Saatnya Menjadi Ibu Bijak, Peduli Lindungi Data Pribadi

penyuluh digital

Siapa nih ibu rumah tangga yang suka belanja online? Sama dong dengan saya yang sejak dua atau tiga tahun terakhir ini lebih nyaman belanja secara online. Bahkan tidak hanya belanja berbagai kebutuhan fashion, saya juga kerap belanja online untuk kebutuhan dapur dan bahan-bahan memasak, seperti sayuran, daging sapi, ayam, hingga bumbu untuk berbagai macam menu masakan. Sebenarnya sih ada banyak alasan mengapa ibu rumah tangga seperti saya suka sekali belanja online untuk berbagai kebutuhan rumah tangga, namun yang pasti tidak perlu repot ke luar rumah, semua barang yang dibeli akan langsung di antar ke depan pintu rumah.

Yap...jangan pernah meremehkan potensi ibu rumah tangga dalam bisnis online, karena menurut data yang dirilis SCG Advertising and Public Relation, para ibu rumah tangga merupakan konsumen yang mempunyai kekuatan besar dalam industri e-commerce dan merupakan konsumen yang memiliki peran signifikan dalam keputusan membeli barang secara online. Tidak heran jika banyak toko online berlomba-lomba memberikan penawaran harga terbaik bahkan diskon yang cukup mengiurkan agar semakin banyak ibu rumah tangga yang berbelanja di toko online miliknya. Peluang mendapatkan harga yang jauh lebih murah dengan kualitas barang yang sama baiknya dengan belanja secara langsung menjadi salah satu alasan banyak ibu rumah tangga memilih belanja online.

Tapi apakah tren meningkatknya kesadaran untuk belanja online di kalangan ibu rumah tangga sebanding dengan kemampuannya untuk menjaga keamanan data pribadi saat bertransaksi secara digital? 

Inilah poin penting yang harus dibahas karena masih banyak ibu rumah tangga yang belum memiliki literasi digital yang baik untuk urusan keuangan dan keamanan data pribadi. Bahkan saya saja yang memiliki pekerjaan sampingan sebagai blogger dan web content writer pernah mengalami kejadian yang membuat tidak nyaman berkaitan dengan kejahatan siber lho! Padahal setiap hari saya selalu membaca banyak artikel dan berbagai postingan inspiratif di media sosial sebagai bahan tulisan.

Ada masa-masa dimana seseorang dalam kondisi kurang waspada, entah berada di tempat yang terlalu ramai atau sedang melakukan aktivitas tertentu yang membuat kurang fokus, inilah kondisi yang saya alami saat hampir saja kehilangan uang di rekening saya yang ditempatkan di salah satu layanan bank digital. Selama menjadi nasabah semua lancar-lancar saja, bahkan berkat layanan bank digital ini saya bisa bebas bertransaksi membeli berbagai barang di toko online luar negeri tanpa harus mengalami kesulitan saat melakukan pembayaran. Nah, karena terlalu sering bertransaksi secara online, saya seringkali lupa kalau bank digital dimana saya menjadi nasabahnya melengkapi layanannya dengan kartu debit yang memiliki fungsi sama dengan kartu ATM bank konvensional.

Suatu hari ketika sedang menjemput anak-anak di sekolah tiba-tiba ponsel saya berbunyi, karena kurang waspada apalagi saya dalam kondisi menunggu telpon dari klien, akhirnya saya angkat telponnya. Ternyata orang yang menelpon memberitahukan jika kartu debit saya akan segera di blokir sehingga saya harus cepat melakukan registrasi kembali dengan menyebutkan data-data yang diinginkannya. Saya akui hampir saja tertipu karena sudah sampai pada tahap menyebutkan nomor kartu debit yang saya miliki. Saya baru sadar ketika penipu tersebut meminta kode CVV atau Code Verification Value, yaitu 3 angka khusus dari bank penerbit untuk melakukan transaksi layaknya kartu kredit.

cara lindungi diri dari kejahatan siber

Sebenarnya apa pentingnya kode CVV ini? Bagi yang sering menggunakan kartu kredit atau kartu debit online yang memiliki kode CVV atau CVC, tiga kode penting ini menjadi benteng perlindungan terakhir saat melakukan transaksi secara online. Untuk itulah kode ini wajib dijaga, jangan sampai diketahui orang lain. Kembali ke kasus saya sebelumnya, saya baru menyadari ada yang tidak beres ketika si penipu yang menelpon saya meminta kode CVV, tentu saja saya tolak hingga akhirnya saya matikan sambungan telponnya. 

