Sabtu, 04 Maret 2017

Berwisata Edukasi Di Museum Tekstil Jakarta Sambil Belanja Online Asyik Di Honestbee

Suka belanja online? Pastinya iya dong, belanja online itu ngak ribet dan bisa dilakukan dari mana saja dan kapan saja, bahkan kita bisa berwisata sambil belanja online lho, ngak percaya? Ini ceritanya. Minggu, 26 Februari 2017 lalu, saya menghadiri event yang diselenggarakan Indonesia Kriya yang bertajuk "wisata sambil belanja di Museum Tekstil Jakarta." Event ini di hadiri kurang lebih 100 orang, yang sebagian diantaranya adalah blogger. Jujur, sesungguhnya berwisata di Museum Tekstil Jakarta adalah hal yang baru bagi saya, padahal saat pertama kali saya berkunjung ke tempat bersejarah ini ternyata ada banyak pengetahuan baru yang saya dapatkan, khususnya tentang sejarah pertekstilan di Indonesia yang bahkan sejak zaman pra sejarah Indonesia sudah mengenal budaya menenun kain untuk di buat pakaian dari kulit kayu.

Kriya Indonesia
Event Wisata Sambil Belanja di Museum Tekstil Jakarta (Pic: Kriya Indonesia)

Museum Tekstil Jakarta yang beralamat di Jalan KS. Tubun No. 2-4 Jakarta Barat lokasinya sangat dekat dengan pusat grosir tekstil terbesar di Indonesia, yaitu kawasan Tanah Abang. Selain bangunannya yang khas bergaya arsitekstur kolonial zaman Belanda, ternyata ada ribuan koleksi tekstil yang tersimpan di Museum tersebut, yaitu sebanyak 2350 yang terdiri dari 886 koleksi kain batik, 819 koleksi kain tenun, 425 koleksi campuran, 70 koleksi peralatan, dan terakhir sebanyak 150 koleksi busana dan tekstil kotemporer, cukup lengkap kan? Seperti kata pepatah, "tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta," seharusnya menjadi motivasi dalam diri bahwa untuk cinta dengan Indonesia bisa di mulai dari mengenal bagaimana hebatnya sejarah Indonesia tempo dulu, termasuk sejarah pertekstilan di Indonesia yang sudah di koleksi secara lengkap di Museum Tekstil Jakarta.

Selain koleksi tekstil-nya yang terbilang sangat lengkap, arsitektur bangunan Museum Tekstil Indonesia ternyata memiliki cerita tersendiri di mana bangunan ini sudah ada sejak zaman kolonial Belanda, tepatnya pada akhir abad ke-19. Museum ini sendiri memiliki 2 gedung pameran utama, yaitu gedung pameran tetap dan gedung pameran tidak tetap atau kontemporer. Pada masa-masa awal berdirinya, gedung ini adalah rumah tinggal warga yang berkebangsaan Perancis, yang kemudian di beli oleh Konsul Turki yang bernama Abdul Aziz Al Mussawi Al Katiri. Pada tahun 1942 gedung antik ini di beli oleh warga Belanda yang bernama DR. Karel Christian Cruq. Gedung ini berubah fungsi dari rumah tinggal menjadi markas Pemuda Barisan Pelopor dan Barisan Keamanan Rakyat (BKR) pada masa perang kemerdekaan tahun 1945, hingga kemudian di beli oleh Departemen Sosial RI pada tahun 1952. Kemudian pada tahun 1976 diserahkan kepada Pemda DKI Jakarta hingga akhirnya pada tanggal 28 Juni 1976 dijadikan Museum Tekstil Jakarta yang peresmiannya dilakukan oleh Ibu Tien Soeharto.

