Nikmati Wisata Nostalgia Di 5 Tempat Ini Di Kota Palembang

"Bahagia itu sederhana, ketika melihat keluarga masih diberi kesehatan dan masih bisa berkumpul bersama mereka."
Jembatan Ampera Palembang
Jembatan Ampera 
(Sumber Foto : Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan)
Meskipun hanya memiliki 2 saudara kandung, namun ayah dan ibu saya berasal dari keluarga besar dengan jumlah saudara lebih dari 10 orang, bayangkan berapa banyak saudara sepupu yang saya miliki. Namun dari banyaknya jumlah paman dan bibi, baik dari pihak ayah maupun ibu, mungkin hanya setengahnya yang intens berhubungan dengan keluarga kami sejak saya masih kecil. Maklum, ayah saya berasal dari daerah Sulawesi, tepatnya Manado, sedangkan ibu saya berasal dari Palembang, Sumatera Selatan, dan karena sejak kecil saya tinggal di Lampung yang dekat dengan daerah Palembang, otomatis keluarga yang dekat dan intens berkomunikasi sejak saya masih kecil adalah keluarga dari pihak ibu saya. Sebagian besar saudara ibu masih menetap kelahiran mereka di Kota Palembang, namun ada juga yang merantau di berbagai kota lain di Pulau Jawa. Dahulu, saat nenek dari pihak ibu masih sehat, momen spesial seperti Hari Raya Idul Fitri adalah waktunya semua keluarga berkumpul di rumah besak (artinya besar dalam bahasa Palembang) milik nenek saya. Saya ingat rumah nenek saya adalah rumah panggung khas Palembang yang berada di tepi Sungai Musi, sungai besar yang membelah Kota Palembang menjadi kawasan Ulu dan Ilir, dan rumah nenek berada di daerah dua ulu.

Palembang
Sumber Foto : Pribadi
Sejak nenek tiada, frekuensi pertemuan dengan keluarga besar ibu menjadi berkurang, dan hanya pada momen-momen tertentu keluarga bisa berkumpul. Biasanya keluarga besar masih bisa berkumpul jika ada momen pernikahan salah satu anggota keluarga, tapi tidak semua anggota keluarga bisa hadir. Tapi sekitar dua tahun yang lalu, ketika sepupu tertua saya menikahkan putri sulungnya, jumlah saudara yang hadir cukup banyak, mungkin karena pilihan hari yang tepat, jelang akhir tahun dan anak-anak sekolah mulai libur. Tidak ada alasan bagi saya untuk tidak hadir, kebetulan sepupu saya tinggal di Bandar Lampung, jadi selain menghadiri pesta, saya bisa sekalian pulang ke rumah bersama keluarga. Momen waktu yang pas membuat banyak keluarga besar yang hadir pastinya sangat membahagiakan, karena ada beberapa saudara yang hampir 10 tahun tidak bertemu, sejak nenek kami tiada. Setelah mengobrol panjang lebar, akhirnya kami bersiap-siap untuk memanfaatkan sedikit waktu yang tersisa dengan mengunjungi Kota Palembang...berwisata nostalgia seperti rencana sebelumnya.

Sebenarnya perjalanan menuju Kota Palembang dari Kota Bandar Lampung bisa melalui jalan darat, dengan jarak antara 300 - 400 kilometer melalui jalur lintas timur dengan waktu tempuh sekitar 10 jam, saat itu Tol Trans Sumatera belum ada. Beberapa saudara menyatakan tidak sanggup jika harus menyetir nonstop dengan jarak tempuh lumayan jauh, apalagi setelah itu harus lanjut lagi pulang ke daerah asal, seperti saya yang kini tinggal di Tangerang. Akhirnya kami sepakat memilih naik kereta api, transportasi alternatif yang menurut kami paling nyaman, meskipun lama perjalanan sekitar 10 jam tapi di sepanjang jalan anak-anak bisa beristirahat dengan nyaman. Agar anak-anak bisa melihat pemandangan alam selama naik kereta, kami memilih perjalanan siang hari, berangkat dari Stasiun Tanjung Karang menuju Stasiun Kertapati, Palembang. Tapi saat pulang, kami memutuskan menempuh perjalanan malam hari, karena setelah tiba di Bandar Lampung, kami harus lanjut pulang ke kota asal.

