(Sharing Parenting Digital) Jadwalkan Rutinitas Untuk Membersihkan Jejak Digital Anda

Sharing Parenting Digital

Terus terang, saya kurang pandai memasak dan di tambah lagi suami lebih pintar memasak dari saya sehingga situasi dan kondisi sangat mendukung lemahnya keinginan saya untuk belajar memasak. Meskipun demikian, bukan berarti saya tidak bisa memasak sama sekali lho...karena untuk jenis masakan yang berbahan dasar serta berbumbu mudah saya bisa memasaknya. Tapi beberapa jenis masakan yang membutuhkan penanganan secara khusus dan berbumbu rumit serta banyak, yah...saya cukup menjadi penikmat saja. Biasanya, semasa Almarhumah ibu saya masih hidup, setiap kali beliau memasak jenis masakan yang tergolong berat menurut saya, saya cukup menjadi asisten pengiling bumbu, pesuruh ke warung jika ada bahan yang kurang, atau sebagai pencuci peralatan masak setelah selesai. Setelah masakan matang, tugas saya berikutnya adalah bagian icip-icip dan biasanya nyicipnya ngak cukup pake sendok sayur tapi kudu pake piring yang ada nasinya...hehehe.

Tapi, seiring perkembangan zaman, tradisi menggiling bumbu sudah jarang dilakukan, karena sudah tersedia banyak pilihan bumbu instan, bahkan untuk jenis masakan yang tergolong rumit sekalipun, seperti rendang, soto, gulai, dan masih banyak lagi. Bahkan, untuk sekadar menggoreng tempe, tahu, ikan, atau ayam, sudah tersedia bumbu instan yang langsung bisa digunakan. Di satu sisi, kemudahan ini sangat membantu orang-orang yang kurang pandai memasak seperti saya untuk memasak jenis-jenis makanan yang tergolong rumit, namun di sisi yang lain banyaknya beredar jenis bumbu ini membuat sebagian orang tidak pernah tahu seperti apa bentuk bumbu-bumbu dasar yang menjadi campurannya, termasuk memperkirakan takaran campuran bumbu tersebut agar pas di lidah. Tapi yang namanya perkembangan zaman memang susah dihindari, dan berdamai dengan kemajuan tersebut rasanya adalah jalan keluar yang terbaik. Berdamai akan membuat kita bisa belajar memilah dan memilih apa yang baik untuk kita lalu membuang apa yang diperkirakan akan membawa dampak buruk untuk kita.

Demikian juga perkembangan dalam dunia digital yang terbilang sangat cepat dari tahun ke tahun, terutama dalam bentuk beragam perangkat teknologi. Akses internet yang dahulu masih langka dan terbilang mahal, kini dengan mudah dapat diakses dari mana saja dan kapan saja serta dengan biaya yang terbilang masih cukup terjangkau bahkan untuk ukuran kantong anak-anak sekalipun. Dukungan kemudahan untuk mengakses internet ini semakin bertambah besar seiring semakin canggihnya perangkat teknologi yang mendukung penggunaan akses internet, seperti smartphone, tablet, PC, laptop, televisi, dan beberapa  perangkat teknologi lainnya. Rasanya...pemandangan orang-orang ditempat umum atau di jalan-jalan sedang mengakses internet sudah bukan lagi sesuatu yang aneh karena sudah menjadi pemandangan yang biasa.

Pemandangan anak-anak yang sedang mengakses internet menggunakan beragam perangkat digital sudah bukan lagi sesuatu yang dianggap aneh, bahkan anak-anak yang tergolong batita sekalipun terlihat sudah sangat akrab dan familiar dengan beragam perangkat digital, padahal mereka bahkan belum mengenal huruf apalagi membaca aneka perintah yang tercetak di layar perangkat digital mereka, dan saya punya pengalaman berkaitan dengan ini. Kala itu, putri saya masih berusia 3 tahun dan pastinya belum terlalu mengenal huruf apalagi membaca, namun dia sudah bisa memilih aneka game di playstore. Selidik punya selidik, ternyata dia memanfaatkan fitur microfon yang terdapat di setiap fitur pencarian, dan tentu saja hal tersebut tidak pernah saya ajarkan artinya dia mencari sendiri hal tersebut melalui proses trial dan error.