Tidak lama saya menerima SMS yang memberitahukan kartu debit saya sudah di blokir, meskipun agak panik tapi saya ingat di aplikasi bank digital tersebut ada fitur bantuan yang bisa diakses kapan saja, baik melalui telpon secara langsung, chat, atau email. Segera saya kontak bank digital tersebut untuk menanyakan, dan mendapat jawaban bahwa pihak bank tidak pernah meminta data apapun dari nasabah serta untuk kartu debit saya tidak ada masalah. Setelah ibu, pihak bank menghubungi saya kembali meminta untuk menjaga keamanan data pribadi. Meskipun lega bisa terlepas dari jeratan penipuan, tapi ternyata masih banyak orang terutama ibu rumah tangga yang mengaku mengalami nasib naas tertipu setelah saya sharing di grup whatsapp.

Kejadian yang saya alami ini tergolong kejahatan siber yang harus diwaspadai, terutama ibu rumah tangga yang suka sekali melakukan transaksi secara digital. Tapi nyatanya dari beberapa penelitian menyebutkan tingkat literasi keuangan ibu rumah tangga saat ini masuk kategori cukup atau sedang, namun ada beberapa kasus angka tingkat literasi keuangan ibu rumah tangga tergolong kurang baik atau rendah. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan keuangan sebagai pembentuk literasi keuangan dikalangan ibu rumah tangga masih belum optimal dan harus ditingkatkan kembali mengingat kejahatan siber makin mengintai di sekeliling ibu rumah tangga. Inilah saatnya menjadi ibu bijak yang peduli lindungi keamanan data pribadi.

Saatnya Menjadi Ibu Bijak, Peduli Lindungi Data Pribadi

Siapa sih yang tidak ingin menjadi sosok ibu bijak dalam keluarga, yang selalu menjaga keluarga agar tetap aman dan nyaman saat melakukan aktivitas. Salah satu cara untuk menjadi ibu bijak adalah tidak pernah lelah untuk terus melakukan kebiasaan positif dalam menambah wawasan pengetahuan. Ada banyak cara menambah wawasan pengetahuan, seperti banyak membaca buku dan artikel, mencari informasi melalui internet, hingga membangun kebiasaan berani bertanya saat tidak mengerti atau mengalami kesulitan. Dengan menjadi ibu bijak yang berwawasan luas maka akan memberikan banyak manfaat tidak hanya untuk ibu sendiri tapi juga orang-orang disekelilingnya...wah ibu rumah tangga bisa juga menjadi penyuluh digital dong!

Dunia digital memang bak pisau bermata dua, jika digunakan untuk hal-hal yang positif maka akan memberikan banyak bantuan dan kemudahan dalam kehidupan manusia. Namun, jika digunakan untuk hal-hal yang negatif tentu akan merugikan dan tidak jarang membuat orang lain menjadi menderita atau mengalami kesulitan. Oknum atau orang-orang yang memiliki pemikiran negatif ini kerap mencari celah untuk melakukan tindakan kejahatan siber, seperti mencuri data pribadi perbankan untuk kemudian diperjualbelikan atau melakukan penipuan perbankan persis seperti yang saya alami.

Ada banyak cara dilakukan dalam kasus penipuan perbankan, mulai dari kasus seperti yang saya alami, SMS berisi pemberitahuan sebagai pemenang undian, permintaan OTP, permintaan mengisi link tertentu yang dikirimkan melalui pesan singkat, dan masih banyak lagi kasus-kasus yang sangat merugikan masyarakat. Sampai sekarang saya masih bertanya-tanya dan tidak habis pikir, darimana penipu tersebut mendapatkan kontak pribadi dan tahu saya merupakan nasabah bank digital tersebut. Namun apapun itu, pengalaman membuat saya menyadari satu hal "data pribadi saya dan mungkin banyak orang lainnya dalam kondisi tidak aman."