Kereta Api Sriwijaya
Sumber Foto : Pribadi
Oh ya...karena jumlah rombongan bertambah, tadinya hanya sekitar 10 orang bertambah menjadi 20 orang, akhirnya saat pesan tiket kereta api tambahan secara online melalui website Pegipegi mengalami sedikit kesulitan, untunglah masalah bisa teratasi dengan mudah dan cepat. Pesan tiket menjadi lebih mudah karena koordinasi antar anggota keluarga cukup intens melalui Grup WhatsApp. Singkat kata, setelah jeda puluhan tahun, akhirnya kami bisa menjejakkan kaki kembali di Kota Palembang. Perjalanan pertama tentu saja menuju Jembatan Ampera, yang sejak dahulu terkenal sebagai ikon Kota Palembang. Keluarga di Palembang pun sudah menunggu dan siap mengantarkan kami menjelajah beberapa sudut Kota Palembang, menikmati wisata nostalgia. Sayangnya, kami tidak memiliki banyak waktu mengunjungi beberapa tempat wisata yang berpotensi membangkitkan kenangan masa lalu saat masih kecil dahulu. Akhirnya kami sepakat di lain waktu kami akan berkunjung kembali ke Kota Palembang dan menikmati beberapa tempat wisata nostalgia. Berikut 5 tempat yang biasanya dijadikan destinasi wisata nostalgia para wisatawan.

Jembatan Ampera Palembang
Sumber Foto : Pribadi
1. Jembatan Ampera.

Siapa yang tidak kenal dengan ikon Kota Palembang yang di bangun tahun 1962 ini, membentang di atas sungai musi dan menghubungkan wilayah seberang ulu dan ilir. Dari atas jembatan, kita bisa menikmati pemandangan indah sungai musi dan lalu lalang perahu, karena hingga kini perahu masih menjadi transportasi pilihan masyarakat untuk menyeberang dari kawasan ulu ke ilir. Dahulu, rumah nenek saya berada di seberang ulu, tepatnya dua ulu dan berada di tepian sungai musi. Saat berkunjung empat tahun lalu, kami masih sempat mengunjungi rumah nenek yang kini ditempati salah satu saudara nenek sambil melewati jembatan ampera yang semakin dipercantik, bahkan katanya sekarang makin bagus apalagi jika di nikmati saat malam hari sambil mengenang masa lalu...benar-benar cocok menjadi destinasi wisata nostalgia.

2. Benteng Kuto Besak.

Benteng peninggalan masa penjajahan Belanda ini berada di tepi sungai Musi, dahulu saat kecil kami sering bermain di kawasan benteng ini karena tidak terlalu jauh dari rumah nenek. Tapi sekarang kondisinya semakin bagus dan di tata dengan baik sehingga bisa menjadi tempat yang nyaman untuk bersantai bersama keluarga sambil menikmati lalu lalang perahu di sungai musi. Ketika melewati benteng ini saat malam hari, kami merasa kaget dengan indahnya benteng ini saat malam hari dihiasi dengan lampu warna-warni.Selain menikmati indahnya bangunan bersejarah peninggalan zaman penjajahan, wisatawan yang memiliki kenangan masa kecil bermain di sekitar Benteng Kuto Besak ini bisa sambil berwisata nostalgia lho, sayang saat itu saya tidak sempat mampir di benteng ini.

3. Bukit Siguntang.

Bukit kecil setinggi 29 - 30 meter di atas permukaan laut ini masuk dalam wilayah kelurahan Bukit Lama dan berjarak sekitar 3 kilometer dari tepian utara sungai musi. Dahulu, salah satu kerabat nenek tinggal di sekitar kawasan ini sehingga kami pernah di ajak mengunjunginya. Bukit Siguntang ini memiliki arti penting dalam sejarah Kerajaan Sriwijaya karena ditemukan berbagai peninggalan bersejarah yang dipercaya memiliki keterkaitan dengan Kerajaan Maritim terbesar di nusantara dahulu. Salah satu peninggalan bersejarah yang cukup terkenal adalah Arca Buddha Amarawati, makam keturunan Kerajaan Sriwijaya, dan berbagai peninggalan bersejarah yang dipercaya sebagai peninggalan masa Kerajaan Sriwijaya. Dahulu yang saya ingat bukit ini banyak ditumbuhi pepohonan sehingga suasana sangat hijau, tapi kini kawasan Bukit Siguntang semakin tertata dan yang pasti membuat nyaman wisatawan saat mengunjunginya, apalagi tempat wisata yang satu ini juga menjadi bagian dari perjalanan wisata nostalgia.

