Miliki Tulang yang Sehat Dengan Cara Ini

Tulang Sehat
 

Usia bertambah, kesehatan tulang pun mengalami penurunan. Namun, jika memiliki gaya hidup sehat tentu akan memiliki tulang yang sehat dan terhindar dari beragam penyakit tulang.

Semua orang pasti tahu, kondisi tulang pada anak-anak, orang dewasa, dan lanjut usia berbeda-beda. Seperti diketahui, waktu anak-anak ukuran tulang masih kecil sehingga lebih rentan mengalami cedera, tapi karena masih fleksibel dan memiliki potensi pertumbuhan yang tinggi, kemungkinan cedera tulang yang dialami anak-anak cepat sembuh tentunya lebih besar. Tidak jarang, setelah diberikan pengobatan, cedera tulang yang dialami anak segera sembuh dan anak-anak bisa beraktivitas kembali seperti biasa.

Berbeda dengan orang dewasa yang umumnya memiliki tulang dengan kekuatan yang sudah optimal sehingga tidak mudah patah meskipun mengalami cedera. Hanya, untuk proses penyembuhannya tentu saja akan jauh lebih lambat dibandingkan anak-anak. Sedangkan pada orang-orang lanjut usia, tentu saja kepadatan tulangnya sudah mengalami penurunan sehingga mudah cedera dan patah, serta sangat susah sembuh.

Tentu saja perbedaan kondisi ini sedikit banyak dipengaruhi oleh proses pertumbuhan tulang. Untuk diketahui, pertumbuhan tulang terbagi dalam dua jenis, yaitu bertambah panjang dan bertambah besar. Pertumbuhan tulang yang normal adalah yang proporsional antara panjang dan besarnya. Namun tetap saja, proses pertumbuhan tulang yang cepat dan maksimal pada masing-masing orang berbeda, tergantung kondisi tubuh, asupan nutrisi, faktor genetik, dan beberapa faktor lainnya.

Sama halnya dengan proses pertumbuhan tulang masing-masing orang yang berbeda, berhentinya pertumbuhan tulang masing-masing orang juga berbeda. Seperti yang diungkapkan dr. John Butar-Butar, SpOT dari Siloam Hospitals Lippo Village Karawaci, bahwa secara umum biasanya wanita lebih cepat berhenti pertumbuhan tulangnya dibandingkan pria. Untuk itu, agar kesehatan tulang tetap terjaga dan terhindar dari Osteoporosis sebaiknya semua orang menabung kepadatan tulang sejak dini, sehingga setelah usia bertambah tua, stok kepadatan tulang masih banyak dan tetap terjaga.

Penting untuk diketahui, kepadatan tulang akan mengalami puncaknya pada usia 30-40 tahun, kemudian kepadatan tulang akan konstan atau tetap sampai kira-kira usia 45 tahun. Setelah melewati usia tersebut dan sejalan dengan Menopause atau bertambah tuanya usia maka kepadatan tulang akan mengalami penurunan.

Sehubungan dengan penurunan kepadatan tulang ini, dr. John mengungkapkan bahwa untuk memperlambat penurunan kesehatan tulang maka orang tersebut harus memiliki gaya hidup sehat, memenuhi asupan kalsium dan Vitamin D setiap hari, serta berolahraga atau melakukan aktivitas fisik lainnya secara teratur. Begitu jugaa saat usia mulai memasuki lansia, olahraga ringan atau senam khusus lansia tetap harus dilakukan secara teratur untuk melatih dan meningkatkan keseimbangan tubuh agar tidak mudah jatuh.

Jika tubuh sudah mengalami penurunan kesehatan terutama kesehatan tulang, maka yang harus diwaspadai adalah Osteoporosis dan Osteomalacia. Osteoporosis terjadi karena penyerapan tulang lebih banyak daripada pembentukan tulang. Umumnya gejala Osteoporosis tidak begitu terasa, namun baru akan terasa dan disadari setelah mengalami cedera yang mengakibatkan tulang retak. Hal inilah yang membuat Osteoporosis dikategorikan sebagai Silence Diseases.

Berbeda dengan Osteoporosis, Osteomalacia merupakan kelainan tulang di mana tulang menjadi lunak dan lansia yang mengalami kelainan tulang ini akan merasakan linu pada seluruh tulang yang tentu saja menganggu aktivitas lansia. Tidak jarang, lansia yang merasakan kelainan tulang ini harus rela menghabiskan lebih banyak waktu di tempat tidur atau kursi roda, yang tentu saja akan membuat lansia merasa tidak berdaya dan bersemangat. Untuk itu, sejak dini saat usia masih tergolong produktif, harus menjaga kesehatan tulang. Penyakit tulang lainnya yang juga harus diwaspadai adalah Osteoarthritis yang akan dijelaskan secara singkat dibawah ini.

Kenali dan Waspada Dengan Osteoarthritis Sejak Dini

Bicara soal penyakit tulang yang satu ini tidak akan terlepas dari lanjut usia yang memang memiliki potensi lebih besar untuk mengalami penyakit tulang, salah satunya adalah Osteoarthritis ini. Umumnya penyakit ini menyerang persendian dan biasanya terjadi pada orang yang berusia 50 tahun ke atas.

Umumnya penyakit tulang Osteoarthritis ini menyerang bagian tubuh yang paling rentan, yaitu lutut dan panggul karena sendi yang terletak di kedua bagian tersebut merupakan sendi yang menahan berat tubuh. Namun tidak tertutup kemungkinan Osteoarthritis menyerang semua bagian sendi.

