Jembatan Suramadu Sebagai Akses Memaksimalkan Potensi Agroindustri Jamu Madura

Sejak zaman dahulu, masyarakat Indonesia mengenal dan memanfaatkan tanaman berkhasiat obat sebagai salah satu upaya dalam menanggulangi masalah kesehatan yang dihadapinya. Pengetahuan tentang pemanfaatan tanaman ini merupakan warisan budaya bangsa berdasarkan pengalaman, pengetahuan, dan keterampilan, yang secara turun-temurun telah diwariskan oleh generasi terdahulu ke generasi berikutnya, bahkan hingga generasi saat ini.

Pengobatan tradisional dengan memanfaatkan tanaman berkhasiat obat merupakan salah satu pengobatan alternatif yang hingga kini makin diminati masyarakat, seiring dengan semakin tingginya tingkat kesadaran untuk kembali ke alam (back to nature) dan semakin majunya ilmu pengetahuan. Alam Indonesia sebenarnya sangat kaya akan tumbuh-tumbuhan yang berkhasiat obat, bahkan beberapa diantara tanaman obat tersebut kerap digunakan sebagai bumbu atau bahan membuat masakan. 

Hutan Indonesia
Gambar : http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/b/b9/Hutan.JPG
Ribuan jenis tanaman tumbuh subur di hampir setiap kepulauan di Indonesia, bahkan beberapa diantaranya belum dimanfaatkan secara maksimal sebagai sumber tanaman obat. Kurang lebih 30.000 - 40.000 jenis tanaman yang terdapat di Indonesia yang sesungguhnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan obat-obatan herbal atau tradisional yang lazim di sebut Jamu.

Jamu yang merupakan obat tradisional Indonesia, telah menjadi budaya masyarakat Indonesia sejak berabad silam sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan, menambah kebugaran, dan merawat kecantikan. Industri jamu mempunyai prospek yang sangat menjanjikan dengan berlimpahnya tanaman obat yang tumbuh di Indonesia. Dengan demikian, Indonesia mempunyai potensi pasar yang sangat menjanjikan untuk pengembangan jamu bagi kepentingan kesehatan, produk industri, maupun pariwisata.

Bahkan menurut beberapa data, industri jamu telah masuk ke dalam 10 produk potensial yang perlu dikembangkan karena memiliki potensi pasar yang menjanjikan di pasar lokal maupun global. Industri jamu merupakan industri yang memiliki aspek ekonomi, sosial, dan budaya, mengingat 98% bahan baku berasal dari dalam negeri dan sisanya dari luar negeri namun sudah berhasil dibudidayakan di Indonesia. Sedangkan dari segi penyerapan tenaga kerja, industri jamu memberikan manfaat yang besar bagi tersedianya lapangan kerja, karena melibatkan petani, peneliti, pekerja industri jamu, dan tentu saja sebagai ujung tombaknya adalah penjual jamu yang mengantarkan produk jamu ke tingkat konsumen.

Sebagai bagian dari budaya masyarakat Indonesia, beragam jenis jamu dan khasiatnya dapat dijumpai di berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Sabang sampai Merauke. Beberapa daerah bahkan dikenal sebagai pusat pengembangan jamu di Indonesia, karena banyak dijumpai industri jamu. Namun, ada beberapa daerah yang secara turun-temurun mewarisi industri jamu sejak zaman dahulu kala, dan sangat dikenal karena memiliki ciri khas atau brand tersendiri di masyarakat, diantaranya Madura yang terkenal dengan khasiat Jamu Madura-nya.

Pengembangan Potensi Agroindustri Jamu Madura

Madura adalah nama pulau yang terletak di sebelah timur laut Jawa Timur. Pulau Madura memiliki luas kurang lebih 5.168 km2 (lebih kecil daripada Pulau Bali), dengan jumlah penduduk hampir 4 juta jiwa. Pulau Madura bentuknya seakan mirip badan sapi, terdiri dari empat kabupaten, yaitu Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. Madura merupakan pulau dengan perjalanan sejarah yang panjang, hal ini tercermin dari budaya dan keseniannya yang sangat kuat pengaruh islamnya.