4. Pulau Kemaro.

Pulau yang merupakan delta kecil di sungai musi ini hanya berjarak kurang lebih 6 km dari Jembatan Ampera, dan sangat terkenal di kalangan wisatawan sebagai tujuan wisata religi khususnya untuk penganut Buddha dan Konghucu. Di pulau ini terdapat vihara dan kuil buddha, namun yang menjadi daya tarik utama adalah Pagoda berlantai 9 yang berdiri tegak di tengah pulau berhadapan dengan dua makan yang menjadi cikal bakal legenda Pulau Kemaro disebut juga pulau jodoh, yaitu makam pangeran dari negeri cina dan putri kerajaan sriwijaya. Dahulu saat kecil, kami juga di ajak mengunjungi pulau ini karena letaknya tidak terlalu jauh dari rumah nenek, asyiknya untuk menuju ke sana kami harus naik perahu, jadi hitung-hitung sebagai wisata bahari. Di tempat ini, banyak juga wisatawan yang secara khusus datang untuk berwisata nostalgia, sayangnya kami tidak sempat mengunjungi pulau ini.

5. Masjid Agung Palembang atau kini bernama Masjid Agung Sultan Mahmud Badarudin I.

Masjid yang menjadi kebanggaan warga Palembang ini adalah salah satu masjid tertua di Indonesia, yang memadukan tiga unsur kebudayaan, yaitu Indonesia, Eropa, dan Tiongkok (Cina). Dahulu, semua aktivitas keagamaan dipusatkan di masjid kini, dan saat bulan Ramadhan adalah puncak dari keramaian karena banyak masyarakat Palembang yang memilih melakukan ibadah sholat tarawih di masjid tua ini. Bangunan masjid ini sendiri memiliki arsitektur yang sangat menarik dan sejak tahun 1700-an sudah mengalami beberapa kali renovasi. Selain menjadi pusat aktivitas umat muslim di Kota Palembang, masjid ini memiliki peran yang sangat strategis saat perjuangan melawan penjajahan Belanda, tidak heran jika tahun 1659 M pernah hancur dan akhirnya di bangun kembali oleh Sultan Palembang yang kini diabadikan namanya menjadi nama baru Masjid Agung Palembang, yaitu Sultan Mahmud Badarudin I. Banyak wisatawan yang berkunjung tidak hanya untuk urusan ibadah, tapi juga menikmati nostalgia masa lalu saat berada di masjid ini.

Masjid Agung Sultan Mahmud Badarudin Palembang
Masjid Agung Sultan Mahmud Badarudin 
(Sumber Foto: Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan)
Spot-spot perjalanan ini sudah terekam di benak saya untuk suatu saat saya kunjungi kembali bersama keluarga, atau bersama saudara lainnya seperti dulu, apalagi letak Kota Palembang tidak terlalu jauh dari kampung halaman tempat saya dibesarkan, yaitu Lampung. Selain itu, pilihan transportasi juga semakin banyak, namun bagi saya kereta api tetap menjadi moda transportasi favorit jika memiliki kesempatan mengunjungi kembali Kota Palembang apalagi pesan tiket kereta api juga semakin mudah dan cepat.
Persiapkan Hal Berikut Ini Sebelum Melakukan Perjalanan Dengan Kereta Api
Waktu perjalanan yang cukup lama sekitar 9 - 10 jam pastinya ada hal-hal penting harus dipersiapkan agar perjalanan lancar hingga sampai ke tujuan seperti berikut ini:
  1. Bawalah bekal yang cukup selama perjalanan, seperti makanan, minuman, juga obat-obatan, meskipun di atas kereta api menyediakan layanan restorasi namun jika jumlah penumpang cukup banyak, waktu pemesanan menjadi lebih lama. Tapi ingat! Buanglah sampah pada tempat yang telah disediakan agar kereta tetap bersih dan nyaman.
  2. Bawa perlengkapan untuk istirahat, seperti bantal leher atau jaket jika melakukan perjalanan saat malam hari.
  3. Pesan Tiket Kereta Api jauh-jauh hari, idealnya tiga atau dua minggu sebelum tanggal keberangkatan agar bisa leluasa memilih layanan kereta api yang tersedia. 
Untuk memudahkan perjalanan pastikan memilih layanan pembelian tiket kereta api yang bisa di akses secara online sehingga pesan tiket kereta api bisa lebih mudah dan cepat, melalui aplikasi mobile Pegipegi. Sebenarnya pesan tiket kereta api di Pegipegi bisa dilakukan melalui website seperti yang kami sekeluarga lakukan dua tahun yang lalu, namun aplikasi mobile Pegipegi versi terbaru justru dirancang untuk pemesanan tiket yang jauh lebih mudah dan cepat. 