Jika ditanyakan apakah yang menjadi penyebab Osteoarthritis ini sangatlah beragam. Bisa jadi karena bertambahnya usia, gangguan hormon, pernah mengalami kecelakaan, pernah cedera, atau mengalami infeksi. 

Tapi ternyata penyebab seseorang mengalami Osteoarthritis ternyata tidak hanya itu, karena bisa jadi seseorang mengalami penyakit tulang yang satu ini karena faktor keturunan, mempunyai kelainan bawaan seperti kaki O atau X, sering melakukan pekerjaan fisik dengan beban yang berlebihan, serta memiliki gaya hidup yang kurang sehat seperti jarang berolahraga atau jarang melakukan aktivitas fisik lainnya.

Tingkat keparahan gejala Osteoarthritis ini pada masing-masing orang tentu berbeda, tergantung di mana letak sendi yang diserang. Umumnya rasan nyeri akan muncul setelah sendi tidak dapat digerakkan selama beberapa waktu, seperti saat bangun pagi. Selain itu, kelenturan otot juga mengalami penurunan dan menjadi kaku. Terkadang juga disertai bunyi dan sendi akan terasa terganjal. Bisa juga menyebabkan bengkak pada daerah yang sakit.

Penyakit tulang Osteoarthritis ini selain sangat menganggu aktivitas sehari-hari juga menyebabkan tulang rawan secara berlahan mengalami kerusakan. Bagi yang belume mengetahui Tulang Rawan adalah jaringan ikat padat yang kenyal dan elastis, yang menyelubungi ujung tulang pada persendian untuk menghindarkan atau melindungi dari gesekan. Berikut cara untuk mengurangi gejala Osteoarthritis.

  1. Sebaiknya mengurangi aktivitas pada sendi yang sakit, namun jangan berhenti total untuk beraktivitas agar sendi tetap bergerak. Hanya lakukan aktivitas secukupnya.
  2. Lakukan diet untuk menurunkan berat badan bagi yang mengalami obesitas atau kenaikan berat badan agar sendi tidak bekerja terlalu keras untuk menopang berat tubuh.
  3. Lakukan olahraga secara rutin, yang tentu saja disesuaikan dengan kondisi fisik tubuh.
  4. Jalani terapi fisik atau Terapi Okupasi.
  5. Menggunakan alat khusus untuk membantu mengurangi rasa sakit saat berdiri atau berjalan.
  6. Jika sendi mengalami pembengkakan, segera kompres dengan air dingin.

Dari penjelasan di atas, diketahui jika tulang memiliki peran yang sangat penting untuk mendukung struktur tubuh dan sebagai pelindung organ penting dalam tubuh. Selain itu, tulang juga memiliki fungsi lainnya sebagai penahan otot, dan juga sebagai tempat untuk menyimpan kalsium.  Hal lain yang juga harus diperhatikan, tulang tetap saja memiliki peluang untuk mengalami cedera, yang umumnya terjadi pada tulang kaki dan punggung.

Lalu, apa saja gejala yang menunjukkan seseorang mengalami cedera tulang? Untuk diketahui, tulang memiliki banyak saraf halus sehingga seseorang yang mengalami cedera tulang akan merasakan nyeri yang cukup intens jika tulang digerakkan dan rasa nyeri akan berkurang jika tulang tidak terlalu sering digerakkan. Kemudian, akan terjadi pembengkakan, memar, atau pun perubahan bentuk pada area tulang yang mengalami cedera. Jika cedera yang dialami tergolong sangat parah, bisa saja tulang tidak mampu digerakkan, untuk itu segera dilakukan pemeriksaan agar segera mendapatkan pertolongan dari dokter ahli sehingga kondisi yang lebih serius bisa diminimalisir.

Bagaimana tips untuk mempercepat pemulihan tulang yang mengalami cedera? Hal pertama yang sangat penting untuk dilakukan adalah dengan memperbanyak asupan makanan yang mengandung kalsium, protein, dan Vitamin D tinggi. Kalsiun sangat diperlukan untuk melakukan perbaikan dan regenerasi sel-sel tulang yang baru, sedangkan protein dan vitamin D bisa membantu tubuh menyerap lebih optimal kalsium dan fosfor yang berguna untuk penyembuhan tulang.

Hal penting kedua untuk mempercepat pemulihan tulang yang mengalami cedera adalah dengan melatih otot-otot dan sendi-sendi bagian tulang yang cedera melalui kegiatan rehabilitasi atau terapi, sehingga tulang yang sudah dapat dibebani bisa pulih lebih cepat. Selain itu, pastikan untuk selalu menjaga keaktifan tulang yang tidak mengalami cedera dengan melakukan senam atau latihan beban, tentu saja sesuai petunjuk dari dokter ahli dan kondisi tubuh orang tersebut.

Tulang yang sehat tentu saja merupakan aset yang perlu dijaga karena tulanglah yang banyak membantu untuk melakukan beragam aktivitas fisik. Waspadai berbagai penyakit yang bisa mengancam aktivitas tulang dengan menerapkan gaya hidup sehat, karena memiliki tulang yang sehat akan membantu seseorang beraktivitas lebih aktif dan optimal untuk menyongsong hidup yang lebih cerah di masa depan.

(Dirangkum dari berbagai sumber)

Sumber Foto: Pixabay.com

Tidak ada komentar