RS Premier Bintaro Gelar Health Talk: Mitos, Fakta, dan Penanganan Idiopatik Scoliosis

health talk scoliosis rs premier bintaro

Scrolling media sosial menjadi salah satu aktivitas yang kerap saya lakukan jika sedang mengalami stuck atau kesulitan mencari ide untuk bahan tulisan. Ketika sedang asyik scroll Instagram, tiba-tiba muncul di beranda postingan Aktris Jessica Mila yang mengaku mengalami Scoliosis. Saya jadi bertanya-tanya, apa sih sebenarnya Scoliosis itu, apalagi masih banyak orang yang belum memahami atau bahkan mengetahui lebih jauh tentang penyakit Scoliosis ini.

Sungguh beruntung saya mendapat undangan dari RS Premier Bintaro untuk hadir dalam acara Health Talk yang membahas seputar "Mitos, Fakta, dan Penanganan Idiopatik Scoliosis" tanggal 9 Juni 2022 lalu. Sehingga saya bisa memiliki kesempatan untuk mendapatkan gambaran secara jelas dan detil tentang penyakit Scoliosis, apalagi kabarnya RS Premier memiliki layanan unggulan untuk menangani beragam masalah tulang belakang, salah satunya Scoliosis ini, yaitu Premier Bintaro Spine Center. Selain Spine Center, RS Premier Bintaro memiliki beragam layanan unggulan lainnya lho.

Sekilas Tentang RS Premier Bintaro

Sekitar jam 8 pagi, saya sudah tiba di RS Bintaro agar tidak terlambat hadir dalam acara Health Talk yang diselenggarakan RS Premier Bintaro. Lokasinya yang sangat strategis membuat saya tidak mengalami kesulitan ketika mencari alamat RS Premier Bintaro. Terus terang, baru kali ini saya menginjakkan kaki di RS Premier Bintaro dan hal pertama yang menarik perhatian saya adalah lobby-nya yang luas serta sangat nyaman, pastinya pasien yang sedang menunggu giliran berobat tidak akan bosan. Kira-kira berapa ya luas RS Premier Bintaro ini?

Rumah Sakit Premier Bintaro ini terletak di tengah kawasan Bintaro Jaya dan dibangun di atas lahan seluas 12.000 meter persegi dengan konsep desain yang cukup unik serta nyaman bagi semua pengunjung terutama pasien yang datang untuk mendapatkan pengobatan. Mulai beroperasi pada 12 Oktober 1998 dengan nama Rumah Sakit Internasional Bintaro, kemudian mulai 12 Agustus 2010, Rumah Sakit Internasional Bintaro mengganti namanya menjadi Rumah Sakit PREMIER BINTARO dimana perubahan nama ini untuk mematuhi hukum dan peraturan yang berlaku tentang Rumah Sakit Indonesia Kelas Dunia.

rs premier bintaro

RS Premier Bintaro adalah bagian dari Ramsay Sime Darby Health Care Group, yang merupakan grup rumah sakit swasta memiliki lebih dari 100 rumah sakit dan fasilitas di Australia, Inggris, Prancis, Malaysia, dan Indonesia. Selama lebih dari 21 tahun perjalanan Rumah Sakit Premier Bintaro, kini fasilitas layanan unggulan semakin lengkap, mulai dari Orthopedic Center, Vascular Center, Spine Center, Sleep Clinic, Sports Clinic, hingga Artroplasti atau bedah penggantian panggul dan lutut.

RS Premier Bintaro memiliki filosofi, yaitu "People Caring for People" yang mencerminkan komitmen RS Premier Bintaro terhadap peningkatan berkelanjutan serta tanggung jawab untuk memberikan layanan berstandar internasional, juga untuk mengembangkan sumber daya manusia secara konsisten. Keberadaan filosofi inilah yang membuat layanan RS Premier Bintaro berbeda dari yang lain. Bahkan untuk menunjukkan komitmen yang tinggi terhadap filosofi yang diembannya, RS Premier Bintaro kini memiliki berbagai layanan unggulan berteknologi tinggi, di mana saya beserta teman-teman blogger berkesempatan mengikuti hospital tour.

