Persiapkan Hal Berikut Ini Agar UKM Siap Berkompetisi Di Era Revolusi Industri 4.0

Hosting Indonesia
Source: Pixabay.com
Bertemu dengan teman lama semasa sekolah adalah pengalaman yang menyenangkan, selain bisa bernostalgia kenangan masa lalu juga bisa saling bertukar kabar tentang aktivitas yang saat ini masih dilakukan. Dina adalah teman semasa sekolah, meskipun saat sekolah tidak terlalu dekat namun selama dua tahun kami sekelas, setidaknya banyak kenangan yang bisa kami perbincangkan saat tidak sengaja bertemu kembali. Meskipun masih termasuk usaha skala kecil atau bisnis rumahan, ternyata Dina sejak beberapa tahun terakhir ini menekuni bisnis sabun homemade yang di klaim ramah lingkungan. Tadinya saya membeli produk yang di jual teman saya ini hanya karena perasaan tidak enak, tapi ternyata setelah saya coba, kualitasnya tidak kalah dengan produk sabun mandi keluaran industri besar. Saat ini, teman saya Dina fokus untuk mengembangkan pemasaran produk yang dihasilkannya agar mampu menembus pasar dengan skala yang lebih luas. Produksinya memang belum banyak, karena masih di buat secara handmade dengan harga produk sedikit lebih mahal dibandingkan sabun sejenis yang diproduksi secara massal. Nah…masuk ke pasar global dengan bantuan media digital membuat segala yang sulit menjadi lebih mudah, bahkan saat ini Dina sedang belajar giat untuk menggunakan media digital sebagai langkah awal masuk ke pasar global, salah satunya dengan belajar membuat website premium dengan Hosting Indonesia, agar performa digital UKM milik Dina lebih stabil dan optimal.

Memang tidak mudah bagi UKM untuk masuk ke pasar global, namun UKM Indonesia telah teruji mampu bertahan melewati serangan krisis keuangan yang di alami Indonesia sekitar tahun 1997 lalu. Setelah badai krisis keuangan dua puluh tahun yang lalu, UKM Indonesia terus berkembang dan berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, jumlah wirausahawan meningkat tajam dari 0,24 persen menjadi 1,56 persen dari total jumlah penduduk Indonesia. Meskipun masih lebih rendah dari jumlah ideal, yaitu sekitar 2 persen dari total keseluruhan jumlah penduduk, namun perkembangan ini sangat membanggakan karena semakin banyak jumlah masyarakat Indonesia yang masuk ke sektor UKM. Data BPS mencatat masih di tahun 2014, UKM berkontribusi besar terhadap penyerapan tenaga kerja sebesar 96,99 persen terhadap pembentukan PDB sebesar 60,34 persen. Selain itu, UKM juga berkontribusi dalam penambahan devisa negara dalam bentuk penerimaan ekspor sekitar 15 persen, sehingga potensi UKM Indonesia di masa selanjutnya tidak bisa diremehkan. Ketua Dewan Direktur CIDES (Center for Information and Development Studies), Rohmad Hadiwijoyo menyebutkan setidaknya ada tiga faktor yang membuat UKM mampu bertahan terhadap serangan krisis keuangan seperti yang di alami Indonesia sekitar dua puluh tahun lalu    
  1. Umumnya UKM menghasilkan barang konsumsi dan jasa yang sangat dekat dengan kebutuhan masyarakat sehingga ketika pendapatan masyarakat merosot sebagai akibat krisis moneter, tidak berpengaruh terdapat permintaan bahkan UKM bisa menyerap tenaga kerja meskipun dalam jumlah yang terbatas.
  2. Pelaku UKM umumnya memanfaatkan Sumber Daya Lokal, baik itu Sumber Daya Manusia, bahan baku, modal yang minimalis, hingga peralatan yang digunakan. Ketersediaan sumber daya lokal ini nyaris tidak mengalami fluktuasi saat krisis keuangan sehingga supply terhadap UKM tetap stabil, meskipun di beberapa sektor memang mengalami penurunan, namun jumlahnya tidak terlalu signifikan. 
  3. Sangat sedikit pelaku UKM yang menggunakan modal pihak ketiga atau perbankan, karena sebagian besar menggunakan modal mandiri atau patungan dengan kerabat serta teman sehingga badai krisis yang menerpa perbankan di tahun 1997 lalu tidak terlalu mempengaruhi pertumbuhan UKM di Indonesia.
Tahun-tahun telah berlalu, kini tibalah waktunya bagi UKM Indonesia untuk terus berevolusi agar bisa beradaptasi dengan kemajuan teknologi digital dan mampu bersaing tidak hanya di pasar domestik namun juga dapat menjual produk dan bersaing di pasar global. Tentu bukanlah hal yang mudah karena untuk masuk ke pasar global, UKM Indonesia harus memiliki perangkat tempur yang kuar, modern, dan mumpuni tentunya, apalagi saat ini sedang ramai digaungkan, Revolusi Industri 4.0 yang mempengaruhi hampir di segala bidang kehidupan.
Sejenak Memahami Apa Itu Revolusi Industri 4.0
Sesungguhnya Revolusi Industri bukanlah istilah baru, karena sejak puluhan hingga ratusan tahun yang lalu, masyarakat telah mengenal istilah Revolusi Industri 1.0. Revolusi Industri sendiri jika didefinisikan berarti perubahan besar dan radikal terhadap cara manusia memproduksi barang. Layaknya sebuah perubahan yang terbilang besar dan radikal, sudah pasti mempengaruhi berbagai bidang kehidupan masyarakat, seperti kehidupan sosial, ekonomi, budaya, dan masih banyak lagi. Bahkan berdasarkan pengalaman tiga revolusi industri sebelumnya, perubahan besar ini sangat mempengaruhi lapangan kerja karena sudah pasti ada jutaan lapangan kerja menghilang sebagai efek terjadinya Revolusi Industri. Namun jangan khawatir karena karena lapangan kerja yang menghilang akan tergantikan dengan lapangan kerja baru yang sesuai dengan kemajuan teknologi kekinian.

