Persiapkan 3 Hal Ini Agar Ibu Nyaman Kembali Bekerja Setelah Cuti Melahirkan

Sewa Pompa ASI
Foto: Pexels.com
Pengalaman menjadi ibu baru tentu berbeda-beda, tapi yang pasti menjadi ibu baru memiliki kesan yang sangat mendalam, apalagi untuk yang tinggal di rantau dan jauh dari keluarga besar, persis seperti yang saya alami. Iya sih, sebenarnya jelang waktu melahirkan biasanya ibu datang untuk menemani, memang rasanya enggak nyaman kalau melahirkan tanpa di temani ibu tercinta dan hal ini berulang enggak hanya anak pertama tapi juga berlanjut ke anak kedua. Tapi meskipun ada ibu yang menemani, terutama saat menjadi ibu untuk pertama kalinya, suka masing bingung dan takut, bayangkan saya baru bisa memandikan sendiri anak saya setelah berusia dua bulan dan itu pun terpaksa karena sebentar lagi ibu mau pulang, iyalahh...memangnya yang perlu ibu hanya saya saja karena masih ada adik dan rumah yang ditinggalkan ibu. Memang sih kebetulan rumah ibu mertua tidak terlalu jauh, tapi saya masih sungkan untuk minta bantuan padahal kalau untuk cucunya, nenek mana sih yang enggak mau berkorban, bahkan sepanjang pengalaman saya, nenek kadang lebih sayang dengan cucunya daripada orangtua si cucu. Yuk...lanjut, ada sedikit drama nih karena bertepatan dengan ibu pulang kampung, bertepatan juga saya harus kembali bekerja setelah hampir tiga bulan cuti melahirkan, karenanya saya harus segera mencari solusi agar saya nyaman saat kembali bekerja dan meninggalkan si kecil di rumah. Untungnya sih, ibu mertua saya sangat baik dan mau membantu saya merawat si kecil saat saya bekerja kembali setelah cuti melahirkan, tapi ibu saya menyarankan, meskipun ibu mertua saya bersedia membantu merawat, saya harus tetap mencari seorang pengasuh agar tidak terlalu membebani ibu mertua saya yang usianya sudah tua.  Jadi jelang bulan terakhir cuti melahirkan, saya sibuk mencari informasi pengasuh bayi yang tepat dan bisa saya percaya.

Ternyata, Persiapan untuk bekerja kembali setelah cuti melahirkan tidak hanya urusan mencari sosok pengasuh yang tepat untuk membantu saya mengasuh si kecil, karena saya juga masih harus menata hati dan perasaan bersalah yang kadang muncul jika waktunya tiba saya harus menjalani rutinitas bekerja kembali, apalagi saya masih harus memberikan ASI Eksklusif. Belum lagi saya memikirkan mungkin suasana di kantor ada perubahan setelah tiga bulan saya cuti melahirkan atau apakah saya bisa melakukan pekerjaan sebaik dulu karena saat belum bekerja saja, ritme kehidupan saya banyak mengalami perubahan karena harus menyesuaikan diri dengan si kecil. Contoh kecilnya saja nih, dalam urusan waktu tidur, secara otomatis waktu tidur saya berkurang karena hampir setiap tengah malam si kecil bangun dan meminta ASI. Nah...pertimbangan-pertimbangan itu membuat saya banyak berpikir, bagaimana mempersiapkan diri agar saya bisa menjadi ibu yang baik dan bertanggung jawab sekaligus mampu menyelesaikan pekerjaan yang diberikan kepada saya sebaik mungkin. Sambil mencari pengasuh yang tepat, mulailah saya berburu artikel dan referensi seputar tips bagaimana mempersiapkan diri lahir dan batin agar kembali maksimal saat bekerja setelah cuti melahirkan.
Persiapkan 3 Hal Ini Agar Ibu Nyaman Kembali Bekerja Setelah Cuti Melahirkan
Sewa Pompa ASI
Foto: Pexels.com

#Persiapan Pertama: Pastikan Ada yang Membantu Mengasuh Saat Ibu Bekerja.


