Buku Cerita Anak Legendaris yang Bikin Kangen Masa Kecil

buku cerita anak legendaris

Pulang ke rumah masa kecil tentu membawa banyak kenangan tentang masa lalu, ketika kedua orangtua masih sehat dan masih berkumpul dengan kakak serta adik. Setiap kali pulang ke rumah masa kecil, aktivitas favorit yang paling sering saya lakukan sampai sekarang adalah membongkar barang-barang lama di gudang, terutama buku-buku yang sudah usang. Kadang senyum-senyum sendiri membaca buku diary yang saya tulis ketika masih SD, SMP, sampai SMA. Yap...menulis buku diary adalah hal yang paling konsisten saya lakukan sejak kecil, isinya sih hal-hal yang remeh dan menurut saya lucu saat di baca di usia setua ini.

Selain buku diary, biasanya saya masih suka membaca buku cerita anak koleksi saya dan adik saat masih kecil. Beruntung, saya memiliki orangtua terutama ayah yang sangat suka membaca dan selalu membelikan banyak buku untuk dibaca anak-anaknya, salah satunya deretan buku cerita anak yang hits pada masanya. Sayang koleksi buku cerita usang itu banyak yang sudah rusak dan tercecer entah kemana, karena banyak yang dipinjam dan sepertinya tidak dikembalikan. Apa saja sih buku cerita anak legendaris yang pastinya bikin kangen masa kecil? Berikut ini beberapa buku cerita anak legendaris yang pernah saya baca ketika masih kecil.

Buku Cerita Anak Legendaris yang Bikin Kangen Masa Kecil

1. Buku Cerita Anak Lima Sekawan Karya Enid Blyton

buku cerita anak lima sekawan
Foto: Wikipedia

Buku cerita anak Lima Sekawan bisa dibilang si paling legendaris, dan pada masanya buku cerita anak ini sangat hits serta banyak di baca anak-anak di tahun 80-an. Saya ingat dahulu hampir semua judul dimiliki, bahkan setelah tamat pun masih suka dibaca ulang. Buku cerita Lima Sekawan ini yang membantu mengembangkan imajinasi saya saat kecil. Bahkan saya kerap bermimpi berpetualang layaknya julian dan saudara-saudaranya.

Buku cerita anak Lima Sekawan terbit pertama kali tahun 1942 di Inggris oleh penulis asal Inggris yang banyak menghasilkan karya buku cerita anak, yaitu Enid Blyton. Lima Sekawan atau The Famaous Five merupakan cerita fiksi yang berkisah tentang detektif cilik Julian, Dick, Anne, dan George serta anjing kesayangan mereka, yaitu Timmy. Mereka berlima masih memiliki hubungan saudara dan sering terlibat dalam petualangan menarik serta menegangkan. Setiap buku memiliki kisah yang berbeda dan menarik, tidak heran jika dahulu setiap terbit seri baru saya dan adik selalu membelinya. Entahlah...sekarang saya tidak tahu kemana koleksi buku cerita anak Lima Sekawan milik saya dahulu.

2. Buku Cerita Anak Seri Sapta Siaga

buku cerita anak sapta siaga
Foto: Bukalapak.com

Siapa nih yang pernah membaca seri Sapta Siaga? Meskipun koleksinya tidak terlalu lengkap, tapi saya menyukai seri Sapta Siaga ini. Sama seperti Lima Sekawan, seri Sapta Siaga ini juga merupakan cerita fiksi yang ditulis Enid Blyton. Sapta Siaga atau disebut juga The Secret Seven bercerita tentang petualangan seru yang dilakukan tujuh remaja, yang berperan bagaikan seorang detektif cilik. Namun berbeda dengan seri karya Enid Blyton lainnya, Sapta Siaga tidak menceritakan kehidupan anak-anak yang bersekolah dan tinggal di asrama.