Tiket Kereta Api
Aplikasi Mobile Pegipegi
Berikut cara pesan tiket kereta api melalui aplikasi mobile Pegipegi.
  • Pada tampilan pertama selain banner promosi, ada 3 menu utama pilihan, yaitu pesawat, hotel, dan kereta api, scroll ke bawah ada beragam travel tips, dan terakhir bantuan pelanggan, baik melalui telepon atau email. 
  • Jika pilih perjalanan dengan kereta api maka akan muncul fitur pemesanan yang meliputi asal dan tujuan, waktu keberangkatan, dan jumlah penumpang. Oh ya...di akhir menu ada fitur terakhir dilihat yang memuat informasi riwayat pencarian sebelumnya. 
  • Isi data penumpang yang akan berangkat dengan lengkap, setelah itu pilih metode pembayaran yang termudah, dan segera lakukan pembayaran sebelum batas waktu habis untuk menghindari pembatalan sehingga tiket yang sudah didapatkan dengan susah payah hilang.
  • Jangan lupa daftarkan email agar mendapatkan informasi tercepat promo eksklusif dari Pegipegi, siapa tahu mendapat diskon promo yang bikin hemat saat pembelian...asyik kan!
Tiket Kereta Api
Menu pesan tiket kereta api Pegipegi
Jadi jangan lupa persiapkan hal-hal tersebut agar perjalanan menikmati nostalgia bersama keluarga menjadi momen spesial yang menyenangkan dan menyisakan kenangan indah saat mengingatnya. Tapi yang pasti, momen berkumpul bersama keluarga besar membuat kami bersyukur masih diberikan kesehatan dan umur panjang untuk terus menjalin silahturahmi...Pegipegiyuk!

Referensi Artikel:
https://id.wikipedia.org/
https://www.indonesiakaya.com/jelajah-indonesia/detail/mengenang-kejayaan-palembang-dari-bukit-siguntang

21 komentar:

  1. Pasti masa kecilnya Mak Elisa bahagia banget bisa menjumpai berbagai ikon Kota Palembang yang hingga kini masih terkenal yah.
    Penasaran pengen ke Jembatan merah Amperanya Mak, terus coba begimana rasanya pempek khas itu, uwuuuhhh
    Maacih untuk artikelnya, Mak
    Jadi tahu wisata lain yang bisa dikunjungi saat ke Palembang nih hehheee

    BalasHapus
  2. pengen banget ke Palembang deh kalo liat destinasinya. makanannya ga sekalian diulas tuh

    BalasHapus
  3. Aku juga kalau ke palembang nanti pasti bakalan ke jembatan ampera yang bersejarah dan Masjid Agung nya

    BalasHapus
  4. Ngemil pempek di jembatan ampera kayaknya syahdu ya. Belum pernah ke Palembang, mudah-mudahan bisa secepatnya ada kesempatan ke Palembang.

    BalasHapus
  5. Nah, tips pertama itu, gue banget!
    Bawa bekal. Apalagi untuk perjalanan jauh.

    Beberapa waktu lalu pas perjalanan lintas timur, aku sempat lewat kota Palembang, karena mau langsung ke Jambi. Aku sudah menuliskannya di blog, monggo search pakai "linta timur" ya
    Hahaha... modus akutu^^

    Karena sudah sore, takut kemalaman, jembatan ampera kami skip deh.

    Jadi, dari 5 destinasi wisata di atas, belum ada nih yang aku kunjungi, tapi bisa menambah referensi.