Mencari seorang pengasuh yang bisa membantu merawat si kecil saat ibu bekerja bukanlah perkara yang mudah, selain harus memastikan si pengasuh memiliki kualifikasi yang baik dalam urusan mengurus bayi, juga harus bisa dipercayai. Bayangkan, ibu harus meninggalkan si kecil dengan seseorang yang baru dikenal hanya beberapa bulan atau mungkin beberapa minggu. Beruntung, jika ibu masih tinggal dengan keluarga besar atau ada keluarga yang tinggal dekat dengan lingkungan ibu, sehingga bisa membantu mengawasi si kecil, namun menjadi kesulitan tersendiri jika tidak ada yang bisa membantu mengawasi, sehingga ibu harus mencari sosok pengasuh yang tepat dan bisa dipercaya. Disinilah diperlukan peran suami, untuk ikut memberikan dukungan dan semangat agar ibu bisa mencari sosok pengasuh yang tepat. Jika sudah menemukan pengasuh bayi, bangunlah komunikasi yang baik sejak awal sebelum ibu masuk kerja, idealnya paling tidak satu bulan sebelum ibu masuk kerja sudah menemukan pengasuh untuk si kecil. Diskusikan jenis pengasuhan seperti apa yang ibu inginkan, karena pengasuh nantinya akan menjadi perpanjangan tangan ibu untuk merawat si kecil saat ibu bekerja. Sangat disarankan untuk mencari pengasuh bayi dari lembaga atau yayasan yang memiliki kredibilitas baik dalam usahanya agar latar belakang pengasuh bayi yang di pilih bisa dipertanggungjawabkan. Berikut beberapa tips yang mungkin bisa menjadi pertimbangan saat akan memilih pengasuh bayi yang tepat dan bisa dipercaya.
  • Pastikan pengasuh bayi memiliki referensi kerja yang baik. Terkadang karena waktu cuti sudah hampir habis, ibu terburu-buru untuk menemukan pengasuh bayi sehingga lengah untuk mencari tahu referensi atau pengalaman kerja calon pengasuh bayi tersebut. Untuk itu, persiapkan waktu jauh-jauh hari untuk mencari pengasuh bayi dan pastikan untuk memiliki kontak tempat bekerja pengasuh bayi sebelumnya, agar referensi yang diberikan bisa dipertanggungjawabkan, agar ibu bisa tenang saat bekerja kembali.
  • Ajak berbincang pengalamannya mengasuh bayi sebelumnya jika memang sudah pernah merawat bayi atau bekerja pada salah satu keluarga, atau jika memang belum pernah bekerja, bisa menanyakan jenis pelatihan yang sudah diberikan dan pengalamannya mungkin saat mengasuh adik atau keponakan. 
  • Lakukan observasi terhadap penampilan, caranya berbicara, serta bahasa tubuhnya, sebagai referensi ibu apakah si pengasuh bayi bisa dipercaya bisa melakukan tugasnya dengan baik sesuai arahan. Pastikan calon pengasuh memiliki kebiasaan hidup bersih, agar ibu merasa nyaman saat si kecil berada dalam asuhannya. Perhatikan juga caranya berinteraksi dengan si kecil, serta bahasa tubuhnya saat berbicara dengan ibu karena bahasa tubuh biasanya cukup jujur untuk memberikan sinyal kepribadian si calon pengasuh bayi.
Tentu, proses memilih pengasuh bayi akan lebih mudah jika si kecil sudah cukup besar dan bisa mengemukakan keinginannya, namun untuk bayi yang masih kecil, tentu ibu harus ekstra berhati-hati agar tidak salah memilih pengasuh bayi. Jika tidak ada keluarga yang dekat dengan tempat tinggal ibu, minta bantuan kepada tetangga dekat mungkin adalah solusi yang cukup baik agar ibu nyaman saat kembali bekerja.

