Menikmati Libur Akhir Tahun Di Way Tenong, Lampung Barat

Tugu Muli Batin Rest Area Puncak Sumber Jaya, Lampung Barat

Ceritanya libur akhir tahun 2019 ini, kami sekeluarga ingin suasana liburan yang berbeda dengan sebelumnya, karenanya saya dan suami sebulan sebelumnya merencanakan ingin berkunjung sekaligus mengajak anak-anak menikmati libur di Way Tenong, Lampung Barat.

Untuk urusan mudik alias pulang kampung, ada dua daerah wajib yang harus kami kunjungi secara bergantian, yaitu kampung suami di Jember, Jawa Timur dan Lampung. Meskipun mudik ke Lampung tujuannya adalah mengunjungi keluarga saya, tapi beberapa saudara kandung suami dan sepupunya juga tinggal di Lampung, jadi bisa di bilang lampung adalah kampung kami bersama.

Biasanya kalau mudik ke Lampung, tepatnya di Kota Bandar Lampung, saya dan suami memiliki aktivitas terpisah, suami sibuk reuni dan berkumpul dengan teman-temannya, sedangkan saya melakukan aktivitas yang dulu jadi favorit saya, napak tilas dari satu mall ke mall lain...hahaha. Kota Bandar Lampung itu sebenarnya cukup luas, tapi entah kenapa pusat keramaiannya hanya terpusat di satu tempat, karenanya beberapa mall besar di Bandar Lampung jaraknya juga tidak terlalu jauh. Baru bertahun-tahun setelahnya dibangun mall yang lokasinya agak ketengah kota, yaitu Mall Boemi Kedaton yang singkatan kerennya MBK di jalur dua menuju perumahan Way Halim.

Tercetus keinginan saya kalau libur ke Lampung jelang akhir tahun 2019 ini ingin sesuatu yang berbeda dong, sekalian saya ingin ziarah ke makam Almarhum papa saya yang kebetulan dimakamkan di Kotabumi, Lampung Utara dan jaraknya lumayan cukup jauh dari Kota Bandar Lampung. Biasanya kalau ziarah untuk mempersingkat waktu, kami lebih suka naik kereta dari Stasiun Tanjung Karang, karena kalau dihitung-hitung waktu tempuhnya lebih cepat. Tapi untuk kali ini, saya ingin ke Kotabumi naik mobil dan disetujui suami, sekalian ingin mencoba Tol Trans Sumatera. 

Tapiiii....meskipun sudah bisa merasakan mulusnya jalan Tol Trans Sumatera, untuk menuju Kotabumi, tetap harus menggunakan jalur lama karena harus keluar dari exit tol Terbanggi Besar, Lampung Tengah, lumayanlah bisa mempersingkat waktu tempuh. Rencananya, setelah ziarah di Kotabumi, kami akan melanjutkan perjalanan ke Lampung Barat. Ada tempat tujuan? Ada dong, karena beberapa saudara sepupu suami tinggal di Way Tenong, Lampung Barat.

Way Tenong, Lampung Barat

Sebenarnya sih, ini bukan kali pertama saya melewati Way Tenong, Lampung Barat, karena lebih dari dua puluh tahun yang lalu, ketika kakak sulung saya ditugaskan di Kota Bengkulu, kami sekeluarga pernah mengunjunginya. Ketika itu, satu-satunya jalan untuk menuju Kota Bengkulu, yah lewat lintas tengah Sumatera ini dengan jalan yang berkelok-kelok dan di beberapa sisi ada jurangnya, jelas sangat memacu adrenalin saya, apalagi saya ini selain memiliki riwayat phobia air juga phobia terhadap ketinggian.

"Yakin kan pa, mobilnya bisa nanjak," berkali-kali saya coba meyakinkan diri saya dengan bertanya pada suami, bisa ditebak suami langsung tertawa dan berulang kali menyakinkan saya kalau perjalanan ini mudah-mudahan aman, akhirnya lanjutlah perjalanan kami menuju Way Tenong, Lampung Barat.