Museum Tekstil Jakarta
Wisata edukasi tentang Batik di Museum Tekstil Jakarta (Pic: Kriya Indonesia)
Selain mengoleksi ribuan tekstil khas dari berbagai daerah di Indonesia khususnya batik, museum ini juga mengoleksi bahan pewarna batik alami serta motif-motif cap batik, serta tata cara proses membatik, dan berbagai interior yang bermotif batik, seperti furniture, tempat tidur, topeng, dan wayang golek. Kita patut bersyukur bahwa batik kini telah resmi menjadi salah satu warisan budaya dunia (World Heritage) oleh UNESCO, sehingga tidak heran jika nama batik sudah sangat mendunia sebagai salah satu perwujudan dari budaya tradisional bangsa Indonesia yang bahkan sudah ada sejak zaman dahulu. Di Museum Teksti Jakarta juga telah terdapat galeri yang diresmikan pada tanggal 2 Oktober 2010, di mana galeri ini di kelola secara langsung oleh Yayasan Batik Indonesia. Koleksinya sendiri sangat banyak dan beragam serta berasal dari berbagai daerah di Indonesia, seperti dari Sumatera, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur. Sedemikian lengkap koleksi batik di Museum Tekstil Jakarta hingga tidak heran dalam event yang diselenggarakan akhir bulan Februari lalu oleh Indonesia Kriya dipamerkan puluhan koleksi batik dari berbagai daerah pesisir di Indonesia.

Akhirnya berkat berwisata edukasi di Museum Tekstil Jakarta, saya baru tahu jika batik pesisir antara daerah yang satu dengan yang lain memiliki corak dominan yang berbeda, dan sangat dipengaruhi kebudayaan asing. Yah...ternyata ada faktor-faktor penting yang sangat mempengaruhi perkembangan batik di Indonesia, yaitu letak geografis daerah tersebut, sifat dan tata cara kehidupan masyarakat daerah tersebut, kepercayaan dan adat istiadat, kondisi alam sekitar, serta adanya kontak atau hubungan antar masing-masing daerah pembuat batik tersebut. Tidak heran jika ada beberapa daerah pesisir memiliki corak yang hampir mirip satu sama lain. Kawasan pesisir Indonesia umumnya berada pada jalur perdagangan dari Utara ke Selatan dan dari Barat ke Timur sehingga kerap di singgahi kapal-kapal asing yang membawa berbagai barang dari negara asalnya, termasuk bahan-bahan tekstil. Tidak heran jika dalam perkembangan selanjutnya batik mengalami proses akulturasi dengan kebudayaan yang di bawa negara asing tersebut, entah pengaruh dalam corak maupun tata warna.

Koleksi Batik Pesisir Museum Tekstil Jakarta
Koleksi Batik Pesisir Museum Tekstil Jakarta (Pic: Pribadi)
Dari buku referensi yang memang disiapkan Museum Tekstil Indonesia agar pengunjung mendapat informasi secara detail tentang seluk beluk sejarah tekstil khususnya batik di Indonesia, ternyata batik pesisir memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
  1. Ragam hias bersifat naturalistis dan pengaruh kebudayaan asing yang sangat kuat.
  2. Corak warna yang sangat kaya dan beraneka ragam.
Salah satu batik kawasan pesisir yang dipamerkan saat event Indonesia Kriya tersebut adalah Batik daerah Lasem, salah satu daerah di pesisir utara Pulau Jawa, di mana batik Lasem ini baik corak maupun warnanya sangat kuat dengan pengaruh kebudayaan Cina, sebagai salah satu negara yang memiliki ikatan hubungan perdagangan yang sangat erat. Batik sangat kental dengan warna merah (merah darah) yang merupakan warna khas budaya Cina, tidak heran jika Batik Lasem sangat mudah di kenali jika disandingkan dengan batik dari kawasan pesisir lainnya. Berbeda lagi dengan Batik Pekalongan yang meskipun sama-sama sangat dipengaruhi oleh kebudayaan Cina namun memiliki perbedaan dalam hal tata warna. Batik Pekalongan memiliki tata warna yang mengingatkan pada warna benda porselen Ming, yaitu merah, biru, merah-biru, dan merah-biru-hijau di atas warna putih porselen. Itu baru perbedaan tata warna batik antara dua daerah, belum lagi daerah lainnya tidak heran jika batik Indonesia sangat kaya, baik dalam hal corak, tata warna, maupun proses pembuatannya.

