Wanita Harus Berpendidikan Tinggi dan Memilih Jurusan yang Tepat

Jumat, Maret 15, 2019
Saya ingat kutipan yang pernah saya baca di sebuah buku, "jika kamu mendidik satu laki-laki, maka kamu mendidik satu orang. Namun, jika kamu mendidik satu perempuan, maka kamu mendidik satu generasi." (Moh. Hatta).
Dahulu setelah lulus Sekolah Menengah Atas (SMA), saya sempat galau apakah harus melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi atau tidak, karena keterbatasan biaya dan kepergiaan ayah saya yang mendadak untuk selama-lamanya. Ketika kegalauan ini saya ungkapkan kepada ibu saya, saya justru di dorong untuk mengikuti tes masuk perguruan tinggi, soal biaya? Menurut ibu saya jika ada niat baik pasti ada jalannya karena pendidikan menurut ibu saya sangat penting untuk wanita. Syukurlah...meskipun sedikit tertatih, akhirnya saya bisa menyelesaikan pendidikan perguruan tinggi saya dengan hasil memuaskan. Yap...terkadang kegalauan apakah harus melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi atau tidak seringkali di alami siswi yang baru saja menyelesaikan jenjang SMA-nya. Apalagi jika di sekitar lingkungan tempat tinggalnya sebagian besar anak perempuan tidak melanjutkan kuliah, entah itu langsung bekerja atau justru memilih berumah tangga. Dua pilihan ini tidaklah buruk, namun jika diiringi dengan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi tentunya akan melengkapi hidupnya di masa yang akan datang apalagi jika memilih jurusan kuliah yang tepat. Sama seperti manusia lainnya, kaum wanita juga memiliki impian dan cita-cita untuk kehidupannya di masa depan, dan melanjutkan kuliah ke jenjang perguruan tinggi adalah salah satu upaya untuk merealisasikan hal tersebut.

Memilih jurusan kuliah
Foto: Pexels
Jika dahulu sebagian besar wanita yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi di dominasi masyarakat yang hidup di daerah pedesaan, namun kenyataannya di kawasan perkotaan yang justru sangat dekat dengan akses pendidikan tinggi, cukup banyak juga wanita yang tidak mengenyam pendidikan tinggi di bangku kuliah. Sesungguhnya ada beragam alasan yang melatar belakangi keputusan tersebut, namun jika di rangkum setidaknya ada beberapa hal yang menjadi alasan wanita tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi seperti berikut ini:
  • Keuangan keluarga yang terbatas sehingga alokasi dana pendidikan lebih diutamakan untuk anak laki-laki, karena sejak dahulu laki-laki adalah tulang punggung atau pencari nafkah utama untuk keluarganya. Meskipun hal ini tidak sepenuhnya benar, karena adakalanya wanita bisa memegang peranan tersebut dengan lebih bertanggung jawab, namun tradisi dan budaya sebagian masyarakat memang merujuk kepada kaum pria sebagai tulang punggung keluarga. Nah...jika mengalami hal ini, sesungguhnya ada solusinya, yaitu dengan mencari beasiswa apalagi saat ini informasi dan referensi seputar beasiswa untuk jenjang pendidikan tinggi bisa di akses dengan mudah.
  • Pemikiran tradisional bahwa meskipun berpendidikan tinggi, toh...akhirnya wanita hanya mengurus rumah tangga dan keluarga, serta sangat jarang yang bisa berkarir di luar rumah. Padahal seperti kutipan di atas, bahwa dengan modal pendidikan tingginya wanita bisa memiliki peluang mendidik putra-putrinya dengan lebih baik hingga tumbuh menjadi generasi muda yang bisa diandalkan, seperti kata pepatah "masa depan bangsa berada di tangan generasi muda," semakin berkualitas ibu yang mendidiknya maka kualitas generasi muda akan semakin baik.
  • Orangtua yang terlalu over protektif terhadap anak perempuannya. Umumnya orangtua memang jauh lebih protektif menjaga anak perempuannya, apalagi di kota-kota besar yang angka kriminalitasnya sangat mengkhawatirkan. Padahal rasa khawatir ini tidaklah beralasan karena di luar sana ada banyak wanita yang sukses menyelesaikan kuliahnya dan berhasil mewujudkan impian serta cita-citanya. Jika anak menyayangi orangtua yang telah bersusah payah mengantarkannya ke bangku kuliah, tentu mereka akan menjaga dirinya dan fokus belajar agar secepatnya bisa menyelesaikan pendidikan. Apalagi pilihan perguruan tinggi untuk kuliah semakin beragam, yang tidak hanya menawarkan jurusan terbaik namun juga jadwal kuliah yang lebih fleksibel.