Meski begitu, buku cerita anak yang berseri ini memiliki cerita yang unik karena semua petualangan dilakukan di masa sekolah. Ada banyak kisah petualangan untuk memecahkan kasus-kasus misteri, dan petualagan ini diketuai oleh seorang anak yang bernama Peter beserta enam teman lainnya yang masing-masing memiliki karakter unik dalam cerita. Semua petualangan yang mereka lakukan ditemani seekor anjing English Cocker Spaniel yang bernama Scamper. Seingat saya, hanya memiliki dua judul serial ini, entahlah...meskipun ceritanya tidak kalah seru dengan karya Enid Blyton lainnya tapi saya tidak terlalu menggemari buku cerita ini.

3. Buku Cerita Anak Seri ST. Clare

buku cerita anak st clare
Foto: Bukalapak.com

Satu lagi seri buku anak karya Enid Blyton yang menjadi favorit saya dan adik saya adalah Seri St. Clare yang secara garis besar menceritakan kehidupan dua saudara kembar yang bernama Patricia dan Isabel O'Sullivan yang baru pertama kali menjalani sekolah asrama. Awalnya kedua saudara kembar ini enggan masuk sekolah asrama sehingga sering melakukan tindakan konyol dengan harapan dikeluarkan dari sekolah. Perlahan namun pasti, setelah mendapat banyak teman dengan berbagai karakter serta sifatnya akhirnya Pat dan Isabel O'Sullivan merasa senang  dan betah bersekolah di St Clare.

Ada beberapa seri buku cerita anak St. Clare, yang judulnya disesuaikan dengan jenjang sekolah si kembar Pat dan Isabel O'Sullivan, mulai dari awal bersekolah hingga akhirnya tamat dari St. Clare. Ada banyak kisah lucu dan menarik selama si kembar bersekolah di St. Clare, yang bagi saya saat itu sangat menarik bahkan imajinasi saya tentang sekolah asrama mulai terbentuk setelah membaca seri karya Enid Blyton. Hingga beberapa tahun setelahnya, buku cerita ini masih dicetak ulang tentunya dengan sampul yang berbeda dari buku yang saya beli ketika kecil dahulu. 

4. Buku Cerita Anak Gadis Paling Badung Di Sekolah

buku cerita anak gadis paling badung di sekolah
Foto: Koleksi Pribadi

Buku cerita anak seru lainnya yang pernah saya baca ketika kecil dan juga karya Enid Blyton adalah Gadis Paling Badung di Sekolah (The Naughtiest Girl in the School). Secara garis besar, buku ini menceritakan tentang masa-masa bersekolah Elizabeth Allen, seorang gadis kaya dan manja saat memulai sekolah asramanya. Sebelumnya, Elizabeth Allen bersekolah secara privat di rumah dengan mendatangkan guru-guru khusus. Tapi perilakunya yang manja dan seenaknya, membuat banyak guru akhirnya tidak sanggup mendidik Elizabeth Allen.

Perilaku ini akhirnya membuat orangtua Elizabeth Allen mengambil keputusan mengirim ke sekolah asrama Whyteleafe. Awalnya Elizabeth Allen bertekad untuk menjadi gadis badung agar dikeluarkan dari sekolah, tapi akhirnya justru betah dan menemukan teman-teman baru yang lucu serta menyenangkan. Seiring berjalannya waktu, gadis yang awalnya badung serta susah di atur akhirnya menjadi sosok yang manis serta menurut pada orangtua. Buku cerita ini menjadi salah satu buku favorit saya, yang bahkan masih suka saya baca setelah SMA dan kuliah.

5. Buku Cerita Anak Bergambar Serial Nina

buku cerita anak serial nina
Foto: https://id.carousell.com/

Nah ini, satu lagi buku cerita anak yang sampai sekarang tidak pernah saya lupakan meskipun deretan koleksi bukunya sudah lupa entah disimpan dimana hehehe. Setiap serial memiliki cerita dan judul yang berbeda, dan ada satu judul yang sampai sekarang tidak pernah saya serta adik lupakan bahkan sering kami jadikan bahan bercanda sampai detik ini, yaitu Si Licik Berambut Hitam. 

