Dari Keluarga Broken Home, Ini Kisah Masa Kecil Nia Ramadhani

#CeritaAde Nia Ramadhani

Sejatinya keberhasilan tumbuh kembang anak sangat dipengatuhi oleh faktor lingkungan terutama dari lingkungan keluarga yang pertama dan utama. Peran keluarga terutama orangtua sangat penting dalam membentuk lingkungan keluarga yang harmonis, penuh kasih sayang, dan pengertian. Keluarga terutama orangtua juga memiliki fungsi penting, yaitu memastikan anak-anaknya sehat dan merasa aman, memberikan sarana serta prasarana untuk mengembangkan kemampuan si anak dalam kehidupan sosial. Selain itu, hubungan antara orangtua dan anak juga sangat penting untuk membangun kepercayaan anak terhadap orang lain dan diri sendiri.

Tapi dalam kenyataannya, tidak semua anak beruntung bisa merasakan tinggal dan dibesarkan dalam keluarga yang utuh dan mampu menjalankan fungsi idealnya dalam tumbuh kembang anak. Ada banyak anak-anak, bahkan dalam usia yang masih sangat belia harus menerima kenyataan orangtuanya berpisah dan memiliki keluarga yang tidak lagi utuh, yang lebih dikenal dengan istilah Broken Home. 

Sebenarnya ada banyak cerita, terutama dari versi anak ketika harus menerima kenyataan hidup sebagai anak broken home. Bahkan ada beberapa publik figur yang kini beranjak dewasa berasal dari keluarga broken home, dan dalam usia yang masih sangat belia harus hidup dalam keluarga yang tidak lagi utuh. Salah satu publik figur yang namanya sangat dikenal masyarakat dan memiliki banyak penggemar dari berbagai kalangan usia, yaitu Nia Ramadhani.

Siapa yang tidak kenal Nia Ramadhani yang sejak usia belia sudah wara-wiri di dunia entertaiment.  Selain membintangi banyak judul sinetron, Nia juga merambah layar lebar dengan membintangi beberapa judul fim. Nia Ramadhani juga menjadi bintang iklan beberapa produk, hingga membuat namanya makin berkibar dan populer di dunia entertaiment. Salah satu judul sinetron yang saya ingat di mana Nia Ramadhani sebagai salah satu pemeran utamanya adalah Sinetron Bawang Merah Bawang Putih. Sinetron inilah yang kemudian membuat Nia dikenal sebagai salah satu artis remaja yang berbakat hingga banyak produser yang mengajak Nia bermain di berbagai sinetron remaja.

#CeritaAde masa kecil nia ramadhani

Meski terlihat selalu ceria di lokasi syuting, ternyata Nia Ramadhani menyimpan cerita masa kecil yang tidak diketahui orang banyak. Bisa dibilang, Nia memiliki kisah masa kecil yang berbeda dari kebanyakan anak kecil lainnya karena selain sejak usia belia sudah berkarir di dunia entertaiment, Nia juga memiliki kisah masa kecil yang cukup pahit dan penuh kesedihan. Nia kecil harus menghadapi kenyataan harus hidup terpisah dari ayahnya dan menjalani kehidupan sebagai anak dari keluarga yang broken home.

Suka tidak suka, kondisi perpisahan orangtua ini pasti berdampak serius terhadap kondisi psikologis amak, terutama yang usianya masih sangat kecil. Meskipun begitu, dampak yang diterima anak broken home atas perpisahan orang tuanya berbeda-beda. Hal ini tergantung pada usia anak kerika kedua orangtuanya berpisah, jenis kelamin anak, kepribadian anak, serta hubungan anak dengan orangtuanya.

Namun, apapun itu, banyak penelitian yang mengungkapkan kondisi perceraian dapat memunculkan konsekuensi serius pada psikologi anak broken home. Bahkan perpecahan struktur keluarga ini bisa berdampak cukup serius dalam jangka panjang, hingga si anak beranjak dewasa kelak. Kira-kita dampak serius apa saja sih yang bisa dialami anak dari keluarga broken home? Ternyata cukup banyak ya, diantaranya masalah emosional dan gangguan perilaku serta mental. Berikut sekilas penjelasannya.

Masalah Emosional

Satu hal yang tidak bisa dipungkiri, perpisahan orangtua pastinya sangat mempengaruhi kondisi emosional anak, berapa pun usia anak tersebut. Rasa sedih, bingung, kehilangan, takut, marah, bercampur aduk dirasakan dalam hati si anak. Belum lagi anak harus menghadapi kenyataan harus memilih, apakah ikut ayah atau ibu. Jika ikut ayah, maka anak akan merasa kehilangan sosok ibu dalam kesehariannya, begitu juga sebaliknya, hingga terkadang muncul perasaan tidak dicintai oleh kedua orangtuanya.

