Kamis, 20 Februari 2014

KAMPUNG FIKSI TUMBUH UNTUK BERBAGI

Buku-buku Fiksi
Fiksi? saya suka membaca cerita fiksi, bahkan cerita fiksi telah mewarnai perjalanan hidup saya dan menginspirasi banyak cita-cita di masa depan saya kala itu. Menulis fiksi? saya juga suka menulis fiksi di masa-masa SD, biasanya terinspirasi dari cerita-cerita yang saya baca seperti lima sekawan, sapta siaga, majalah bobo, bahkan saat itu saya tergila-gila dengan komik tintin dan nina. Tapi cerita yang sering saya tulis justru cerita silat atau cerita yang berlatar belakang budaya karena saya suka cerita-cerita rakyat tentang asal-muasal kerajaan, bahkan saya suka menyimpan kalender yang bergambar daerah wisata di suatu daerah sebagai referensi cerita atau atlas. Entahlah pada waktu itu saya suka sekali kalau membaca cerita sejarah dan biasanya menginspirasi untuk menulis cerita seperti itu. Tapi masa-masa itu kemudian usai karena cerita-cerita yang saya tulis hanya menjadi konsumsi saya pribadi dan sekarang hilang entah kemana.

Setahun belakangan setelah anak-anak mulai agak besar saya mencoba menggali mimpi yang sempat tertunda sekian tahun, terbenam diantara tumpukan masalah dan kesibukan. Dalam rentang waktu tersebut, menulis bagi saya hanya untuk memenuhi tuntutan tugas sekolah dan kuliah, terakhir menulis skripsi. Sekarang rasanya sudah saatnya saya membangkitkan mimpi dan hasrat menulis yang dulu sempat saya gadang-gadangkan menjadi cita-cita saya setelah dewasa. Hasilnya? hahaha...nol besar, entah kenapa setiap muncul keinginan untuk menulis cerita fiksi selalu berakhir dengan judul tanpa isi alias macet ide. Bukan sekali atau dua kali tapi sudah berkali-kali, dan rasanya cukup melelahkan ingin menulis sesuatu tanpa ada bayangan apa yang akan di tulis. Hingga akhirnya saya lebih banyak menulis artikel non fiksi karena tidak perlu repot memikirkan nama tokoh, karakter, plot, setting, dan beragam teknik penulisan fiksi lainnya.

Perjalanan dan pengelanaan saya (emangnya pendekar) akhirnya bermuara pada satu titik yaitu "Kampung Fiksi", dari cuma sekedar buka website karena meneruskan link yang saya temukan di salah satu tweet teman di komunitas, akhirnya saya rajin membaca tulisan atau artikel terutama tips menulis, motivasi, resensi, review, dan berbagai artikel lain yang berhubungan dengan seluk beluk perfiksian. Ternyata...masih banyak jalan menuju ke roma, dan menulis fiksi pada intinya sama dengan menulis artikel lainnya dengan teknik tertentu yang bisa dipelajari seiring waktu. Namun yang paling penting adalah mengasah motivasi dan mau belajar. Terus apa itu Kampung Fiksi dan bagaimana sepak terjangnya di dunia perfiksian Indonesia?

BERKENALAN DENGAN KAMPUNG FIKSI

Kampung Fiksi
Penampakan situs Kampung Fiksi
Tanggal 1 Februari 2014 lalu, Kampung Fiksi Ultah lho yang ke-3! Ternyata usia kampung Fiksi sudah tiga tahun dan saya justru baru mengenal kampung fiksi baru-baru ini (emang dari mana aja kemaren hehehe). Kampung fiksi pada mulanya merupakan sebuah proses dari ketidakpuasan atas keterbatasan media untuk mengekspresikan kecintaannya terhadap dunia fiksi. Atas dasar ini kampung fiksi yang saat ini digawangi oleh : Ajen Angelina, Deasy Maria, Hadi Samsul, Meliana Indie, Miss G, Nastiti Deny, Ria Tumimomor, dan Winda Krisnadefa menggunakan istilah kampung pada dasarnya merupakan sebuah proses kedelapan penulis dan blogger untuk belajar banyak hal tentang seluk beluk dunia fiksi secara lebih mendalam. Berbagai tulisan dan artikel yang dipublikasikan di website ini kemudian mengundang banyak follower untuk ikut nimbrung dan belajar bersama. Fokus!!! Mungkin itulah yang membuat website kini dalam perjalanan seiring bertambah usianya semakin banyak dikunjungi dan menginspirasi banyak penulis fiksi pemula untuk belajar bersama. Belum lagi artikel yang ditulis beragam mulai dari tips, motivasi, resensi, review, bahkan menyelenggarakan workshop kepenulisan, semakin menunjukkan komitmen besar dari para admin kampung fiksi untuk total berbagi ilmu tentang dunia fiksi bagi para "Fictionholic" yang tersebar di seluruh Indonesia.

