahal sejak Berryl naik ke kelas 12, saya sudah mencari informasi bahkan follow banyak akun sekolah kedinasan supaya nanti tidak ketinggalan informasi.

"Berryl mau daftar kuliah, ma," saat saya tanyakan ingin mendaftar sekolah kedinasan di mana agar bisa mencari tahu informasi detil tentang sekolah tersebut, tes apa saja yang harus dilakukan, dan sebagainya. Setelah berdiskusi dengan ayahnya, akhirnya kami setuju karena memang pada prinsipnya, apapun keinginan anak-anak untuk melanjutkan sekolah asalkan baik dan sesuai minatnya akan kami dukung. Orangtua hanya memberikan saran dan pendapat, namun keputusan ada di tangan Berryl. 

Akhirnya putar haluan dan saya mulai mencari-cari informasi bagaimana sih sistem untuk melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi negeri zaman sekarang, karena pastinya berbeda dengan masa saya melanjutkan kuliah dulu. Nah...spesial untuk tahun 2021 ini, ternyata sistem SNMPTN agak sedikit berbeda karena sistem pemeringkatan dilakukan oleh pihak sekolah melalui Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS). 

SNMPTN 2021

Selain pihak sekolah yang menentukan peringkat siswanya berdasarkan nilai mulai semester 1 sampai dengan 5, kuota sekolah untuk mengikuti SNMPTN 2021 juga didasarkan pada akreditasi sekolah. Untuk sekolah SMA/SMK/MA dengan akreditasi A memiliki kesempatan untuk mengirimkan 40% siswa yang eligible atau terbaik dari keseluruhan jumlah siswa kelas 12 di sekolah tersebut.

Bersyukur sekali ternyata Berryl mendapatkan kesempatan dari sekolahnya untuk mengikuti SNMPTN. Setelah drama yang cukup menegangkan karena harus mendaftar dan memiliki akun resmi Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), serta sempat mengalami kesulitan untuk mengunggah foto. Akhirnya berhasil juga memiliki akun di LTMPT untuk selanjutnya menanti tugas sekolah memasukkan nilai di portal tersebut.

Hanya berselang beberapa minggu, akhirnya SNMPTN 2021 di buka, dan semua siswa yang dinyatakan eligible dari sekolah boleh memilih 2 pilihan PRODI, dengan ketentuan 1 Prodi harus berada di PTN tempat asal sekolah siswa tersebut, seperti Berryl karena sekolahnya berada di Provinsi Banten maka jika memilih 2 pilihan PRODI, salah satunya harus prodi di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA). Namun jika pilihannya hanya satu prodi, maka boleh memilih PTN di seluruh Indonesia.

Latar belakang Berryl yang SMK Penerbangan jurusan Teknologi Pesawat Udara membuatnya tidak bisa memilih semua jurusan di PTN, melainkan hanya jurusan tertentu. Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya Berryl hanya memilih satu prodi, yaitu Teknik Material di Institut Teknologi Sumatera (ITERA) yang berlokasi di Lampung.

Setelah melewati masa tunggu selama hampir satu bulan, akhirnya tanggal 22 Maret tiba dan saatnya pengumuman kelulusan SNMPTN 2021. Tepat jam 15.00, kami bersyukur sekali karena Berryl dinyatakan lulus SNMPTN 2021 sesuai prodi pilihannya. Tidak berselang lama, kami harus mendaftar ulang sesuai waktu yang sudah ditentukan. 

Untuk Tahun Ajaran 2021/2022 ini, daftar ulang dilakukan melalui situs atau portal yang disediakan secara online, karena memang situasi masih pandemi. Untuk itu, tentunya ada banyak berkas yang harus kami siapkan agar pihak PTN bisa menentukan besaran nilai Uang Kuliah Tunggal (UKT) sesuai kemampuan orangtua. Yap...sistem uang kuliah sekarang ternyata berbeda dengan masa dahulu, di mana saat ini UKT masing-masing mahasiswa berbeda, tergantung besaran pendapatan orangtuanya.

