Waspada Demam Berdarah Dengue Di Sekitar Kita, Cegah Dengan 3M Plus Vaksin

Demam Berdarah Dengue Cegah 3M Plus Vaksin

Pengalaman anak atau diri sendiri terkena Demam Berdarah pasti menjadi mimpi buruk bagi semua orang, tapi tenang karena Demam Berdarah bisa dicegah dengan 3M Plus Vaksin. Sebenarnya kasus Demam Berdarah bukanlah hal baru di Indonesia, namun sampai saat ini penyakit Demam Berdarah masih menjadi masalah kesehatan dan ancaman serius di sejumlah wilayah di Indonesia. Bahkan, peningkatan kasus Demam Berdarah terus berulang dari tahun ke tahun terutama saat musim hujan tiba.

Padahal berbagai langkah pencegahan Demam Berdarah sudah sering dikampanyekan, namun lagi-lagi kasus Demam Berdarah masih sering ditemukan, bahkan terus meningkat saat Indonesia mengalami pergantian musim dan memasuki musim hujan. Itu artinya masyarakat Indonesia terutama orangtua tidak boleh lengah dan harus selalu waspada bahaya Demam Berdarah.

Bermula dari sikap waspada dan rasa ingin tahu yang besar informasi tentang Demam Berdarah, akhirnya saya mantap melangkahkan kaki untuk hadir dalam kegiatan edukasi seputar Demam Berdarah yang diselenggarakan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) bersama cegahdbd.id. Ternyata hadir dalam kegiatan ini membantu saya tahu lebih banyak dan lebih detil tentang Demam Berdarah Dengue, bahkan mendapat insight baru tentang salah satu langkah pencegahan Demam Berdarah, yaitu dengan Vaksinasi Demam Berdarah.

Event Bincang Santai Tentang Demam Berdarah Bersama IDAI dan cegahdbd.id

Demam Berdarah bisa menyerang siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa, sehingga siapapun wajib waspada dan selalu mengupdate informasi terbaru seputar penyakit yang satu ini. Nah, hadir dalam Event "Bincang Santai Tentang Demam Berdarah Dengue" tanggal 14 Mei 2023 lalu bertempat di ST. Regis Jakarta menjadi solusi untuk tahu informasi lebih lengkap seputar penyakit Demam Berdarah terutama cara pencegahannya.

bincang santai tentang Demam Berdarah Dengue

Kegiatan bertema edukasi, sharing pengalaman seputar Demam Berdarah Dengue serta tips pencegahannya ini diselenggarakan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) bersama cegahdbd.id menghadirkan narasumber dan moderator, yaitu:
  1. dr. Fita Moeslichan, Sp.A (Speaker).
  2. Ringgo Agus Rahman dan Sabai Morscheck (Speaker).
  3. Tika Bisono (Speaker).
  4. dr. Madeleine Ramdhani Jasin, Sp.A (K) selaku Moderator.
Sebelum dimulainya acara inti, yaitu Bincang Santai Tentang Demam Berdarah, peserta yang hadir termasuk saya mendapat kesempatan untuk ikut dalam beberapa aktivitas yang tersedia di venue acara, diantaranya kuis dan 360 photobooth. Seperti biasa, aktivitas 360 photobooth selalu seru untuk dikuti dan tidak boleh terlewatkan, serta bisa dijadikan konten seru untuk diupload di media sosial. Khusus untuk event ini, aktivitas 360 photobooth yang saya ikuti bisa dijadikan konten bernilai edukasi tentang Demam Berdarah untuk semua followers jika diupload di akun media sosial saya.

Selain 360 photobooth, juga ada aktivitas kuis lho di mana saya harus menjawab benar dan salah seputar mitos dan fakta tentang Demam Berdarah. Beberapa pertanyaan bisa saya jawab dengan benar, tapi ada beberapa yang ternyata kurang tepat seperti pertanyaan "apakah seseorang hanya dapat terkena Demam Berdarah satu kali sepanjang hidupnya dan tidak mungkin terinfeksi lagi?" Ternyata jawabannya adalah mitos, seseorang bisa terkena Demam Berdarah lebih dari satu kali karena faktanya ada empat serotipe virus dengue yang berbeda dengan tingkat keparahan yang juga berbeda. Wah…sungguh ini merupakan insight baru untuk saya!

