Waspada Diabetes Mellitus Pada Anak, Yuk Cari Tahu

Diabetes Mellitus pada anak
Diabetes Mellitus hingga saat ini masih menjadi penyakit yang paling ditakuti, bukan saja karena penyakitnya bisa menyebabkan kesehatan seseorang terus menurun dari waktu ke waktu, tapi juga karena penyakit yang satu ini tidak hanya menyerang orang tua tetapi juga mengancam anak-anak. Yuk cari tahu agar orangtua bisa waspada Diabetes Mellitus sejak dini.

Dahulu, Diabetes Mellitus (DM) adalah penyakit yang paling banyak dikhawatirkan seseorang saat usia mulai memasuk 30 tahun keatas atau di saat fungsi-fungsi organ tubuh sudah mengalami penurunan. Namun, akhir-akhir ini penyakit yang disebabkan oleh gangguan metabolisme glukosa yang ditandai dengan tingginya atau tidak stabilnya kadar gula darah atau hiperglikemia juga menjadi ancaman serius untuk anak-anak.

Berkaitan dengan ancaman Diabetes Mellitus pada anak, dr. Andy Japutra, SpA selaku dokter spesialis anak Siloam Hospitals Kebon Jeruk menyatakan, "Dari beberapa jenis Diabetes Mellitus, penting untuk diketahui bahwa Diabetes Mellitus tipe 1 dan 2 adalah yang paling banyak menyerang anak-anak. Diabetes Mellitus tipe yang disebut juga dengan Juvenile Onset Diabetes atau insulin dependent diabetes mellitus, biasanya terjadi pada anak dan remaja.

Sedangkan untuk Diabetes Mellitus tipe 2 atau non insulin dependent diabetes mellitus, umumnya terjadi pada orang dewasa atau anak-anak yang mengalami masalah dengan kelebihan berat badan atau obesitas. 

Lalu, bagaimana Diabetes Mellitus tipe 1 dan 2 bisa terjadi pada anak? Berikut penjelasannya.

Untuk Diabetes Mellitus tipe 1 pada anak disebabkan adanya kerusakan pada sel beta di pankreas. Tentu saja kondisi ini berpengaruh pada berkurangnya produksi hormon insulin dalam tubuhnya. Padahal, insulin memiliki fungsi untuk meningkatkan penyerapan glukosa oleh sel dalam tubuh untuk kebutuhan metabolisme. Nah...hal inilah yang akhirnya menyebabkan tingginya kadar gula darah pada anak.

Penting untuk diketahui, karena kerusakan sel penghasil insulin pada pankreas bersifat permanen, maka penyakit Diabetes Mellitus tipe 1 pada anak ini tidak bisa disembuhkan sama sekali. Adapun satu-satunya pengobatan yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan insulin pada anak secara terus-menerus tepat waktu.

Sedangkan untuk Diabetes Mellitus tipe 2 pada anak umumnya penyebabnya adalah masalah obesitas. Diabetes Mellitus tipe 2 pada anak ini pun tidak bisa disembuhkan secara total, hal terbaik yang bisa dilakukan adalah dengan mengontrol agar anak menjalankan pola makan dan pola hidup yang sehat. Selain itu, langkah terakhir adalah mengonsumsi obat pengontrol gula darah jika diperlukan dan tentunya harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter yang memiliki keahlian dalam penyakit ini.

Jadi sangatlah jelas bahwa Diabetes Mellitus yang memiliki sifat permanen membutuhkan tindakan pencegahan sejak dini, seperti pepatah lama yang mengatakan bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati, terutama untuk kasus Diabetes Mellitus tipe 2. Adapun pencegahan yang bisa dilakukan dengan mengatur pola hidup sehat pada anak dengan memiliki pola makan yang sehat dan bergizi seimbang, yang tentu saja harus dipadukan dengan aktivitas olahraga secara teratur.

Lalu, bagaimana hubungan Diabetes Mellitus pada anak dengan faktor keturunan? Simak penjelasannya berikut ini.

Untuk kasus Diabetes Mellitus tipe 1, data memang menunjukkan jika 10% dari anak yang menderita penyakit ini memang memiliki riwayat  keluarga yang memang menderita penyakit ini juga. Namun, selain faktor genetik atau keturunan, Diabetes Mellitus tipe 1 pada anak juga dipicu banyak penyebab lainnya, seperti terjadi infeksi, adanya timbunan toksin dalam tubuh, atau masalah hormonal. 

