8 Poin Penting Mendidik Remaja yang Bisa Diterapkan Orangtua

poin penting mendidik remaja

Tahun ini, Aisha genap berusia 12 tahun meskipun belum dikategorikan remaja tapi Aisha sudah bukan lagi anak-anak, jadi lebih tepatnya memasuki usia peralihan dari anak-anak menuju tahapan remaja. Di lansir dari situs RSUP DR. Sardjito disebutkan bahwa usia pra remaja adalah usia diantara 10 sampai dengan 14 tahun yang merupakan peralihan dari masa anak-anak menuju tahapan sebelum dewasa. Usia ini ditandai dengan perubahan fisik yang dipengaruhi oleh perubahan hormon yang membuat anak mengalami perkembangan pesat, baik dari segi bentuk tubuh, biologis, dan lainnya.

Tidak hanya mengalami beberapa perubahan fisik, terkadang orangtua juga dikejutkan dengan beragam perilaku yang terlihat berubah dibanding saat usianya masih anak-anak. Seperti Aisha, yang diusianya memasuki 12 tahun mulai sering bergaul dan bermain bersama teman-temannya dibanding saat masih anak-anak. Tidak hanya bertemu langsung saat sekolah, terkadang sepulang sekolah pun masih sibuk ngobrol dengan teman-temannya melalui pesan instan WA Group. Jadi, grup WA sekarang tidak hanya orang dewasa, karena anak usia SD pun sudah bisa membuat grup bersama teman-temannya sendiri.

Ada satu perubahan yang saya catat diantara banyaknya perubahan lainnya pada diri Aisha, yaitu muncul rasa tidak percaya diri, terutama untuk urusan belajar di sekolah. Meskipun sejak kecil dan mulai bersekolah saya tidak pernah memaksakan Aisha untuk berprestasi ini dan itu, tapi seiring bertambahnya usia Aisha terlihat mulai memiliki ambisi untuk meraih keinginannya. 

Di satu sisi ada manfaat positifnya, namun manfaat negatifnya juga tidak kalah banyaknya jika perubahan perilaku Aisha ini tidak segera diantisipasi. Syukurlah, meskipun kerap kecewa jika keinginannya tidak terpenuhi atau tercapai, Aisha masih bisa mengendalikan dirinya dan masih bisa berperilaku sportif. Tapi percayalah, perubahan sikap ini hanya sebagian kecil dari banyaknya perubahan yang dialami Aisha saat usianya memasuki pra remaja.

Lantas bagaimana solusinya agar orangtua lebih siap menghadapi anak diusianya yang mulai memasuki masa pra remaja? Sebenarnya di usia yang mulai memasuki fase pra remaja, mendidik anak remaja menjadi pribadi yang baik dan hebat bukanlah hal yang mustahil, asalkan orangtua memperhatikan poin-poin pentingnya, seperti berikut ini.

8 Poin Penting Mendidik Remaja yang Bisa Diterapkan Orangtua

1. Biarkan Anak Lebih Mandiri Dengan Belajar Mengambil Keputusan Sendiri

Pastinya semua orangtua menginginkan anaknya terutama yang sudah berusia remaja untuk mandiri dalam segala hal, termasuk dalam mengambil keputusan untuk beberapa hal. Namun jangan lupa, sikap mandiri harus diajarkan dan dibiasakan bukan muncul dengan sendirinya, inilah menjadi salah satu tugas orangtua. 

Lantas, bagaimana cara melatih anak agar percaya diri dan bertanggung jawab sehingga bisa mandiri dalam mengambil keputusan? Orangtua bisa menunjukkan pada anak proses dalam mengambil keputusan, dimana ada hal penting yang harus dipertimbangkan termasuk risiko kelebihan dan kekurangan dari kuputusan yang sudah diambil. 

Idealnya, perilaku ini sudah dilakukan sejak anak-anak masih usia dini, agar saat memasuki usia remaja, anak sudah terbiasa membuat keputusan sendiri dan memahami konsekuensi dari keputusan yang sudah diambil. Apalagi saat usia remaja, ada begitu banyak hal yang seharusnya sudah bisa diputuskan sendiri tanpa campur tangan orangtua. Meskipun begitu, ajarkan juga untuk tidak segan meminta nasihat atau sharing tentang keputusan tersebut, agar keputusan yang sudah diambil tidak menjadi penyesalan anak dikemudian hari.