#Persiapan Kedua: Siapkan Diri Untuk Menjalani Rutinitas Baru. 

Selain mempersiapkan seseorang yang akan membantu merawat si kecil saat ibu bekerja, ada hal penting lainnya yang juga harus ibu persiapkan, yaitu mulailah beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan rutinitas baru, antara bekerja dan merawat bayi. Umumnya bayi yang baru lahir belum memiliki jadwal tidur yang teratur, terkadang bangun dini hari hingga subuh lalu tidur pulas sampai pagi, mungkin kondisi ini tidak menjadi masalah saat ibu masih cuti melahirkan sehingga ibu bisa beristirahat saat si bayi tertidur, tapi setelah ibu kembali bekerja tentu kondisinya akan berbeda, karena saat pagi hari ibu harus mempersiapkan diri untuk bekerja dan meninggalkan catatan apa saja yang harus dilakukan pengasuh bayi saat ibu tinggalkan. Nah...salah satu cara yang bisa ibu lakukan untuk mempersiapkan diri agar maksimal saat menjalani rutinitas kerja setelah cuti melahirkan adalah dengan mengatur pola tidur bayi, memang bayi pada minggu-minggu pertama memiliki waktu tidur yang belum teratur dan tergolong lama sekitar 17 - 18 jam perhari, namun seiring bertambahnya usia, waktu tidur bayi pun semakin berkurang, karenanya sejak dini ibu harus membentuk pola tidur bayi yang sehat agar nantinya bisa menyesuaikan dengan ritme kerja dan waktu istirahat ibu. Ada beberapa cara yang mungkin bisa membantu ibu membentuk pola tidur bayi yang sehat, diantaranya.
  • Kenalkan dengan perbedaan siang dan malam. Hari-hari pertama saat bayi baru dilahirkan bisa dikatakan ritme tidur dan bangunnya masih berantakan, kadang bayi bisa terjaga semalaman dan tidur pulas saat siang hari, namun saat memasuki usia 2 atau 3 minggu, bayi sudah bisa diajak untuk mengenal perbedaan siang dan malam. Saat bayi terjada di siang hari, usahakan agar suasana ruangan terang benderang, dan ajaklah si bayi mengobrol, meskipun belum bisa merespon sepenuhnya,un bayi bisa merasakan bahwa saat itu suasana rumah ramai berarti saatnya untuk bangun. Jika bayi terbangun di malam hari, atur pencahayaan ruangan agar terkesan redup, hindari suara yang berlebihan dan jangan ajak si kecil mengobrol atau berbicara, agar si kecil memahami bahwa itulah saatnya tidur dan beristirahat. Mungkin tidak mudah, namun jika konsisten maka bayi akan terbiasa mengenal perbedaan siang dan malam.
  • Atur jadwal tidur bayi. Jangan salah, mengatur jadwal tidur bayi yang dimaksudkan di sini berbeda dari orang dewasa atau anak-anak, namun dengan kebiasaan atau pola tertentu. Mungkin terlihat sepele, namun jika dilakukan terus-menerus lambat-laun jadwal tidur bayi akan teratur, caranya bisa dengan menyanyikan lagu nina bobo atau menyanyikan lagu pengantar tidur tertentu agar nantinya si bayi memahami bahwa saat itu adalah waktunya tidur. Atau ibu memiliki kebiasaan lain yang bisa membantu pola tidur bayi lebih teratur? Terapkan kebiasaan tersebut sejak dini agar saat ibu bekerja kembali, pola tidur bayi sudah lebih teratur.
  • Kenali tanda-tanda si bayi mulai lelah. Umumnya bayi yang masih berusia hingga delapan minggu meskipun sering terbangun namun tidak pernah terjaga lebih dari dua jam, karenanya kenali tanda-tanda ketika si bayi mulai mengantuk dan segera tidurkan. Jika terlambat menidurkan atau mengenali tanda bayi mulai mengantuk, nantinya akan mengalami masalah tidur.
Memang mengatur pola tidur bayi terlihat sepele, namun saat ibu bekerja nanti, pola tidur bayi yang teratur dan sehat akan membantu ibu agar memiliki waktu beristirahat yang berkualitas sehingga siap untuk bekerja saat pagi hari dan pulang dalam kondisi masih prima untuk bermain serta menyusui ke kecil. Selain mengatur pola tidur bayi sejak dini, ibu juga harus mendiskusikan dengan orang-orang yang nantinya akan membantu merawat si kecil, terutama pengasuh bayi. Bagaimana tipe atau cara pengasuhan yang ibu inginkan, apa yang harus pengasuh bayi atau orang rumah lakukan jika dalam kondisi tertentu, serta mengatur pola minum susu si kecil agar ibu dan si kecil merasa nyaman meskipun terpisah selama beberapa waktu. 