Memilih jurusan kuliah
Foto: Pexels
Seiring dengan perkembangan zaman, sesungguhnya ada banyak cara kok untuk memberikan kesempatan kepada anak perempuan melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah, salah satunya dengan memilih institusi pendidikan yang menawarkan jadwal kuliah yang fleksibel, bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Jika karena keterbatasan keuangan keluarga, anak perempuan tersebut harus bekerja, maka ada insitusi pendidikan yang membuka kelas khusus yang pekerja dengan hari dan jam kuliah yang fleksibel. Atau jika orangtua merasa berkeberatan dengan alasan keamanan sehingga melarang anak perempuannya kuliah, maka bisa di siasati dengan memilih institusi pendidikan dengan jam belajar pada jam-jam aman untuk anak perempuan berangkat dan pulang kuliah. Melanjutkan pendidikan secata jarak jauh atau online pun juga bisa dijadikan pilihan, karena kuliah di zaman canggih ini tidak selalu identik menerima pelajaran secara langsung atau tatap muka melainkan bisa melalui media digital. Pendek kata, di zaman yang serba digital ini, wanita mutlak harus memiliki latar belakang pendidikan tinggi dengan berbagai alasan, diantaranya:
  1. Seperti kata pepatah "wanita adalah tiang negara" maka di pundak wanitalah tersemat tanggung jawab untuk melahirkan dan mendidik generasi muda yang berkualitas dan berdaya saing tinggi agar dapat membawa bangsanya menuju masa depan yang gemilang. Tentu saja untuk mendidik generasi muda agar cerdas dan berkualitas dibutuhkan seorang ibu yang juga memiliki kualitas mumpuni, baik dari sisi pengetahuan maupun sikap, karena biasanya ibu adalah sosok motivator dan inspirasi pertama untuk anak-anaknya. Dengan beragam alasan ini, rasanya sudah seharusnya wanita memiliki pendidikan dengan kualifikasi terbaik.
  2. Pemikiran tradisional bahwa setinggi apapun pendidikan kaum wanita, pada akhirnya harus di rumah juga tidaklah benar, karena dengan pendidikan tingginya seorang ibu bisa menuntun anak-anaknya mendapatkan bekal pendidikan pertama sebelum akhirnya siap memasuki jenjang sekolah. Bayangkan betapa beruntungnya seorang anak yang dijaga dan di asuh oleh ibunya yang berpendidikan tinggi, hingga nantinya anak-anak ini siap memasuki masa depan yang penuh persaingan.Adakalanya karena kondisi keuangan, seorang ibu dengan pendidikan tingginya harus bekerja di luar rumah, namun apapun profesi seorang ibu, entah itu ibu pekerja atau ibu rumah tangga, pastinya akan selalu mengutamakan kebutuhan dan pendidikan anak-anaknya.
  3. Kemajuan teknologi digital yang serba cepat ini di satu sisi sangat di syukuri karena memudahkan hidup masyarakat modern, namun bak pisau bermata dua, di sisi yang lain jika tidak diantisipasi akan menimbulkan hal-hal yang negatif, terutama untuk anak-anak yang masih belum cukup berpengalaman. Pada titik inilah sosok ibu yang memiliki latar belakang pendidikan cukup sangat diperlukan, karena bisa membantu menuntun anak-anak menggunakan teknologi secara baik dan benar. Yap...tidak semua kemajuan teknologi menimbulkan dampak negatif lho, karena ada banyak pengaruh positif yang memberikan akses pengetahuan dan keterampilan baru untuk anak-anak. Jadi...ibu juga harus mahir menggunakan perangkat teknologi, agar tidak tertinggal jauh dari anak-anaknya. Media digital adalah bagian hidup anak-anak generasi Z, dan ini adalah tantangan terbesar bagi seorang ibu untuk melindungi anak-anaknya dari pengaruh buruk teknologi digital. Dengan bekal pendidikannya, ibu bisa memiliki keterampilan untuk meminimalisir pengaruh buruk tersebut. Untuk alasan itulah, wanita harus berpendidikan tinggi dengan melanjutkan kuliah.
Memilih Jurusan Kuliah
Foto: Pexels
Beragam alasan tersebut rasanya sudah cukup menjadi faktor yang memacu wanita untuk meneruskan pendidikannya ke bangku kuliah. Masalah keterbatasan yang kerap dijadikan alasan untuk memilih tidak meneruskan kuliah sesungguhnya ada banyak solusinya, apalagi jika berprestasi maka mengejar beasiswa bisa menjadi solusi yang mudah. Namun tentu saja, memilih jurusan kuliah ternyata tidak semudah membalikkan telapak tangan, karena seringkali harapan tidaklah seindah kenyataan. Dari beberapa survei kecil yang saya lakukan, hanya sedikit siswa perempuan yang mantap memilih jurusan kuliah yang tepat, sesuai impian dan cita-citanya. Sebagian lagi masih bingung, bahkan belum mengetahui sama sekali jurusan apa yang ingin diambilnya saat mendapat kesempatan kuliah nanti. Berikut beberapa tips yang mungkin bisa membantu memilih jurusan kuliah yang tepat agar tujuan meneruskan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi tidak sia-sia.