KAMPUNG FIKSI TUMBUH UNTUK BERBAGI

Ada pepatah mengatakan bahwa ilmu tidak akan habis jika di bagi bahkan terus bertambah, prinsip ini terasa pas jika dikaitkan dengan berbagai kegiatan yang telah diselenggarakan kampung fiksi baik melalui media online maupun secara langsung. Sejak berdiri, kampung fiksi telah menyelenggarakan beragam acara baik berupa workshop maupun event kepenulisan, yaitu :
  1. Workshop kelas edit bersama di daerah Bekasi pada tahun 2011.
  2. Event Social Media Festival 13 Oktober 2012.
  3. Workshop Perempuan Menulis dan Blogging bersama Kampung Fiksi dan disponsori Indosat 2011.
  4. Co-Sponsor dalam peluncuran buku 2012.
Salah satu kegiatan workshop kampung fiksi
Kegiatan Workshop Kampung Fiksi (gambar)
Keterlibatan kampung fiksi dalam berbagai acara tersebut membuktikan komitmennya untuk terus belajar dan berbagi banyak hal tentang dunia fiksi pada khususnya dan pengembangan dunia kepenulisan pada umumnya. Komitmen inilah yang kemudian membawa kampung fiksi menjadi narasumber Tabloid Nova ketika meliput aktivitas perempuan menulis. Menjadi anggota kampung fiksi pun tidaklah berbelit atau repot karena cukup Like Fanspage kampung fiksi, Follow Twitter, atau berteman melalui facebook. Media bertemanan online tersebut menjadi semacam contact person bagi peminat dunia fiksi untuk berkomunikasi langsung dengan kru kampung fiksi, belum lagi ada tambahan kuis manis yang berhadiah buku baru lho...nikmat kan!

Bukan bermaksud mempermasalahkan gender, namun di kampung fiksi di mana sebagian besar krunya adalah perempuan seolah menjadi semacam motivator bagi perempuan lainnya untuk ikut mendalami dunia kepenulisan atau setidaknya dunia fiksi, serta memberikan inspirasi bagi mimpi-mimpi kaum perempuan untuk menunjukkan eksistensinya dalam dunia fiksi. Namun jangan salah, kampung fiksi tidak melulu membahas tentang serba-serbi dunia kepenulisan, namun menjangkau dunia yang lebih luas tentang berbagi teknik bagaimana menerbitkan buku baik secara indie maupun melalui penerbit skala besar atau kecil. Bagi saya, pengetahuan ini sangat penting karena seorang penulis tidak cukup hanya membekali dirinya dengan pengetahuan bagaimana teknik kepenulisan yang tepat, namun harus membekali diri dengan pengetahuan yang cukup mengenai seluk-beluk bagaimana menerbitkan buku.

Berbekal pengetahuan dan pengalaman inilah, akhirnya kampung fiksi juga menyediakan layanan bagi para anggota dan semua yang membutuhkan informasi mengenai :
  • Copy Editing,
  • Developmental Editing dan/atau Substantive Editing,
  • Kelas Online Menulis Fiksi,
  • Mengurus ISBN.
Layaknya sebuah sekolah, kampung fiksi adalah sekolah terpadu di mana didalamnya dipadati dengan beragam materi pengetahuan, motivasi, tips, dan berbagai hal tentang dunia fiksi, sekaligus memfasilitasi layanan bantuan bagi para penulis yang masih awam tentang dunia penerbitan buku. Dibangun atas dasar konsep inilah yang membuat kampung fiksi terus tumbuh dan berkembang, dibarengi dengan semangat untuk selalu berbagi bagaikan bahan bakar yang tidak akan pernah habis tergerus zaman. Peran kampung fiksi sebagai motivator bagi kaum perempuan untuk tetap menguatkan jejak langkahnya menapaki dunia perfiksian termasuk didalamnya mengatasi kendala baik yang datang dari diri sendiri maupun lingkungan, layaknya obor yang akan selalu menyala terang di antara belantara dunia kepenulisan. Semoga untuk seterusnya dan seterusnya Kampung Fiksi tetap pada semangat dan komitmennya untuk berbagi...Selamat Ulang Tahun yang ke-3 untuk Kampung Fiksi.


Lomba Blog Ulang Tahun Kampung Fiksi

"Ikut memeriahkan ultah Kampung Fiksi yang ke-3 bersama Smartfren, Mizan, Bentang Pustaka, Stiletto Book dan Loveable".

1 komentar:

  1. Undangan Menjadi Peserta Lomba Review Website berhadiah 30 Juta.

    Selamat Siang, setelah kami memperhatikan kualitas tulisan di Blog ini.
    Kami akan senang sekali, jika Blog ini berkenan mengikuti Lomba review
    Websitedari babastudio.

    Untuk Lebih jelas dan detail mohon kunjungi http://www.babastudio.com/review2014


    Salam
    Baba Studio

    BalasHapus

Terima kasih atas kunjungan dari teman-teman, dan saya usahakan untuk berkunjung balik secepatnya. Mohon maaf karena kolom komentar saya moderasi untuk menghindari link-link hidup yang tersemat di kolom komentar akhir-akhir ini. Terima kasih banyak atas pengertiannya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...