Cegah DBD dengan 3M Plus Vaksin

Tidak terasa acara inti bincang santai segera dimulai, setelah dibuka oleh dr. Madeleine Ramdhani Jasin, Sp.A (K) selaku moderator, dalam kesempatan pertama dihadirkan narasumber, yaitu dr. Fita Moeslichan, Sp.A yang memberikan edukasi lengkap tentang Demam Berdarah. Ada beberapa materi yang dihighlight oleh dr. Fita, antara lain tentang apa itu Demam Berdarah, fakta dan mitos tentang demam berdarah, alasan kenapa harus #WaspadaDemamBerdarah, mengenali gejala Demam Berdarah, dan langkah pencegahan Demam Berdarah.

WaspadaDemamBerdarah

Apa Itu Demam Berdarah

Dilansir dari Kementerian Kesehatan RI, Demam Berdarah adalah penyakit yang disebabkan oleh Virus Dengue, yang ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albocpictus. Waspadalah karena Indonesia merupakan wilayah endemis dengan sebaran hampir merata di seluruh wilayah Indonesia.

Demam Berdarah bisa menginfeksi siapa saja tanpa memandang usia, status pekerjaan, dan wilayah tempat tinggal. Ketika nyamuk menggigit seseorang yang terinfeksi virus dengue, maka virus tersebut akan masuk dalam tubuh nyamuk. Kemudian, ketika nyamuk yang terinfeksi tersebut menggigit orang lain maka virus akan memasuki aliran darah orang tersebut dan kembali menyebabkan infeksi. Siklus ini akan terus berulang, sehingga siapapun harus waspada meskipun sudah terkena Demam Berdarah sebelumnya.

Wajib Tahu Fakta dan Mitos Tentang Demam Berdarah

Pastinya semua tahu kalau Demam Berdarah merupakan penyakit yang sering terjadi di Indonesia dengan gejala yang bervariasi mulai dari ringan hingga berat. Tidak heran jika kemudian berkembang berbagai mitos seputar Demam Berdarah yang dipercaya masyarakat hingga turun-temurun padahal belum tentu mitos tersebut benar, bahkan cenderung merugikan jika masih ada masyarakat yang mempercayainya. Berikut beberapa fakta dan mitos yang wajib diketahui masyarakat tentang Demam Berdarah.

1. Tingkat Infeksi Meningkat, karena setengah dari populasi dunia sekarang berisiko terkena Demam Berdarah.

Ini adalah Fakta. Beberapa orang mungkin menganggap demam berdarah bukanlah penyakit serius. Tapi faktanya, sekitar setengah dari populasi dunia sekarang berisiko terkena Demam Berdarah. Jadi, apabila tidak mendapat penanganan yang tepat, demam berdarah dapat menyebabkan komplikasi yang fatal.

2. Ada empat jenis Virus Dengue yang berbeda, yang dikenal sebagai serotipe, yaitu DENV-1, DENV-2, DENV-3, dan DENV-4.

Ini adalah Fakta. Memang ada empat jenis Virus Dengue berbeda, yang dikenal dengan serotipe seperti yang disebutkan di atas. Infeksi yang disebabkan oleh salah satu dari keempat serotipe virus tersebut dapat menyebabkan demam berdarah dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda.

3. Seseorang hanya dapat terkena Demam Berdarah satu kali sepanjang hidupnya dan tidak mungkin terinfeksi lagi.

Ini adalah Mitos. Faktanya dengan empat serotipe virus dengue yang ada, seseorang dapat terkena Demam Berdarah lebih dari satu kali. Infeksi Demam Berdarah kedua dengan serotipe berbeda dapat meningkatkan risiko terkena gejala yang lebih berat.

4. Penderita Demam Berdarah dengan gejala yang berat harus segera mendapat penanganan medis.

Ini adalah Fakta. Demam Berdarah dapat menyebabkan seseorang mengalami gejala seperti flu, nyeri di belakang mata, mual, dan muntah, bahkan gejala yang lebih berat lagi. Jika penderita Demam Berdarah sudah menunjukkan gejala berat, maka harus segera ditangani oleh tenaga medis profesional atau di bawa ke rumah sakit.

5. Demam Berdarah hanya ditemukan di pedesaan, karena banyak nyamuk yang berkembang biak di daerah pedesaan.

Ini adalah Mitos. Virus Dengue yang ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti ini hidup di berbagai wilayah negara tropis dan sub-tropis. Jadi, dimana pun orang berada, baik di kota maupun desa, nyamuk dapat leluasa berkembang biak yang artinya semua orang bisa berisiko terkena Demam Berdarah.