Itu baru satu aplikasi, belum lagi jika dia masuk ke browser perangkat digital yang bisa di bilang bagaikan hutan belantara, sangat luas dan kita tidak pernah tahu bahaya apa yang akan mengintai selama kita melakukan perjalanan. Beruntung jika anak-anak melakukan perjalanan di dunia maya bersama-sama kita sebagai orang tua atau orang yang lebih dewasa, namun tidak selamanya anak-anak melakukan aktivitas yang terpantau mata kita. Untuk alasan itulah, mulai dari sekarang kita harus lebih waspada, lebih peduli, dan lebih bijak untuk memilah dan memilih dunia digital seperti apa yang ingin kita kenalkan kepada anak-anak dan remaja kita di rumah sebagai bekal untuk mendukung kehidupan serta masa depan mereka kelak. Yap...satu hal yang tidak bisa kita pungkiri bahwa teknologi akan menjadi sahabat sejati anak-anak kita di masa mendatang, karena itulah rasanya bukan suatu tindakan yang bijaksana jika hanya karena takut tercemar hal-hal yang negatif kita menjauhkan mereka dari hal-hal tersebut.

Mungkin, hanya diperlukan kemauan yang lebih keras dari kita sebagai orangtua untuk mau belajar atau setidaknya masuk sedikit saja dalam gegap gempitanya perkembangan teknologi sebagai modal dasar untuk membantu anak memilah dan memilih teknologi yang akan membantu masa depan mereka kelak. Anak-anak adalah sosok mahkluk yang dianugerahi rasa ingin tahu yang sangat tinggi, mungkin karena itulah mereka sangat suka mencoba hal-hal baru yang tersaji di sekitar mereka. Pada rentang momen ini, rasanya akan lebih bijak jika kita mendampingi rasa ingin tahu mereka agar selain membantu kita untuk lebih menyelami perkembangan teknologi itu sendiri, juga sebagai sarana untuk memperkuat hubungan emosional anak-anak dengan kita sebagai orangtua.

Rasanya, sudah banyak tips dan trik parenting agar anak-anak lebih aman berada di dalam dunia digital, salah satunya yang cukup menarik untuk saya adalah aktivitas orangtua untuk membersihkan jejak digital. Terlihat mungkin sepele, namun menurut saya aktivitas ini justru sangat penting, terutama untuk orangtua yang sering berbagi pakai perangkat digital dengan anak-anak. Berkaitan dengan aktivitas orangtua untuk bersih-bersih jejak digital, ada tips dalam bentuk checklist yang sangat memudahkan orangtua untuk mengetahui apa saja sih poin-poin yang dilakukan untuk melakukan aktivitas bersih-bersih jejak digital. Aktivitas bersih-bersih ini setidaknya menghindarkan anak dari bahaya pencemaran akibat aktivitas digital yang dilakukan orangtua, mengapa? karena riwayat atau rekam jejak kita di dunia digital akan tersimpan dalam waktu yang tidak bisa ditentukan alias tidak terbatas, dan bukan tidak mungkin anak-anak akan melihat jejak-jejak digital kita di masa-masa mendatang.

Berikut panduan berupa checklist point-point apa saja sih yang patut diperiksa dan dibersihkan jejak digitalnya yang menurut saya bisa menjadi referensi untuk melakukan aktivitas bersih-bersih jejak digital. Panduan checklist ini bersumber dari situs Family Online Safety Institute (FOSI), sebuah situs yang banyak merelease artikel bergenre Digital Parenting yang dapat diakses melalui alamat : https://www.fosi.org/good-digital-parenting/.

