Lakukan Cara Ini Agar Anak Mudah Belajar Menulis

Setiap orangtua, pasti menginginkan anak-anaknya tumbuh sehat, cerdas, dan tentu saja berprestasi, sehingga tumbuh kembangnya bisa optimal. Tidak heran jika sejak duduk di TK (Taman Kanak-kanak), orangtua sudah berusaha agar anaknya bisa belajar menulis dengan baik, apalagi menulis adalah salah satu kemampuan motorik halus yang harus dikuasai anak-anak. Melalui belajar menulis, anak-anak akan memiliki sebuah media untuk menyalurkan emosi maupun ekspresi diri terhadap perasaannya, entah itu perasaan marah, senang, kecewa, sedih, dan lainnya. Anak yang belajar menulis sejak dini tentunya memiliki modal awal untuk siap melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya, apalagi banyak sekolah yang mensyaratkan anak untuk bisa membaca dan menulis sebelum masuk SD, meskipun kemampuannya masih sederhana. Menulis juga menjadi sarana si kecil untuk belajar menuangkan ide serta gagasannya dalam media yang mudah di mengerti oleh orang-orang di sekelilingnya, terutama orangtua.

Belajar Menulis
Gambar: Pixabay.com
Bahkan, untuk urusan belajar menulis pada anak ini, berbagai penelitian sudah dilakukan dan terbukti jika menulis dapat membantu perkembangan otak anak dalam berbagai aspek penting, yaitu:
  1. Mengasah kemampuan untuk mengekspresikan diri. Perilaku tantrum terkadang menjadi salah satu cara anak untuk mengekspresikan keinginan yang tidak atau belum bisa tersampaikan, terutama perasaan marah dan kecewa. Umumnya anak yang masih berusia batita belum memiliki media untuk mengekspresikan perasaannya, sedangkan untuk anak yang lebih tua sudah memiliki media tersebut, salah satunya dengan menulis. Berdasarkan hasil penelitian, menulis merupakan satu cara untuk mengasah skill atau kemampuan untuk belajar mengekspresikan perasaan dan keinginanya dengan cara yang lebih mudah di mengerti orang lain.
  2. Membangun rasa percaya diri anak. Namanya juga anak-anak, terkadang orangtua banyak yang menyepelekan keinginan, gagasan, dan juga idenya. Nah...menulis bisa menjadi terapi yang bisa membangun rasa percaya diri si anak, sehingga bisa menuangkan pikiran sekaligus perasaannya.
  3. Melatih kreativitas bahasa anak. Yap...menulis membuka jalan agar anak tidak hanya bisa mengekspresikan perasaannya, namun juga melatihnya agar mampu berkomunikasi dengan baik karena menulis dapat melatih kreativitas bahasa anak sehingga mudah di mengerti oleh orang disekitarnya. Selain itu, ketika dewasa kelak, anak akan terbiasa mencari solusi atas semua masalah yang dihadapi karena kemampuan menulisnya ini.
Nah...inilah yang menjadi alasan mengapa penting bagi anak sejak dini belajar menulis, apalagi sejak TK, banyak sekolah-sekolah yang mulai mengajarkan kemampuan menulis anak dari hal-hal yang sederhana dan menarik tentunya. Nah...belajar menulis enggak hanya dilakukan di sekolah, karena di rumah pun orangtua disarankan untuk membantu anak belajar menulis, tentunya dengan cara yang tepat dan disesuaikan dengan karakter belajar anak.
Cara jitu Belajar Menulis Untuk Anak
1. Menulis Dengan Menebalkan Trace The Dot

Orangtua perlu mengetahui, bahwa mengajarkan anak untuk menulis dengan menebalkan Trace The Dot sangat mudah diikuti oleh anak. Bahkan orangtua bisa membuat pola sendiri secara manual yang menggambarkan huruf, angka, bentuk tertentu, atau sebuah rangkaian tertentu untuk media anak belajar menulis. Pola titik-titiknya dapat di buat dengan menggunakan pensil.