Alasan Kenapa Harus #WaspadaDemamBerdarah

Saat kasus Demam Berdarah mulai merebak di masyarakat, semua orang dianjurkan untuk #WaspadaDemamBerdarahkarena penyakit yang disebabkan Virus Dengue ini sangat berbahaya, bahkan pada banyak kasus menjadi penyebab pasien meninggal dunia. Saat terkena Demam Berdarah, ada tiga fase yang harus dilalui penderita Demam Berdarah, yaitu fase demam, fase kritis, dan fase pemulihan atau penyembuhan.

Kebanyakan pasien Demam Berdarah yang meninggal dunia karena tidak mampu melewati fase kritis. Untuk itulah mengapa pasien Demam Berdarah yang berada pada fase ini harus diwaspadai dan tertangani dengan baik, jangan sampai terlambat. Namun bagi orang awam seperti saya, sangat sulit untuk mengetahui secara pasti kapan pasien Demam Berdarah berada dalam fase kritis. Nah, berikut sedikit penjelasannya.

Untuk Demam Berdarah, Fase Kritis merupakan suatu kondisi di mana pasien Demam Berdarah terlihat mulai membaik, tapi pada kenyataannya kondisi kesehatan dan kekebalan tubuh sedang dalam kondisi menurun. Pada fase ini, suhu tubuh biasanya akan menurun hingga 37 derajat celcius dan terlihat mulai membaik, tapi sebenarnya kondisi tubuh sedang dalam masa kritis serta suhu tubuh akan kembali naik secara tiba-tiba dan pasien akan mengalami demam tinggi.

Pada fase kritis, virus dengue yang menyebabkan penyakit Demam Berdarah akan mulai aktif bereaksi dengan merusak celah antar sel pembuluh darah. Saat celah antar sel pembuluh darah mulai melebar, maka akan terjadi kondisi dimana cairan yang berada dalam darah keluar melalui celah tersebut yang dikenal sebagai kebocoran plasma pada kasus Demam Berdarah.

Secara perlahan, pasien akan mengalami syok karena tekanan darah yang menurun secara drastis dalam waktu singkat. Dalam kondisi syok inilah, pasien akan mengalami fase Demam Berdarah yang lebih parah, yang disebut dengan Dengue Shock Syndrome (DDS). Inilah alasan mengapa pasien Demam Berdarah harus dirawat di rumah sakit sebelum fase kritis tiba agar bisa tertangani dengan baik.

Kenali Gejala Demam Berdarah Lebih Dekat

Masih dalam sesi edukasi bersama dr. Fita Moeslichan, Sp.A dalam Bincang Santai Tentang Demam Berdarah dijelaskan secara singkat beberapa gejala Demam Berdarah yang harus diwaspadai. Gejala utama dari penyakit Demam Berdarah adalah demam yang mendadak tinggi hingga mencapai 39 sampai 40 derajat celcius. Demam tersebut biasanya akan berlangsung selama kurang lebih 2 hingga 7 hari, dan kemudian suhu tubuh akan turun dengan cepat.

Gejala Demam Berdarah Dengue

Pada beberapa kasus Demam Berdarah juga diikuti beberapa gejala, seperti mual, muntah, rasa nyeri dibelakang mata, tubuh menggigil dan lemas, ruam kulit hingga kemerahan, timbul bintik merah di bagian kulit, tidak nafsu makan atau kesulitan menelan makanan juga minuman. 

Beberapa pasien Demam Berdarah juga mengalami gejala yang lebih berat, yaitu mimisan, muntah darah, hingga buang air besar yang berwarna hitam. Jadi sebelum menunjukkan gejala yang lebih berat, saat demam mendadak tinggi, sebaiknya segera bawa ke dokter atau rumah sakit terdekat.