Hospital Tour Layanan Unggulan RS Premier Bintaro

Sebelum menghadiri acara Health Talk, saya bersama teman-teman blogger beruntung sekali mendapat kesempatan mengikuti Hospital Tour untuk melihat secara langsung layanan unggulan yang ada di RS Premier Bintaro. Setelah sesi pembagian kelompok karena jumlah teman blogger dan vlogger yang mengikuti acara Health Talk cukup banyak, kemudian dilanjutkan dengan hospital tour. Kebetulan untuk sesi hospital tour ini, saya tergabung dalam kelompok dua dan layanan unggulan pertama yang kami kunjungi adalah Ruang Radiologi di mana saya dan teman blogger beruntung bisa melihat lebih dekat teknologi canggih MRI 3 Tesla.

layanan radiologi rs premier bintaro

Apa itu MRI? MRI atau Magnetic Resonance Imaging merupakan modalitas pencitraan yang menggunakan medan magnet dan gelombang radio untuk menghasilkan citra dari organ dan jaringan yang ada dalam tubuh tanpa radiasi. Sedangkan unit pengukuran yang digunakan untuk mengukur kekuatan medan magnet dalam mesin MRI di sebut Tesla (T). Alat MRI pada umumnya beroperasi dengan kekuatan 1,5 Tesla, namun dengan berpegang teguh pada komitmen "People Caring for People" Rumah Sakit Premier Bintaro saat ini menghadirkan alat MRI 3 Tesla Signa Pioneer dari General Electric Healthcare dengan fitur sangat canggih serta modern.

Ada beberapa keunggulan dari teknologi terbaru RS Premier Bintaro, yaitu MRI 3 Tesla ini, antara lain:

  1. Mempunyai Magnet yang sangat homogen.
  2. Menggunakan teknologi Total Digital Imaging (TDI).
  3. Dua kali kekuatan magnet dan kualitas citra dibandingkan dengan MRI 1,5 Tesla.
  4. Ketajaman gambar dan detil anatomi yang sangat luar biasa.
  5. Kecepatan pemeriksaan.
Selain banyaknya keunggulan tersebut, dari perbincangan dengan petugas radiologi atau Radiografer RS Premier Bintaro ternyata alat canggih MRI 3 Tesla memiliki keunggulan lainnya, yaitu bisa melihat pembuluh darah tanpa konstras atau zat pewarna. Selain itu ada hal yang sangat menarik dan wajib diketahui masyarakat luas yang ingin menggunakan layanan radiologi bahwa RS Premier Bintaro memiliki alat Coil Tangan satu-satunya lho di Indonesia.

mri 3 tesla rs premier bintaro

Dengan alat MRI 3 Tesla, diagnostik bisa dilakukan 60% lebih cepat dibandingkan alat MRI lainnya, dengan kualitas gambar yang lebih detil serta akurat sehingga terapi pasien bisa dilakukan sedini mungkin tentunya dengan diagnosis yang tepat sesuai hasil pemeriksaan MRI 3 Tesla. Ternyata keunggulan jika memilih layanan MRI 3 Tesla di RS Premier Bintaro tidak hanya itu, selama proses MRI pasien bisa melakukan hal yang menyenangkan, seperti menonton film favorit dengan warna lampu ruangan yang bisa berganti sesuai warna favorit, sehingga pasien merasa sangat nyaman.

Setelah puas mendengarkan penjelasan yang sangat detil dari Radiografer RS Premier Bintaro tentang kecanggihan fitur dari alat MRI 3 Tesla yang merupakan teknologi terbaru, hospital tour lanjut ke layanan lainnya, yaitu layanan Medical Check Up (MCU). MCU adalah pemeriksaan kesehatan yang bertujuan untuk mengetahui, memelihara, dan memantau kondisi kesehatan, serta juga untuk mecegah dan menghindari komplikasi dari suatu penyakit.

mcu visa rs premier bintaro

RS Premier Bintaro memiliki layanan MCU lengkap untuk pemeriksaan kesehatan tubuh yang meliputi pemeriksaan fisik, radiologi, laboratorium, dan lainnya dengan berbagai paket pilihan sesuai kebutuhan. Selain itu, ada layanan khusus MCU dari RS Premier Bintaro, yaitu layanan MCU Visa yang merupakan layanan medical check up untuk melengkapi persyaratan visa ke beberapa negara, seperti New Zealand, USA, United Kingdom, Australia, dan Canada. RS Premier Bintaro sendiri merupakan rumah sakit yang ditunjuk untuk memberikan layanan MCU Visa ke negara-negara tersebut, terutama jika berencana ingin ke USA. Hasil MCU Visa akan terhubung langsung secara online ke imigrasi.