2. Biarkan Anak Bersosialisasi Dengan Lingkungan, Namun Tetap Awasi

Saat usia anak mulai memasuki pra remaja dan remaja, orangtua harus mulai memberikan waktu untuk mulai mengenal dan mengeksplor lingkungannya sendiri, baik di sekolah maupun di rumah. Anak-anak harus mengenal dan memiliki banyak teman baru, karena dari pertemanan ini anak akan belajar banyak hal terutama mengenal karakter masing -masing temannya yang berbeda.

Tidak hanya itu, bersosialisasi juga membantu anak untuk belajar banyak hal baru yang bahkan selama ini belum diketahuinya, yaitu melatih kepemimpinan dan tentu saja mengambil keputusan. Meskipun anak diperbolehkan untuk bersosialisasi dan membangun pertemanan dengan teman sebaya atau lingkungan lainnya, orangtua tetap wajib mengawasi dan waspada karena anak belum memiliki pengalaman dalam memilah dan memilih teman yang memberikan dampak positif dalam kehidupannya.

3. Edukasi Anak Dengan Informasi-informasi Penting

Ditengah masifnya perkembangan teknologi digital dan makin banyak anak yang menggunakan smartphone, orangtua memiliki banyak sekali PR untuk menjaga anak agar tidak terpapar informasi yang keliru serta menyesatkan. Bagaimanapun orangtua sebaiknya menjadi tempat pertama untuk memberikan edukasi yang tepat tentang banyak hal yang mungkin saja ditemukan anak saat bermain atau bergaul dengan teman-temannya.

Apa saja sih informasi penting yang wajib diketahui oleh remaja? Ada banyak sekali informasi penting yang seharusnya diketahui para remaja sejak dini bahkan sejak memasuki usia pra remaja, seperti pengetahuan tentang nilai-nilai agama, kesehatan reproduksi, kesehatan mental, pergaulan remaja, dan masih banyak lagi. Meskipun informasi penting ini bisa saja didapatkan anak dari sumber lain, seperti guru misalnya tapi orangtua tetap menduduki posisi paling penting sebagai sumber informasi sekaligus memberikan edukasi untuk anak-anaknya yang mulai memasuki usia remaja.

4. Memberikan Tanggung Jawab dan Kepercayaan Pada Anak

Pastinya orangtua tahu bahwa menumbuhkan sikap tanggung jawab sekaligus membangun kepercayaan diri anak sangat penting, karena semua karakter ini sangat mempengaruhi kesuksesan anak di masa depan. Seorang psikolog pernah mengatakan, tanggung jawab merupakan perilaku yang menentukan bagaimana seseorang bereaksi terhadap situasi setiap hari, yang memerlukan beberapa keputusan yang bersifat etis atau sesuai dengan etika umum yang berlaku di tengah masyarakat. 

Apabila anak bisa berperilaku dan berbuat sesuai dengan norma yang berlaku dalam masyarakat, maka tidak hanya lingkungan disekitarnya, anak itu pun sendiri akan merasakan manfaatnya. Sehingga pada gilirannya, anak akan belajar dan bisa membedakan mana perilaku yang baik serta mana yang buruk. Setelah anak bisa membedakan antara dua hal tersebut, maka kedepannya anak bisa membuat keputusan sendiri yang lebih bijak dan tentu saja bisa dipertanggung jawabkan.

Tidak hanya mendidik anak untuk tumbuh menjadi sosok yang memiliki rasa tanggung jawab tinggi, orangtua juga harus menumbuhkan serta memberikan kepercayaan pada anak untuk melakukan hal penting atau bahkan belajar membuat keputusan penting dalam hidupnya. Rasa percaya yang diberikan orangtua tidak akan sia-sia kok, karena dari hal tersebut anak akan tumbuh rasa percaya diri. Anak yang memiliki rasa percaya diri tentu akan lebih mudah menghadapi beragam tantangan dalam hidupnya kelak. Termasuk kemampuan untuk melewati masa-masa sulit dalam hidupnya.

