Kenal Lebih Dekat Dengan Pneumonia

Penyebab Pneumonia

Pneumonia, mungkin bagi sebagian masyarakat sudah tidak asing lagi dengan penyakit yang satu ini, yang dikenal cukup berbahaya bagi kesehatan. Tapi ternyata, masih banyak orang yang belum mengetahui secara detail tentang Pneumonia serta bagaimana bahayanya bagi kesehatan tidak hanya bagi kelompok lanjut usia, tapi juga anak-anak. Nah...supaya sama-sama lebih paham dan tahu, yuk kenalan dulu dengan Pneumonia.

Pneumonia bukanlah jenis penyakit baru, bahkan masyarakat Indonesia cukup mengenal penyakit yang satu ini, namun belakangan ini kasus pneumonia makin sering terdengar, terutama yang menyerang anak-anak sehingga masyarakat harus lebih tahu secara detil tentang penyakit ini. Bagi yang belum mengetahui, Pneumonia adalah radang akut yang menyerang jaringan paru-paru dan organ disekitarnya. Bisa dibilang, pneumonia merupakan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang paling berat karena bisa menyebabkan kematian.

Menurut Dr.dr. Dian Pratamastusi, Sp. A dari Siloan Hospital Surabaya, Pneumonia umumnya diawali dengan infeksi saluran pernapasan bagian atas, yaitu infeksi hidung dan tenggorokan. Pada anak-anak, setelah melewati dua hingga tiga hari, infeksi tersebut dapat menjalar ke paru-paru karena sistem imunnya atau daya tahan tubuh anak belum terbentuk dengan sempurna, sehingga tidak mampu melawan infeksi awal yang sebenarnya ringan. Nah...jika sudah menjalar ke paru-paru berpotensi akan menyebabkan pneumonia. Pneumonia membuat jalan udara ke paru-paru menjadi terhambat dan anak-anak pun mengalami kesulitan bernapas karena asupan oksigen berkurang.

Seperti halnya penyakit influenza, untuk diketahui pneumonia juga sangat mudah menular dan penularannya bisa melalui percikan ludah, batuk, atau bersin dari orang yang sudah terkena pneumonia. Jika ditelusuri melalui saluran napas, bibit penyakit yang masuk biasanya akan dilawan oleh berbagai sistem pertahanan tubuh, seperti batuk-batuk atau perlawanan dari sel-sel pada lapisan lendir tenggorokan.

Namun kini sudah berubah, dimana sudah terjadi perubahan pola mikroorganisme penyebab infeksi Saluran Napas Bawah Akut, dan juga karena faktor kebersihan lingkungan, adanya gangguan kekebalan tubuh, dan penyakit kronik yang dialami penderita. Perubahan ini juga disebabkan penggunaan antibiotik yang tidak tepat sehingga menimbulkan perubahan karakteristik pada kuman atau bibit penyakit.

Lantas, apa saja gejala-gejala pneumonia yang harus segera diwaspadai? Jika mendapati anak mengalami demam tinggi, nyeri dada saat bernapas atau justru bernapas dengan cepat (frekuensi napas > 60 kali per menit pada bayi di bawah dua bulan - 1 tahun dan > 40 kali per menit pada anak usia 1-5 tahun), batuk berdahak, denyut nadi cepat, merasa lemah, dan lemas, patut diwaspadai. Apalagi jika anak mulai gelisah, mual, muntah, tidak nafsu makan atau minum, nyeri kepala, kejang atau sianosis (kebiruan pada bibir), mengalami penurunan kesadaran, jangan tunggu lagi segera bawa ke dokter atau rumah sakit terdekat.

Kenali Penyebab Pneumonia Pada Anak

Pada banyak kasus pneumonia pada anak memang sangat berbahaya, tidak hanya berpotensi menghambat tumbuh kembang anak, namun juga bisa berujung pada kematian. Meskipun nampak menakutkan, pneumonia bisa dihindari kok, karena itu kenali hal-hal yang dapat menyebabkan anak mengalami pneumonia agar bisa menghindarinya.