#Checklist 1
Panduan aktivitas bersih-bersih jejak digital
Ada baiknya sesekali kita mengecek seperti apa sih rupa kita di dunia digital, caranya cukup mudah hanya tinggal memasukkan keyword di search engine seperti Google dengan nama kita atau nama yang sering kita gunakan untuk mengakses dunia digital. Teliti dengan cermat, jejak-jejak apa yang terlihat di hasil pencarian, jika ada yang rasanya kurang baik ada baiknya jejak-jejak tersebut kita hapus, karena rekam jejak tersebut tidak akan hilang dalam waktu yang lama kecuali jika kita menghapusnya sendiri. Mungkin, sekarang sama sekali tidak terasa manfaatnya, namun tidak dalam masa-masa selanjutnya di mana anak-anak kita akan segera tumbuh dewasa dan menjadikan dunia digital sebagai bagian dari kehidupan mereka. Semakin dini kita menyadari potensi ancaman dari rekam jejak digital kita di masa kini, maka akan semakin meringankan aktivitas bersih-bersih kita. 

#Checklist 2
Panduan Checklist Jejak Digital
Saat ini, media sosial sudah bukan lagi hal yang dianggap aneh karena hampir semua orang memiliki akun media sosial, bahkan satu orang bisa memiliki beberapa akun baik di satu media sosial maupun media sosial yang berbeda seperti Facebook, Twitter, Path, Instagram, Youtube, dan lain-lain. Mungkin, anak-anak kita saat kita masih asyik bersosmed ria masih sangat kecil namun tidak dalam waktu lima atau sepuluh tahun lagi karena mereka akan semakin tumbuh besar dan tanpa terasa akan menjadi masyarakat media sosial juga, persis seperti yang orangtuanya lakukan saat ini. Ketika saat itu tiba, maka aktivitas yang kita lakukan saat ini juga akan diakses oleh mereka kelak. Update status, sharing, aktivitas, pertemanan kita dengan mudah bisa mereka lihat jejaknya, seperti halnya kita yang dengan mudah bisa memantau rekam jejak anak-anak setelah mereka diizinkan memiliki akun media sosial. Mungkin, inilah alasan mengapa Facebook secara rutin mengirimkan rekam jejak update status atau apapun postingan kita di media sosial tersebut, sebagai reminder yang akan mempermudah kita menghapus hal-hal yang kurang penting.

#Checklist 3
Panduan Checklist Jejak Digital
Passwords untuk akun apapun memang seharusnya wajib kita jaga, bahkan beberapa aplikasi atau media sosial sudah menyediakan fitur yang akan mengamankan password kita secara berlapis.Selain itu, pilihan kombinasi huruf, angka atau simbol haruslah yang unik namun mudah diingat oleh kita karena anjuran penggunaan kombinasi ini akan membuat password kita lebih terlindungi dan kemungkinan akun digital kita di retas bisa di minimalisir atau bahkan dihilangkan. Untuk itulah password harus kita simpan dan jaga baik-baik, terutama yang berkaitan dengan hal-hal yang sangat penting agar akun tidak mudah di retas, selain itu ajarkan anak-anak untuk mulai belajar mengamankan akun digital mereka agar terhindar dari beragam kejahatan di dunia maya.

#Checklist 4
Panduan Checklist Jejak Digital
Aktivitas online yang padat seringkali tanpa kita sadari mengurangi kewaspadaan kita, padahal dari waktu ke waktu teknik para hacker yang berniat kurang baik semakin bertambah canggih. Untuk alasan itulah mengapa beberapa aplikasi serta sistem komputer secara berkala memperbaharui sistemnya. Luangkan waktu Anda sejenak untuk membaca dan mempelajari setiap notifikasi pembaharuan sistem atau aplikasi digital yang Anda gunakan agar lebih aman dan nyaman.  Selain itu, luangkan waktu juga untuk membaca update berita terbaru aplikasi perlindungan untuk lebih mengamankan sistem atau perangkat digital yang Anda gunakan. Percayalah, langkah kecil Anda ini akan membuat Anda lebih nyaman mendampingi anak-anak memasuki dunia digital.

