Yuk Belajar Tips Keren Ala Emak K, Widi Utami

Anak tantrum karena tidak diperbolehkan bermain gadget? Wah ini bukan hal baru untuk saya karena kasus anak tantrum karena di larang bermain gadget hingga sekarang masih menjadi problem banget buat saya, dan mungkin juga buat emak-emak lainnya.
Jangan salah...kasus tantrum ini enggak cuma di alami emak-emak yang usia anaknya tergolong masih balita lho, karena saya yang anak-anaknya sudah masuk usia pra remaja saja kerap harus bersitegang untuk masalah gadget ini, mulai dari si sulung yang sudah SMP hingga adik-adiknya yang masih SD. Terkadang saya kudu memaksa anak-anak untuk sejenak bermain di luar lho kalau sudah terlalu lama pegang gadget. Untungnya di hari-hari sekolah, anak-anak full aktivitas karena bersekolah dengan sistem fullday, di lanjut sekolah madrasah sore harinya. Tapi jelang musim liburan tiba, saatnya emak stress karena pemandangan bermain gadget berlangsung berjam-jam. Yah...walaupun kalau musim liburan, emak bisa nyantai dikit dan libur juga urusan cuci gosok seragam sekolah.😐

widiutami.com
Widiutami.com
Nah...ngomong-ngomong soal gimana sih cara membatasi anak bermain gadget, kebetulan saya punya referensinya dari blog mbak Widi Utami (alias mbak Widut). Memang sih usia K (Putranya mbak Widut) lumayan berbeda dengan anak-anak saya, tapi tidak ada salahnya buat kita belajar apapun tips yang dibagikan orang lain, apalagi jika tips tersebut sudah teruji dan berdasarkan pengalaman pribadi, pastinya feel saat membacanya juga berbeda. Tinggal selanjutnya bagaimana kita memodifikasi tips-tips tersebut agar pas buat kita.

Siapa sih orangtua zaman sekarang yang aktivitasnya enggak bakalan bersentuhan dengan gadget ini, enggak cuma ayahnya tapi juga seorang ibu sekalipun ibu rumah tangga. Kemajuan teknologi saat ini memungkinkan orang-orang bisa bekerja dari rumah hanya bermodalkan gadget lho! Pendek kata, keberadaan gadget kini sudah bukan lagi sebagai alat komunikasi belaka, namun sudah berkembang lebih dari itu, yakni bagian dari pekerjaan. Ada banyak jenis pekerjaan yang bisa dilakukan lancar hanya bermodalkan gadget dalam genggaman. Untuk alasan itu, sulit juga yah memisahkan gadget dari keseharian di rumah.

widiutami.com
Sumber gambar : pixabay.com
Lazimnya anak-anak selalu mencontoh apa yang dilakukan orangtua atau orang-orang disekitarnya, nah...kalau orangtua kerap pegang gadget ngak mungkin dong anak enggak mencontoh perilaku orangtua. Sama seperti mbak widut, kondisi ini juga saya alami, setiap hari harus mengingatkan anak-anak kalau sudah kebablasan bermain gadget apalagi anak sulung saya tahun ini akan menghadapi ujian nasional SMP/MTS. Tapi yang pasti menjadi orangtua harus banyak-banyak stok sabarnya yah...biar pun dalam hati kadang jengkel. Mau tahu tips apa saja sih yang pastinya bikin hubungan orangtua dengan buah hati tercinta untuk urusan membatasi gadget menjadi lebih nyaman, yuk di simak tapi edisi lengkapnya tetap harus mampir ke blognya mbak Widi Utami yah karena membaca versi original, punya feel yang beda lho😏.

  • Melatih anak untuk membatasi bermain gadget. Wah...baru tahap permulaan saja sudah sulit yah, tapi seperti itulah suka-dukanya menjadi orangtua. Tidak mudah memang mengajarkan anak untuk membatasi diri saat bermain gadget, enggak cuma anak balita karena untuk orangtua yang anaknya sudah berusia jauh lebih besar kerap kesulitan melatih anak untuk membatasi memegang gadget. Apalagi untuk anak yang jauh lebih besar, gadget tidak hanya digunakan untuk bermain game tapi juga alat untuk berkomunikasi dengan teman sebayanya. Bayangkan, putra sulung saya yang masih 14 tahun, sudah memiliki lebih dari 3 WAG (WhatApps Group), enggak kalah dengan emak-bapaknya. Tapi saya sepakat dengan mbak Widut, membuat kesepakatan adalah solusi yang terbaik untuk saat ini.
  • Ajarkan untuk memahami fungsi gadget. Mungkin untuk anak yang masih berusia balita, gadget hanya mereka kenal sebagai gudangnya aplikasi permainan atau untuk menonton video. Tapi untuk anak yang berusia lebih besar, sesungguhnya fungsi gadget sangat banyak, salah satunya adalah channel untuk belajar banyak ilmu baru. Entahlah...tapi mengingat saat ini gadget sudah bukan lagi benda asing untuk anak, sudah saatnya pemahaman menggunakan gadget masuk dalam kurikulum sekolah sehingga ada benang merahnya antara aktivitas sehari-hari dengan pelajaran sekolah. Mungkin sudah saatnya merombak kurikulum agar lebih update terhadap teknologi yah😉.
  • Jangan lupa berikan apresiasi jika si anak konsisten dengan kesepakatan yang sudah di buat. Terkadang kita juga harus memberikan reward untuk anak-anak jika konsisten dengan kesepakatan atau aturan main yang sudah di buat. Tidak hanya membuat anak lebih bahagia, reward juga merangsang anak untuk berperilaku lebih baik lagi lho.
Itu baru satu tips, tips lainnya yang pastinya bisa bikin wawasan orangtua semakin luas masih banyak lho di blog widiutami.com, karenanya jika berkunjung ke blognya mbak Widut ada label khusus teknologi, salah satunya membahas tentang hosting. Yap...hingga sekarang saya masih berangan-angan lho memiliki blog self host, pertimbangannya masih banyak padahal paket hosting untuk blog personal dengan traffic normal cukup terjangkau kok😊. Nah...bagi yang agak-agak gaptek seperti saya contohnya, membaca banyak referensi menjadi modal utama lho untuk mengatasi kebingungan. Nah...baca-baca artikel yang di tulis mbak Widut dalam label teknologi bisa jadi solusi nambah wawasan soal teknologi buat emak-emak gaptek seperti saya ini lho contohnya.

widiutami.com
Ternyata enggak cuma sarat ilmu parenting, berkunjung ke blognya mbak widut juga bikin emak-emak lebih melek teknologi beserta printilan istilah yang kadang suka bikin bingung lho. Beruntung lho meskipun sudah bertitel emak-emak, keinginan belajar masih ada karenanya yang terpenting peliharalah semangat itu dan jangan padamkan. Seperti mbak Widi Utami yang selalu butuh untuk belajar😍.

1 komentar:

  1. Mbak Mutiaaaa, aku gosipin di grup kok enggak ada kabarnya, eh, tau-tau udah nulis ini. Hahaha. Sehat-sehat kan, ya? Semoga anak-anak bisa membatasi gadget dengan mandiri. :*

    BalasHapus

Copyright : elisakaramoy (2017). Diberdayakan oleh Blogger.