Seperti yang telah diketahui, Revolusi Industri bukan baru pertama kali terjadi dalam sejarah dunia, karena sejarah mencatat terjad Revolusi Industri 1.0 yang di mulai dengan saat ditemukannya mesin uap yang banyak membantu mempermudah proses produksi barang. Dengan ditemukan dan digunakan mesin yang mempermudah proses produksi, maka secara perlahan berakhir pula aktivitas produksi yang hanya mengandalkan tenaga otot, tenaga air, dan tenaga angin. Penggunaan teknologi mesin uap dianggap lebih efisien dan murah sehingga setelah ditemukan penggunaan mesin ini semakin meluas dan digunakan berbagai industri. Dari Revolusi Industri 1.0 kemudian berlanjut ke Revolusi Industri 2.0 yang ditandai dengan penggunaan listrik untuk mempermudah kehidupan dan industri. Selain itu, transportasi pun sudah mengalami kemajuan yang sangat siginifikan dengan ditemukannya mobil yang telah dirakit di pabrik-pabrik modern sehingga bisa memproduksi secara massal. Penggunaan mobil sebagai alat transportasi ini membuat banyak pekerjaan menjadi lebih efisien dan mudah, terutama dari segi waktu dan jumlah barang yang dikirim.

Setelah melewati era Revolusi Industri 2.0, maka berlanjut ke Revolusi Industri 3.0 yang di tandai dengan ditemukannya komputer, hingga akhirnya penggunaan teknologi komputer ini mulai merambah di segala bidang kehidupan, mulai dari produksi barang hingga pekerjaan sehari-hari. Tahun-tahun berlalu, dan kemajuan teknologi terus berlanjut hingga melahirkan apa yang dinamakan “Digital Revolution” yang di tandai dengan perubahan data analog menjadi data digital sehingga memudahkan saat melakukan banyak pekerjaan. Bahkan, teknologi digital sudah digunakan dalam bidang kesehatan yang membantu kerja dokter menjadi lebih mudah saat memeriksan sakit pasien. Setelah sekian tahun penggunaan teknologi digital mulai merambah ke berbagai bidang kehidupan, akhirnya dunia memasuki juga apa yang dinamakan Revolusi Industri 4.0, di mana internet membuat dunia seolah tanpa batas dan jarak, sehingga semua informasi, aktivitas, dan komunikasi bisa tersambung kapan saja dan di mana saja. 

