Yuk Mengenal Proses Pembentukan dan bagian Otak Anak

tumbuh kembang anak

Masa-masa penuh momen yang mengharu biru saat memgandung, melahirkan, dan merawat anak-anak ketika masih kecil memang telah usai karena kini anak-anak mulai beranjak remaja dan tentu saja membutuhkan cinta dan kasih sayang dalam bentuk yang lain lagi. Namun kenangan dan melihat kenyataan bahwa ada masa-masa emas anak-anak yang tidak boleh disia-siakan membuat saya ingin menuliskan tentang berbagai hal yang berhubungan dengan cara untuk mengoptimalkan perkembangan otak dan daya tahan tubuh anak, karena pada masa itu saya banyak sekali mengumpulkan referensi dan informasi seputar hal penting tersebut.

Ini bukan berarti saya sudah berhasil lho mengoptimalkan anak-anak, karena sampai saat ini saya tetap berusaha untuk memberikan yang terbaik tentunya sesuai kebutuhan tahapan usia anak. Namun memang usia terbaik atau sering di sebut periode emas pertumbuhan anak berada pada 1000 Hari Pertama Kehidupan, dan sejak si kecil masih berada dalam kandungan, sudah seharusnya diberikan asupan nutrisi dan stimulasi yang terbaik agar tumbuh kembang si kecil bisa optimal. Untuk itu, yuk bunda dan ayah mengenal proses pembentukan dan bagian-bagian otak anak.

Penting untuk diketahui, otak anak terbentuk melalui sebuah perjalanan waktu yang dimulai dari usia di dalam kandungan di mana periode emas atau Golden Age tumbuh kembang anak di mulai. Pembentukan otak merupakan hasil dari interaksi antara faktor genetik alamiah atau yang lebih dikenal dengan faktor keturunan, dipadukan dengan faktor lingkungan di mana si kecil nantinya akan mendapat pengalaman serta pengasuhan sehari-hari.

Yuk, Mengenal Proses Pembentukan Otak Anak

Untuk diketahui, secara fisik pembentukan cikal bakal otak mulai nampak pada minggu-minggu pertama kehamilan dalam bentuk sebuah lempengan yang pada minggu ke 3-4 kehamilan lempengan tersebut akan berkembang menjadi sebuah bentukan semacam tabung, inilah yang dinamakan Neural Tube.

Pada minggu ke 5-6, bentukan tabung tersebut sudah mulai terlihat terbagi menjadi 3 bagian utama. yang selanjutnya akan membentuk bagian otak depan, otak tengah, dan otak belakang. Kemudian, pada usia kehamilan minggu ke-7, sel-sel otak mulai terbentuk dalam kondisi yang sangat cepat, yaitu dengan kecepatan sekitar 1000 sel otak permenit.

Lalu, pada akhir minggu ke-14 atau saat usia kehamilan sekitar 3-4 bulan, bongkahan otak dan setiap bagiannya mulai terlihat jelas. Selanjutnya pada usia kehamilan 5 bulan, pembentukan sel otak pada janin sudah mencapai puncaknya, dan lapisan terluar otak yang dinamakan Korteks, sudah mulai nampak garis-garis kerutannya yang kemudian akan membentuk lipatan-lipatan korteks ketika bongkahan otak sudah terbentuk dengan sempurna seperti huruf "C" ketika kehamilan mencapai usia 9 bulan dan otak bayi sudah siap dilahirkan.

Otak tersusun dari triliunan sel-sel otak yang dinamakan Neuron 👉 Pada saat bayi baru lahir, sel-sel otak belum terkoneksi satu sama lain menjadi sebuah rangkaian sirkuit 👉 Koneksi antar sel otak tersebut dinamakan Sinaps 👉 Penbentukan Sinaps berjalan sangat pesat setelah bayi lahir 👉 Sinaps terbentuk bila otak anak mendapatkan stimulasi dari lingkungan sekitar 👉 Semakin sering distimulasi maka sinaps yang terbentuk akan semakin kaya, semakin kuat, dan menjadi koneksi yang permanen di masa depan anak 👉 Bila Sinaps yang sudah terbentuk tidak pernah dipergunakan oleh anak, maka Sinaps akan mati, yang dikenal dengan istilah Pruning.