Apa itu data pribadi? Data pribadi merupakan semua data yang bisa digunakan untuk mengindentifikasi seesorang. Data pribadi biasanya meliputi NIK (Nomor Induk Kependudukan), Nomor Kartu Keluarga, Nomor Telpon, Alamat Email, Tanggal Lahir, Nama Ibu Kandung, Nomor Jaminan Sosial, Data perbankan, dan data lainnya yang seharusnya tidak boleh diketahui atau diakses orang lain. Mengapa? Karena kebocoran data pribadi bisa menjadi pintu masuk kejahatan siber terutama untuk urusan perbankan atau keuangan. Di tengah besarnya peluang kebocoran data pribadi, ternyata tingkat literasi keuangan digital masyarakat terutama ibu rumah tangga belum menunjukkan peningkatan yang signifikan. 

nasabah bijak

Banyak orang yang belum menyadari pentingnya peduli lindungi data pribadi, padahal kerap kali menerima SMS yang berisi menang undian atau undangan untuk mengisi link tertentu. Padahal penduli lindungi data pribadi akan membantu seseorang terhindar dari berbagai kejahatan siber yang setiap waktu terus berevolusi menemukan celah-celah baru untuk mencuri data dan menggunakan data pribadi tersebut melakukan tindak kejahatan atau penipuan. 

Tidak hanya itu, peduli lindungi data pribadi sangat penting untuk menghindarkan seseorang dari potensi intimidasi yang diterima secara online terkait gender, yang terkadang mengarah pada pelecehan seksual atau perundungan (bullying) melalui media daring. Untuk itu, perlindungan data pribadi penting dilakukan agar terhindar dari kejahatan dunia maya termasuk Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO).

Kenali Apa Itu Kejahatan Siber (Cyber Crime)

Dilansir dari situs qwords.com, menurut Organization of European Community Development  (OECD) Cyber Crime atau kejahatan siber adalah segala bentuk akses ilegal terhadap suatu transmisi data. Hal ini berarti, segala bentuk kegiatan yang ilegal atau tidak sah dalam suatu sistem komputer termasuk dalam tindak kejahatan. Secara umum, kejahatan siber juga diartikan sebagai tindakan kejahatan dalam ranah dunia maya dengan memanfaatkan akses jaringan internet dan teknologi komputer. Kejahatan siber ini makin marak seiring kian gencarnya perkembangan teknologi digital, serta makin canggihnya teknologi informasi dan komunikasi.

kenali kejahatan siber

Semakin canggih perkembangan teknologi, maka kejahatan siber pun akan makin berkembang dan inilah yang menjadi alasan mengapa ibu rumah tangga harus memiliki literasi keuangan yang baik dan lebih peduli lindungi data pribadi. Lantas bagaimana cara agar ibu rumah tangga bisa lebih peduli lindungi data pribadi? Setelah memahami apa itu data pribadi dan data pribadi apa saja yang wajib dan harus dijaga, kini saatnya ibu rumah tangga tahu apa saja jenis-jenis kejahatan siber yang kerap mengintai sepanjang waktu. Berikut ini penjelasannya,

👉 PHISHING

Phishing adalah salah satu kejahatan siber yang bertujuan mencuri informasi penting dan data pribadi melalui email, telepon, pesan teks, atau link palsu yang biasanya dikirimkan oknum, biasanya oknum ini menggunakan informasi tertentu yang sekilas tampak resmi padahal palsu. Umumnya pelaku kejahatan Phishing mengincar data pribadi yang sensitif, seperti kata sandi, informasi kartu kredit atau kartu debit online, alamat email, OTP atau On-Time Password, serta data pribadi penting lainnya. Ibu rumah tangga harus tahu nih kalau data pribadi yang dicuri biasanya untuk melakukan tindak kejahatan, seperti pencurian di rekening bank korban, penyalahgunaan identitas pribadi, hingga yang sifatnya pemerasan.