Jika ditelusuri secara detail, setidaknya ada beberapa kemajuan yang membuat Revolusi Industri memasuki fase selanjutnya, antara lain Internet of Things, di mana jaringan internet tidak hanya membuat hidup manusia menjadi lebih mudah dan cepat, namun juga lebih mobile karena segala sesuatunya dapat dikerjakan dan dikendalikan dari mana saja dan kapan saja asalkan tersambung dengan jaringan internet. Data menjadi sesuatu hal yang sangat penting yang akan mempermudah semua pekerjaan karena semua informasi terkumpul di satu titik sehingga lebih mudah mengaksesnya. Kemajuan teknologi digital membuat semua data serta informasi bisa di akses dari mana saja dan kapan saja, bahkan dengan Cloud Computing, segala perhitungan yang rumit bisa di selesaikan dengan cepat dan hasilnya dapat diakses dari mana saja asalkan tersambung dengan internet. Namun perubahan yang paling besar adalah terciptanya teknologi mesin yang memiliki kemampuan untuk belajar sehingga bisa melakukan koreksi terhadap kesalahan bahkan mampu memperbaiki kesalahan tersebut secara mandiri.

Cloud Hosting
Source: Pixabay.com
Keberadaan mesin pintar inilah yang nantinya akan semakin mengerus tenaga manusia, bahkan kemampuan berpikir manusia sehingga banyak pekerjaan bisa dilakukan tanpa campur tangan manusia terlalu jauh…bayangkan berapa banyak tenaga kerja yang tergantikan dengan mesin pintar ini, yang pastinya tidak akan mengenal kata lelah, tidak perlu di gaji, dan pada akhirnya akan menekan biaya produksi. Revolusi Industri 4.0 yang mulai memasuki babak baru inilah yang nantinya akan sangat mempengaruhi pola perilaku konsumen hingga akhirnya pasar global pun akan mengalami perubahan yang signifikan. Sudah siapkah UKM Indonesia masuk ke era Revolusi Industri 4.0?
Persiapkan Hal Berikut Ini Agar UKM Indonesia Siap Berkompetisi Di Era Revolusi Industri 4.0

1.   UKM Wajib Melek Teknologi.

Pondasi dasar untuk masuk ke era Revolusi Industri 4.0 adalah melek teknologi karena untuk masuk ke pasar global, UKM mau tidak mau harus mahir menggunakan teknologi digital baik untuk pemasaran, mengolah data digital, melakukan analisis pasar hingga melakukan inovasi produk. Teknologi internet memungkinkan UKM melakukan aktivitas tersebut dari mana saja dan kapan saja, secara cepat dan tepat. Untuk alasan ini, maka UKM wajib melek teknologi, agar mampu berkompetisi dengan UKM dari negara lain.

2. UKM Wajib Tingkatkan Sumber Daya Manusia.

Tidak bisa di pungkiri jika Revolusi Industri 4.0 di nilai mampu meningkatkan efisiensi dan produktivitas yang pada akhirnya akan menurunkan biaya produksi sehingga produk tersebut mampu bersaing di pasar global. Tidak hanya itu, harga yang kompetitif juga akan merangsang peningkatan daya beli masyarakat karena harga yang ditawarkan lebih terjangkau. Untuk mencapai kondisi ideal ini, UKM Indonesia membutuhkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas sehingga bisa bersaing secara optimal di pasar global. SDM yang berkualitas ini tidak hanya mahir menggunakan media digital, namun juga mampu membaca data, dan melakukan analisis pasar sehingga bisa memunculkan hasil akhir yang bermanfaat untuk inovasi produk sesuai permintaan dan selera pasar global. Inovasi produk menjadi paket kompetisi yang sangat penting untuk masuk ke era Revolusi Industri 4.0 yang erat kaitannya dengan kualitas produk yang di jual karena pada akhirnya selain desain, kualitas produk tetap adalah hal yang utama, seperti kata pepatah lama, “ada harga, ada rupa.” Nah...untuk melakukan analisis dan memetakan desain dan produk seperti apa yang sangat di tunggu pasar, tentu dibutuhkan SDM yang berkualitas, yang mampu mengembangkan produk agar siap berkompetisi di era Revolusi Industri 4.0.