Berbeda dari buku cerita karya Enid Blyton yang ukurannya seperti novel, serial Nina berukuran lebih besar seperti buku cerita Donal Bebek. Nina merupakan cerita bergambar atau seperti komik sehingga karakter tokohnya bisa terlihat dalam bentuk visual, berbeda dengan buku cerita Enid Blyton. Dari awalnya hanya membeli satu judul, akhirnya saya memiliki koleksi hingga puluhan judul serial Nina. Serial Nina bisa dibilang menjadi bacaan saya saat memasuki usia remaja hingga akhirnya mulai membaca cerpen dan berlangganan majalah Anita Cemerlang serta majalah Gadis.

Kalau dipikir-pikir masa kecil saya dihiasi banyak judul buku, mulai dari cerita anak-anak hingga remaja, dan selain deretan buku cerita di atas, saya masih membaca bahkan memiliki koleksi buku cerita lainnya seperti Deni Manusia Ikan, berlangganan majalah Donal Bebek, Bobo, tintin, hingga cerita klasih favorit kakak saya Tom Sawyer. 

Terkadang kangen ingin membaca buku cerita jaman dulu, tapi sayang selain hilang juga banyak yang sudah rusak, apalagi setelah ayah almarhum kami memutuskan menetap di Kota Bandar Lampung sehingga banyak buku yang tercecer atau diberikan anak-anak tetangga ketika pindah. Meskipun sudah tidak lagi membaca atau memiliki koleksinya, tapi jalan cerita masih saya ingat bahkan hobi membaca buku cerita inilah yang membuat saya bercita-cita ingin bisa menulis suatu hari, dan kemajuan teknologi dikemudian hari ternyata membantu saya mewujudkan mimpi ini, kenyataan yang membuat saya sangat bersyukur!

Mutia Erlisa Karamoy
Mutia Erlisa Karamoy Mom of 3 | Lifestyle Blogger | Web Content Writer | Digital Technology Enthusiast | Another Blog bundadigital.my.id | Contact: elisakaramoy30@gmail.com

9 komentar untuk "Buku Cerita Anak Legendaris yang Bikin Kangen Masa Kecil"

Comment Author Avatar
Dari kecil suka baca buku cerita anak, terutama yang ada gambarnya hehe
Comment Author Avatar
Wah, aku ternyata pernah baca yang five on a treasure island meskipun minjam dari perpustakaan teman bunda. Covernya memang nampak udah lama, tapi baru tahu ternyata buku tahun 80 an ya
Comment Author Avatar
Wah, postingan keren. Jadi ingat buku-buku masa kecil saya. Sayangnya sekarang sudah lenyap dimakan rayap, hiksss
Comment Author Avatar
Jadi ingat jaman dulu, buku cerita jaman dulu yang penuh cerita yang belum kita tahu, jadi rindu baca buku jaman masih kecil
Bikin nagih buat baca buku satu demi satu
Comment Author Avatar
Benar-benar legend banget nih, buku-buku, Mba. Saya juga punya koleksi buku lawas yang rasanya berat sekali untuk dipinjamkan. Takut hilang dan sulit ditemukan lagi. Hahaha, jadi was-was, ya!
Comment Author Avatar
Benar-benar legend banget nih, buku-buku, Mba. Saya juga punya koleksi buku lawas yang rasanya berat sekali untuk dipinjamkan. Takut hilang dan sulit ditemukan lagi. Hahaha, jadi was-was, ya!
Comment Author Avatar
Ya Allah sedihnya, kenapa aku nggak kenal buku-buku yang ada di artikel ini kak. Hiks hiks..

Tapi aku juga suka bongkar2 buku diary masa lalu. Aku juga suka nulis diary. Sekarang makanya jadi suka nulis di blog hihihi..
Comment Author Avatar
aku banget ini, dulu aku koleksi buku cerita, entah yang cerita mirip cerpen tapi berbentuk buku atau yang versi komik
biasanya kalau komik, aku beli yang cerita tentang tokoh dunia
Comment Author Avatar
Eheheh, sejujurnya gak ada buku di list ini yang pernah saya lihat, maklum lahir di akhir 90an, 98 tepatnya. Tapi memang saya suka banget sama buku lawas yang lainnya. Ilustrasi yang diberikan benar-benar soft banget dan enak dimata. Diksinya juga gak terlalu berat untuk saya yang saat itu duduk di bangku SD