Lakukan Selalu 3M+ Untuk Pencegahan

Seperti kata pepatah, mencegah akan lebih baik daripada mengobati maka sebelum penyakit demam berdarah menyerang sebaiknya melakukan langkah pencegahan sejak dini, yaitu melakukan 3M+ yang meliputi:
  • Menguras dan membersihkan tempat penampungan air.
  • Menutup tempat genangan dan penampungan air.
  • Mendaur ulang barang-barang bekas.
  • Melakukan langkah pencegahan tambahan lainnya, seperti memastikan cahaya masuk ke area dalam rumah hingga sirkulasi udara terjaga dengan baik, memakai lotion anti nyamuk atau memasang kelambu ketika tidur, menanam tanaman pengusir nyamuk, hingga melakukan penyemprotan atau fogging.
Langkah pencegahan lainnya yang bisa dilakukan untuk mencegah Demam Berdarah adalah konsultasi ke dokter untuk melakukan vaksinasi Demam Berdarah. Bagi yang belum mengetahuinya, kini sudah tersedia vaksinasi Demam Berdarah yang melengkapi langkah mencegah Demam Berdarah. Narasumber berikutnya yang pastinya sudah dikenal masyarakat adalah Ringgo Agus Rahman dan Sabai Morscheck yang pada kesempatan kali ini berbagi atau sharing pengalaman seputar Demam Berdarah yang pernah dialami keluarganya.

Pengalaman Agus Ringgo Rahman Tentang Demam Berdarah

"Masalah Demam Berdarah yang pernah dialami keluarga saya selalu menghantui sepanjang tahun, meninggalkan trauma terhadap nyamuk apapun. Saya masih ingat di kala kerja di luar kota kemudian mendapat kabar anak saya yang kecil dirawat di rumah sakit karena Demam Berdarah, rasa khawatir terasa sangat menyiksa dan jelas saya tidak ingin terulang lagi. Dengan adanya vaksin Demam Berdarah, rasa khawatir saya kalau anak-anak bermain di kebun atau daerah yang rawan nyamuk mulai berkurang. Saya jadi lebih tenang, dan vaksin Demam Berdarah memberikan perlindungan yang sangat keluarga saya butuhkan," demikian Agus Ringgo Rahman sharing pengalaman saat keluarganya bahkan dirinya sendiri pernah terkena Demam Berdarah. Masih dalam sesi sharing tersebut, Agus Ringgo Rahman dan Sabai Morscheck menyatakan bahwa keluarganya telah mendapat vaksin Demam Berdarah sehingga merasa lebih tenang saat beraktivitas.

Narasumber berikutnya juga tidak kalah dikenal oleh masyarakat, khususnya generasi 80 dan 90-an, siapa lagi kalau bukan Tika Bisono, seorang psikolog dan pernah meramaikan blantika musik Indonesia di era 80-an. Dalam sesi bincang santai ini, Tika Bisono juga akan sharing pengalaman kehilangan putri tercinta karena Demam Berdarah, "kehilangan orang-orang tercinta karena Demam Berdarah  adalah sesuatu yang bahkan tidak pernah kita bayangkan, inginkan, dan siapkan. Selama ini kita hanya bersikap takut dan waspada terhadap virus Demam Berdarah  dengan melakukan tindakan 3M+ tapi ternyata langkah tersebut belumlah cukup. Saya sangat berharap vaksin demam berdarah bisa menjauhkan kita dan orang-orang tersayang dari virus dan infeksi Demam Berdarah, yang pada beberapa kasus berakibat fatal."

Waspada Demam Berdarah Di Sekitar Kita, Cegah Dengan 3M Plus Vaksin

Dari bincang bersama para narasumber sangat jelas bahwa penyakit Demam Berdarah yang disebabkan virus Dengue tidak bisa dianggap sebagai penyakit biasa, sebaliknya justru sangat berbahaya karena bisa menyebabkan kematian jika tidak tertangani dengan baik saat pasien demam berdarah berada pada fase kritis.

Demam Berdarah Dengue

Infeksi virus Dengue ini bisa menyerang siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Tidak hanya satu jenis, ada empat jenis virus Dengue, yaitu DENV-1, DENV-2, DENV-3, dan DENV-4. Nah, Vaksin Demam Berdarah dibutuhkan sebagai salah satu upaya membangun kekebalan tubuh terhadap virus Dengue ini.

Apa Itu Vaksin Demam Berdarah atau Vaksin Dengue

Dilansir dari website idai.or.id, Vaksin Demam Berdarah atau Vaksin Dengue adalah vaksin yang didesain khusus untuk mencegah infeksi dengue atau mengurangi risiko seseorang untuk terkena infeksi dengue yang berat. Pastinya semua tahu kalau infeksi dengue sangat bervariasi, mulai dari yang ringan hingga berat. Umumnya, manifestasi klinis yang ringan adalah demam dengue, sedangkan untuk kasus infeksi berat terjadi kebocoran plasma hingga mengalami Dengue Shock Syndrom (DDS) dimana kondisi ini menjadi salah satu penyebab kematian untuk beberapa kasus.