Perjalanan Menuju Way Tenong, Lampung Barat

Jika memulai perjalanan dari Kotabumi, Lampung Utara bisa dibilang jarak tempuhnya tidak terlalu jauh lagi hanya sekitar 2 jam perjalanan, tapi jika dari Bandar Lampung sekitar 4 jam. Nah...karena saya singgah dahulu di Kotabumi, maka rute yang saya lewati adalah Kotabumi - Bukit Kemuning - Sumber Jaya - Way Tenong. Sepanjang perjalanan, apalagi setelah memasuki Sumber Jaya, maka sajian pemandangan alam yang disertai jalan-jalan yang berkelok dan terkadang bersisian dengan jurang akan menjadi pemandangan sepanjang jalan. Apalagi jelang memasuki Way Tenong, udara mulai terasa dingin, dan bagi yang sensitif atau peka dengan cuaca dingin seperti saya, maka telinga akan terasa agak sakit berdengung. Butuh waktu cukup lama bagi saya untuk menyesuaikan diri dengan udara dingin, apalagi kami sampai di Way Tenong menjelang magrib.

Way Tenong, Lampung Barat

Way Tenong merupakan salah satu kota kecamatan yang berada di Kabupaten Lampung Barat, di mana sebagian besar wilayahnya berada di pegunungan yang merupakan bagian dari gugusan Bukit Barisan, yang membentang di sepanjang Pulau Sumatera, mulai dari Lampung hingga Aceh. Sejak dahulu, Way Tenong di kenal sebagai salah satu daerah penghasil kopi, pisang, dan hasil pertanian serta perkebunan lainnya. Seperti halnya masyarakat Way Tenong lainnya, keluarga suami yang tinggal di sini pun berprofesi sebagai petani dan memiliki kebun kopi, pisang, dan lainnya. Tempat tinggalnya pun ternyata bukan disepanjang jalan lintas Way Tenong, tapi masuk ke dalam kurang lebih 4 km dengan perjalanan yang lumayan ekstrim bagi saya, menanjak dan menurun.

Tidak banyak foto yang kami ambil saat berada di rumah sepupu suami, padahal kami menginap selama dua hari, karena cuaca hujan cukup deras dan udaranya brrrrr....dingin banget, kalau dihitung selama di Way Tenong, saya hanya mandi dua kali, airnya super dingin karena langsung dari gunung. Kalau malam, serasa tidur di kulkas karena dinginnya, meskipu menurut suami yang sudah beberapa kali berkunjung, udara tidak terlalu dingin lagi. Bahkan, kami tidak sempat mengunjungi lokasi wisata, padahal di Way Tenong terdapat beberapa lokasi wisata alam yang bagus, seperti air terjun yang berada di beberapa lokasi, dan diantaranya dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik.

Rest Area Puncak Sumber Jaya, Lampung Barat

Satu-satunya spot menarik yang kami singgahi dalam perjalanan pulang menuju Kota Bandar Lampung adalah kawasan puncak yang berada di Kecamatan Sumber Jaya, Lampung Barat. Sama seperti Way Tenong, daerah Sumber Jaya pun juga berada di pegunungan yang merupakan bagian dari Bukit Barisan. Selain lokasinya yang berada di ketinggian dengan pemandangan alam yang super indah, di puncaknya terdapat Tugu Muli Batin. Tapi untuk mencapai puncaknya harus melalui puluhan anak tangga yang lumayan bikin napas saya ngos-ngosan...hahaha. Anak-anak sangat senang karena pemandangan dari atas sangat indah, terlihat jalan yang berkelok-kelok, dan diseberang terdapat masjid yang sangat bagus, sayang kalau tidak disinggahi.

Rest Area Puncak Sumber Jaya, Lampung Barat

Rencananya sih selain bersilahturahmi, kami ingin mengunjungi beberapa lokasi wisata, tapi karena cuaca yang kurang mendukung, apalagi sebagian besar lokasi wisata di Lampung Barat adalah wisata alam, akhirnya kami mengurungkan niat, dan sebagai gantinya kami mampir sejenak di Kotabumi, kota kecil tempat di mana saya dibesarkan dan memulai jenjang sekolah dari SD hingga SMA, sebelum akhirnya kembali bertempat tinggal di Kota Bandar Lampung. Mungkin lain waktu, kami niatkan untuk mengunjungi beberapa lokasi wisata, karena Lampung adalah surganya wisata alam, mulai dari pantai, gunung, hingga wisata sejarah. Tidak percaya? Yuk berwisata ke Lampung!

Rest Area Puncak Sumber Jaya Lampung Barat

Credit Foto: Koleksi Pribadi

Tidak ada komentar