Butuh Modal Cepat Untuk Kembangkan Usaha, Ini Caranya

Pinjaman Online Terbaik

Siapa nih yang memiliki usaha sendiri meskipun masih skala kecil?
Berbahagialah karena sejak dahulu hingga detik ini, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) masih menjadi salah satu penopang perekonomian bangsa. Bahkan bisa dibilang kontribusi UKM sangatlah penting untuk membangkitkan gairah perekonomian dikalangan masyarakat menengah ke bawah terutama di masa-masa sulit seperti sekarang ini. Saya jadi ingat cerita tentang Mbak Dini, salah satu tetangga saya yang hingga saat ini selalu bersemangat untuk bertahan meskipun kondisi usaha sedang sulit karena Pandemi Virus Covid-19 yang belum usai padahal sudah hampir satu tahun berlalu.

Sebelum wabah Pandemi Virus Covid-19 meluas di Indonesia dan anak-anak masih bersekolah seperti biasa, Mbak Dini, salah satu tetangga saya memiliki usaha kecil, yaitu membuka kantin di salah satu sekolah swasta yang letaknya tidak terlalu jauh dari lokasi tempat tinggal kami. Sehari-hari saat anak-anak masih sekolah seperti biasa, kantin yang dikelola Mbak Dini bisa dibilang sangat ramai, apalagi sekolah swasta tersebut sangat lengkap, mulai dari jenjang Taman Kanak-kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Tapi, saat pandemi virus mulai membahayakan karena penyebaran makin meluas dan pemerintah memutuskan anak-anak belajar secara daring dari rumah, otomatis kantin yang dikelola Mbak Dini harus ikutan tutup, dan Mbak Dini harus kehilangan sumber penghasilan. 

Untunglah, sejak dua tahun terakhir Mbak Dini sudah memulai usaha menitip kue-kue di beberapa tempat, jadi sebelum berangkat ke kantin biasanya Mbak Dini menitipkan kue-kue buatan di tetangga sekitar yang memiliki usaha warung nasih uduk. Sebelum wabah Pandemi Virus Covid-19 meluas di Indonesia dan anak-anak masih bersekolah seperti biasa, Mbak Dini, salah satu tetangga saya memiliki usaha kecil, yaitu membuka kantin di salah satu sekolah swasta yang letaknya tidak terlalu jauh dari lokasi tempat tinggal kami. Sehari-hari saat anak-anak masih sekolah seperti biasa, kantin yang dikelola Mbak Dini bisa dibilang sangat ramai, apalagi sekolah swasta tersebut sangat lengkap, mulai dari jenjang Taman Kanak-kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Tapi, saat pandemi virus mulai membahayakan karena penyebaran makin meluas dan pemerintah memutuskan anak-anak belajar secara daring dari rumah, otomatis kantin yang dikelola Mbak Dini harus ikutan tutup, dan Mbak Dini harus kehilangan sumber penghasilan. Untunglah, sejak dua tahun terakhir Mbak Dini sudah memulai usaha menitip kue-kue di beberapa tempat, jadi sebelum berangkat ke kantin biasanya Mbak Dini menitipkan kue-kue buatan di tetangga sekitar yang memiliki usaha warung nasih uduk. 

Jika dahulu menitipkan kue hanya aktivitas sampingan, kini setelah kantin sekolah yang dikelola Mbak Dini harus tutup karena anak-anak belajar secara daring dari rumah, berjualan kue secara otomatis menjadi sumber penghasilan utama. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari karena kehilangan sumber penghasilan utama, tentu Mbak Dini harus memperluas jaringan pemasarannya dan tidak hanya mengandalkan warung di sekitar rumah. Tentu saja, kasus yang dialami Mbak Dini hanyalah sedikit gambaran dari banyaknya pemilik usaha kecil yang saat ini mengalami kesulitan untuk mempertahankan usahanya dan sebagian lagi yang juga mengalami kesulitan untuk mengembangkan usaha kecil yang sudah dirintis bertahun-tahun lamanya.

Memang, ada atau tidaknya pandemi virus seperti sekarang ini, meskipun UKM telah menyumbangkan kontribusi yang tidak sedikit untuk memajukan perekonomian bangsa, terutama dalam mengatasi masalah penyerapan tenaga kerja dan memperkecil angka pengangguran, ada sejumlah masalah yang hingga saat ini masih belum terselesaikan sehingga UKM Indonesia sulit sekali untuk naik ke level yang lebih tinggi dan mampu bersaing dengan produk UKM lainnya di pasar internasional. Apa saja sih permasalahan tersebut? Sesungguhnya ada beberapa poin permasalahan yang kerap dihadapi pelaku UKM, namun untuk kali ini saya hanya membahas tiga masalah yang harusnya bisa segera diatasi agar kontribusi UKM Indonesia masih maksimal.