👉 CARDING

Carding merupakan kejahatan siber yang melakukan pencurian data informasi kartu kredit milik orang lain. Data yang dicuri tersebut kemudian digunakan pelaku untuk melakukan transaksi atau mencairkan limit kartu ke rekening pribadi pelaku kejahatan siber tersebut. Penting nih untuk ibu rumah tangga ketahui bahwa ada dua kategori Carding, yaitu:

  1. Card Present, yaitu proses pencurian data yang dilakukan menggunakan card skimmer mesin EDC yang biasanya terdapat di kasir atau lokasi komersial lainnya. 
  2. Card Not Present, yaitu pencurian data menggunakan akses internet, biasanya pencurian ini dilakukan menggunakan email phishing atau hacking untuk mendapatkan data-data pemilik kartu kredit.
👉 PENIPUAN OTP

Bagi yang sering belanja online menggunakan kartu kredit atau kartu debit online tentu tidak asing lagi dengan OTP atau On Time Password. Jika sering berhati-hatilah karena salah satu kejahatan siber yang harus diwaspadai adalah penipuan OTP. OTP adalah kode yang bersifat sementara sebagai password sekali pakai untuk melakukan proses verifikasi misalnya saat melakukan transaksi perbankan. 

Cukup banyak pembayaran online yang menggunakan metode OTP ini, yang membuat pelaku kejahatan siber mencoba mencuri OTP untuk melakukan berbagai tindak kejahatan, seperti melakukan transaksi keuangan tidak sah atau ilegal atau justru membahayakan akun pemilik rekening tersebut. Penting untuk diketahui agar terhindar dari penipuan OTP adalah dengan tidak membagikan kode OTP pada siapapun, terutama orang yang tidak dikenal. Jangan lupa aktifkan juga fitur two factor authentication dan pastikan untuk waspada jika menerima link atau tautan tidak jelas.

👉 SPOOFING

Satu lagi kejahatan siber yang cukup meresahkan adalah Spoofing, yaitu penyamaran informasi yang seakan-akan berperan sebagai pihak berwenang, misalnya dari bank atau pemerintah untuk tujuan melakukan tindak kejahatan siber. Jenis kejahatan siber ini mirip seperti Phishing yang mencoba mencuri data pribadi korban, hanya bedanya Spoofing tidak hanya mencuri data tapi terkadang juga mengirimkan malware berbahaya ke perangkat atau website milik korban.

👉 PEMALSUAN IDENTITAS

Untuk para ibu rumah tangga yang suka sekali mencari semua informasi yang dibutuhkan melalui internet wajib waspada, karena ada jenis kejahatan siber yang memanfaatkan identitas palsu secara ilegal dengan tujuan melakukan tindakan kriminal. Untuk itu, jika ingin melakukan transaksi internet banking atau memasuki situs tertentu yang mengharuskan mengirim data pribadi, pastikan situs tersebut aman dan terlindungi dari bahaya pencurian data. Jangan pernah membagikan data pribadi yang sensitif di situs yang tidak bisa dipertanggungjawabkan keamanannya.

Selain jenis kejahatan siber yang telah diuraikan di atas, sebenarnya masih sangat banyak jenis kejahatan siber lainnya seiring kemajuan teknologi digital. Makin berkembang teknologi digital, maka kejahatan siber pun makin canggih dan berkembang. Untuk itu, ibu rumah tangga harus waspada dan lebih peduli lindungi data pribadi.

Cara Untuk Peduli Lindungi Data Pribadi Bagi Ibu Rumah Tangga

Kemudahan dalam bertransaksi dan mengakses beragam informasi membuat banyak ibu rumah tangga lebih menyukai aktivitas online. Tapi seiring dengan makin tingginya minat untuk mengakses internet, juga harus dibarengi dengan kehati-hatian dalam menjaga keamanan data pribadi agar tidak masuk dalam jebakan pelaku kejahatan siber yang kini makin meresahkan. Sudah saatnya ibu rumah tangga menjadi ibu bijak yang peduli lindungi data pribadi dan memiliki literasi keuangan yang baik. 