#Persiapan Ketiga: Pastikan Kebutuhan Nutrisi Bayi Agar Tetap Optimal.

Umumnya saat ibu mulai bekerja, bayi masih berusia dua atau tiga bulan dan masih dalam masa ASI Eksklusif, karenanya banyak ibu yang merasa galau dan khawatir meninggalkan bayinya untuk bekerja kembali. Sesungguhnya ada beberapa solusi untuk ibu yang kembali bekerja setelah cuti melahirkan dan ingin tetap memberikan ASI Eksklusif, salah satunya adalah mencari tempat penitipan bayi yang dekat dengan area tempat bekerja sehingga saat istirahat bisa menjenguk sekaligus menyusui bayinya. Namun ada cara yang terbilang cukup efektif agar ibu bekerja tetap bisa memberikan asupan nutrisi yang optimal dari ASI Eksklusif, yaitu dengan memerah atau memompa ASI dan menempatkannya di botol atau kantong ASI agar bisa diberikan kepada bayi meskipun ibu sedang bekerja. Saat ini sudah banyak ibu yang kembali bekerja setelah cuti melahirkan memompa ASI-nya agar bayi tetap mendapat asupan nutrisi dari ASI sekalipun ibu tidak menyusui secara langsung, dan untuk ini ibu harus mempersiapkan alat pompa ASI dan lemari pendingin untuk menyimpan ASI yang sudah di perah. Saat ini, ada dua macam pompa ASI yang kerap di pakai para ibu yang masih memberikan ASI Eksklusif, yaitu:
  1. Pompa Manual, yang digerakkan oleh tangan. Pompa ASI yang satu ini terbilang berukuran lebih kecil, lebih mudah digunakan, mudah dibersihkan, dan tentu saja harganya jauh lebih murah. Namun untuk pemakaiannya dibutuhkan banyak tenaga dan sebagian tenaga kesehatan tidak merekomendasikan jenis pompa ini untuk memompa ASI Eksklusif yang diberikan kepada bayi.
  2. Pompa Elektrik, yang digerakkan tenaga listrik atau baterai. Banyak ahli kesehatan merekomendasikan jenis pompa ini karena dianggap lebih hygienis, mudah digunakan, dan lebih menghemat waktu. Namun, jenis pompa ASI ini terbilang cukup mahal padahal waktu penggunaan terbilang cukup singkat, hanya optimal sekitar satu tahun atau bahkan kurang dari satu tahun karena saat bayi memasuki usia 6 bulan, maka bayi sudah boleh mendapatkan asupan nutrisi dari MPASI dan jadwal pemberian ASI Eksklusif pun semakin berkurang, karenanya sewa pompa ASI adalah solusi yang paling tepat.
BIRU.ID, Pilihan Tepat Untuk Sewa Pompa ASI
Bagi ibu yang akan kembali bekerja setelah cuti melahirkan tapi masih memberikan ASI Eksklusif, maka memompa ASI dan menyimpannya untuk diberikan saat ibu tidak berada dekat dengan bayi adalah pilihan yang terbaik, apalagi saat ini sudah banyak tersedia alat pompa ASI sesuai kebutuhan. Tapi memang seperti kata pepatah lama " ada harga, ada rupa" maka untuk mendapatkan alat pompa ASI yang berkualitas tentu harganya tidaklah murah. Sudah harganya lumayan mahal, waktu pakainya pun tidak lama karena saat memasuki usia 6 bulan bayi sudah mendapat asupan nutrisi dari MPASI dan asupan ASI Eksklusif pun semakin berkurang seiring bertambahnya usia. Nah...sewa pompa ASI tentu adalah pilihan yang terbaik, apalagi saat ini sudah banyak tempat yang menyediakan jasa sewa pompa ASI sesuai kebutuhan ibu. BIRU.ID adalah salah satu tempat atau rental pompa ASI yang menyediakan beragam alat pompa ASI berkualitas dengan layanan yang membuat nyaman ibu, yaitu:
  1. Harga yang terjangkau dengan pilihan waktu sewa yang beragam dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan ibu. Dengan memilih sewa pompa ASI, maka anggaran akan jauh lebih hemat dan uangnya bisa dialokasikan untuk kebutuhan lain, mengambil asuransi pendidikan misalnya.
  2. Aman dan  Higienis, karena kebersihan alat pompa ASI adalah hal yang utama sehingga setiap alat yang sudah disewa dan dikembalikan akan dibersihkan dan disterilisasi agar tidak ada kuman atau bakteri yang tertinggal sehingga membahayakan si kecil yang imunitasnya belum berkembang sempurna.
  3. Mudah dan Cepat, karena bisa di pesan melalui online sehingga ibu bisa melakukan pemesanan kapan saja dan di mana saja asalkan terjangkau pengirimannya. Untuk memudahkan komunikasi, sudah tersedia beberapa pilihan kontak seperti melalui WA, Instagram, atau melalui telpon yang nomor kontaknya mudah di akses. Jika ibu mendadak membutuhkan alat pompa ASI, maka layanan bisa langsung ibu dapatkan.
  4. Pilihan Alat Pompa ASI dan Konsultasi Gratis, dengan beragam pilihan alat pompa ASI maka ibu akan lebih leluasa memilih yang tepat dan tentunya sesuai kebutuhan karena alat tersebut pastilah akan di bawa ibu bekerja agar bisa memompa ASI di sela-sela waktu istirahat, nah...di BIRU.ID tersedia beragam pilihan alat pompa ASI sesuai kebutuhan ibu. Bagi ibu yang masih bingung memilih alat pompa ASI yang tepat, maka tersedia saluran konsultasi gratis sebelum ibu memilih alat pompa ASI, seperti kecepatan pompa, ukuran pompa, dan beragam pertanyaan lainnya. Dengan pengalaman menangani penyewaan alat pompa ASI banyak ibu, tentu ada solusi yang tepat untuk mengatasi kebingungan ibu saat memilih alat pompa ASI.
Namun, pastikan meskipun saat bekerja ibu tidak menyusui bayi secara langsung, usahakan untuk memberikan instruksi yang jelas kepada pengasuh yang membantu merawat bayi bagaimana cara yang tepat untuk memberikan ASI yang sudah di pompa dan di simpan dalam lemari penyimpanan ASI, agar ASI yang diberikan tetap eksklusif dan terjamin kebersihannya serta tidak terkontaminasi bakteri atau virus yang membahayakan. Selain itu, pastikan ibu tetap makan makanan yang sehat saat berada di tempat bekerja agar ASI yang diberikan tetap berkualitas dan nutrisinya optimal. Disarankan untuk membawa bekal dari rumah dengan menu makanan yang sehat agar ibu tidak tergoda membeli jajanan atau makanan yang kurang sehat. Bawalah makanan dengan porsi yang cukup banyak dan jangan lupa membawa buah-buahan karena ibu menyusui biasanya mudah sekali merasa lapar. Yuk persiapkan sedini mungkin agar ibu nyaman kembali bekerja setelah cuti melahirkan dan bayi yang ditinggalkan merasa aman serta tercukupi nutrisinya!