Selain dikenal dengan budaya islamnya yang kuat, Pulau Madura dikenal sebagai daerah penghasil garam yang terbesar di Indonesia, sehingga Madura dikenal dengan sebutan Pulau Garam. Selain memiliki budaya yang sangat terkenal yaitu Karapan Sapi, Madura juga dikenal sebagai penghasil obat-obatan tradisional/herbal sebagai bagian dari kearifan budaya pengobatan tradisional.

Selama ini, pengobatan tradisional Madura identik dengan obat-obat kuat yang erat hubungannya keharmonisan rumah tangga, padahal bila kita telusuri lebih jauh ternyata pengobatan tradisional madura atau jamu madura sangat lengkap dan dapat digunakan untuk mengobati berbagai macam penyakit, seperti penyakit jantung, asam urat, kolesterol, darah tinggi, dan lain-lain sebagai pengobatan alternatif. Bahkan, ada jenis jamu madura yang berkhasiat untuk merawat dan menjaga kecantikan.

Jamu Madura
Gambar : http://www.tongkatmaduraasli.com/wp-content/uploads/2014/11/obat-tradisional.jpg
Hingga saat ini, jamu Madura sudah sangat terkenal hingga ke mancanegara karena pesona ramuan herbal yang sudah teruji oleh pemakaian empiris selama bertahun-tahun. Jamu Madura juga telah menjadi warisan dan identitas budaya yang harus selalu dilestarikan. Potensi pengembangan Jamu Madura sangat besar, bukan hanya akan mendatangkan keuntungan bagi perkembangan industri jamu di Indonesia, namun juga memberikan banyak lapangan kerja, dan lebih luas lagi akan yaitu membangun kesejahteraan masyarakat, sehingga di masa-masa selanjutnya jamu sangat potensial untuk dikembangkan sebagai agroindustri.

Menurut Austin (1992) agroindustri adalah industri yang mengolah hasil pertanian (tumbuhan dan hewan) yang meliputi proses transformasi fisik dan kimia, penyimpanan, pengemasan, dan distribusi. Agroindustri jamu menggunakan tanaman obat sebagai bahan bakunya. Untuk dapat bertahan lama dalam gerak laju perkembangan industri obat herbal di Indonesia dan di dunia, Jamu Madura mau tidak mau harus mengalami restorasi dalam bentuk pembaharuan dan penyegaran terhadap potensi global Jamu Madura yang dilakukan melalui sinergi multisektoral. Sinergi melibatkan setidaknya empat pendekatan, yaitu 
  1. Pendekatan sains teknologi dalam bentuk riset khusus pengembangan industri Jamu Madura.
  2. Pendekatan industri yang berfungsi menindaklanjuti hasil riset sebagai input bagi industri jamu lokal dan nasional untuk selanjutnya dilakukan tahap produksi.
  3. Pendekatan birokrasi menyangkut perizinan dan perlindungan terhadap kekayaan intelektual ramuan madura, serta mengatur langkah strategis dalam menciptakan iklim yang kondusif bagi investasi di bidang industri jamu.
  4. Pendekatan budaya yang meliputi upaya untuk melestarikan Jamu Madura sebagai warisan serta identitas budaya masyarakat Madura dan Indonesia.
Keempat pendekatan di atas merupakan langkah yang tepat untuk mengembangkan agroindustri Jamu Madura sebagai bagian untuk meningkatkan perekonomian Madura dari berbagai sektor, seperti sektor ekonomi, pariwisata, pendidikan, dan lain-lain.

Jembatan Suramadu Sebagai Akses Untuk Memaksimalkan Potensi Agroindustri Jamu Madura

Jembatan Nasional Suramadu adalah jembatan yang melintasi Selat Madura, menghubungkan Pulau Jawa (di Surabaya) dan Pulau Madura (di Bangkalan, tepatnya timur kamal), dengan panjang 5.438 m jembatan ini merupakan jembatan terpanjang di Indonesia saat ini. Jembatan Suramadu terdiri dari tiga bagian, yaitu jalan layang (causeway), jembatan penghubung (approach bridge), dan jembatan utama (main bridge).