Mengapa dibutuhkan vaksin Dengue? Selama ini pencegahan infeksi yang disebabkan virus Dengue dilakukan dengan pengendalian vektor, seperti anjuran untuk melakukan 3M Plus pada masyarakat. Namun, fakta menunjukkan dari tahun ke tahun langkah pencegahan ini tidaklah cukup, karena peningkatan kasus Demam Berdarah terutama saat musim hujan tiba makin meningkat. Untuk itulah dibutuhkan upaya tambahan yang dapat melengkapi pengendalian demam berdarah, salah satunya adalah dengan vaksinasi.

Siapa Saja yang Bisa Menerima Vaksin Demam Berdarah

Semua tahu kalau infeksi demam berdarah bisa dialami mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, dan di Indonesia vaksin demam berdarah diindikasikan untuk membantu mencegah penyakit demam berdarah yang disebabkan virus Dengue mulai usia anak-anak hingga orang dewasa.

Hal Penting yang Perlu Diperhatikan Dalam Pemberian Vaksin Demam Berdarah

Hadirnya vaksin demam berdarah memang menjadi salah satu upaya mencegah infeksi dengan tingkat keparahan di kemudian hari. Namun, saat ingin melakukan vaksin demam berdarah, ada hal penting yang harus diperhatikan, seperti rentang usia, indikasi, perlu atau tidaknya screening pre-vaksinasi, dosis dan interval pemberian vaksin, efikasi dan keamanan, yang tentunya dapat dikonsultasikan ke dokter atau fasilitas kesehatan yang menyediakan layanan vaksin demam berdarah.

Jika anak sudah pernah terkena infeksi virus Dengue, perlukan melakukan vaksin demam berdarah? Di lansir dari idai.or.id, vaksin demam berdarah tetap dapat diberikan meskipun anak sudah pernah mengalami infeksi demam berdarah. Hal ini bukanlah tanpa alasan, karena saat anak terinfeksi virus Dengue, hampir tidak mungkin anak tersebut terinfeksi 4 serotipe virus Dengue sekaligus.

Biasanya saat anak terinfeksi virus dengue hanya akan terkena satu serotipe saja, dan peluang kembali terinfeksi dengan jenis serotipe yang lain tentu sangat besar. Nah, dengan pemberian vaksin Demam Berdarah yang mengandung empat jenis serotipe, anak yang sudah terinfeksi akan tetap membentuk kekebalan terhadap jenis serotipe lain yang belum menginfeksinya. Tentu, semua orangtua berharap anak tetap sehat dan terhindar dari infeksi virus demam berdarah.

Vaksinasi Menjadi Salah Satu Tindakan Pencegahan

Untuk mencegah infeksi virus demam berdarah, tentu tidak cukup hanya satu tindakan, bahkan dalam perkembangannya langkah 3M saja tidaklah cukup sehingga kini langkah pencegahan Demam Berdarah menjadi 3M Plus. 

Jika berpikir langkah pencegahan dengan vaksinasi sudah aman tentu tidaklah benar, karena ada banyak cara lain yang tidak kalah penting harus dilakukan untuk mencegah Demam Berdarah dan mengurangi penyebaran nyamuk Aedes Aegypti, seperti menerapkan prinsip 3M (Menutup-Menguras-Memanfaatkan), perilaku hidup bersih dan sehat, memakai lotion anti nyamuk, menggunakan kelambu saat tidur, dan lainnya.

Konsultasikan Dengan Dokter Jika Ingin Melakukan Vaksin Demam Berdarah

Untuk yang ingin melakukan vaksin demam berdarah, pastikan telah berkonsultasi dengan dokter serta mendapat informasi lengkap dan detil tentang vaksin demam berdarah. Tapi yang pasti melakukan vaksin demam berdarah sebagai salah satu langkah pencegahan Demam Berdarah tidak hanya untuk melindungi diri sendiri lho, tapi juga anggota keluarga lainnya. Seperti yang disampaikan Agus Ringgo Rahman dan Sabai Morscheck yang kini merasa lebih tenang membiarkan anak-anaknya bermain di luar rumah setelah keluarganya melakukan Vaksinasi Demam Berdarah.