Batik Lasem Museum Tekstil Jakarta
Corak dan ragam warna Batik Lasem, salah satu daerah pesisir utara Jawa (Pic: Pribadi)
Pengetahuan seperti inilah yang seharusnya membuat kita semakin cinta dengan budaya Indonesia, karena Indonesia sangat kaya dan beragam, terutama dalam hal proses pembuatan batik yang hingga saat ini terus disempurnakan dan diakui menjadi salah satu warisan budaya dunia yang patut dilestarikan keberadaannya. Batik yang lebih di kenal sebagai pakaian untuk acara-acara yang sifatnya resmi ternyata merupakan pakaian yang dikenakan masyarakat sehari-hari sejak zaman dahulu di Indonesia. Bahkan saat event yang diselenggarakan bulan lalu tersebut, turut juga dipamerkan contoh-contoh batik yang umumnya dalam bentuk kain panjang beserta pakaian yang kerap dikenakan dan di padu padankan bersama kain batik tersebut. Wah...benar-benar wisata edukasi yang bermanfaat, selain mengenal sejarah budaya batik di Indonesia, juga bisa mengetahui ternyata ada bagian dari Museum Tekstil Jakarta yang memang didedikasikan untuk mendukung kelestarian batik di Indonesia, terutama batik tulis. Tidak heran jika di halaman kawasan Museum Tekstil Jakarta juga di pelihara tanaman yang merupakan bahan utama mewarnai batik tulis.

Event serunya Kriya Indonesia ternyata tidak hanya berwisata edukasi di Museum Tekstil Jakarta lho, karena sambil berwisata kita juga di ajak untuk berbelanja online bersama Honestbee, Terus...apa hubungannya berwisata di Museum Tekstil Jakarta dengan belanja online di Honestbee? Karena sebagian besar yang hadir dalam event Indonesia Kriya bulan lalu itu adalah ibu rumah tangga, pastilah suka sekali yang namanya belanja-belanja apalagi belanja online, selain lebih hemat juga mudah dilakukan dari mana saja dan kapan saja, ngak perlu mandi, ganti baju, dan dandan cantik, kebutuhan sehari-hari yang diinginkan langsung di antar sampai kedepan pintu rumah dengan ongkos kirim yang sangat murah. Bandingkan jika belanja secara langsung di supermarket terdekat, selain biaya kebutuhan belanja, juga tidak lupa biaya entertaiment lainnya seperti jajan, apalagi jika membawa anak-anak, list belanja yang sudah dibuat bisa berantakan. Diskon dan promo yang kerap ditawarkan supermarket menjelang awal bulan (tahu aja kalau baru gajian) bikin hati panas dingin juga lho, ngak diambil sayang tapi kalau di ambil alokasi uang belanja menjadi berkurang...dilema.

Ini Solusinya, Belanja Online Asyik Di Honestbee, Mudah dan Murah

Nah...kalau belanja online di Honestbee percayalah, pastinya jauh-jauh dari yang namanya dilema, kalau belanja langsung dilemannya ambil barang itu atau ngak ya, kalau di ambil list belanja membengkak dan alokasi kebutuhan lainnya pasti terpotong. Tapi kalau belanja online di Honestbee dilemanya bukan masalah besarnya budget yang sudah dipersiapkan untuk belanja, paling-paling masalah brand, pilih brand ini atau itu ya, masalahnya sama-sama seringkali dua brand yang berbeda untuk satu produk sama-sama menawarkan diskon khusus. Alokasi uang untuk belanja tetap aman kok dengan belanja online di Honestbee, apalagi Honestbee bermitra secara langsung dengan ritel terbesar di Indonesia, salah satunya Transmart Carefour, dan nantinya akan menyusul untuk bekerja sama dengan ritel-ritel besar lainnya di Indonesia, sehingga Honestbee bisa diakses tidak hanya di kawasan Jabodetabek saja, melainkan juga di daerah lainnya di Indonesia.