  1. Tentukan Minat. Memiliki cita-cita dan impian adalah anugerah yang tidak terhingga karena semua itu akan menuntun wanita menemukan minat atau passionnya. Memilih jurusan kuliah sesuai minat atau passion tentu akan membantu seseorang lebih mudah menjalani dan konsisten saat belajar. Kuliah di perguruan tinggi membutuhkan waktu minimal empat tahun, dan dalam rentang waktu tersebut seringkali muncul masalah yang menghambat proses belajar. Nah...jika jurusan yang dipilih sesuai minat atau passion, maka ilmu yang dimiliki pastilah akan berkembang maksimal hingga akhirnya membuka peluang masa depan yang lebih cerah.
  2. Pilih Jurusan yang tersedia. Biasanya jelang ujian akhir sekolah, banyak informasi yang dapat di akses untuk memilih jurusan kuliah yang tepat dan sesuai minat, termasuk perguruan tinggi yang memiliki fasilitas jurusan tersebut. Cari informasi sedetail dan seakurat mungkin tentang ketersediaan jurusan tersebut, berapa daya tampungnya serta berapa banyak pesaing yang juga berminat dengan jurusan tersebut. Hal ini akan membantu untuk mempersiapkan diri lebih maksimal saat ujian masuk perguruan tinggi. Jangan lupa, pertimbangkan juga lokasi perguruan tinggi tersebut dan diskusikan dengan orangtua agar cita-cita untuk meneruskan kuliah berjalan lancar.
  3. Akreditasi Jurusan dan Perguruan Tinggi. Status akreditasi menjadi hal yang penting diperhatikan saat memilih perguruan tinggi serta jurusan yang di minati, karena status akreditasi menjadi indikator kualitas dan mutu dari jurusan serta perguruan tinggi tersebut. Terkadang ada perusahaan atau institusi yang mensyaratkan jumlah nilai serta asal perguruan tinggi kepada calon karyawan dengan harapan setelah di terima bekerja karyawan tersebut menunjukkan kinerja yang baik.
  4. Perhatikan komposisi mata kuliah yang diajarkan pada jurusan tersebut. Pertimbangkan apakah mata kuliah tersebut akan memberikan bekal ilmu pengetahuan yang cukup bagi lulusannya untuk memasuki dunia kerja yang penuh persaingan  
  5. Persiapan Biaya. Ada banyak solusi yang ditawarkan kepada calon mahasiswa yang memiliki keterbatasan dalam hal biaya, salah satunya dengan beasiswa, namun untuk mendapatkan beasiswa tersebut tentu dibutuhkan kerja keras dan di tunjang dengan prestasi yang baik. Ketahuilah, beasiswa tidak hanya bisa didapatkan sebelum masuk kuliah, namun saat kuliah pun ada banyak beasiswa yang ditawarkan, tentunya dengan persyaratan tertentu, seperti berprestasi, nilai yang bagus, dan lain-lain. Jangan lupa untuk mempertimbangkan biaya-biaya lain, seperti tempat tinggal jika memilih kuliah di luar kota, biaya makan, transportasi, dan lain-lain, agar impian meneruskan kuliah pada jurusan yang di minati berlangsung lancar. Percayalah, ada banyak cerita sukses mahasiswi yang memiliki dana terbatas namun berhasil menyelesaikan kuliahnya dengan baik.
Tidak ada batasan bagi wanita untuk menuntut ilmu, karena ilmu sangat dibutuhkan meskipun pada akhirnya banyak wanita yang memutuskan untuk fokus mengurus rumah tangga dan keluarga. Apalagi dengan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan yang sangat cepat, yang tidak bisa dipungkiri akan memberikan dampak negatif bagi anak-anak pada fase-fase tertentu. Pada titik inilah dibutuhkan sosok ibu, yang tidak hanya piawai mengurus rumah tangga namun juga beradaptasi dengan kemajuan teknologi dalam bentuk beragam perangkat digital. Di masa depan, peran ibu sebagai sosok pertama yang menjadi benteng terhadap pengaruh negatif teknologi semakin besar dan berat. Inilah alasan yang membuat wanita harus berpendidikan tinggi dan memilih jurusan kuliah yang tepat, agar nantinya sosok ibu tidak hanya menjadi pelindung anak-anaknya namun juga sebagai sosok inspiratif, yang selalu menginspirasi keluarga dan lingkungan di sekitarnya. Yuk, tingkatkan ilmu dengan kuliah!

Tidak ada komentar:

Copyright : elisakaramoy (2017). Diberdayakan oleh Blogger.