Namun masih banyak ibu rumah tangga yang bertanya-tanya cara untuk lebih peduli lindungi data pribadi? Tapi sebelumnya harus tahu dulu data-data apa saja yang sifatnya pribadi dan wajib dijaga kerahasiaannya dalam konteks perbankan maupun transaksi digital.
  • User ID dan Password (kata sandi).
  • Pin ATM, kode verifikasi, kode respon atau OTP (On Time Password).
  • Nomor Kartu Kredit dan 3 digit kode di belakang kartu CVV (Card Verification Value).
  • Data identitas pribadi, seperti NIK (e-KTP), SIM, NPWP, Paspor, dan data lainnya yang dianggap pribadi.
  • Data informasi penting lainnya, seperti nama ibu kandung, alamat rumah, tanggal lahir, tanggal expired kartu kredit atau debit, dan lainnya.
Penting untuk ibu rumah tangga lebih peduli lindungi data pribadi terutama dalam konteks perbankan maupun transaksi digital di tengah makin merajalelanya kejahatan siber yang memanfaatkan kelengahan serta kurangnya literasi keuangan di kalangan ibu rumah tangga. Kini saatnya ibu rumah tangga bangkit menjadi nasabah bijak yang peduli lindungi data diri saat melakukan transaksi digital atau apapun yang berhubungan dengan perbankan.

peduli lindungi data pribadi

Banyak orang mengatakan jika hanya sebagian kecil ibu rumah tangga yang melek dunia digital, padahal nyatanya tidak demikian karena seiring perkembangan teknologi digital kini semakin banyak ibu rumah tangga yang memanfaatnya untuk membuka dunia yang lebih luas. Bahkan, beberapa ibu rumah tangga sukses mengembangkan bisnisnya yang bermula dari dalam rumah hingga menjelma menjadi sosok mompreneur yang cukup sukses.

Tentu perkembangan yang sangat positif ini harus diimbangi dengan naiknya angka literasi keuangan di kalangan ibu rumah tangga sebagai pintu gerbang mitigasi terhadap kejahatan siber yang makin merajalela. Apalagi saat ini ibu rumah tangga mulai mengandrungi transaksi digital untuk berbagai pengeluaran rumah tangga, termasuk belanja kebutuhan dapur rumah tangga. Nah, setelah tahu data pribadi apa saja sih yang harus dan wajib di lindungi, langkah selanjutnya adalah ibu rumah tangga harus tahu cara untuk peduli lindungi data pribadi, berikut ini penjelasannya.

Jangan Sembarangan Unggah Data Diri

Di dunia yang serba online ini, semua hal bisa dilakukan termasuk urusan belanja online, melakukan berbagai pembayaran atau transaksi digital, menonton film atau drama secara streaming, membeli buku, mengikuti berbagai kursus online, dan masih banyak aktivitas lainnya yang bisa dilakukan melalui jaringan internet. Namun, pastikan ibu harus waspada saat emendaftarkan diri ke berbagai aplikasi mobile tersebut. Jika untuk mengakses berbagai informasi tersebut melalui aplikasi, pastikan sudah terpercaya dan jika harus melakukan pembayaran, pastikan aplikasi tersebut sudah melengkapi fitur transaksi digitalnya secara aman.

Jika kebetulan ibu menemukan permintaan mengisi data diri secara terperinci, seperti nomor KTP atau NIK, nomor kartu keluarga, alamat lengkap, nomor rekening, hingga nama ibu kandung, sangat disarankan untuk tidak langsung memberikan, teliti dahulu latar belakang website atau aplikasi tersebut dan jangan lupa baca restimoni jika tersedia pada website. Jika diharuskan mengirim foto eKTP, pastikan memberikan watermark pada foto tersebut. Apalagi saat ini smartphone sudah sangat support aplikasi untuk membuat watermark pada gambar, sebagai tindakan pengamanan.