Belanja online bersama Honestbee
Yup, sedang asyik mendengarkan penjelasan dari Honestbee (Pic: Pribadi)
Untuk diketahui, Honestbee merupakan layanan belanja dan pengiriman on demand untuk kebutuhan sehari-hari yang berbasis online serta merupakan perusahaan terkemuka dari Singapura. Tidak hanya di Singapura, sebelum merambah ke Indonesia, sejak tahun 2015 Honestbee sudah mulai beroperasi di kota-kota besar di seluruh Asia, mulai dari Hongkong, Taiwan, Jepang, Malaysia, dan Thailand. Sejak resmi diluncurkan tanggal 25 Januari 2017, layanan Honestbee sudah bisa dinikmati masyarakat Indonesia meskipun masih terbatas untuk wilayah Jabodetabek. Meskipun penetrasi belanja online di Indonesia terbilang belum terlalu besar, namun Indonesia memiliki potensi yang sangat besar, yaitu jumlah penduduk yang sangat banyak dan di kenal sebagai salah satu negara pengguna smartphone terbanyak di dunia. Tidak heran jika di tahun-tahun mendatang, Indonesia akan menjelma menjadi salah satu raksasa di bidang industri digital, di mana saat ini terus dilakukan perluasan cakupan jaringan internet dan peningkatan kecepatan internet sebagai salah satu prasyarat untuk memasyarakatkan belanja online di seluruh daerah di Indonesia.

Aplikasi Belanja Online Honestbee
Ini lho...Aplikasi Mobile Honestbee
Terus selain kemudahan dan dapat di akses untuk berbelanja dari mana saja dan kapan saja, apalagi yang ditawarkan Honestbee kepada konsumennya? Yap...belanja online di Honestbee tidak hanya terbatas pada produk-produk kering yang memang relatif lebih mudah di kemas dan di jamin kualitasnya, namun juga produk-produk basah, seperti sayuran segar, ayam, daging sapi, ikan, buah-buahan, dan produk sejenis lainnya, yang memang membutuhkan keahlian khusus untuk memilihnya. Jangan khawatir jika berencana untuk berbelanja secara online di Honestbee untuk produk-produk basah seperti ini sudah disiapkan asisten belanja Honestbee yang telah di latih secara profesional bersama dengan staf Transmart Carefour untuk memilih bahan makanan dengan kualitas terbaik, baik dari segi kesegarannya maupun mutu produk tersebut. Jika kebetulan pesanan yang diinginkan tidak tersedia, maka asisten belanja akan segera menghubungi baik melalui telepon atau SMS untuk memberitahukan sekaligus mengkonfirmasi jika konsumen ingin mengganti pesanannnya sesuai saran asisten belanja Honestbee.

Untuk pengiriman, ini yang seringkali dikhawatirkan konsumen karena berbelanja barang-barang yang sifatnya basah dan tidak tahan lama, seperti ikan, ayam, daging, dan lainnya pasti membutuhkan pengiriman dalam waktu yang secepat-cepatnya. Tapi jangan khawatir karena Honestbee sudah mempersiapkan layanan antar atau pengiriman yang sudah tertata rapi, selain Honestbee akan menerima order belanja konsumen di outlet Transmart Carefour terdekat sehingga bisa memangkas waktu pengiriman hanya dalam waktu kurang lebih 1 jam dari waktu order, konsumen juga bisa melakukan order untuk dikirimkan dalam waktu 7 hari kemudian, konsumen tinggal memilih waktu pengiriman langsung dari aplikasi Honestbee. Soal harga, yah tentu sama dengan harga produk yang tersedia di semua cabang Transmart Carefour, sehingga berbelanja online melalui Honestbee tidak ada bedanya dengan berbelanja di Transmart Carefour secara langsung.

Hal ini sudah dibuktikan secara langsung oleh semua peserta yang hadir saat event "wisata sambil belanja di Museum Tekstil Indonesia," ada yang berhasil melakukan pemesanan dan barang di antar langsung ke alamat konsumen, di Museum Tekstil Indonesia, namun ada juga yang kurang berhasil termasuk saya, kendalanya jaringan internet yang tidak bersahabat dengan proses belanja menjadi agak sulit, terutama ketika mendeteksi pesanan. Untunglah untuk konsumen yang mengalami kesalahan dalam order, order bisa dibatalkan dengan cepat melalui salah satu fitur pada aplikasi mobile Honestbee. Meskipun order di batalkan, barang-barang yang sudah di pilih dan dimasukkan dalam keranjang belanja tidak hilang, sehingga memudahkan konsumen melakukan pembelanjaan ulang dan cukup menghapus barang yang tidak jadi di order saja kemudian menggantinya dengan barang lain. Pokoknya aplikasi belanja online Honestbee tidak hanya membuat acara belanja jadi lebih mudah dan murah, tapi juga memiliki support sistem yang sudah tertata dengan baik serta solutif.