Tidak jarang ada anak yang menyalahkan dirinya sendiri sebagai penyebab perpisahan kedua orangtuanya, atau justru merasa marah dengan kondisi yang dialaminya. Masalah-masalah emosional ini jika tidak segera dicarikan solusinya akan berdampak jangka panjang, membuat anak merasa kesulitan mengelola emosinya dengan baik saat dewasa kelak. Kondisi ini tidak hanya merugikan diri si anak sendiri, tapi juga lingkungan disekelilingnya.

Masalah Gangguan Perilaku

Ada sebagian anak broken home yang terkadang mengalami suasana hati yang tidak menentu (Mood swing) atau gangguan suasana hati lainnya. Bahkan ada sebagian dari anak broken home yang memilih menarik diri dari pergaulan, tidak percaya diri, atau enggan bersosialisasi dengan teman sebaya serta lingkungan sekitar.

Hal ini bisa terjadi karena pada beberapa kasus perceraian juga menyumbangkan kontribusi dalam mendorong perilaku antisosial pada anak broken home. Bahkan juga berisiko membuat anak memiliki perilaku negatif. Meskipun begitu, ada sebagian anak broken home yang bisa mengatasi masalah ini dan cepat tersadar untuk berjuang memperbaiki hidupnya lebih baik di masa depan.

Masalah Gangguan Mental

Mau atau tidak mau, suka atau tidak suka, selain karena faktor kedekatan orangtua yang bercerai dengan anak yang mulai berkurang, anak juga harus menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan dalam hidupnya pasca orangtua berpisah. Seperti harus pindah rumah, pindah kota, hingga pindah sekolah. Kondisi ini terkadang membuat anak menjadi stres, hingga rentan mengalami depresi dan gangguan kecemasan.

Jika perubahan ini tidak ditangani dengan baik oleh kedua orangtua, maka bisa berisiko anak mengalami gangguan mental atau kepribadian. Tidak heran jika ada anak broken home yang mengalami separation anxiety syndrome (SAD) atau gangguan kecemasan berpisah. Untuk diketahui, SAD merupakan suatu kondisi di mana seorang anak menjadi sangat cemas dan takut kehilangan sosok figur penting dalam hidupnya, dalam hal ini ayah dan ibu sebagai dua orang sosok terdekat anak. Perasaan cemas dan takut terkadang terbawa hingga si anak dewasa, dan bukan tidak mungkin akan berujung anak mengalami masalah gangguan mental.

Masalah Keuangan dan Pendidikan

Perceraian atau perpisahan orangtua, tidak hanya memberikan beban psikologis bagi si anak tapi juga membuat anak mengalami masalah keuangan. Kondisi keuangan yang tidak stabil akibat perceraian membuat anak rentan mengalami masa-masa sulit dan berujung pada terganggunya pendidikan anak. Tidak hanya biaya untuk melanjutkan pendidikan, anak broken home kerap mengalami kesulitan saat menerima pelajaran di sekolah dengan beragam penyebab, mulai dari kesulitan konsentrasi atau tidak memiliki motivasi lagi untuk belajar.

Untuk itulah mengapa banyak ahli psikologi menyarankan agar orangtua yang akan berpisah perlu mengantisipasi dampak broken home pada anak. Berapa pun usia anak, perpisahan orangtua pasti menimbulkan trauma dan luka yang sulit untuk disembuhkan, bahkan berdampak pada psikologis anak hingga dewasa. Tidak jarang trauma masa kecil karena kerap menyaksikan orangtua bertengkar hingga berujung perceraian masih sulit di atasi meskipun usia si anak beranjak dewasa dan berkeluarga. Kalaupun bisa, pastinya butuh perjuangan seperti yang dialami teman SMA saya, dan publik figur yang akhir-akhir ini beritanya sedang saya ikuti, yaitu Nia Ramadhani yang sekarang telah menjadi ibu dari tiga orang anak.

Dari Keluarga Broken Home, Ini Kisah Masa Kecil Nia Ramadhani

Perjalanan mencari tahu kisah masa kecil Nia Ramadhani membuat saya percaya, mantan artis cilik ini adalah salah satu dari sekian banyak bukti bahwa roda kehidupan benar-benar berputar. Kepahitan yang dirasakan Nia Ramadhani di masa kecil digantikan dengan kebahagiaan, apalagi ketika menemukan sosok jodoh yang tepat. Mungkin saat ini kebanyakan orang melihat betapa menyenangkannya hidup Nia Ramadhani sekarang bersuamikan Ardi Bakrie. Apalagi sang suami sangat memperhatikan dan bertanggung jawab pada kebutuhan serta kehidupan Nia.