5. Buat Aturan-aturan yang Disepakati Bersama

Orangtua wajib tahu nih, bahwa dalam keluarga memiliki aturan-aturan penting yang wajib dipatuhi setiap anggota keluarga adalah bagian dari cara mendidik anak remaja. Meskipun begitu, jangan pernah abaikan hak anak dan ajak anak untuk terlibat penuh dalam proses membuat peraturan tersebut, dengan demikian anak akan belajar bertanggung jawab karena menyadari ikut ambil bagian dalam proses membuat aturan tersebut.

6. Memberikan Teladan dan Contoh yang Baik

Anak ibarat kertas putih hingga kemudian ditulis dan digambari dengan berbagai tulisan serta gambar oleh orangtua serta orang terdekat dilingkungannya. Jika orangtua menginginkan anaknya tumbuh menjadi sosok anak remaja yang berkualitas, memiliki sopan santun, dan budi pekerti yang baik, maka orangtua dahululah yang harus mencontohkan hal tersebut. Bagaimana pun telatan dan contoh yang baik dari orangtua adalah salah satu cara mendidik anak remaja agar tumbuh menjadi sosok yang berkualitas serta kompeten di masa depan.

7. Jangan Menyerah dan Kendor Dalam Memberikan Motivasi Untuk Dukung Cita-cita Anak

Orangtua patut berbangga jika anak-anak memiliki impian serta cita-cita yang ingin dicapai. Nah, salah satu poin penting dalam mendidik anak remaja adalah dengan mendorong anak untuk terus berkembang, mengeksplorasi serta menggali kemampuan dalam dirinya. Apapun cita-cita dan impian anak teruslah untuk selalu memberikan motivasi dan jangan pernah ada kata menyerah dalam memberikan dukungan. Memang terkadang ada proses yang tidak mudah yang membuat orangtua bisa saja berputus asa, tapi ingatlah dukungan orangtua yang diberikan hari ini akan dituai anak dikemudian hari, bukankah kesuksesan anak menjadi sumber kebahagiaan orangtua juga?

8. Bekali Anak Dengan Cara Sehat Dalam Mengelola Stres

Ingatlah! Jangan pernah membandingkan pengalaman orangtua saat dibesarkan dahulu dengan kondisi sekarang, karena setiap zamannya pasti memiliki cerita serta tantangan sendiri. Dahulu perkembangan teknologi terutama media sosial tidaklah semasif saat ini, di mana media sosial turut menyumbang faktor stres dalam diri anak remaja. Keinginan untuk diterima dalam kelompok teman sebayanya sebenarnya bukanlah hal yang aneh tapi orangtua harus waspada karena media sosial dan pergaulan inilah yang terkadang menjadi sumber faktor pemicu stres dalam diri anak remaja.

Untuk itu, didik anak dengan mengajarkannya bagaimana cara mengelola stres saat mereka berada pada fase-fase kehidupan remajanya. Orangtua wajib tahu, remaja juga bisa mengalami depresi, dan pada saat itulah orangtua harus ada serta selalu hadir di samping anak dan disetiap momen perjalanan hidupnya, menemani, mendengarkan, dan memberikan motivasi, serta mengajarkan cara-cara sehat untuk mengelola stres yang mungkin saja dialaminya. Ajarkan anak untuk mengelola stres dengan melakukan berbagai kegiatan positif dan menunjang kompetensinya di masa depan.

Bagaimana pun, mendidik anak merupakan kewajiban orangtua, dan karena itu orangtua wajib membekali anak dengan berbagai kemampuan untuk membantunya mengatasi kerasnya persaingan hidup di masa depan. Tidak hanya bekal pengetahuan dan pendidikan, tapi juga pengetahuan agama yang akan menjadi landasan anak dalam berpikir, membuat keputusan, serta berperilaku. Seperti kata orang bijak, bagi orangtua tidak akan pernah ada kata usai dalam mendidik dan membersamai anak.

Mutia Erlisa Karamoy
Mutia Erlisa Karamoy Mom of 3 | Lifestyle Blogger | Web Content Writer | Digital Technology Enthusiast | Another Blog bundadigital.my.id | Contact: elisakaramoy30@gmail.com

1 komentar untuk "8 Poin Penting Mendidik Remaja yang Bisa Diterapkan Orangtua"

Comment Author Avatar
Punya anak remaja memang membuat kita harus banyak belajar ya. Kadang dia minder. Kadang dia overthinking, kadang dia PD luar biasa. Terima kasih tipsnya, Mbak.