Memastikan Data Terenkripsi

Penting nih bagi ibu rumah tangga yang sering belanja online atau melakukan pembayaran digital, jika setiap situs atau website terutama yang berkaitan dengan transaksi perbankan memiliki sistem pengamanan enkripsi guna memastikan data terkode dengan aman saat dikirimkan melalui situs atau website. Umumnya situs yang memiliki keamanan enkripsi data bisa diketahui melalui alamat situs yang diawali dengan https, karena sudah dilengkapi sertifikat SSL. Jangan lupa ya ibu-ibu, selain di awali dengan https, situs website yang telah dilengkapi sistem keamanan bisa dilihat dengan adanya logo gembok di kiri atas sebelah tautan situs website tersebut. Teliti dan waspada adalah pangkal dari keamanan!

Berhati-hati Saat Menggunakan Jaringan WI-FI

Sangat wajar jika banyak orang merasa terbantu berkat adanya jaringan WI-FI umum dan bisa diakses secara gratis. Tapi dibalik keuntungan tersebut, hati-hatilah karena banyak bahaya mengintai jika ibu rumah tangga sering menggunakan WI-FI umum, terutama untuk melakukan transaksi perbankan secara online. Terkadang jaringan WI-FI umum ini menjadi pintu masuk bagi orang yang tidak bertanggung jawab untuk mencuri data-data pribadi. 

Bagaimana caranya? Biasanya menggunakan access point palsu yang meminta login sehingga data pribadi akan tercuri tanpa disadari pemiliknya. Untuk itu, jika menggunakan WI-FI umum, hindari atau abaikan access point yang berpotensi meminta username, password, dan informasi data pribadi lainnya.

Waspada Tautan atau Link yang Berpotensi Phishing

Pada bagian sebelumnya sudah dijelaskan jika salah satu kejahatan siber yang cukup berbahaya dan meresahkan adalah Phishing. Untuk itu, para ibu rumah tangga harus waspada dengan kejahatan siber yang satu ini ya, adapun caranya sebisa mungkin jangan membuka tautan atau link yang dianggap mencurigakan atau tidak bisa dipertanggungjawabkan pengirimnya. Apalagi saat ini banyak sekali tauran atau link yang dikirim atas nama instansi atau organisasi. 

Bahkan ada beberapa kasus dimana seseorang yang terkena jebakan phishing hanya karena meng-klik link atau tautan yang ternyata mengarah pada halaman login palsu, sehingga tanpa disadari data pribadi akan tercuri. Untuk itu, jangan pernah memberikan data pribadi pada formulir atau website yang tidak bisa dipertanggungjawabkan keamanan serta keasliannya. Jika masih ragu, segera hubungi contact center resmi untuk mendapat keterangan lebih jelas.

Lindungi Password dan Kode OTP

Hampir semua akun, baik melalui website maupun aplikasi membutuhkan password untuk masuk ke akun tersebut, termasuk petbankan digital. Jadi bisa dibilang password atau kata sandi memiliki peran sangat penting sebagai garda terdepan yang melindungi akun dari akses orang tidak dikenal, yang terkadang memiliki niat tidak baik. Untuk itu, pilih kata sandi atau password yang sulit ditebak, dan sebisa mungkin hindari penggunaan kata sandi mengambil dari tanggal lahir atau nama. Jika perlu, ganti kata sandi atau password secara berkala untuk menghindari potensi kejahatan siber. Aktifkan juga fitur pemberitahuan transaksi agar semua transaksi yang dilakukan akan terikirim laporannya secara real time.

Selain password atau kata sandi, jangan lupa untuk selalu melindungi kode OTP dengan tidak memberikan kode OTP pada siapapun yang meminta, karena kode ini menjadi pintu masuk melakukan berbagai aktivitas pada akun yang dimiliki. Selain itu, kode OTP biasanya hanya dikirimkan satu kali ketika pemilik akun melakukan transaksi, dimana sebagian besar transaksi perbankan. Memang sampai saat ini kode OTP masih digunakan sebagian besar perbankan sebagai pengaman data nasabah ketika bertransaksi. Ingat ya ibu-ibu, kode OTP dan Password sangat penting untuk dijaga, jangan sampai lengah dan jadilah Nasabah Bijak yang peduli lindungi data pribadi!