Sesi hospital tour lanjut menuju layanan Sport Clinic atau Klinik Olahraga. Sport Clinic RS Premier Bintaro hadir untuk memberikan layanan yang terpadu dan komprehensif untuk penanganan seluruh masalah yang timbul sehubungan dengan aktivitas olahraga yang dilakukan seseorang. Masalah yang ditangani di Sport Clinic ini tidak hanya yang berkaitan dengan olahraga prestasi (untuk para atlet), tapi juga yang berhubungan dengan olahraga rekreasi atau olahraga yang dilakukan sendiri atau dipusat kebugaran. Adapun layanan yang diberikan melalui klinik olahraga ini meliputi konsultasi, Physical Fitness Check, Food Nutrition Management Consultation, penanganan cidera serta rehabilitasi medik untuk pasien yang mengalami cidera.

sport clinic rs premier bintaro

Selain layanan unggulan yang sudah saya dan teman-teman blogger kelompok dua kunjungi, ternyata masih banyak lho layanan unggulan RS Premier Bintaro yang sayangnya belum sempat dikunjungi karena terbatasnya durasi sesi hospital tour. Adapun layanan unggulan tersebut seperti, Orthopedic Center, Sleep Clinic, Vascular Center, Artroplasti (bedah penggantian panggul dan lutut), Hand Clinic (Klinik Bedah Tangan), Skin & Laser Clinic, serta Spine Center yang merupakan pusat layanan untuk mengatasi seluruh problem tulang belakang secara terpadu dan komprehensif. Tentunya Health Talk yang akan saya dan teman-teman blogger hadiri hari ini berkaitan dengan salah satu problem tulang belakang, yaitu penyakit Scoliosis.

RS Premier Bintaro Gelar Health Talk: Mitos, Fakta, dan Penanganan Idiopatik Scoliosis

Nah, ini adalah sesi yang sangat saya tunggu, yaitu Health Talk yang membahas seputar "Mitos, Fakta, dan Penanganan Idiopatik Scoliosis" bersama Dr. Asrafi Rizki Gatam, SpOT-Spine, Orthopedic Spine Surgeon Rumah Sakit Premier Bintaro. Setelah sesi welcoming dari perwakilan Rumah Sakit Premier Bintaro yang diisi kuis interaktif dan disambut dengan sangat antusias oleh teman-teman blogger serta vlogger, health talk lanjut ke acara inti, yaitu mendengarkan penjelasan dari key speaker dokter Asrafi Rizki Gatam, spesialis Orthopedic tulang belakang.
Meskipun Scoliosis bukanlah penyakit baru di Indonesia, namun masih banyak lho yang belum memahami bahkan mengetahui tentang keberadaan penyakit ini. Jika didefinisikan, Scoliosis adalah kelainan tulang belakang dengan keadaan miringnya tulang belakang ke arah samping dan disertai dengan adanya rotasi pada tulang belakang.
health talk scoliosis

Mungkin karena masih banyak yang belum memahami penyakit Scoliosis ini, maka masih beredar mitos-mitos seputar Scoliosis yang ternyata tidak sepenuhnya benar lho. Berikut ini beberapa mitos mengenai Scoliosis yang banyak dijumpai di masyarakat.
  • Scoliosis disebabkan oleh angkat beban yang berat dan postur tubuh yang salah.
  • Scoliosis menyebabkan nyeri.
  • Scoliosis dapat di cegah.
  • Berenang dapat mengurangi sudut Scoliosis.
  • Scoliosis dapat disembuhkan dengan posisi tubuh yang baik.
  • Manipulasi Spine dapat mengurangi sudut Scoliosis.
  • Fisioterapi dapat mengurangi sudut Scoliosis.
  • Wanita dengan Scoliosis tidak dapat hamil.
Sesungguhnya mitos-mitos tersebut tidaklah benar, karena hingga saat ini penyebab Scoliosis secara persis belum diketahui secara jelas. Untuk lebih jelasnya, berikut ini fakta beberapa penyebab Scoliosis:
  1. Idiopatik, dimana penyakit Scoliosis tidak diketahui penyebabnya dan paling sering ditemukan umumnya pada perempuan yang memasuki usia remaja.
  2. Neuromuscular, yaitu gangguan fungsi syaraf dan kelainan otot.
  3. Congenital, yaitu kelainan bawaan dan ada bagian tulang belakang yang tidak terbentuk sempurna.