Selain dapat di buat dengan cara manual, cara ini membuat anak lebih mudah belajar menulis. Trace The Dot juga bisa di dapat dari buku, atau mencetak font sejenis melalui gambar yang di peroleh dari internet. Nah...cara ini di nilai lebih praktis karena dapat mempersingkat waktu daripada membuatnya secara manual. Melalui metode Trace The Dot ini, anak dapat menebalkan atau menyambungkan titik agar dapat menciptakan satu bentuk tertentu.

2. Menulis Dengan Menebalkan Huruf yang Tipis.

Metode berikutnya untuk membantu anak belajar menulis adalah dengan cara menebalkan huruf-huruf tipis setelah anak menyelesaikan metode Trace the Dot. Sama seperti metode sebelumnya, anak-anak yang berusaha menebalkan huruf tipis dapat menggunakan media serupa, mulai dari membuatnya sendiri, menggunakan buku khusus menulis hingga mencari bahan di internet lalu kemudian di print di atas kertas A4.

Tips dalam mencari pola huruf, cobalah untuk mencari pola huruf yang agak besar agar anak mudah belajar dan dapat menulis dengan maksimal. Huruf yang terlalu kecil membuat anak kesulitan dan kurang tertarik untuk menebalkannya.

3. Menulis Dengan Menjiplak.

Memegang pensil atau membentuk huruf terkadang cukup sulit bagi anak yang baru pertama kali belajar menulis, seringkali karena kesulitan ini anak menjadi putus asa dan menolak untuk belajar menulis. Untuk itu dibutuhkan metode yang memudahkan anak belajar menulis sekaligus mengasah kemampuan motorik halusnya, yaitu dengan cara menjiplak. Nah...metode menjiplak ini sendiri biasanya menggunakan media kertas yang lebih tipis sehingga anak bisa dengan mudah melihat pola atau bentuk yang akan dijiplaknya.

4. Menulis Dengan Huruf Tunggal.

pengenalan huruf tunggal adalah cikap bakal anak belajar merangkai kalimat untuk belajar menulis. Nah...agar memudahkan anak belajar mengenali huruf sekaligus belajar menulis, kenalkan terlebih dahulu huruf vokal dan ajarkan anak menulis huruf tersebut, setelah anak mahir barulah lanjut ke tahap berikutnya, yaitu huruf konsonan. Setelah di rasa anak cukup mengenal huruf tersebut, latih anak belajar menulis dengan mengabungkan dua jenis huruf tersebut sehingga membentuk suku kata yang bisa terbaca.

5. Menulis Suku Kata.

Metode ini bisa dilakukan setelah anak cukup mahir menulis huruf-huruf, serta bisa membedakan mana yang huruf konsonan dan mana yang huruf vokal. Namun, pastikan hanya memberika suku kata yang terdiri dari dua huruf, seperti ba, ca, sa, ta, dan seterusnya. Selain belajar menulis, metode ini bisa membantu anak belajar membaca dengan cara yang lebih mudah.

Selama proses pembelajaran, dukungan positif dari orangtua sangat dibutuhkan anak, apalagi untuk anak-anak yang masih kecil, semangat serta mood-nya masih naik turun, sehingga orangtua harus jeli melihat peluang kapan mood belajar anak muncul. Namun yang pasti, orangtua wajib mengapresiasi hasil belajar anak, salah satunya dengan cara menempel hasil kreativitasnya di dinding kamar atau tempat tertentu sehingga bisa terekspos oleh penghuni lainnya atau tamu yang sedang berkunjung. Terkadang pujian dan komentar yang mengapresiasi semangat anak untuk belajar menulis akan membuatnya merasa di hargai, terutama oleh orangtuanya sendiri.

Demikian beberapa metode atau panduan belajar menulis yang membuat anak belajar lebih mudah, terutama untuk anak yang masih duduk di Taman Kanak-kanak. Jangan patah semangat yah bunda untuk terus mengajari anak menulis, karena semangat orangtua akan membuat anak juga bersemangat belajar menulis, karena dengan menulis maka potensi dan kreativitas anak akan berkembang maksimal, anak akan berpotensi tumbuh menjadi pribadi yang cerdas.

Tidak ada komentar:

Copyright : elisakaramoy (2017). Diberdayakan oleh Blogger.