Nah, setelah ibu rumah tangga tahu apa itu data pribadi, data pribadi apa saja yang harus dilindungi jangan sampai bocor ke pihak lain, dan cara peduli lindungi data pribadi, tahap selanjutnya ibu harus menjadi Penyuluh Digital setidaknya untuk lingkungan disekitarnya. Semakin banyak ibu yang berperan sebagai penyuluh digital, diharapkan tingkat literasi keuangan dikalangan ibu rumah tangga juga meningkat. Apa itu Penyuluh Digital?

Penyuluh Digital, Solusi Ibu Bijak Peduli Lindungi Data Pribadi

Istilah Penyuluh Digital sendiri sesungguhnya merujuk komitmen BRI atau Bank Rakyat Indonesia dalam mengoptimalkan layanan digital dikalangan masyarakat, tentunya termasuk ibu rumah tangga yang saat ini mulai gencar melakukan transaksi online untuk aktivitas perbankan-nya. Untuk mendukung aktivitas penyuluh digital, sejumlah layanan digital telah disiapkan BRI, diantaranya Digital Banking BRImo, aplikasi pengajuan fasilitas dan kredit BRISPOT, laku pandai Agen BRILink, hingga aplikasi BRIAPI yang memungkinkan integrasi antara aplikasi pihak ketiga dengan layanan BRI.

Namun, tentu saja kesiapan BRI dalam melayani nasabah serta masyarakat secara digital harus diimbangi dengan kesiapan masyarakat dalam menerimanya, dalam artian masyarakat juga harus melek layanan digital sehingga bisa memaksimalkan layanan tersebut untuk memudahkan hidupnya. Dalam hubungannya dengan Penyuluh Digital ini, Direktur Utama BRI, Sinarso dalam rilisnya menyebutkan, terdapat tiga tugas Penyuluh Digital, yaitu:
  1. Mengajak serta mengajari masyarakat yang sampai saat ini bisa dikatakan belum melek layanan perbankan digital sehingga lebih Digital Savvy, seperti membuka rekening secara digital.
  2. Mengajari masyarakat terutama ibu rumah tangga untuk melakukan transaksi secara digital dengan aman dan nyaman.
  3. Mensosialisasikan serta mengajak masyarakat untuk lebih peduli lindungi data pribadi, mengamankan rekening, serta waspada terhadap berbagai jenis kejahatan siber (Cyber Crime).
ibu bijak peduli lindungi data pribadi

Dengan hadirnya penyuluh digital ini, diharapkan akan semakin banyak masyarakat, terutama ibu rumah tangga yang tidak hanya melek teknologi digital tapi juga peduli terhadap kejahatan siber yang makin marak terjadi. Ibu bijak yang peduli lindungi data pribadi akan berpeluang besar menjadi Penyuluh Digital untuk keluarga terutama anak-anak, dan tentu saja orang-orang dilingkungannya. Patut dipertimbangkan nih ibu rumah tangga menjadi penyuluh digital.

Hal ini tentu saja akan menjadi pendorong terhadap meningkatnya angka literasi digital di kalangan ibu rumah tangga. Satu hal yang tidak bisa dipungkiri, ibu rumah tangga merupakan konsumen yang memiliki kekuatan besar dalam industri e-commerce di Indonesia. Inilah salah satu alasan mengapa ibu bijak harus menjadi nasabah bijak yang mampu lindungi diri dari kejahatan siber. Saatnya ibu rumah tangga bersatu, lawan kejahatan siber!

18 komentar

  1. Betul sekali mom, kita perlu bijak dalam melakukan transaksi apapun itu. Perlu bersikap tenang dan jeli ketika ada yang menghubungi kita terkait kartu debit, kredit, maupun informasi yang sifatnya pribadi. Kalau bukan kita yang peduli lindungi Data Pribadi, lalu siapa lagi?

    BalasHapus
  2. Semakin ramai arus perdagangan online, semakin ramai pula kejahatan siber. Jadi harus senantiasa waspada. Makasih infonya, Mbak.

