Save The Children, Setetes Air Bersih Untuk Masa Depan Yang Lebih Sehat

Saya anak Indonesia, saya tinggal di Desa Hameli Ate.
Apa teman-teman ingin tahu di mana desa tempat saya lahir dan dibesarkan? Desa saya termasuk dalam Kecamatan Kodi Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur.
Di desa kami, air bersih sangat sulit didapatkan bahkan untuk mendapatkan sedikit air bersih kami harus berjuang bertaruh nyawa. Terkadang kami terlambat ke sekolah karena setiap pagi kami harus mencari air bersih dahulu.

Perjuangan mendapatkan air bersih
Gambar dari sini

Untuk mendapatkan air bersih, kami harus berjalan kaki sejauh satu kilometer menuju Gua Waeparoro. Di bibir gua, kami harus turun hingga kedalaman 30 meter, bergelantungan pada akar kayu, dan hanya berpegang pada batu cadas saat naik turun dalam gua yang terjal hingga tiba di mata air. Dengan alat yang sederhana, kami mulai menimba air untuk kebutuhan mencuci pakaian, memasak, minum, dan memberi makan ternak kami. Dan hal ini kami lakukan setiap hari tanpa harus berkeluh kesah, yang penting kami masih memiliki setetes air bersih untuk kehidupan masa depan kami, dan sumber air ini akan terus kami jaga serta lestarikan.

Tahukah teman-teman, kami...anak-anak di Desa Hameli Ate tidak sendiri. Masih banyak anak-anak Indonesia yang tinggal di berbagai pelosok daerah harus melakukan hal serupa, berjuang demi mendapatkan setetes air bersih untuk kebutuhan hidup mereka masa kini dan masa yang akan datang...entah sampai kapan.

Air Untuk Kehidupan

Manusia memang tidak pernah bisa lepas dari air, karena air adalah kebutuhan pokok manusia untuk melanjutkan hidupnya. 

Di bumi, jumlah air terbesar terdapat di laut sebesar 97 persen dan sisanya sebanyak 3 persen adalah air tawar yang kita gunakan untuk berbagai kebutuhan sehari-hari. Dari air tawar itu, dua per tiga nya adalah gletser dan es di kutub yang memiliki fungsi menstabilkan iklim global, dan hanya satu per tiga nya saja yang dapat dimanfaatkan kurang lebih 7 milyar jiwa manusia di dunia. (WWF Indonesia).

air bersih untuk kehidupan
Gambar dari sini
Kelangsungan hidup manusia sangat ditentukan dengan keberadaan air, di mana ada air maka akan selalu ada kehidupan. Dalam kehidupan manusia air bersih atau air tawar digunakan untuk minum, mandi , memasak atau mengolah makanan, mencuci, transportasi, pertanian, industri, rekreasi, dan beragam aktivitas lainnya.

Bayangkan dengan kebutuhan yang sedemikian besar dan dalam jumlah yang banyak, jika jumlah air sangat terbatas tentunya kita akan mengalami krisis air. Krisis air selain menyebabkan berkurangnya jumlah pasokan air untuk kebutuhan manusia dan makhluk hidup lainnya, juga bisa berdampak pada buruknya kualitas air.