Resep Dapur Ayah
Saatnya acara masak-masak bersama Resep Dapur Ayah (Pic: Pribadi
Wisata edukasi di Museum Tekstil Jakarta sudah, belanja online asyik di Honestbee sudah di coba, lanjut ke acara berikutnya "masak bareng @ResepDapurAyah" di pelataran halaman belakang Museum Tekstil Jakarta yang sejuk dan hijau karena banyak di tumbuhi pepohonan besar sehingga acara memasak jadi lebih santai. Ada 2 menu yang akan di masak oleh mas @ResepDapurAyah, yaitu ayam rica-rica dan Puding Sarikaya gula merah, dan ternyata di masak dengan sangat piawai oleh mas @ResepDapurAyah. Selesai acara memasak, peserta yang hadir boleh icip-icip resep yang sudah di masak, dan rasanya sangat enak, bahkan lebih enak dari masakan saya lho. Ternyata memasak tidak hanya masalah rasa dan rupa yang ditampilkan oleh masakan tersebut, tapi harus di mulai dari pemilihan bahannya, harus yang masih segar sehingga hasil masakan akan lebih fresh dan enak. Tidak heran jika Honestbee telah mempersiapkan semua asisten belanjanya dengan kemampuan untuk memilih bahan makanan dengan kualitas terbaik, terutama dari segi kesegaran bahan makanan tersebut.

Resep Dapur Ayah
Acara masak asyik bersama Resep Dapur Ayah (Pic: Pribadi)
Tidak semua orang memiliki kemampuan memilih bahan makanan yang segar dan bermutu, bahkan ibu rumah tangga sekalipun, karenanya memilih belanja online melalui Honestbee bisa menjadi solusi untuk meminimalisir salah pilih bahan makanan tersebut. Ternyata wisata edukasi di Museum Tekstil Jakarta pun bisa menjadi momen yang menyenangkan dan menambah banyak pengetahuan baru, selain mengetahui sejarah perkembangan batik di Indonesia, khususnya batik pesisir, juga mendapat pengetahuan tambahan cara belanja kebutuhan sehari-hari yang lebih mudah secara online bersama Honestbee, serta kesempatan untuk melihat dari dekat cara memasak @ResepDapurAyah yang selama ini hanya dapat dilihat melalui foto-foto yang dipasang di Instagram. Terima kasih Kriya Indonesia atas kesempatannya.

Referensi tulisan :
Berdasarkan Release dari Museum Tekstil Jakarta dan Honestbee

3 komentar:

  1. Halooo mbak Mutia...wah seru bgt ya wisata belanja kita di Museum Tekstil kemarin. Gimana sdh belanja semua vouchernya blm? Tnyt gampang caranya ya mbak. 😊☺

    BalasHapus
    Balasan
    1. Senang bisa berkenalan, banyak foto-fotonya plus bisa jalan-jalan keliling museum tekstil Jakarta. Kebetulan udah belanja bulanan, jadi vouchernya bisa di simpan dulu buat bulan berikutnya. Lumayan irit uang belanja hehehe.

      Hapus
  2. Huaaa kemaren kita ga sempat berhahahihi ya mbak, semoga next event bisa ketemuan lagi ya. Sudah terlanjur keenakan soalnya dimanjain sm honestbee xixi enak tinggal nunggu dan diem di rumah barangnya datang sendiri

    BalasHapus

Terima kasih atas kunjungan dari teman-teman, dan saya usahakan untuk berkunjung balik secepatnya. Mohon maaf karena kolom komentar saya moderasi untuk menghindari link-link hidup yang tersemat di kolom komentar akhir-akhir ini. Terima kasih banyak atas pengertiannya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...