Jembatan Suramadu
Gambar : http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/8/81/Suramadu_Bridge_5.JPG/800px-Suramadu_Bridge_5.JPG
Jembatan Suramadu diresmikan pada tanggal 10 Juni 2009 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pembangunan jembatan ini ditujukan untuk mempercepat pembangunan di Pulau Madura, meliputi bidang infrastruktur dan ekonomi di Madura, yang relatif tertinggal dibandingkan kawasan lain di Jawa Timur. Padahal Pulau Madura memiliki banyak potensi untuk berkembang menjadi daerah yang maju dan sejajar dengan kota-kota besar lainnya di Jawa timur. Salah satunya adalah dengan mengembangkan agroindustri Jamu Madura yang namanya bahkan sudah dikenal hingga ke mancanegara.

Jembatan Madura
Gambar : http://madura.bpws.go.id/media/k2/items/cache/3d3b7d5d68132cc424920deb43e754bb_L.jpg
Sudah saatnya Jamu Madura tidak hanya dijadikan sebagai bagian atau produk kesehatan semata, namun lebih jauh lagi dapat berkembang menjadi suatu produk budaya yang memiliki ciri khas tersendiri. Cobalah kita pikirkan mengapa pengobatan tradisional Cina sangat terkenal dan sudah dianggap sebagai bagian dari pengobatan modern di dunia. Selain memang sudah teruji secara empiris untuk khasiat dan kualitasnya, pengobatan tradisional sangat didukung oleh masyarakat dan pemerintahnya serta memadukan unsur seni dan budaya dalam tiap tahapan pengobatannya.

Seperti halnya pengobatan tradisional Cina, Jamu Madura pun merupakan produk budaya masyarakat Madura sejak berabad silam yang diturunkan dari generasi ke generasi dan hingga kini banyak digunakan masyarakat sebagai upaya untuk menjaga kesehatan. Untuk tetap eksis dan mampu bertahan melintasi zaman, Jamu Madura membutuhkan inovasi secara terus-menerus dan berkelanjutan. Namun, ternyata inovasi saja tidak cukup untuk mengembangkan agroindustri Jamu Madura, perlu dukungan dan sinergisasi dengan sektor lain, seperti kemudahan dan ketersediaan infrastuktur yang memadai. Infrastruktur yang baik pada akhirnya akan membuka akses yang lebih besar untuk memaksimalkan potensi agroindustri Jamu Madura di masa mendatang.

Keberadaan Jembatan Suramadu sesungguhnya sebagai langkah maju bagi terciptanya iklim yang baik untuk pengembangan agroindustri Jamu Madura. Setidaknya bila di lihat dari empat pendekatan strategi pengembangan agroindustri Jamu Madura, yaitu :
  1. Dari sisi Pendekatan Sains Teknologi, Jembatan Suramadu akan membuka akses yang lebih besar terhadap upaya riset pengembangan Jamu Madura. Bukan hanya memberi kemudahan akses transportasi bagi para peneliti lokal, namun juga membuka kemungkinan untuk datangnya peneliti dari daerah lain dan bukan tidak mungkin dari negara lain. Untuk itulah sudah saatnya Madura memiliki daerah khusus yang dijadikan basis atau pusat penelitian pengembangan industri jamu baik Jamu Madura maupun jamu-jamu lain yang selama ini belum tergarap secara sainstifikasi. Rencana ini bukanlah hal yang sulit diwujudkan, apalagi dengan dukungan akses Jembatan Suramadu membuat masalah transportasi secara perlahan bisa dicairkan.
  2. Dari sisi Pendekatan Industri, produksi jamu yang dihasilkan berdasarkan pengembangan riset-riset tersebut dengan mudah bisa didistribusikan ke daerah-daerah lain dengan menggunakan fasilitas Jembatan Suramadu, sehingga hambatan faktor cuaca bisa diminimalisir. Selain itu, cost untuk biaya transportasi pendistribusian bisa ditekan seminimal mungkin.
  3. Dari sisi Pendekatan Birokrasi, keberadaan Jembatan Suramadu membuat implementasi investasi untuk industri Jamu Madura lebih mudah dan lebih cepat terlaksana. Investor akan tertarik untuk menanamkan investasinya jika suatu daerah memiliki infrastruktur yang baik, selain bisa menekan cost untuk biaya pengangkutan juga bisa meminimalisir waktu pengiriman hasil-hasil produksi jamu dari Madura. Diharapkan untuk selanjutnya bisa menyerap lapangan kerja yang lebih besar sehingga bisa menekan angka pengangguran dan arus urbanisasi ke kota-kota lain, terutama kota besar terdekat yaitu Surabaya.
  4. Dari sisi Pendekatan Budaya, keberadaan Jembatan Suramadu secara tidak langsung akan membantu melestarikan keberadaan Jamu Madura melalui sektor pariwisata. 
Ada dua cara yang bisa dilakukan untuk melestarikan dan mengembangkan agroindustri Jamu Madura sebagai warisan budaya melalui pariwisata, yaitu: 