Tanda-tanda dan Gejala Scoliosis

Meskipun penyakit Scoliosis sampai saat ini tidak diketahui penyebabnya, namun ada beberapa tanda dan gejala yang bisa membantu seseorang melakukan deteksi dini Scoliosis, diantaranya pada umumnya tidak ada gejala yang bisa dibilang khas penyakit Scoliosis. Terkadang Scoliosis yang dialami seseorang diketahui secara tidak sengaja karena kondisi tubuh terlihat, seperti bahu yang tidak simetris, terdapat punuk dipunggung, serta payudara yang terlihat besar sebelah. Gejala lainnya masih ada lho yang kerap dialami adalah sering merasa pegal pada punggung atau pinggang.

tanda atau gejala scoliosis

Lantas bagaimana cara melakukan deteksi dini Scolioasis? Dr. Asrafi Rizki Gatam yang menjadi Key Speaker dalam acara health talk hari ini membagikan tips cara melakukan diagnosisi dini Scoliosis, yaitu:

Pemeriksaan Rutin

Usia ideal untuk melakukan pemeriksaan rutin adalah perempuan usia 10 tahun dan 12 tahun. Sedangkan untuk laki-laki usia 12 tahun atau 13 tahun.

Pemeriksaan Tapis

Dengan cara pemeriksaan fisik, Scoliometer, Moire Topography, Humpometer, dan Plumb Line Test. Sedangkan akurasi pemeriksaan tapis mencapai 93,8 persen (sensitivitas) dan 99,2 persen (spesifisitas).

Pemeriksaan Saat Berdiri Tegak 
  1. Bahu kanan dan kiri sama tinggi.
  2. Tonjolan scapula kanan dan kiri sama tinggi.
  3. Lipat pinggang kanan dan kiri sama tinggi.
  4. Panggul kanan dan kiri sama tinggi.
  5. Jarak siku kanan dan kiri ke batang tubuh harus sama.
Pemeriksaan Saat Membungkuk (Adam Forward Bending Test)

Adapun cara melakukan pemeriksaan saat membungkuk adalah dengan melihat tonjolan punggung atas kanan dan kiri sama tinggi.

Setelah melakukan pemeriksaan terhadap kemungkinan mengalami Scoliosis, harus mengetahui juga kapan seorang yang dicurigai mengalami Scoliosis perlu ke dokter untuk mendapatkan penanganan. Ada beberapa tanda atau gejala dimana seorang yang dicurigai mengalami Scoliosis sangat disarankan untuk ke dokter, yaitu dalam kondisi bahu tidak sama tinggi, tonjolan scapula tidak sama tinggi, lipat pinggang tidak sama tinggi, panggul tidak sama tinggi, jarak siku ke batang tubuh tidak sama, serta tonjolan punggung atas atau bawah kanan dan kiri tidak sama tinggi.
Scoliosis memang tidak dapat disembuhkan atau bahkan dihilangkan, namun bukan berarti tidak perlu dilakukan upaya pengobatan, karena pengobatan Scoliosis sendiri bertujuan untuk menghentikan pertambahan kurva Scoliosis, menjaga keseimbangan tulang belakang, mengurangi nyeri, dan kosmetik (melakukan koreksi Scoliosis).
Lebih lanjut Dr. Asrafi Rizki Gatam menjelaskan langkah melakukan pengobatan Scoliosis, yaitu dengan 3 "O" - Observasi, Orthosis, dan Operasi. Pengobatan yang dilakukan ini sebagai upaya menghambat perburukan kelengkungan dan memperbaiki Scoliosis.

Seorang yang mengalami Scoliosis umumnya direkomendasikan oleh dokter melakukan pengobatan dengan operasi apabila kurva Scoliosis di atas 45 derajat, sudah dilakukan Orthosis atau brace namun kurva tetap bertambah, mengalami nyeri hebat, dan mengalami ketidakseimbangan tulang belakang.  Memang masih ada sebagian penderita Scoliosis yang enggan melakukan pengobatan dengan cara operasi, padahal faktanya menurut penuturan Dr. Asrafi Rizki Gatam, semakin cepat melakukan pengobatan dengan operasi maka semakin baik.