3. UKM Wajib Sadar Hak Kekayaan Intelektual.

Saat memasuki pasar global keberadaan merek dagang atau brand sangatlah penting, apalagi kemudahan teknologi di sisi yang lain memunculkan banyak hal-hal negatif seperti pengandaan produk yang sama tanpa izin atau lisensi, pencurian desain, data, dan masih banyak lagi. Untuk alasan tersebut, penting bagi UKM Indonesia untuk melindungi brand atau merek dagang yang dimilikinya agar tidak di curi atau di cemari pihak lain, reputasi dan kualitas yang susah payah dipertahankan jangan sampai berakhir sia-sia, karena itu lindungi brand atau merek daganga dengan mendaftarkannya pada instansi terkait agar pelaku UKM mendapatkan perlindungan hukum atas produk yang dijualnya.

Untuk alasan tersebut, UKM sejak dini harus memiliki website sendiri yang tidak hanya sebagai media promosi dan penjualan produk, namun juga sebagai instrument penting untuk mengumpulkan data, karena di era Revolusi Industri 4.0 data adalah hal yang sangat krusial dan sangat penting untuk di jaga kerahasiaannya. Agar website UKM makin optimal dan maksimal, sangat disarankan untuk menggunakan hosting berbayar, yang tidak hanya membuat website terlihat lebih profesional namun juga dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan bagi pengembangan UKM di era Revolusi Industri 4.0. Jangan lupa untuk mempertimbangkan penggunaan Cloud Hosting yang banyak menawarkan berbagai keunggulan seperti yang ditawarkan Qwords.com melalui layanan Cloud Hostingnya. Berikut keunggulan layanan Cloud Hosting Qwords.com yang pastinya sangat membantu UKM berkompetisi di era Revolusi Industri 4.0; harga yang ekonomis dan kompetitif, Unlimited Hosting, berkapasitas besar dengan kemampuan yang mumpuni, performa tinggi sehingga dapat diandalkan, dan tentu saja akan membuat website berbasis wordpress menjadi lebih cepat di akses sehingga tidak ada ceritanya konsumen kabur sebelum melihat tampilan produk yang di jual. Yuk lakukan persiapan yang maksimal agar UKM Indonesia siap berkompetisi di era Revolusi Industri 4.0 yang kini mulai masuk ke segala bidang kehidupan.

Referensi artikel:
https://www.modalrakyat.id/blog/persiapan-ukm-hadapi-industri-4.0
https://www.zenius.net/blog/21104/revolusi-industri-4-0
https://www.qwords.com/

18 komentar:

  1. UMKM jaman now memang wajib banget melek digital yak.
    Hosting yg mumpuni, berpadu pemasaran digital yg cihuy... Ini bisa ngedukung bangettt untuk outstanding d dunia bisnis

    BalasHapus
  2. Wah benar banget Mak. Ketiga hal di atas harus dimiliki UKM Kita agar bisa bersaing

    BalasHapus
  3. Semakin lama, makin canggih. Banyak pilihan dan harga terjangkau ya mba.
    Penting buat para pemain UKM baca ini nih :)

    BalasHapus
  4. UKM sekarang memang harus lebih cerdas, melek teknologi adalah salah satunya. Tujuannya supaya produk yang dijual laku. Saya juga lagi nyari-nyari hosting buat web usaha misua nih, masih membandingkan mana yang paling ok dari segi harga, layanan dan produk yang didapat. Terimakasih infonya ya Mba

    BalasHapus
  5. Karya UMKM memang sejak dulu banyak yang bagus. Cuma ya pemasarannya masih banyak juga yang tradisional. Padahal sekarang sudah zaman digital, ya. Sayang kalau gak dimanfaatkan

    BalasHapus
  6. Produk homemade banyak yg bagus mbak. Tapi karena keterbatasan modal gak bisa buka cabanh dimana-mana. Semoga teknologi bisa mengatasi keterbatasan itu.