Untuk itu, harus diketahui bahwa meskipun keluarga terutama orangtua tidak memiliki riwayat menderita Diabetes Mellitus, anak-anak tetap bisa terkena penyakit ini. Sebaliknya, meskipun dalam keluarga memiliki riwayat menderita penyakit diabetes mellitus, belum tentu anak menderita penyakit yang sama asalkan memiliki pola hidup yang sehat sehingga kemungkinan anak mengalami hal yang sama maka kemungkinan resikonya bisa diperkecil. 

Baca juga artikel ini:

https://www.elisakaramoy.com/2020/12/kelola-diabetes-di-masa-pandemi.html

https://www.elisakaramoy.com/2021/01/tetap-sehat-dengan-diet-diabetes.html

Penting untuk diketahui sejak dini bahwa apapun penyakit yang diturunkan orangtua atau keluarga, meskipun memiliki resiko namun bisa diminimalisir dampaknya jika sejak kecil anak diajarkan untuk menjalani pola hidup sehat.

Yuk Waspada Gejala Diabetes Mellitus Pada Anak, Berikut Penjelasannya

Terkadang tidak sedikit orangtua yang merasa senang dan bangga jika anaknya memiliki badan yang gemuk dan terlihat menggemaskan. Namun, hati-hati karena anak yang kelebihan berat badan atau mengalami obesitas justru memiliki potensi besar mengidap berbagai penyakit, salah satunya yang memiliki risiko cukup berbahaya bagi kesehatan adalah Diabetes Mellitus.

Pada kasus tertentu, Diabetes Mellitus pada anak ini cukup berbahaya jika kadar gula dalam darah yang tinggi (hiperglikernia) tidak segera tertangani, maka bisa memicu dehidrasi, lemas, penurunan kesadaran, hingga kejang yang berujung pada kematian secara mendadak, menurut dr. Andy Japutra, SpA, sebagai salah satu dokter spesialis anak di Siloam Hospitals Kebon Jeruk.

Resiko lain dari Diabetes Mellitus ini adalah terjadinya komplikasi yang akhirnya memicu penyakit-penyakit berbahaya lainnya, seperti jantung, gagal ginjal, dan penyakit lainnya. Namun, sayangnya diagnosa Diabetes Mellitus pada anak biasanya baru diketahui saat anak berusia 5-6 tahun atau 11 tahun. Padahal seringkali proses anak mengalami penyakit ini cukup lama atau bahkan mungkin bertahun-tahun. Untuk itulah, orangtua perlu mewaspadai dan peka dengan gejala awal Diabetes Mellitus pada anak.

Untuk gejala awalnya menurut dr. Andy antara lain, anak sering merasa haus atau sering minum, sering buang air kecil, dan merasa sering lapar atau ingin makan padahal baru saja diberikan makan. Ketiga gejala ini hanyalah gejala awal, namun ada baiknya orangtua mulai waspada apalagi jika memang terdapat faktor genetik atau keturunan dalam keluarga.

Jika tadi gejala awal, maka untuk gejala lanjutannya yang lebih parah adalah anak mengalami penurunan berat badan yang cepat dalam kurun waktu 2-6 minggu yang disertai gangguan penglihatan. Jika hal ini terjadi pada anak, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter spesialis anak untuk dilakukan serangkaian pemeriksaan seperti kadar gula puasa, kadar gula setelah makan, dan  HbA1c pada anak.

Untuk itu, jika anak mengalami obesitas dan ditambah lagi dalam keluarga ada riwayat Diabetes Mellitus, orangtua sudah harus mulai waspada. Selain menerapkan pola hidup sehat, sebaiknya konsultasikan ke dokter jika ada keluhan untuk dilakukan pemeriksaan. Semakin cepat dilakukan pemeriksaan, tentu akan semakin baik. Namun, mengingat Diabetes Mellitus pada anak baru bisa didiagnosa di usia yang cukup besar, maka menerapkan pola makan yang sehat, bergizi seimbang, dan membatasi anak mengonsumsi makanan yang mengandung kadar gula dan lemak tinggi adalah solusi terbaik. Yuk waspada Diabetes Mellitus pada anak sejak dini!

Dirangkum dari berbagai sumber

Sumber foto: Pixabay.com

Tidak ada komentar