Desa wisata
Gambar : http://www.yukpegi.com
  1. Membangun Desa Wisata Agroindustri Jamu Madura yang berlokasi di daerah atau desa yang dikembangkan sebagai pusat penelitian agroindustri jamu Madura. Di sini, para wisatawan tidak hanya berkesempatan untuk melihat proses pembuatan Jamu semata, namun juga mempelajari sejarah dan merasakan langsung atmosfer tahapan pembuatan jamu dengan terjun langsung, bahkan mungkin bisa merasakan jamu hasil racikan sendiri. Selain itu, wisatawan juga berkesempatan untuk mengenal jenis tanaman obat-obatan yang menjadi bahan baku jamu. Selain sebagai upaya untuk melestarikan budaya minum jamu di kalangan masyarakat, juga sebagai sarana edukasi bagi generasi muda untuk lebih mengenal jamu Indonesia. Bahkan bukan tidak mungkin di kawasan tersebut dibangun rumah pengobatan herbal yang pengobatannya dititik beratkan pada penggunaan jamu-jamuan, yang telah distandarisasi oleh Departemen Kesehatan dan obat-obatannya telah melalui uji klinis.
  2. Mengembangkan konsep wisata "Jamu Tour", yang dirancang khusus untuk mengenalkan lebih jauh mengenai Jamu Madura kepada wisatawan, dipadukan dengan road trip kebeberapa tempat wisata lainnya di Madura.
Pengembangan agroindustri Jamu Madura melalui sektor pariwisata sangat dimungkinkan dengan keberadaan Jembatan Suramadu yang akan mempermudah akses transportasi para wisatawan menuju tempat tersebut. Setidaknya dengan berkembangnya agroindustri ini akan memicu pengembangan sektor lainnya sebagai salah satu usaha untuk meningkatkan perekonomian rakyat. 

Kenyataan menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur, terutama jalan dan jembatan secara langsung akan memicu percepatan perkembangan sektor ekonomi kerakyatan lainnya, seperti industri Jamu Madura baik kecil maupun menengah. Selain itu, pengembangan agroindustri Jamu Madura akan mempercepat penyerapan tenaga kerja lokal maupun dari luar daerah, sehingga akan mengurangi tingkat kepadatan penduduk di kota besar terdekatnya yaitu Surabaya. 

Setidaknya ada beberapa permasalahan percepatan pembangunan di daerah Madura yang bisa diselesaikan dengan keberadaaan Jembatan Suramadu dan pengembangan agroindustri Jamu Madura yang berkelanjutan, yaitu kemiskinan, pendidikan, pengangguran, pariwisata, dan masalah kesehatan.

Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog "Ide Untuk Suramadu" yang diselenggarakan Plat-M bekerjasama dengan Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS).

Sumber referensi tulisan :
  1. http://seminar.ift.or.id
  2. http://id.wikipedia.org/wiki/Jembatan_Nasional_Suramadu
  3. http://teknologiindustripertanian.wordpress.com/2012/10/28/strategi-pengembangan-agroindustri-jamu-madura/
  4. http://id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Madura
  5. http://books.google.co.id/
Mutia Erlisa Karamoy
Mutia Erlisa Karamoy Mom of 3 | Lifestyle Blogger | Web Content Writer | Digital Technology Enthusiast | Another Blog seputarbunda.com | Contact: elisakaramoy30@gmail.com

Posting Komentar untuk "Jembatan Suramadu Sebagai Akses Memaksimalkan Potensi Agroindustri Jamu Madura"