    BalasHapus
  7. Revolusi indutri digital sudah tak terelakkan lagi. Semua pelaku industri harus melakukan perubahan. Khususnya di bidang marketing. Tak terkecuali para pemilik UMKM. Harus sadar diri untuk terus belajar agar semakin maju usahanya. Semoga usaha sabun Mbak Dian terus berkembang sesuai dengan yang direncanakan.

    BalasHapus
  8. Pelaku UKM jaman now memang harua melek teknologi. Karena itulah salah satu program kemenkop dan UKM adalah memberikan pelatihan teknologi informasi pada para pelaku ukm

    BalasHapus
  9. Tarik nafas dulu.. Siap siap menghadapi industri 4.0 ini yang ternyata berdampak ke semua nya termasuk UKM. Memang perlu perubahan dan persiapan dari mulai SDM sampai pengetahuan HAKI, agar UKM dapat bersaing di era serba digital ini

    BalasHapus
  10. Aku setuju banget untuk UKM harus melek teknologi dan punya website sendiri sebagai katalog produknya. Dua hal ini saling berkaitan banget. Karena gini.. Emang udah cukup banyak UKM yang punya website sendiri, tapi mereka bingung mengelola websitenya. Enggak bisa memainkan SEO-nya, update katalog secara teratur. Makanya, akhirnya lama2 banyak juga UKM yg websitenya mati, enggak diperpanjang lagi. Bikin website utk UKM itu bukan semata2 prestige atau ikut2an tren, tapi kebutuhan jaman dan para pelaku UKM ini harus update.

    BalasHapus
  11. zaman now kalau nggak melek digital yaa nggak bisa bertahan lama, harus terus belanjar, agar bisa bertahan lama

    BalasHapus
  12. Ini yang jadi dilemaku ya secara kan aku ukm juga. Yang kadang atau seringnya kalah sama yang modalnya lebih gede huhu

    Sepertinya aku memang kudu bikin web juga buat usaha dekor balonku ya. Dari dulu males bikin, tapi kayaknha kudu sekarang biar banyak peminate

    BalasHapus
  13. UKM zaman now emang jangan gaptek ya jadi bisa mengelola usahanya dengan kemajuan teknologi.

    BalasHapus
  14. Ibu saya pelaku UKM dan belum melek teknologi jadinya kayak kurang bisa berkembang gitu. Semoga kemenkop bisa menjaring orang awam seperti ibu untuk diberikan pelatihan ya

    BalasHapus
  15. UKM memang harus melek teknologi iya biar berkembang lebih maju lagi.. akupun punya usaha rumahan mudah2an bisa nih struggle ya..

    BalasHapus
  16. Kalau mau sukses, UKM memang harus melek tiga hal itu ya. Apalagi zaman semakin digital, UKM banyak bermunculan.

    BalasHapus
  17. Dengan teknologi, aku yakin penjualan juga makin meningkat dibandingkan yang hanya promosi offline.
    Karena semua orang sekarang mengetahui informasi melalui genggaman.

    Semudah itu UMKM mempromosikan produknya.
    Harus di jasa hosting yang terpercaya juga siih...idealnya.
    Percaya banget sama QWords.

    BalasHapus
  18. Bener UKM harus melek teknologi. Dari sekarang aku lagi fokus ke bosku nih, biar nanti usaha barunya harus digital.

    BalasHapus

Copyright : elisakaramoy (2017). Diberdayakan oleh Blogger.