Pneumonia umumnya disebabkan bakteri dan virus, sedangkan bakteri yang paling banyak menyebabkan Pneumonia adalah Pneumokokus (Streptococcus Pneumonia), HB (Haemophilus Influenza Type B), dan Stafilokokus (Staphylococcus Aureus). Sedangkan virus yang bisa menyebabkan Pneumonia adalah Rhinovirus, Respiratory Syncytial Virus (RSV), dan virus influenza. Selain virus-virus tersebut, virus campak juga bisa menyebabkan komplikasi berupa pneumonia.

Sesungguhnya, jika ingin mengetahui penyebab pasti pneumonia pada anak-anak sebenarnya agak sulit, karena dahak anak harus diperiksa. Sementara untuk memperoleh sampel dahak pada anak adalah hal yang sulit, karenanya penentuan etiologi pneumonia pada anak-anak di Indonesia masih didasarkan pada hasil penelitian di luar negeri.

Berdasarkan publikasi WHO (World Health Organization), penelitian di berbagai negara menunjukkan bahwa Streptococcus Pneumoniae dan Haemophilus Influenza Type B merupakan bakteri yang selalu ditemukan pada penelitian tentang etiologi di negara berkembang. Sedangkan di negara maju, umumnya pneumonia pada anak disebabkan oleh virus.

Namun, apapun penyebab pneumonia yang terpenting harus diketahui masyarakat bahwa faktor kebersihan lingkungan sangatlah penting diperhatikan. Bayi dan anak-anak yang tinggal di lingkungan dengan sanitasi yang buruk dan tidak sehat akan berpotensi terkena pneumonia 5,7 kali lebih besar dibandingkan yang tinggal di lingkungan dengan sanitasi yang tergolong sehat dan bersih. Rumah yang lembab dan cenderung kurang sinar matahari juga memiliki potensi peningkatan risiko kejadian ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Atas). Untuk itu, rumah harus memiliki ventilasi yang cukup agar sinar matahari bisa leluasa masuk dan udara lebih sehat, sebagai upaya untuk mencegah terjadinya penyakit ISPA.

Hal Penting yang Bisa Dilakukan Untuk Melindungi Anak Dari Bahaya Pneumonia

Seperti kata pepatah lama "mencegah lebih baik daripada mengobati" ada hal penting yang harus diketahui agar anak tidak terkena Pneumonia, apalagi bayi dan anak memang cenderung rentan untuk mengalami komplikasi karena imunitasnya belum berkembang secara sempurna. Berikut ini langkah penting yang bisa dilakukan untuk melindungi anak dari bahaya Pneumonia.

  1. Usahakan untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan.
  2. Pastikan udara disekitar bebas dari polusi yang berbahaya bagi kesehatan anak, seperti asap rokok, asap kendaraan, asap pabrik, asap pembakaran.
  3. Pastikan memberikan asupan nutrisi dan makanan dengan gizi yang cukup dan seimbang.
  4. Pastikan untuk selalu mengonsumsi minuman yang matang dan bersih.
  5. Berikan ASI Eksklusif hingga bayi berusia 6 bulan karena ASI merupakan nutrisi terbaik dan dapat menurunkan angka kejadian pneumonia pada balita sebesar 20%.
  6. Pastikan untuk memberikan imunisasi lengkap pada bayi untuk menurunkan kemungkinan terjadi pneumonia sebesar 50%. Adapun imunisasi yang lengkap meliputi beberapa jenis imunisasi yang terkait dengan pneumonia, yaitu vaksin PCV, Campak, DPT, dan HiB.
Mengapa anak menjadi subjek penting dalam upaya mencegah pneumonia? Selain bisa menyebabkan kematian, anak yang menderita pneumonia berisiko mengalami gangguan tumbuh kembang. Untuk itu, sejak dini kenalilah Pneumonia dan faktor penyebabkan, agar kesehatan anak bisa terjaga dengan baik dan terhindar dari berbagai gangguan kesehatan. Adalah hal yang baik jika selalu menerapkan gaya hidup sehat, karena kebiasaan baik ini jika dikenalkan sejak dini pada anak akan membentuk karakter anak untuk waspada terhadap bahaya penyakit disekitarnya. 

Semoga bermanfaat!

Sumber foto: Pixabay.com

Tidak ada komentar