14 komentar:

  1. Support system yg baik amat diperlukan untuk ibu yg baru melahirkan ya Mak.
    Semoga ibu2 diberi kebahagiaan dan keberkahan oleh Yang Maha Kuasa
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    BalasHapus
  2. Mantap deh, persiapannya panjang dan lebar, ya. Pasti udah lancar nih ya, bekerja sambil tetap menyusuinya.

    BalasHapus
  3. pompa asi jadi alat bantu yg penting ya buat ibu bekerja supaya bayinya di rumah tetap bisa minum ASI. untuk ibu rumahan juga bisa dipakai agar ASI yg berlebih bisa disimpan dan digunakan jika sesekali bepergian tanpa membawa bayi :)

    BalasHapus
  4. dulu mau beli pompa asi mikir-mikir, harganya mahal dan belum tentu cocok juga di pakai. Kalau ada persewaan pompa asi gini memudahkan ya buat para ibu, nggak cocok bisa ganti sewa yang lain

    BalasHapus
  5. Meski belum akan punya debay, tapi artikel ini bermanfaat banget jika suatu saat dikaruniai debay. Ternyata perlu persiapan dan perencanaan matang yaa...

    BalasHapus
  6. Jadi inget setaun yang lalu pas mutusin resign.. Enggak punya pengasuh gitu mom akhirnya daycare

    BalasHapus
  7. Merencanakan 3 hal di atas itu penting banget ya mbak untuk ibu bekerja. Saya memang tidak bekerja dan stay di rumah. Tapi mendukung banget artikel ini karena diluar sana banyak ibu muda bekerja yang butuh dukungan .

    BalasHapus
  8. Sewa pompa asi bisa jadi pilihan yg tepat. Kalo langsung beli kadang masih bingung mana yg pas huat kita. Kalo sewa kan bisa dicoba2 mana yang pas.

    BalasHapus
  9. mencari pengasuh bayi yang cocok ini menantang. Ada pilihan antara hire ART, baby sitter, atau day care aja. Apapun pilihannya semoga ibu dan bayi bahagia.

    BalasHapus
  10. Nggak pernah terpikir sebelumnya bahwa ibu bekerja harus mencari referensi pengasuh bayi sampai sedetail itu. Tapi benar juga, ya. Kita tentunya harus memastikan pengasuh memiliki referensi yang baik karena kita akan menitipkan anak kita kepadanya. Biar kerjanya juga lebih tenang gitu yaaa. Terima kasih infonya Mbak ��

    BalasHapus
  11. Aku dulu terbantu banget dengan pompa ASI, namun masih model manual gitu.
    Sekarang ada banyak macamnya ya pompa ASI, bahkan enak juga bisa nyewa. Malah lebih hemat kalo nyewa karena pakainya juga paling lama 2 tahun nggak ada

    BalasHapus
  12. wuah,lebih praktis ya memang kalo kita bisa sewa pompa asi. karena masa pakainya juga nggak lama kan, paling cuma dua tahunan aja. Aku baru tau deh tentang biru.id ini. makaso infonya ya maaaak

    BalasHapus
  13. Dulu pasca melahirkan anak kedua, pusiiiingg banget mencari pengasuh anak. Alhamdulillah dapet, tetangga di kampung yang udah setengah baya. Awet banget sampe sekarang anakku udah usia 10 tahun hehehee...

    Ibu bekerja memang selalu pening saat harus mencari pengasuh ketika harus kembali masuk ke kantor. Sungguh pengorbanan ibu yang luar biasa ya.

    BalasHapus
  14. Sekarang makin banyak kemudahan ya dengana danya sewa pompa ASI, pas saya lahiran dan ASI kurang optimal keluar, saya meminta suami untuk buru-buru beli pompa manual.

    BalasHapus

Copyright : elisakaramoy (2017). Diberdayakan oleh Blogger.