Faktor-faktor yang Mempengaruhi Disiplin Kerja Di Perusahaan

Sudah bekerja? Atau sedang mencari pekerjaan, pastinya memahami betapa pentingnya disiplin dalam bekerja, karena disiplin akan mengantarkan seorang pekerja menuju jenjang atau level yang lebih tinggi. 
Disiplin kerja adalah kepatuhan karyawan kepada segala peraturan yang diberlakukan oleh perusahaan. Memiliki karyawan yang disiplin merupakan idaman perusahaan karena dapat memberikan dampak yang signifikan pada perusahaan. Sayangnya, tidak semua karyawan memiliki karakteristik yang sama, dan memiliki komitmen untuk memajukan perusahaan dengan memberikan kinerja yang terbaik.

Software Absensi


Menumbuhkan sikap disiplin kerja pada karyawan bukanlah hal yang dapat dilakukan sekejap mata. Divisi Sumber Daya Manusia atau Human Resources dalam perusahaan harus dapat memahami, faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi disiplin kerja karyawan. Nah...untuk lebih jelasnya akan di ulas secara lengkap berikut ini.

1. Gaji dan Kompensasi.

Besarnya gaji dan kompensasi secara langsung dapat mempengaruhi kedisiplinan kerja karyawan. Bila gaji dan tunjangan yang diterima karyawan jumlahnya memuaskan, tentu karyawan akan lebih bersemangat dalam bekerja karena merasa di hargai dengan baik oleh perusahaan. Tidak hanya disiplin, karyawan juga akan menunjukkan kinerja yang maksimal untuk membuat perusahaan lebih maju dan sukses lagi. Sebaliknya, bila gaji yang diberikan perusahaan kurang memuaskan dan tidak sebanding dengan beban kerja yang harus diselesaikan, terkadang membuat karyawan malas-malasan dalam bekerja sehingga komitmen untuk memberikan kinerja yang optimal pada perusahaan menjadi berkurang karena merasa kurang dihargai dengan pantas oleh perusahaan.

Dalam kasus seperti ini, biasanya karyawan akan mencari penghasilan tambahan di luar jam kerja atau bahkan saat jam kerja untuk menutup kebutuhan hidup yang kurang tercukupi dari gaji yang diberikan perusahaan. Mungkin pekerjaan sampingan tidaklah terlalu menganggu jam kerja karyawan, namun jika dilakukan secara terus-menerus bukan tidak mungkin pada akhirnya pekerjaan sampingan ini akan menganggu kinerja karyawan, yang pada akhirnya akan berimbas pada perusahaan juga. Terkadang karyawan bisa telat masuk kerja, sering izin, atau datang terlambat karena terlalu sibuk dengan pekerjaan sampingan yang dilakukannya.

2. Ada Aturan Tertulis.

Setiap perusahaan tentu harus memiliki peraturan yang jelas, yang menjadi dasar semua karyawan yang bekerja diperusahaan tersebut. Idealnya, aturan-aturan ini harus di tulis dan di pajang di beberapa tempat atau bagian perusahaan agar mudah di baca dan di ingat oleh semua karyawan. Bila aturan hanya diucapkan secara lisan, maka kurang maksimal karena karyawan bisa saja lupa atau sebaliknya justru pihak perusahaan yang lupa sehingga suasana perusahaan terlihat kurang konsisten dan pada akhirnya akan mempengaruhi kinerja perusahaan itu sendiri.

Lebih ideal lagi jika aturan di buat berdasarkan kesepakatan bersama sehingga karyawan akan lebih mudah memahami dan melaksanakan aturan tersebut. Kesepakatan bersama juga akan berimbas pada tumbuhnya sikap bertanggung jawab dari karyawan karena aturan di buat atas masukan atau usul dari karyawan juga.

3. Ada Sanksi Nyata.

Ada aturan, tentu ada sanksi. Setiap pelanggaran yang dilakukan karyawan haruskan dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku. Lemahnya sanksi atau bahkan tidak adanya sanksi akan membuat karyawan mudah melanggar aturan perusahaan atau berlaku seenaknya dan tentunya akan menganggu karyawan lain. Alasan inilah yang membuat sanksi harus ditegakkan. Dengan adanya sanksi nyata, karyawan akan berpikir dua kali sebelum melakukan pelanggaran.

Sanksi yang diberikan dapat di mulai dari hal kecil seperti karyawan yang terlambat akan dikenakan sanksi pemotongan gaji, atau sanksi yang lebih keras jika karyawan menggunakan fasilitas kantor untuk kepentingan pribadi. Penting untuk dilakukan bahwa sanksi yang ada harus diberlakukan kepada semua karyawan tanpa pandang bulu, sehingga suasana kerja menjadi nyaman bagi semua karyawan.


4. Peran Atasan atau Pimpinan Perusahaan.

Campur tangan atasan atau pimpinan perusahaan sangatlah penting dalam membantu menumbuhkan sikap disiplin kerja semua karyawan. Mengapa? Karena karyawan akan selalu mencontoh perilaku atasan atau pimpinan perusahaan, jika atasan atau pimpinan perusahaan bersikap disiplin tentu karyawan akan mencontoh perilaku tersebut. Selain itu, atasan atau pimpinan perusahaan bersikap disiplin, tentu akan membuat bawahan merasa segan dan akan mengikuti perilaku tersebut. Selain displin, atasan atau pimpinan perusahaan harus memberikan contoh kerja yang baik dan tegas agar karyawan konsisten dan berkomitmen dalam melakukan pekerjaannya.

Selain faktor penting yang telah diulas secara detail di atas, tentunya masih banyak faktor lainnya yang sangat mempengaruhi disiplin kerja karyawan dalam sebuah perusahaan selain keempat faktor utama tersebut. Untuk ini tentu dibutuhkan peran besar Divisi SDM atau Human Resources untuk lebih peka pada kondisi yang di alami para karyawan dan membantu para karyawan untuk meningkatkan jenjang atau level kerjanya ke tingkat yang lebih tinggi. Diharapkan dengan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi disiplin kerja karyawan, akan tercipta suasana kerja yang nyaman dan pada akhirnya akan menguntungkan kedua belah pihak.

Namun, adakalanya pihak perusahaan terutama Divisi Sumber Daya Manusia atau Human Resources merasa kesulitan untuk menegakkan disiplin semua karyawan, apalagi jika perusahaan memiliki karyawan dalam jumlah yang cukup banyak. Nah...untuk solusinya cobalah menggunakan software absensi karyawan yang di rilis oleh LinovHR yang dapat membantu perusahaan untuk menegakkan disiplin waktu para karyawan sehingga tidak ada lagi karyawan yang bolos kerja atau memanipulasi absensi kerja karena semua laporan absensi masuk dan keluar kerja dapat di akses secara realtime dan akurat pastinya. Selain itu, penggunaan software absensi karyawan dari LinovHR dalam jangka panjang atau pendek dapat membantu Divisi SDM atau HR dalam memantau kehadiran karyawan  secara efektif dan pada akhirnya akan membantu meningkatkan kinerja dari karyawan dan perusahaan itu sendiri, sangat menguntungkan bukan?

Jadi tunggu apa lagi, ayo coba software absensi sekarang juga!
Mutia Erlisa Karamoy
Mutia Erlisa Karamoy Mom of 3 | Lifestyle Blogger | Web Content Writer | Digital Technology Enthusiast | Another Blog seputarbunda.com | Contact: elisakaramoy30@gmail.com

Posting Komentar untuk "Faktor-faktor yang Mempengaruhi Disiplin Kerja Di Perusahaan"