Sebagai informasi, pada saat baru lahir, jumlah sel otak anak mencapai sekitar 100 milyar, yang nantinya akan membentuk lebih dari 50 triliun koneksi Sinaps. Namun tentu saja, Sinaps yang terbentuk pada bayi yang baru lahir masih ditentukan oleh faktor genetik dan sebagian besar untuk koneksi sirkuit di bagian batang otak yang bekerja untuk fungsi vital kehidupan anak, seperti denyut jantung dan pernapasan. Jika anak mendapatkan stimulasi yang cukup, maka diperkirakan pada bulan-bulan pertama setelah dilahirkan jumlah sinaps akan meningkat hingga 1000 triliun.

Untuk alasan itulah, bayi yang baru lahir harus mendapatkan pengasuhan yang terbaik agat stimulasi yang didapatkan akan maksimal. Untuk diketahui, pada saat bayi baru lahir, otak bayi beratnya hanya sekitar 400 gram dan belum berkembang dengan sempurna. Namun, setelah berusia 2-3 tahun, berat otak anak mencapai 3 kali lipat dari sebelumnya atau sekitar 1100 gram, artinya sudah sekitar 70-80% berat otak orang dewasa.

Yuk Mengenal Bagian-bagian Utama Otak Anak

Otak anak seperti yang diketahui terdiri dari berbagai bagian yang tersusun dengan pola yang sangat rumit, dan antara bagian yang satu dengan bagian yang lain saling terkoneksi. Pembentukan setiap bagian otak akan terus berjalan seiring bertambahnya usia anak. Umumnya, semua bagian otak anak akan terbentuk saat mencapai usia 6 tahun, namun ada beberapa bagian lainnya akan terus terbentuk hingga usia dewasa.

Untuk diketahui, terdapat 5 (lima) bagian utama dari otak anak yang diperlukan sebagai dasar proses tumbuh kembang anak yang optimal, yaitu:

  1. Batang Otak. Batang otak ini sudah harus terbentuk dengan sempurna dan berfungsi penuh sejak anak lahir, karena bagian ini memiliki fungsi yang sangat penting dan vital dalam kehidupan anak, seperti denyut jantung, tekanan darah, dan temperatur tubuh.
  2. Serebelum. Bagian ini memiliki fungsi dalam mekanisme kontrol koordinasi gerak otomatis dan keseimbangan. Jadi bila seorang anak mengalami kerusakan Serebelum, maka anak tersebut nantinya tidak memiliki kemampuan untuk mengkoordinasikan berbagai gerakan tubuhnya.
  3. Otak Tengah. Bagian otak ini memiliki fungsi dalam mekanisme kontrol tidur, respons perasaan, nafsu makan, dan fungsi motoris seperti berlari dan melompat.
  4. Sistem Limbik. Bagian ini memiliki fungsi dalam sistem kontrol emosi dan memori jangka panjang. Sistem Limbik dapat mengambil alih mekanisme fungsi berpikir nasional dan fungsi dari beberapa bagian otak lain yang dikontrol oleh batang otak, seperti fungsi kontrol tekanan darah. Suatu bagian yang termasuk dalam sistem limbik adalah proses memadukan fungsi emosi dalam fungsi memori. Maka setiap kali seseorang teringat akan suatu kejadian, selalu akan disertai unsur emosi dalam ingatan tersebut, entah sedih, marah, atau justru merasa lucu. Fungsi lainnya dari sistem limbik adalah mengkonversi informasi dari belajar dan bekerja ke dalam memori jangka panjang.
  5. Korteks. Bagian ini memiliki fungsi sebagai "pusat eksekutif" dari otak, yaitu dalam mekanisme kontrol proses pengambilan keputusan dan pertimbangan dari segala informasi yang masuk ke dalam otak. 
Korteks memiliki bagian-bagian khusus untuk memproses berbagai fungsi yang membentuk kecerdasan dan perilaku anak berikut:

  1. Korteks otak bagian belakang yang memiliki fungsi utama untuk proses persepsi penglihatan.
  2. Korteks otak bagian samping, memiliki fungsi utama untuk proses pendengaran, bicara-bahasa, memori, dan fungsi sosial-emosi.
  3. Korteks otak bagian atas memiliki fungsi sebagai proses persepsi berbagai fungsi motorik.
  4. Korteks otak bagian depan yang memiliki fungsi utama untuk kecerdasan sosial, pengambilan keputusan untuk menyelesaikan masalah dan kontrolling kemandirian.
Penting untuk diketahui, otak bekerja atas dasar memproses informasi melalui mekanisme komunikasi antar sel otak (neuron). Komunikasi antar sel otak berjalan melalui transmisi sinyal kelistrikan dan kimiawi. Proses mengalirkan dan menyimpan informasi ini merupakan basic atau dasar bagi anak-anak dalam proses belajar dan memori.

tumbuh kembang anak

Pendek kata, otak merupakan bagian yang memiliki peran sangat penting dalam proses tumbuh kembang anak, mulai dari dalam kandungan dan mencapai puncaknya pada usia 2 tahun, meskipun melambat namun otak akan terus berkembang. Untuk itu, kunci utama untuk mengoptimalkan fungsi kerja otak anak adalah nutrisi dan stimulasi.

Baca juga artikel kesehatan anak : 

Pada prinsipnya, semakin banyak sinaps otak yang terbentuk maka semakin besar pula kapabilitas yang dimiliki seorang anak untuk belajar. Nah...sebanyak apa sinaps yang mampu dibentuk oleh anak? Jawabannya adalah terletak pada interaksi faktor genetik dan lingkungan di mana anak diasuh serta dibesarkan. 

Namun, faktor genetik hanyalah sebuah cetak biru atau pola rencana dari otak anak yang biasanya didapat dari genetik kedua orangtua, sebagai modal untuk perkembangan anak ke depan. Namun, yang akan menentukan proses pembangunan sirkuit otak anak sangat ditentukan oleh faktor lingkungan pengasuhan sehari-hari. Untuk faktor lingkungan pengasuhan ini sendiri terdapat dua hal pokok yang memiliki peran sangat penting, yaitu nutrisi dan pemberian pengalaman yang dikenal dengan istilah stimulasi.

Ada beberapa kata kunci yang penting untuk membentuk dan mengembangkan struktur serta fungsi otak anak dalam pengasuhan sehari-hari agar optimal, yang meliputi:
  1. Perkembangan otak anak dibentuk melalui interaksi faktor biologis dan genetik (nature) serta faktor lingkungan (nurture). Sehingga kombinasi nutrisi dan stimulasi merupakan dua syarat utama pertumbuhan otak anak di usia dini.
  2. Pengasuhan anak pada usia dini mempunyai dampak jangka panjang terhadap kualitas kemampuan anak, terutama dalam hal kapabilitas belajar dan regulasi emosi-perilaku.
  3. Otak anak mempunyai kapasitas untuk berubah, tetapi potensi terbesar untuk dapat dirubah hanya terjadi pada usia tertentu yang dinamakan periode kritis. Oleh karena itu, dalam tahap tumbuh kembang anak ada tahapan yang disebut Golden Age atau periode emas pertumbuhan anak, yaitu 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sejak anak masih berada dalam kandungan.
  4. Adanya pengalaman pengasuhan yang negatif atau kurangnya stimulasi sejak dini pada anak mempunyai dampak yang sangat serius dan biasanya bersifat permanen terhadap perkembangan otak anak.
  5. Intervensi atau penanganan keterlambatan perkembangan otak bila dilakukan pada usia dini tentunya akan mempunyai dampak yang positif dan kemungkinan anak mengalami tumbuh kembang yang maksimal mungkin saja bisa terwujud.
Jadi jelaslah jika perkembangan otak atau upaya untuk memaksimalkan fungsi otak anak tidak bisa dilepaskan dari nutrisi yang seimbang dan stimulasi yang dilakukan secara optimal. Oleh karena itu, orangtua perlu membekali diri dengan berbagai referensi informasi dan ilmu seputar tumbuh kembang anak terutama tentang asupan nutrisi yang sehat dan seimbang, serta memberikan stimulasi terbaik agar anak tumbuh sehat dan bisa mengoptimalkan potensi kecerdasannya. 

Semoga menginspirasi!

Sumber Foto : Pixabay.com dan pribadi

Tidak ada komentar