Vaksinasi Demam Berdarah merupakan salah satu langkah pencegahan yang inovatif untuk melindungi semua orang, mulai dari anak-anak hingga dewasa dari bahaya infeksi virus Dengue yang tidak hanya menyebabkan demam dengue semata tapi juga demam berdarah dengue yang sangat berbahaya. Dalam beberapa tahun terakhir beberapa jenis vaksin telah dikembangkan dan telah mendapat persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk digunakan di Indonesia.

Jadi, jika ada yang masih mempertanyakan apakah vaksin demam berdarah perlu? Tentu saja, karena melakukan vaksin demam berdarah merupakan salah satu upaya perlindungan dan pencegahan demam berdarah. Ingat! Infeksi dengue dapat terjadi kapan saja dan dapat dialami siapa saja, terutama yang tinggal di negara endemis seperti Indonesia.

Bahkan, tidak menutup kemungkinan seseorang yang memiliki daya tahan tubuh dan gizi yang baik dapat terkena infeksi dengue, ditambah lagi spektrum keparahan jika terkena infeksi ini sangat luas, mulai dari yang tergolong ringan hingga berat. Jadi jangan pernah abaikan jika tubuh sudah menunjukkan gejala mirip demam berdarah, dan untuk informasi lebih lengkap serta jelas bisa mengakses website cegahdbd.com.

Untuk setiap orang yang terinfeksi virus dengue, masih ada risiko untuk mengalami infeksi yang lebih berat. Nah, pemberian vaksin demam berdarah ini ditujukan untuk mengurangi risiko tersebut. Namun, lagi-lagi vaksin hanya merupakan salah satu upaya untuk mencegah infeksi dengue yang lebih berat. Kombinasi antara langkah-langkah yang dapat mengurangi penyebaran virus dengue, seperti pengendalian vektor nyamuk Aedes Aegypti, menjalankan perilaku hidup bersih serta sehat, dan melakukan vaksinasi adalah cara pencegahan terbaik. Yuk #WaspadaDemamBerdarah!

C-ANPROM/ID/QDE/0114 | Aug 2023


Referensi:
  1. IDAI. 2017. Sekilas Tentang Vaksin Dengue. Diakses di https://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/sekilas-tentang-vaksin-dengue
  2. Cegahdbd.com. 2022. Indonesia! Ini Dia Jalan Menuju Pencegahan Inovatif Terhadap Demam Berdarah!. Diakses di https://cegahdbd.com/Indonesia-Ini-Dia-Jalan-Menuju-Pencegahan-Inovatif-Terhadap-Demam-Berdarah
  3. Cegahdbd.com. 2022. Ini yang Perlu Moms dan Dads Ketahui Tentang Vaksin Demam Berdarah. Di akses di https://cegahdbd.com/Ini-yang-Perlu-Moms-dan-Dads-Ketahui-tentang-Vaksin-Demam-Berdarah
  4. IDAI. 2019. Memahami Demam Berdarah DBD (Bagian 1). Diakses di https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/memahami-demam-berdarah-dengue
  5. IDAI. 2019. Memahami Demam Berdarah DBD (Bagian 2). Diakses di https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/memahami-demam-berdarah-dengue-bagian-2 
Mutia Erlisa Karamoy
Mutia Erlisa Karamoy Mom of 3 | Lifestyle Blogger | Web Content Writer | Digital Technology Enthusiast | Another Blog bundadigital.my.id | Contact: elisakaramoy30@gmail.com

19 komentar untuk "Waspada Demam Berdarah Dengue Di Sekitar Kita, Cegah Dengan 3M Plus Vaksin"