    BalasHapus
  6. Kalau dengar kata Palembang, aku jadi teringat teman di sana tp tinggalnya di lubuk linggau dan ingat Musi rawas, smga saja bsa ke sana nanti

    BalasHapus
  7. Masya Allah.. aku jadi kangen Palembang mba.. dulu masa kecil pernah lama tinggal disana karena ayah di dinas tugaskan disana. Gampang ya kalau mau kesana tinggal join pegipegi aja..

    BalasHapus
  8. Pengen main ke Palembang. Ada beberapa teman chating dari sana. Tapi belum kesampaian untuk ke sana. Penasaran banget sama Jembatan Ampera.

    BalasHapus
  9. Wah ternyata blasteran Manado dan Palembang ya Mbak, kalau aku Sunda Bugis hehe meriah juga keluarganya..aku kangen Palembang..mau kemana tahun ni tiket kok mahal huhu

    BalasHapus
  10. Hampir semua pernah dikunjungi, tapi waktu ke bukit Siguntang udah sampai depannya malah ga boleh masuk karena katanya hanya dikhususkan untuk peziarah

    BalasHapus
  11. Wah baru satu yang sempat saya kunjungi, yaitu jembatan ampera. Tapi yang penting bisa puas makan mpekmpek di sana hehehe...

    BalasHapus
  12. Wah, asyiknya kota Palembang. Aku belum pernah kesana, semoga suatu saat ada rejeki bisa kesana :)

    BalasHapus
  13. Aku ke Palembang tapi cuma ke rumah kakak sepupunya suami, dan numpang tidur karena mau melanjutkan perjalanan darat ke Pekanbaru. Udah ditawari sih sama kakak, karena tahu kegiatanku selama ini adalah post artikel di blog. Tapi aku lihat sajian pempek, tekwan, dan rendang di atas meja. Jadi sayang kan kalo malah jajan di luar.

    Semoga suatu hari bisa ke Palembang dan mengunjungi lima tempat yang bakal jadi nostalgia nantinya.

    BalasHapus
  14. Ingat palembang ingat pempek nya yang kalo makan ga mau berhenti hehe.. Dulu ke palembang waktu masih kuliah, baru sempat ngunjungi jembatan ampera dan stadionnya aku mba hehe

    BalasHapus
  15. Ingat Palembang ingat sama pempeknya yang kalo dah makan ga mau berhenti, btw aku pernah ke Palembang waktu kuliah mbak dan baru ngunjungi Ampera aja hehe

    BalasHapus
  16. Waah...baru tahu kalau pegipegi melayani pembelian tiket kereta LRT di Palembang.
    Sepertinya euforia dengan alat transportasi ini masih berlanjut yaa...
    Aku jadi pingin cobaa naik KA keren dengan harga yang katanya ramah di kantong.

    Wisata Palembang rasanya tak lengkap tanpa makan pempek di Sungai Musi.
    Aww~
    Indahnya....menikmati matahari tenggelam ditemani semilir angin santai...
    ((mendadak puitis))

    BalasHapus
  17. Jembatan Amperanya ikonik dan gak boleh banget ya buat dilewatkan. Kalau keluarga besarnya antar pulau emang kudu banyak persiapan kalau mau berkunjung. Untung ya sekarang bisa online kaya Pegipegi. Jadi pesannya lebih mudah, gak riweh deh

    BalasHapus
  18. Aku belum pernah ke Palembang mba jadi tahu tempat-tempatnya semoga lain kesempatan bisa ke sini :)

    BalasHapus
  19. Di antara beberapa kota di pulau Sumatera, aku belum pernah mengunjungi Palembang. Dan nyesal juga udah sampe Lampung kok ya gak kepikiran naik kereta ke Palembang yah.

    BalasHapus
  20. Salah satu kota yg ingin sy kunjungi untuk wisata ya palembang pengen menikmati pempek langsung di sana hehe

    BalasHapus
  21. Aku belum pernah berkunjung ke Palembang. Baca ini jadi pingin ke sana. Sepertinya perlu diagendakan. Musti cari libur panjang dulu, nih :D Thanks infonya :)

    BalasHapus

Copyright : elisakaramoy (2017). Diberdayakan oleh Blogger.