1. Peningkatan Sumber Daya Manusia.

Tidak bisa dipungkiri, Sumber Daya Manusia dalam UKM memegang peranan yang sangat penting terutama untuk usaha kecil yang fokus pada produk handmade. Namun seiring kemajuan zaman dan teknologi, pelaku UKM tidak lagi hanya dituntut untuk mampu berinovasi menciptakan produk yang berkualitas dan sesuai kebutuhan pasar, namun juga mampu menangkap sinyal-sinyal perubahan untuk hal penting lainnya, seperti dari sisi pemasaran dan pengelolaan keuangan, apalagi jika pelaku usaha memiliki keinginan kuat untuk mengembangkan bisnisnya.

Urusan pengelolaan keungan untuk pelaku usaha meskipun masih skala kecil juga menjadi faktor yang sangat penting, karena usaha tentu membutuhkan modal yang jika tidak dikelola dengan baik dan efisien tentu akan memunculkan masalah baru yang pastinya sangat menghambat kemajuan usaha tersebut. Belajar mengelola keuangan, terutama modal yang dimiliki, menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan agar pelaku usaha bisa mencapai tujuannya. Tidak hanya urusan mengelola keuangan, ternyata pelaku UKM juga harus memiliki kecakapan dalam hal manajemen waktu, karena dalam UKM biasanya pemilik usaha juga harus merangkap pekerjaan lainnya, seperti memasarkan barang yang diproduksinya.

2. Penerapan Strategi Pemasaran yang Efektif.

Jika seseorang memiliki usaha, tentu tidak bisa terlepas dari urusan pemasaran yang tentu saja menjadi ujung tombak keberhasilan usaha tersebut. Tentu saja strategi pemasaran tidak bisa terlepas dari kemajuan teknologi, apalagi saat ini sebagian besar konsumen sangat menyukai teknologi karena dianggap memberikan banyak manfaat positif, terutama dari sisi kemudahan. Nah...pelaku usaha tidak bisa hanya terpaku menggunakan cara-cara lama, karena pasar terus berkembang dan berinovasi seperti halnya produk yang jika tidak ikut berinovasi maka akan ditinggalkan konsumen. 

Setidaknya, ada empat strategi pemasaran yang bisa dijadikan pedoman pelaku usaha, yaitu produk, harga, tempat, dan promosi. Jika pelaku usaha bisa menerapkan keempat strategi itu dengan baik, tentu diharapkan kedepannya akan semakin banyak UKM Indonesia yang mampu baik ke level yang lebih tinggi dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Bicara soal promosi, saya jadi ingat cerita Mbak Dini, bagaimana beliau bertahan untuk terus memasarkan kue-kue buatannya sekaligus berinovasi membuat jenis makanan baru sesuai permintaan pasar.

Awalnya beliau hanya memanfaatkan jaringan pertemanannya dengan ibu-ibu wali murid agar usahanya tetap berjalan, meskipun belum maksimal tapi setidaknya dari sisi penjualan cukup membantu. Tapi dalam beberapa bulan terakhir ini, Mbak Dini mulai aktif menggunakan media sosial sebagai salah satu channel untuk mengembangkan pasarnya. Untuk memberikan pelayanan yang lebih optimal, Mbak Dini menawarkan pengiriman langsung bebas biaya untuk jarak tertentu, dan ternyata cukup berhasil, meskipun masih terbatas menggunakan media Instagram dan Facebook. Bahkan, untuk menarik konsumen yang lebih banyak, Mbak Dini tidak segan belajar bagaimana menghasilkan foto yang menarik, karena salah satu poin penting pemasaran secara online adalah kualitas foto yang baik dan menarik.Alhasil...ada saja pesanan kue yang datang dan tentu sangat membantu menambah penghasilan di saat sulit seperti sekarang ini.

3. Ketersediaan Modal.

Terkadang, sudah membuat rencana bisnis yang baik dan sesuai dengan peluang serta potensi pasar harus terhambat hanya karena masalah modal, terutama ketidakmampuan pelaku usaha mengakses modal dari sumber yang tepat, dan tentu saja hal ini menjadi satu masalah penting yang harus diselesaikan agar kontribusi UKM untuk memajukan perekonomian bangsa tetap optimal. Tentu saja, solusinya hanya satu UKM diberikan akses untuk mendapatkan modal usaha yang dijamin keamanan dan fleksibilitasnya.