Comment Author Avatar
Duh masalah DBD dari tahun ke tahun memang selalu memunculkan masalah kesehatan apalagi pencegahannya sekarang ngak cukup hanya 3M aja ya, tapi juga harus mendapat vaksinasi.
Comment Author Avatar
Fase kritis ini kayak ngeprank ya, Mak. Harus tetap waspada, jangan sampai kecolongan berakibat fatal
Comment Author Avatar
Iya banget nih. Sekarang ini di tempatku lagi banyak yang kena DBD. Malah ponakanku sendiri baru aja sembuh. Huhu, penyakit yang selalu aja ada ya DBD ini. Semoga nih, selain dengan program 3M plus, vaksin DBD ini bisa segera diwajibkan. Ngeri ya, bisa memakan jiwa juga. Apalagi pada anak-anak.
Comment Author Avatar
Sempet banget saat anak keduaku terkena DB, kami kesulitan dapat kamar untuk perawatan di rumah sakit. Memang DB ini penyakit musiman yang kalau sedang tinggi-tingginya bisa menyerang siapa aja, terutama anak-anak. Semoga kita semua bisa senantiasa mencegah dengan 3M plus vaksin DBD tuk memberikan proteksi bagi imun tubuh keluarga.
Comment Author Avatar
DBD ini emang diam2 mematikan sih...klo udah kena DBD tuh deg2an aja bawaannya. mau anak2 mau dewasa harus ekstra telaten penangannya. Waah alhamdulillah sekarang dah ada vaksinnya yaa. bisa lebih tenang yaa terlebih sekarang nyamuk tuh aduuh... di musim pancaroba gini mereka buanyak bgt
Comment Author Avatar
Selalu menjadi keluhan yang menjadi rutin tiap tahunnya masalah DBD ya, kemaren2 aja banyak temenku yag dirawat karena DBD.
Tetep tuh 3Mnya balik lagi kepada diri kita sendiri, dan jangan lupa vaksin yang terpenting
Comment Author Avatar
bener lho mba, nyamuk sekarang tuh gak ada takutnya sama manusia, geragas banget deh, dan ngeri juga sama penyakit demam berdarah dengue
Comment Author Avatar
Adikku pernah kena demam berdarah, awalnya gaktau kok sering kecapekan, gusinya berdarah, dikira demam biasa ternyata trombositnya udah turun parah banget, akhirnya dibawa ke rumah sakit alhamdulillah bisa sembuh
Comment Author Avatar
Jadi bisa lebih dari 1x ya DBD. .alhamdulillah udah ada vaksinnya. Serem kalau DBD telat penanganannya ya mba. Waspada banget kalau udah demam berhari2 naik turun..
Comment Author Avatar
kasus demam berdarah masih menjadi ancaman nyata bagi masyarakat Indonesia, itu sebab perlu aware terhadap lingkungan dan sekitar. Selain 3M plus maka vaksin DBD dapat menjadi pilihan untuk perlindungan dari nyamuk Dengue
Comment Author Avatar
Yang khas dari sakit DBD ini cepet banget menular ya mbak, satu ornag kena di satu desa otomastis nanti melebar kasus yang sakit. Alhamdulillah sekarnag sudah ada vaksin DBD
Comment Author Avatar
Aku tahunya Virus Dengue aja, eh ternyata sampai 4 jenis. Kudu sering-sering melakukan pencegahan sih karena kalau kena ini dan terlambat, bisa nyebabin kematian
Comment Author Avatar
Indonesia kayaknya belum bakal merdeka dari DBD ini tapi kita bisa melakukan berbagai pencegahan, termasuk dengan vaksinasi, iyah kan
Comment Author Avatar
Kena DBD lebih dari sekali tuh juga insight baru buat aku saat ikut acara ini mak. Makanya dengan adanya vaksin, kayanya harapan akan bebas DBD jadi meningkat ya, bismillaaahh.
Comment Author Avatar
TRUE, nyamuk sekarang ga takut sama manusia, semoga vaksin ini bisa mengatasi masalah DBD ya aamiin.
Comment Author Avatar
Aku pernah sekali kena demam berdarah zaman SD. Emang baru gejala sih, tapi sakitnya gak enak banget. Ternyata tindakan 3M aja belum cukup ya, harus disertai dengan vaksin juga.
Comment Author Avatar
aku baru tahu info vaksinasi demam berdarah di awal tahun ini. Selama ini lebih ke pencegahan 3M plus saja ya, sekarang alhamdulillah bisa nambah proteksi dengan vaksinasi. Sebaiknya konsultasi dulu karena setahuku vaksinasi ini ada minimal usia.
Comment Author Avatar
Bahaya sekali ya demam berdarah jika penanganannya tidak tepat. Apalagi kalau menimpa pada anak yang kadang mereka belum bisa menglomunikasikannya dengan orang tua tentang apa yang ia rasakan. Edukasi
Comment Author Avatar
Baru tahu demam berdarah ada vaksinnya. Baru ya? Dbd memang bisa sangat berbahaya kalau terlambat penanganan