#CeritaAde Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie

Kendati demikian, Nia juga pernah mengalami masa-masa sulit yang penuh kesedihan dan kepahitan sebelum mencapai titik hidup yang sekarang. Mulai dari merasakan peluh dan kepahitan saat meniti karir di dunia entertaiment, sampai menahan getir hingga berujung trauma masa kecil akibat perceraian kedua orangtua di usia masih terbilang sangat belia. Semua sudah dilalui pemain sinetron bawang merah bawang putih tersebut. Namun dibalik kebahagiaan yang kini dirasakan Nia Ramadhani, ada sejumlah fakta kisah masa kecil yang mungkin banyak belum diketahui masyarakat.

Berasal Dari Keluarga Broken Home

Sekilas pernah disinggung sebelumnya jika Nia Ramadhani berasal dari keluarga broken home, di mana kedua orangtuanya berpisah sejak Nia berusia empat tahun. Dalam usia yang masih sangat belia, Nia kecil sering menyaksikan kedua orangtuanya bertengkar, dan inilah salah satu alasan mengapa Nia sangat sensitif dengan suara-suara keras atau tinggi, yang terbawa hingga dewasa. Untuk seorang anak kecil, menyaksikan pertengkaran kedua orangtua merupakan ingatan yang kurang menyenangkan bahkan sangat menyedihkan dalam hidupnya.

Ditambah lagi jika anak menyaksikan pertengkaran tersebut dalam waktu lama, kemungkinan seorang anak mengalami trauma, baik emosional maupun psikologis sangat besar. Kondisi inilah yang membuat anak terkadang juga mengalami perasaan insecure atau rasa tidak aman, karena sejatinya perasaan aman harus didapatkan anak dari kedua orangtuanya. Bisa dimaklumi jika Nia Ramadhani yang memiliki trauma masa kecil karena perceraian kedua orangtuanya memiliki emosi yang tumpul, merasakan kelosongan atau mengalami krisis eksistensialis.

Tidak mudah bagi seorang anak untuk menghadapi kenyataan keluarganya tidak lagi utuh, potensi anak mengalami luka secara batin sangatlah besar. Apalagi jika anak tidak mendapat bantuan yang memadai untuk mengatasi kenyataan tersebut, bukan tidak mungkin anak akan menyimpan traumanya hingga dewasa. Untuk trauma masa kecil yang dialami ada ada berbagai macam jenis, ada yang dapat diselesaikan dan ada yang tidak dapat diselesaikan. Semua itu bergantung pada kemampuan dan pemahaman si anak itu sendiri. Meskipun pada akhirnya setiap anak memiliki caranya sendiri untuk bangkit dan menerima kenyataan.

Setelah tahun-tahun berat yang harus dilalui Nia Ramadhani di masa kecil berlalu, tepatnya empat tahun setelah menikah dengan Ardi Bakrie, yaitu pada tahun 2014, Nia harus merelakan kepergiaan sang ayah untuk selama-lamanya. Berdasarkan informasi yang pernah saya baca, ayah Nia Ramadhani tutup usia karena kanker tulang yang dideritanya. Bisa dibayangkan, baru saja bisa merasakan kedekatan dengan ayah tercinta yang terpisah sejak Nia masih kecil, tiba-tiba harus berpisah selama-lamanya, wajar jika duka tersebut tidak bisa disembunyikan bahkan kenangan bersama ayah masih terus diingat Nia hingga sekarang, terutama segala nasihat almarhum.

Pada titik ini cukup salut dengan Nia Ramadhani, meskipun tidak mudah melepaskan diri dari bayang-bayang trauma masa kecil karena perpisahan kedua orangtua yang membuatnya tidak memiliki keluarga utuh, namun tetap berjuang menata hidupnya dan mengapai kesuksesan di dunia yang kemudian mengantarkannya menjadi salah satu artis terkenal di Indonesia. Masa suram dan jatuh bangun meniti tangga kesuksesan berbuah manis, hingga kini memiliki tiga orang buah hati yang cantik, tampan, dan pintar.

Sudah Profesional Sejak Anak-anak

Nia Ramadhani memang berbeda dari anak-anak seusianya, di saat anak-anak lain menghabiskan masa kecil dengan bermain dengan teman sebayanya, Nia justru harus bekerja layaknya profesional ketika masih berusia sembilan tahun. Tapi siapa yang tidak kenal dengan Nia kecil yang membintangi beberapa judul sinetron, bahkan peran di salah satu judul sinetron mengantarkannya mendapat penghargaan "Artis Cilik of The Year."