Bicara soal modal, saya jadi ingat kembali cerita Mbak Dini tentang sulitnya mendapatkan tambahan modal saat beliau mendapatkan banyak pesanan, karena untuk membeli bahan-bahan yang dibutuhkan apalagi jika pesanan cukup banyak, tentu membutuhkan modal yang tidak sedikit. Untunglah, di saat sedang pusing memkirkan tambahan modal usaha untuk memenuhi pesanan yang cukup banyak tersebut, Mbak Dini mendapatkan informasi akses pinjaman online terbaik, yang tidak hanya memberikan fasilitas pinjaman secara cepat namun juga mudah dan terjamin keamanannya, yaitu Tunaiku.

Butuh Modal Cepat Untuk Kembangkan Usaha, Ini Caranya

Untuk pelaku usaha kecil seperti Mbak Dini, terkadang membutuhkan akses modal usaha yang cepat dan mudah agar usahanya terus berjalan dan bisa memenuhi pesanan yang hanya butuh waktu sekitar seminggu atau beberapa hari konfirmasi dari konsumen. Tentu saja, ada beberapa cara untuk mendapatkan akses modal secara cepat dimana salah satunya adalah melalui fasilitas pinjaman secara online yang dapat diakses dari mana saja dan kapan saja. Meskipun terbilang mudah dan cepat untuk mendapatkan pinjaman modal usaha, tentu saja sebagai pelaku usaha yang mengharapkan keuntungan dari penjualan produknya, juga harus mempersiapkan beberapa hal penting sebelum mengajukan pinjaman modal, seperti tips berikut ini.
  1. Siapkan Persyaratan untuk Mengajukan Pinjaman. Meskipun beberapa platform pinjaman online memberikan fasilitas kemudahan persyaratan untuk mengajukan pinjaman modal usaha, namun ada baiknya sebelum mengisi formulir pendaftaran sudah mempersiapkan persyaratan umum, seperti kartu identitas, kartu keluarga, dan beberapa dokumen pendukung lainnya, biasanya dalam bentuk foto yang jelas dan tidak blur.
  2. Sebaiknya Ajukan Pinjaman Sesuai Kebutuhan dan Kemampuan. Disinilah pentingnya pelaku usaha memiliki kemampuan SDM yang cukup dalam membuat rencana bisnis, termasuk yang sederhana sekalipun agar bisa memperhitungkan kebutuhan modal dengan kemampuan atau sumber daya untuk membayarnya. Pastikan sudah memperhitungkan kelancaran cicilan yang nantinya harus dibayar dalam jangka waktu tertentu dan jangan lupa, perhitungkan juga biaya administrasi yang harus dibayar, agar kebutuhan modal usaha terpenuhi dan cicilan pinjaman bisa diselesaikan sesuai jangka waktu yang disepakati.
  3. Manfaatkan dan Atur Dana Pinjaman yang Diterima Sesuai Tujuan. Jika mengajukan pinjaman untuk kebutuhan tambahan modal usaha, sebaiknya manfaatkan dana yang sudah dicairkan untuk kebutuhan tersebut dan jangan tergoda untuk kepentingan lain yang terkadang tidak ada hubungan dengan usaha. Atur dana yang sudah diterima sebaik mungkin sesuai pos-pos yang telah dibuat sebelumnya agar alokasi dana tersebut tepat sasaran dan pinjaman bisa dikembalikan tepat waktu. Bagaimanapun, pinjaman modal usaha tersebut adalah hutang yang wajib dibayar sesuai perjanjian!
  4. Pastikan untuk Memilih Platform Pinjaman Modal Usaha yang Menjamin Keamanan dan Terpercaya. Di zaman sekarang di mana akses teknologi makin mudah dan cepat, untuk mendapatkan pinjaman online bukan lagi hal yang sulit. Asalkan persyaratan terpenuhi, dana bisa langsung dicairkan. Tapi kemudahan akses pinjaman modal ini jangan sampai membuat pelaku usaha lalai memilih platform pinjaman modal yang menjamin keamanan data nasabah dan pelayanan yang profesional, karena hal ini juga menyangkut kelangsungan usaha yang dimiliki. Hal penting yang sudah pasti, pastikan platform tersebut berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar pelayanan dan transaksi yang dilakukan terjamin keamanannya. Tunaiku, sebagai salah satu platfom Financial Tecnology (Fintech) yang telah memberikan pelayanan sejak tahun 2014 telah memberikan pelayanan Kredit Tanpa Agunan (KTA) yang mudah, aman, dan terpercaya.
Tunaiku Pinjaman Online Terbaik
Foto: https://www.instagram.com/tunaikucom/

Tunaiku, sebagai platform pinjaman online memiliki perbedaan yang signifikan dengan situs fintech lainnya, dimana Tunaiku berdiri di bawah naungan institusi finansial berbentuk bank resmi di Indonesia yang terdaftar dan diawasi oleh OJK, yaitu Amar Bank. Amar Bank sendiri sudah beroperasi pada tahun 1991. Jadi, selain berada di bawah naungan bank resmi, yaitu Amar Bank, Tunaiku dan Amar Bank juga berada di bawah naungan bendera Perusahaan Multinasional, yaitu Tolaram Group. Tentunya dengan perbedaan ini, Tunaiku sebagai platform pinjaman online terbaik terjamin baik dari sisi keamanannya maupun kualitas pelayanannya.