#Checklist 5
Panduan Checklist Jejak Digital
Boomingnya media digital seperti blog dan terutama media sosial membuat semua orang yang memiliki akun di media tersebut bisa memposting apa saja dan dari mana saja. Bahkan, seseorang bisa dengan mudah memberitahukan kepada dunia apa saja yang terjadi di sekitarnya tanpa harus orang-orang tersebut berada dekat dengan lokasi di mana peristiwa tersebut terjadi. Namun, seperti yang telah dikemukakan sebelumnya, jejak digital yang kita post di media tersebut akan tersimpan selama media tersebut masih eksis berdiri, entah 10. 20, atau bahkan 50 tahun lagi. Dalam kurun waktu tersebut, apapun yang kita tulis atau post akan dengan mudah terbaca oleh anak-anak atau bahkan generasi selanjutnya. Untuk itulah, bijak dan berpikir sebelum menulis atau memposting menjadi solusi yang lebih baik untuk menghindarkan hal-hal tidak diinginkan kelak di kemudian hari.

#Checklist 6
Panduan Checklist Jejak Digital
Seringkali beredar komentar seperti ini di kalangan orangtua, "anak saya yang masih belum sekolah sudah bisa mengotak-ngatik smartphone, bahkan menu-menu yang saya belum bisa dia sudah fasih menggunakannya." Bagi saya, hal tersebut sangat memprihatinkan, karena kegaptekan orangtua bisa membuat anak-anak tambah melesat dengan berbagai aktivitas digitalnya tanpa bisa kita ikuti jejaknya. Untuk alasan itulah, ada baiknya luangkan waktu sejenak untuk mempelajari beragam fitur serta menu dalam perangkat digital Anda. Luangkan juga waktu untuk membaca dan melihat-lihat perkembangan aplikasi digital yang tersebar di berbagai toko online digital seperti Playstore, dan lain-lain, sebagai referensi untuk membangun komunikasi dua arah antar orangtua dengan anak tentang dunia digital, karena satu hal yang tidak bisa kita pungkiri dunia digital akan menjadi dunia mereka di masa depan.

#Checklist 7
Panduan Checklist Jejak Digital
Meskipun ada sisi buruk dari semakin canggihnya perkembangan dunia digital, namun percayalah akan selalu ada sisi positif yang bisa mempermudah serta memperbaiki kehidupan kita. Tetapkan tujuan mulai dari sekarang, seperti apa wajah yang ingin kita tampilkan dan bangun dalam dunia digital kita, karena teknologi beserta perangkatnya hanyalah sebuah alat atau media dan kitalah sebagai sosok yang harus mengendalikannya. Untuk itulah, manfaatkan perkembangan dunia digital untuk membangun branding yang positif tentang diri Anda, karena secara tidak langsung hal tersebut akan menjadi referensi bagi anak-anak kita ketika menjejakkan kakinya memasuki dunia digital. 

Referensi tulisan :
https://www.fosi.org/good-digital-parenting/clean-your-digital-footprint/
Note :
Panduan Checklist ini bisa di download pada link di atas sebagai panduan atau referensi step by step Parenting Digital Anda.
Mutia Erlisa Karamoy
Mutia Erlisa Karamoy Mom of 3 | Lifestyle Blogger | Web Content Writer | Digital Technology Enthusiast | Another Blog seputarbunda.com | Contact: elisakaramoy30@gmail.com

Posting Komentar untuk "(Sharing Parenting Digital) Jadwalkan Rutinitas Untuk Membersihkan Jejak Digital Anda"