langkah pengobatan scoliosis

Selain itu, pengobatan dengan operasi juga relatif aman, dengan risiko lumpuh minimal karena fungsi saraf dimonitor secara ketat oleh dokter spesialis saraf selama operasi. Risiko kematian juga minimal, karena kontrol perdarahan dan fungsi jantung paru akan dipantau secara ketat oleh dokter anestesi. Untuk itulah, segera lakukan pemeriksaan ke dokter bila ditemukan tanda-tanda mengalami Scoliosis, dan jangan percaya dengan banyaknya mitos yang berhubungan dengan pengobatan Scoliosis, seperti:
  • Aktivitas berenang dapat mengurangi sudut Scoliosis.
  • Aktivitas olahraga dapat mengurangi sudut Scoliosis.
  • Fisioterapi dapat mengurangi sudut Scoliosis.
  • Pasien dengan Scoliosis tidak boleh melakukan olahraga berat.
Dari penjelasan yang disampaikan Dr. Asrafi Rizki Gatam di acara Health Talk, ternyata aktivitas olahraga memiliki peran yang sangat penting untuk membantu Scoliosis, seperti dapat mengurangi rasa pegal pada punggung. Selain itu, olahraga juga ditujukan untuk melatih core muscle, seperti berenang, yoga, pilates, dan kick boxing. Jadi meskipun terdiagnosis mengalami Scoliosis, tetap harus berolahraga ya, karena olahraga memiliki banyak manfaat bagi kebugaran serta kesehatan penderita Scoliosis.

Tidak terasa, hari semakin siang dan tibalah di penghujung acara, yaitu sesi tanya jawab dimana hampir semua teman-teman blogger dan vlogger merasa sangat antusias untuk bertanya dan mengetahui lebih lanjut tentang Scoliosis. Dr. Asrafi Rizki Gatam, SpOT-Spine menutup sesi Health Talk dengan kesimpulan bahwa Scoliosis Idiopatik merupakan keadaan yang sampai saat ini belum diketahui penyebabnya. Sebaiknya, lakukan langkah deteksi dini Scoliosis karena sangat penting untuk mencegah pertambahan kurva menjadi besar.

fakta penyakit scoliosis

Setelah melakukan langkah deteksi dini, segera periksa ke dokter bila ditemukan tanda-tanda Scoliosis. Meskipun mengalami Scoliosis, olahraga harus tetap dilakukan walaupun tidak dapat mencegah pertambahan sudut dan mengurangi sudut Scoliosis. Tidak perlu khawatir jika ingin melakukan pengobatan Scoliosis, karena RS Premier Bintaro telah memiliki fasilitas layanan unggulan, yaitu Spine Center. Spine Center merupakan pusat layanan untuk mengatasi seluruh problem tulang belakang secara terpadu dan komprehensif. 

Yuk waspada Scoliosis, jangan percaya dengan mitos, cek dulu faktanya agar Scoliosis bisa ditangani sejak dini, tentunya dengan pengobatan yang tepat!

Mutia Erlisa Karamoy
Mutia Erlisa Karamoy Mom of 3 | Lifestyle Blogger | Web Content Writer | Digital Technology Enthusiast | Another Blog seputarbunda.com | Contact: elisakaramoy30@gmail.com

7 komentar untuk "RS Premier Bintaro Gelar Health Talk: Mitos, Fakta, dan Penanganan Idiopatik Scoliosis"

Comment Author Avatar
masyarakat sangat perlu diedukasi mana mitos dan mana fakta tentang scoliosis
Comment Author Avatar
Bener banget mbak, karena belum banyak yang mengakses informasi seputar Scoliosis secara jelas apalagi banyak mitos yang beredar.
Comment Author Avatar
Messagefromaleaf 14 Juni 2022 pukul 20.29
Bersyukur sudah tersedia alat2 canggih yang menunjang deteksi dan pengobatan Scoliosis di RS.Bintaro. Pasien jadi punya lebih banyak harapan untuk sembuh.
Comment Author Avatar
Terima kasih sudah berbagi, jadi makin paham soal skoliosis. Dulu cuma tau sebatas pelajaran kalau mata pelajaran kesehatan dan biologi. Fasilitas RS Premier Bintaro ini lengkap ya. MRI nya bagus.
Comment Author Avatar
Ilmu dan pemahaman baru nih, terima kasih banyak udah sharing dengan lengkap
Comment Author Avatar
NOTED! RS Premier Bintaro memiliki peralatan lengkap bagi penderita penyakit yang berhubungan dengan tulang.

Scoliosis bisa di deteksi sejak dini ya mam sebelum menjadi parah.
Comment Author Avatar
Aku tidak paham dengan istilah penyakit tapi dari artikel diatas jadi semakin teredukasi supaya tidak terjebak oleh mitos2 scoliosis..