Apa saja sih berkas-berkas yang harus disiapkan? Harap diingat, tiap PTN mungkin saja memiliki persyaratan yang berbeda saat calon mahasiswa baru mendaftar ulang, kebetulan saat menulis artikel ini sesuai dengan ketentuan daftar ulang SNMPTN 2021 di Institut Teknologi Sumatera (ITERA)Adapun dokumen penting yang harus disiapkan adalah sebagai berikut:

  • Kartu Keluarga dan EKTP Kedua orangtua,
  • EKTP Calon Mahasiswa Baru,
  • Kartu Pendaftaran SNMPTN 2021,
  • Kartu BPJS Calon Mahasiswa Baru,
  • Pasfoto terbaru dengan berpakaian formal,
  • Surat Keterangan Bebas Narkoba (SKBN) dari BNN atau Rumah Sakit Pemerintah minimal Type C (jika SKBN dari Rumah Sakit Pemerintah harus disertai hasil laboratorium),
  • Surat Keterangan Bebas Buta Warna (hanya prodi tertentu),
  • Tagihan Listrik  3 bulan kebelakang,
  • Surat tagihan dan tanda lunas PBB terbaru,
  • Dokumentasi Foto Kondisi Rumah, yang terdiri dari rumah tampak depan dan semua anggota keluarga harus berfoto bersama didepan rumah, ruang tamu, dan ruang keluarga. Jika ruang tamu dan ruang keluarga menjadi satu maka harus difoto dua kali,
  • Peta lokasi rumah discreenshoot dari Google Map,
  • Slip gaji orangtua dan Surat Keterangan Penghasilan dari Kelurahan setempat jika orangtua berprofesi karyawan swasta, wiraswasta, pedagang, dan lain-lain, kecuali jika orangtua bekerja sebagai ASN (Aparatur Sipil Negara),
  • Materai Rp. 10.000,- (sediakan stok materai cukup banyak supaya tidak repot bolak-balik harus beli materai),

Saat mengurus berkas penting inilah muncul masalah karena listrik di rumah saya menggunakan token, belum balik nama atau kepemilikan meteran listrik dan PBB, sehingga cukup repot harus bolak-balik kelurahan untuk mengurus surat keterangan kepemilikan. Yah...salah kami sih karena selama ini santai-santai saja sehingga lupa mengurus nama meteran listrik yang masih menggunakan nama perusahaan yang membangun perumahan, dan PBB yang masih menggunakan nama pemilik pertama rumah kami karena rumah ini kami beli dari tangan pertama.
Jika listrik menggunakan sistem token atau prabayar, maka bisa melampirkan screenshoot pembelian token tiga bulan kebelakang  yang bisa didapat melalui Aplikasi Mobile PLN atau website PLN (sebelumnya bikin akun dahulu yah). Untunglah selain surat keterangan tersebut, berkas-berkas yang lain sudah lengkap, jadi tinggal upload saja. Oh iya, ada juga Surat Keterangan yang ditandatangani tetangga kanan-kiri rumah yang berisi pernyataan mengetahui jumlah penghasilan dan jumlah tanggungan. Semua berkas penting inilah yang dijadikan dasar untuk menentukan besaran jumlah UKT (Uang Kuliah Tunggal) yang harus dibayarkan setiap semester.

Setelah jumlah UKT keluar disertai jadwal pembayaran, maka selanjutlah tinggal menunggu cetak kartu mahasiswa. Kalau dipikir-pikir lucu juga yah, karena Berryl belum tamat SMK bahkan baru saja menyelesaikan Ujian Sekolah kemudian lanjut Ujian Praktek, tapi kami sudah membayar UKT Semester 1 😊. Tapi tetap bersyukur atas semua kemudahan yang kami dapatkan.

Selanjutnya tinggal menunggu jadwal melakukan pemberkasan secara fisik yang akan ditentukan pihak PTN mengingat saat ini masih pandemi dan sebentar lagi akan diselenggarakan UTBK-SBMPTN 2021. Jika ada informasi lanjutan, akan saya update kembali yah...Terima kasih sudah menyempatkan membaca artikel catatan tentang SNMPTN 2021.

Tidak ada komentar