Inilah 5 Manfaat Teh Tawar yang Tidak Sepahit Rasanya

Suka teh tawar? Kalau saya sih suka, apalagi kalau makan nasi Padang, rasanya tidak lengkap jika minumnya bukan teh tawar hangat, bahkan jika nasi di bungkus pun, saya selalu minta di bungkus teh tawar. Ternyata, enggak hanya saya lho yang suka minum teh tawar, karena banyak orang yang gemar sekali minum teh tawar bahkan saat di rumah. Oh ya...saya punya cerita menarik berkaitan dengan teh tawar ini, karena saya asli dan dibesarkan di salah satu daerah di Pulau Sumatera, otomatis saya jarang minum teh tawar untuk keseharian, kecuali yah...saat makan di Rumah Makan Padang. Kebetulan suami saya berasal dari salah satu daerah di Jawa, yang ternyata sehari-hari nyaris selalu minum teh tawar. Ketika pertama kali menikah dan berkunjung ke rumah salah satu keluarga suami, otomatis saya di suguhi air teh dong, lazimnya di daerah saya jika ada tamu berkunjung biasanya di suguhi tes manis, dan saya kira waktu itu teh manis, karena haus habis berkeliling, langsung deh saya seruput minumannya, dan ternyata bukan teh manis tapi...teh tawar...pahitnya. Sampai sekarang, suami masih suka godain saya kalau lihat teh tawar, tapi meskipun rasanya pahit, banyak orang yang suka lho minum teh tawar, bahkan untuk sehari-hari di rumah. Terlepas dari kebiasaan ini, ternyata manfaat teh tawar menurut penelitian sangat baik bagi kesehatan tubuh, terbukti meskipun rasanya pahit tapi banyak orang yang suka minum teh tawar.

Manfaat Teh Tawar
Source: Pexels.com
Ada beragam jenis teh yang pastinya sering di nikmati dan enggak asing lagi sejak zaman dahulu, mulai dari teh hijau, teh hitam, hingga teh oolong. Nah...meskipun semua jenis teh sangat nikmati di minum dengan di tambahkan gula sebagai penambah rasa manis, tapi mengonsumsi teh dalam di tambah rasa manis atau apapun tentunya akan lebih bermanfaat dan sangat direkomendasikan. Rasanya bukanlah hal baru jika teh yang di tambah rasa manis memiliki kandungan kalori lebih banyak dibanding teh yang di konsumsi tanpa di tambah rasa apapun. Tambahan rasa manis ini seringkali menjadi penyebab banyak orang yang mengalami kerusakkan pada gigi atau mengalami kelebihan berat badan, meskipun tidak menutup kemungkinan adanya penyebab lain juga yang sama beresikonya. Nah...pada titik ini, mengonsumsi teh tawar tentu lebih sehat karena tidak akan memberikan tambahan kalori apapun, terutama bagi orang yang memiliki masalah kesehatan tertentu.
Inilah 5 Manfaat Teh Tawar yang Tidak Sepahit Rasanya
#Manfaat Pertama : Membuat Tubuh Lebih Rileks

Apa sih yang kita rasakan setelah makan nasi Padang dan minum teh tawar? Perut terasa kenyang, dan pikiran serta tubuh terasa lebih rileks. Yap...ternyata mengonsumsi teh tawar akan membuat tubuh terasa lebih rileks, dan hal ini tidak terlepas dari manfaat kandungan L-Theanin yang terdapat dalam teh, yang membantu merelaksasi tubuh. Tidak hanya itu, L-Theanin ternyata memberikan manfaat lain bagi kesehatan tubuh, seperti membantu meredakan stress, memperbaiki mood, dan juga meningkatkan fungsi otak sehingga pikiran lebih jernih dan rileks. Manfaat ini dapat di temui pada tej tawar yang berbahan dasar teh hijau dan teh hitam.

#Manfaat Kedua : Membantu Menormalkan Kadar Gula Darah

Hayooo...siap di sini yang punya masalah dengan gula darah? Nah...kebiasaan mengonsumsi teh tawar ternyata bisa membantu menormalkan atau menurunkan kadar gula darah. Kandungan Polifenol yang terdapat pada beberapa jenis teh, seperti teh hijau, teh hitam, serta teh oolong, dianggap mampu meningkatkan sensitivitas insulin dalam tubuh, dan hal inilah yang membuat kadar gula darah lebih mudah terkontrol. Tidak hanya itu, kandungan Polifenol ini juga bermanfaat membantu menurunkan resiko terkena Diabetes Tipe 2 karena memiliki khasiat mengendalikan penyakit Diabetes agar tidak semakin parah.

#Manfaat Ketiga : Membantu Menurunkan Kadar Kolesterol Jahat atau LDL.

Untuk manfaat yang ketiga ini terbilang sangat membantu bagi seseorang yang memiliki kadar kolesterol tinggi terutama kolesterol jahat, di mana teh tawar membantu menurunkan kadar kolesterol jahat atau LDL. Sebuah studi menemukan suatu fakta bahwa mengonsumsi teh tawar secara rutin diperkirakan mampu menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh hingga 11%, adapun jenis teh tawar yang memiliki khasiat ini adalah jenis teh hitam.

#Manfaat Keempat : Membantu Melancarkan Peredaran Darah

Manfaat keempat inilah yang menjadi jawaban mengapa tubuh seseorang akan rileks setelah mengonsumsi teh tawar, karena teh tawar membantu melancarkan sirkulasi peredaran darah dalam tubuh sehingga tubuh menjadi lebih bugar. Hal ini disebabkan, kandungan Polifenol dalam teh bisa mencegah terjadinya pembentukkan plak dalam pembuluh darah, sehingga terhindar dari masalah kesehatan akibat penyempitan pembuluh darah. Teh Hijau, Teh Hitam, dan Teh Oolong, adalah jenis teh yang bisa membantu melancarkan peredaran darah ini sehingga organ penting tubuh akan lebih sehat.

#Manfaat Kelima : Mencegah Terjadinya Kanker

Sejak dahulu, teh memang di kenal sebagai salah satu jenis minuman yang dianggap mampu mencegah terjadinya kanker, karena kandungan Polifenol dan Antioksidan yang biasanya terdapat dalam teh diketahui mampu melindungi sel-sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Adapun jenis teh yang memiliki khasiat besar untuk membantu mencegah terjadinya kanker adalah teh hitam.

Namun, meskipun nyata-nyata mengonsumsi teh tawar secara rutin memiliki manfaat kesehatan yang sangat besar, namun pastikan membatasi konsumsi teh hanya 2-3 cangkir sehari agar khasiatnya optimal. Jangan mengonsumsi teh melebihi anjuran atau aturan ideal tersebut terutama jika sedang dalam kondisi hamil atau menderita sakit maag, agar manfaat teh tawar bisa optimal dan kesehatan tetap terjaga. Perlu diketahui, jika mengonsumsi teh secara berlebihan maka sangat beresiko akan mengalami efek samping dari kafein yang terkandung dalam teh tersebut. Meskipun memiliki manfaat bagi kesehatan, bersikap bijak adalah solusi terbaik karena sesuatu yang berlebihan tidak akan memberi manfaat justru menimbulkan masalah kesehatan baru.

Tidak ada komentar:

Copyright : elisakaramoy (2017). Diberdayakan oleh Blogger.