Tunaiku, memberikan layanan Kredit Tanpa Agunan (KTA) yang mudah dan aman untuk membantu memenuhi kebutuhan mendesak, tidak hanya untuk modal usaha tapi juga untuk renovasi rumah, biaya pendidikan, biaya pernikahan, biaya kesehatan, dan kebutuhan lainnya, yang membutuhkan ketersediaan dana secara cepat. Ada dua hal penting yang membedakan Tunaiku dengan situs fintech lainnya yang ada di Indonesia, yaitu:
  1. Dari segi keamanan, karena seperti yang telah disebutkan sebelumnya, Tunaiku berdiri di bawah naungan insitusi finansial yang berbentuk bank resmi di Indonesia, yang sudah pasti terdaftar dan diawasi oleh OJK sehingga dari segi keamanan data nasabah tidak perlu diragukan lagi, selain itu Tunaiku juga berkomitmen untuk berusaha sebaik mungkin menjaga keamanan data pribadi nasabah.
  2. Dari segi fleksibilitas, Tunaiku menyediakan fasilitas tenor yang sangat panjang, yaitu maksimum 20 bulan dengan limit hingga 20 juta rupiah, yang tentunya berbeda dengan situs fintech lainnya yang umumnya memberikan limit kecil dan tenor pendek.
Tunaiku Pinjaman Online Terbaik
Foto: https://www.instagram.com/tunaikucom/

Sedangkan dari segi persyaratan dan kemudahan pengajuan, tentu saja jauh lebih mudah dan cepat jika dibandingkan KTA konvensional yang umumnya membutuhkan agunan dan persyaratan dokumen yang sangat banyak, baik untuk pengajuan online maupun offline. Untuk layanan kredit pinjaman online tanpa jaminan dan tanpa kartu kredit, Tunaiku hanya membutuhkan persyaratan untuk pengajuan KTA cukup dengan KTP, mengisi formulir, dan dalam waktu 10 menit dana langsung cair, untuk info selanjutnya bisa langsung kunjungi website Tunaiku. 

Sebagai gambaran, ada beberapa persyaratan mudah namun penting untuk diketahui sebelum mengajukan KTA online di Tunaiku, yaitu:
  • Calon nasabah diharapkan Warga Negara Indonesia atau WNI yang berdomisili atau tinggal di wilayah layanan Tunaiku.
  • Calon nasabah berumur 21 - 55 tahun pada saat pengajuan KTA Tunaiku.
  • Calon nasabah diharapkan minimal memiliki penghasilan tetap perbulan atau merupakan pekerja tetap.
  • Nasabah Tunaiku diwajibkan mempunyai rekening bank Indonesia yang aktif saat pengajuan pinjaman online di Tunaiku.
Tunaiku Pinjaman Online Terbaik
Foto: https://www.instagram.com/tunaikucom/

Nah...bagi yang butuh modal cepat untuk kembangkan usaha, Tunaiku adalah pinjaman online terbaik yang akan membantu mengatasi permasalahan pelik karena kekurangan modal, tapi tentunya sesuaikan pinjaman dengan kebutuhan serta kemampuan, agar tidak mengalami kesulitan saat mencicilnya. Di Tunaiku, jika ingin melakukan pelunasan awal, tanpa biaya atau gratis sehingga nasabah bisa membayar pinjaman lebih awal dari perjanjian yang disepakati tanpa harus terbebani biaya pinalti. Jadi, jika dana tunai sudah tersedia lebih awal, pelaku usaha bisa segera melunasi pinjaman modal usahanya. Bagaimana? Sangat membantu bukan jika kebetulan butuh modal cepat untuk mengembangkan usaha atau kebutuhan lainnya. 

4 komentar

  1. Wah...terima kasih atas infonya, jadi tahu nih ada platform pinjaman online yang berada dibawah naungan institusi berbentuk bank, seperti Tunaiku ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama, semoga bisa memudahkan pemilik UKM mendapatkan akses modal usaha secara cepat dan mudah.

      Hapus
  2. Usaha memang butuh modal, syukurlah ada pinjaman modal yang bisa diakses secara cepat dan mudah dari mana saja, juga persyaratannya mudah tapi gunakan pinjaman secara bijak untuk kebutuhan karena pinjaman harus dikembalikan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju pak, Tunaiku yang berada dalam nauangan Amar Bank membantu memudahkan akses pinjaman modal untuk berbagai keperluan terutama kebutuhan modal usaha secara cepat.

      Hapus