Dengan berbagai prestasi dan perannya di berbagai judul sinetron, Nia harus merelakan masa kecilnya dihabiskan di lokasi syuting, bukan bermain bersama teman-teman sebayanya. Setiap pulang sekolah, Nia harus melakukan kewajibannya untuk syuting sambil ditemani sang Bunda. Sang Bunda menjadi sosok penting Nia setelah perpisahan kedua orangtuanya karena sejak saat itu Nia tinggal dan diasuh oleh Bundanya. Sehingga bisa dibilang dalam hidup dan karir keartisannya, Sang Bunda adalah sosok yang sangat penting sebagai pendukungnya.

Meskipun untuk sebagian orang apa yang dilakukan Nia dalam usia masih belia itu berat, tapi justru Nia merasa sebaliknya. Tidak ada perasaan berat karena Nia kecil merasa hal itu harus dilakukan agar kehidupannya bersama Sang Bunda bisa berjalan lancar, terutama dalam hal keuangan. Namun perjuangan yang harus dilakoni Nia sejak usia belia terbayar dengan kesuksesannya menjadi salah satu publik figur yang dikenal masyarakat dan memiliki banyak penggemar dari berbagai kalangan usia. Ternyata menjadi anak broken home bagi seorang Nia Ramadhani bukanlah halangan untuk meniti tangga kesuksesan.

Peran Ibunda Dalam Karir Nia Ramadani Di Dunia Entertaiment

Sejak orangtuanya berpisah, Nia Ramadhani yang ketika itu masih sangat kecil tinggal bersama ibundanya. Karir Nia di dunia entertaiment bisa dibilang tidak lepas dari campur tangan ibundanya yang selalu setia mengantar dan menunggui Nia ketika syuting sepulang sekolah. Bahkan sampai saat ini Nia masih ingat pesan ibundanya untuk selalu berjalan ke arah yang benar. Meski dalam suatu wawancara, Nia mengakui tidak pernah memiliki cita-cita ketika masih kecil, namun Nia tetap bangga dengan keputusan ibundanya mendukung karir Nia di dunia entertaiment.

Meniti karir dari anak tangga paling bawah tidak membuat Nia kecil putus asa, dengan dukungan ibunda perjalanan karir yang diawali menjadi penari latar untuk video klip Trio Kwek-kwek dan figuran salah satu sinetron yang cukup hits di masanya, yaitu Saras 008. Setelah itu, perlahan namun pasti Nia mulai mendapatkan peran penting di beberapa judul sinetron hingga akhirnya berhasil menjadi pemeran utama. Selain menjadi pemain sinetron andal sejak usia masih anak-anak, Nia juga menjadi bintang iklan. Mulai dari produk makanan, minuman, sampo, produk perbankan, dan lainnya. Keberhasilan ini tentu tidak lepas dari peran besar ibunda yang selalu menemani Nia saat menjalani aktivitas syuting.

Meskipun karir Nia Ramadhani di dunia entertaiment bersinar seiring usianya yang mulai beranjak dewasa, namun tidak menyurutkan keputusan Nia untuk menikah di usia muda dengan Ardi Bakrie pada 1 April 2010. Setelah menikah, Nia memutuskan untuk berhenti syuting karena tanggung jawabnya sebagai istri dan ibu dari tiga buah hatinya, yaitu Mikhayla Zalindra Bakrie, Magika Zaladrie Bakrie, serta si bungsu Mainaka Zanatti Bakrie.

#CeritaAde nia ramadhani dan keluarga

Kisah masa kecil Nia Ramadhani yang mungkin banyak belum diketahui masyarakat terutama penggemarnya ini, dituangkan Nia dalam buku "Cerita Ade." Dalam novel Cerita Ade karya Nia Ramadhani dan Pidi Baiq, di mana Ade sebagai tokoh utamanya, tidak hanya menceritakan kisah masa kecil Ade yang berasal dari keluarga broken home, tapi juga perjalanan dan perjuangan karir Ade di industri hiburan televisi.  Selain itu, juga diceritakan kisah Ade ketika menemukan pasangan hidup dan kehidupannya ketika berada dalam lingkungan keluarga Konglomerat. Penasaran kan! Yuk sama-sama nantikan kisah lengkapnya dalam buku novel "Cerita Ade" ya.

Sumber foto: https://www.instagram.com/ramadhaniabakrie/

2 komentar

  1. Wah baru tahu ternyata Nia Ramadhani yang terlihat selalu ceria dan bahagia berasal dari keluarga broken home, syukurlah seiring berjalannya waktu berhasil mengatasinya.

    BalasHapus
  2. Penasaran dengan buku yang ditulis Nia Ramadhani dan Pidi Baiq, kapan tuh launching-nya meskipun dalam bentuk novel kayaknya menceritakan kisah hidup Nia ya, baru tahu kalau Nia dari keluarga broken home.

    BalasHapus