    BalasHapus
  3. Benar banget.. Kita harus waspada akan kejahatan siber dan bila ada yang mencurigakan segera hubungi Call Centre bri.. Yuk jadilah nasabah bijak yg teliti dan cermat dalam setiap tindakan yang mencurigakan

    BalasHapus
  4. Mbak..reminder buat saya dan semua ini, mengingat kejahatan siber marak dan dalam bentuk beraneka. Maka setuju jika kita semua mesti bangkit menjadi nasabah bijak yang peduli lindungi data diri saat melakukan transaksi digital atau apapun yang berhubungan dengan perbankan.

    BalasHapus
  5. Harus lebih waspada ya Mba, belakangan ini makin marak kejahatan siber. Penipu ini bisa tahu data Kita dari mana ya? Kadang saya penasaran aja. Yang pasti kalau diminta klik tautan link atau minta pin mending abaikan saja.

    BalasHapus
  6. Nah betul, apalagi kita ibu-ibu ya harus lebih waspada. Jangan sampai uang belanja, uang untuk pendidikan anak, melayang gara gara tertipu kejahatan siber.

    BalasHapus
  7. Setujuuu.. kita harus bijak dalam b memberikan data pribadi kita. terimakasih sudah berbagi info terkait hal ini. sehingga para ibu menjadi lebih waspada.

    BalasHapus
  8. Macam² ya mbaaa cyber crime ini.
    Modusnya kadang ngga ketebak.
    Semoga kita bs makin bijak

    BalasHapus
  9. Aku aja belum melek literasi keuangan khususnya perbankan. Wah kudu hati2 ya jgn asal upload data pribadi atau data perbankan kita. Makasih insight nya

    BalasHapus
  10. Edukasi ini penting banget bagi kita ibu rumah tangga. Apalagi yang suka keceplosan upload ini itu tanpa difilter terlebih dahulu. Peduli Lindungi Data Pribadi tentu saja penting sekali dan kita harus edukasi ke pada semua orang terutama orang terdekat kita

    BalasHapus
  11. Saat ini memang banyak modus penipuan ya belum lama saya juga pernah nih hampir saja kena tipu. Alhamdulillah masih diingatkan walau udah sempat klik link tautan. Akhirnya ganti pin mbanking semua

    BalasHapus
  12. Betul banget nih, harus waspada sama semua pihak yang mengatasnamakan bank tapi minta data pribadi.

    BalasHapus
  13. Setuju banget. Banyak sekali yang kena karena si penjahat siber juga suka pilih jam2 yang rawan orang2 tertarget pas kurang fokus. Jadi mudah terpedaya. Maka pentingnya melatih self awareness.. biar ga mudah panik ya.

    BalasHapus
  14. Perlunya menjadi nasabah bijak dengan segala ketelitiannya dalam bertransaksi maupun dalam membaca segala instruksi yang diberikan. Semoga kejahatan siber tidak terjadi pada kita dan keluarga juga masyarakat Indonesia agar menggunakan layanan internet secara sehat dan nyaman.

    BalasHapus
  15. Kejahatan cyber makin meluas ya mbak
    Sebagai ibu kita harus bijak melindungi data pribadi agar tidak menjadi korban kejahatan cyber

    BalasHapus
  16. Sekarang ini banyak sekali modus penipuan dan makin canggih karena melibatkan teknologi. Mau gak mau kita juga kudu melek teknologi dan melindungi data diri di era yang sekarang semuanya serba digital.

    BalasHapus
  17. Baca ini aku jadi inget Bjorka yang lagi tenar sekarang, huhu....
    Iya sih cyber crime ini bisa menjangkau semua bidang, gak cuma data diri, tapi juga perbankan dll... Kalau ada permintaan data baiknya nalar langsung jalan aja, ya.

    BalasHapus
  18. Kejahatan siber memang meresahkan ya mbak kadang sudah hati-hati tetep aja bisa kena . Kuncinya pada kewaspadaand an literasi digital ya

    BalasHapus