Kamis, 09 Mei 2013

MENGENAL PANGAN OLAHAN ORGANIK

produk organik
Sumber
Produk pangan olahan organik masih menjadi polemik di kalangan pengusaha pangan olahan di Indonesia. Indonesia yang notabene adalah negara yang kaya akan keanekaragaman pangan, masih tertinggal dibandingkan negara tetangga seperti Thailand dan India, demikian kata Sebastian Saragih, Presiden AOI di sebuah acara Bogor Organic Fair 2 (BOF 2) dan Festival Herbal Indonesia di Bogor, Jawa Barat.

Beberapa tantangan yang dihadapi oleh pasar produk organic diantaranya adalah keterbatasan teknologi, wawasan akan pasar, permodalan, penelitian dan pengembangan, harmonisasi standar, jumlah dan kompetensi tenaga, hingga rendahnya pembinaan dan pengawasan.

Ada empat prinsip penting yang terkandung di pertanian organik, yaitu :
  1. Prinsip kesehatan dengan harus mempertahankan dan meningkatkan kesuburan tanah, kesehatan tanaman, hewan, dan manusia sebagai sesuatu yang utuh dan tak dapat dipisahkan.
  2. Prinsip Ekologi yang menyatakan bahwa pertanian organik harus berdasarkan kepada siklus dan sistem ekologi yang hidup, bekerja dengannya, melampauinya, dan membantu mempertahankannya.
  3. Prinsip keadilan yang harus dibangun berdasarkan hubungan yang memastikan adanya kejujuran dan keadilan dengan lingkungan umum dan peluang kehidupan.
  4. Prinsip perlindungan atau kepedulian yaitu pertanian organik harus dikelola dengan cara yang penuh kehati-hatian dan bertanggung jawab untuk melindungi kesehatan dan kesejahteraan generasi dan lingkungan sekarang dan masa datang.
Sementara itu, untuk memperoleh klaim sebagai pangan organik, produk yang diklaim harus dibuktikan dengan sertifikat organik yang diterbitkan oleh Lembaga Sertifikasi yang terakreditasi atau terverifikasi oleh otoritas kompeten di Indonesia.

Sementara itu, Ning Harmanto yang juga adalah penggiat bisnis herbal, membagi tips bagaimana meningkatkan daya jual produk melalui keyakinannya bahwa produk atau jasa yang ia geluti kini akan dibutuhkan masyarakat terus menerus. Selain itu produk yang dihasilkan harus memiliki izin maupun legalitas resmi, inovatif, dan berkualitas.

Selain itu, Ning Harmanto juga mengungkapkan bahwa yang tidak kalah penting adalah adanya promosi baik secara online maupun offline, hal ini merupakan kelemahan petani di Indonesia dimana para petani mampu membuat hasil pertanian dengan bagus dan berkualitas namun jarang mengolah hasil pertaniannya menjadi produk yang baik.

Dengan prinsip bisnis yang terjaga, wawasan yang luas dan inovatif, pengolahan pangan organik yang tepat hingga klaim produk dan sertifikasi yang benar, mari kita bangun dan usahakan petani pangan organik untuk menjadi raja di negerinya sendiri.

Sumber tulisan : Majalah Organis, Inspirasi gaya hidup organik, Edisi 28/Th.9 Mei - Agustus 2012.

#Episode pembelajaran diri : mencari info tentang konsumsi organik sebagai salah satu upaya untuk menjaga kesehatan keluarga.

1 komentar:

  1. Terimah kasih telah berbagi informasi gan.....

    oia salam kenal
    dari
    Pedagang Al Quran Readpen PQ15

    BalasHapus

Terima kasih atas kunjungan dari teman-teman, dan saya usahakan untuk berkunjung balik secepatnya. Mohon maaf karena kolom komentar saya moderasi untuk menghindari link-link hidup yang tersemat di kolom komentar akhir-akhir ini. Terima kasih banyak atas pengertiannya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...