Itulah mengapa bisa dikatakan air bisa membawa kesehatan yang lebih baik, tapi juga bisa mendatangkan penyakit. Padahal, tubuh kita memerlukan banyak pasokan air terutama air bersih karena 75 persen kandungan dalam tubuh kita adalah air. Bayangkan jika air dalam tubuh kita bermasalah, baik jumlahnya maupun kualitasnya, bisa-bisa bukannya kesehatan yang kita dapat malah penyakit. Sedangkan fungsi air bagi tubuh manusia adalah :
  • Pembentuk sel dan cairan tubuh. Komponen utama sel adalah air, sebesar 70-85%. Sedangkan dalam sel lemak, kurang dari 10%. Air berperan besar dalam darah (mengandung 83% air), cairan lambung, hormon, enzim, otot, dan juga berguna dalam menjaga tonus otot sehingga otot mampu berkontraksi.
  • Pengatur suhu tubuh. Air dapat menghasilkan panas, menyerap dan menghantarkan panas ke seluruh tubuh sehingga tubuh tetap stabil. Selain itu, juga membantu mendinginkan tubuh melalui penguapan dari paru dan permukaan kulit dengan membawa kelebihan panas ke luar tubuh.
  • Pelarut zat-zat gizi lain dan pembantu proses pencernaan makanan. Mulai dari membantu produksi air liur saat makanan di mulut, melarutkan makanan, membantu melumasi makanan agar masuk ke kerongkongan.
  • Pelumas dan Bantalan. Air berfungsi sebagai pelumas atau lubrikan dalam bentuk cairan sendi sehingga sendi dapat bergerak dengan baik dan meredam gesekan antar sendi. Selain itu, air menjadi bantalan tahan getar (shock absorbing fluid cushion) pada jaringan tubuh, seperti otak, medulla spinalis, mata, dan kantong amnion dalam rahim.
  • Media transportasi. Membantu pertumbuhan dan regenerasi sel secara efektif (carrier) dan menjadi media berbagai zat dengan sifat dan kutub ion yang berbeda. Selain itu, membantu transportasi oksigen dalam tubuh dan gas karbondioksida saat mengeluarkan napas.
  • Media eliminasi sisa metabolisme yang dikeluarkan melalui saluran kemih, saluran cerna, saluran napas, dan kulit.
Jadi sangat jelas bahwa air mempunyai fungsi dan peran yang sangat besar bagi kelangsungan hidup manusia. Selain manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan juga sangat mengantungkan hidupnya dengan keberadaan air, tanpa air mereka akan kehilangan kesempatan untuk bertahan di dunia ini. Yah...air merupakan puncak dari keberadaan semua ekosistem di dunia ini.

manfaat air bersih untuk anak
Gambar dari sini
Karena alasan itulah masih ada anak Indonesia yang berjuang sekuat tenaga untuk mendapatkan air bersih. Kadang-kadang terpikirkan andai bisa lebih mudah, tentu mereka akan mempunyai banyak waktu untuk belajar dan bersekolah, dan tidak perlu sering-sering terlambat masuk sekolah.

Berhematlah Dengan Air

Jika bisa merasakan susahnya mendapatkan air bersih, tentu kita harus belajar berhemat dengan air. Perilaku boros air bersih menyebabkan akan semakin banyak orang yang kehilangan akses untuk air bersih.

Dalam literaturnya, PBB menyebutkan lebih dari 1 milyar orang tidak memiliki akses terhadap air bersih, 3 milyar orang tidak memiliki layanan sanitasi yang memadai, dan angka kematian akibat penyakit menular melalui air yang kurang bersih mencapai 3 juta kematian per tahun. (WWF Indonesia).

Sedangkan menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) sekitar 2 milyar manusia per hari terkena dampak kekurangan air di 40 negara, dan 1,1 milyar tidak mendapat air yang memadai. Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) memperkirakan 3.800 anak meninggal tiap hari karena beragam penyakit akibat kekurangan air bersih. Menurut penelitian WHO, penyakit yang timbul akibat krisis air antara lain; kolera, hepatitis, typoid, scabies, malaria, yellow fever, dan penyakit cacingan.

Krisis air bersih
Gambar dari sini
Menurut dokter ahli penyakit lambung (gastroenterolog) Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Ari Fahrial Syam, terbatasnya air bersih akan berdampak pada masalah kesehatan masyarakat. Sebab, masyarakat membutuhkan air bersih untuk mandi, mencuci, dan buang air. "Keterbatasan air bisa membuat masyarakat mengabaikan masalah kesehatan".

Lihatlah...
Demikian banyak dampak yang ditimbulkan jika kita tidak memiliki pasokan air bersih yang cukup dan berkualitas. Selain itu, ada masalah lain yang lebih besar, yaitu masalah pencemaran terutama pencemaran air sungai. 

Pencemaran air sungai
Gambar dari sini
Ternyata air tidak hanya tercemar oleh mikroorganisme, tetapi juga tercemar oleh limbah fisika, limbah kimia, dan limbah biologi, yang berasal dari bakteri, virus, limbah pasar, limbah rumah sakit, limbah pabrik, limbah rumah tangga, pestisida, detergent, kaleng, karat pipa, dan lain-lain. Bahkan akan semakin berbahaya jika air tercemar logam berat, karena dapat menyebabkan penyakit berbahaya. Pencemaran air juga memiliki dampak diantaranya :
  • Berkurangnya jumlah oksigen terlarut di dalam air karena sebagian besar oksigen digunakan oleh bakteri untuk melakukan proses pembusukan sampah.
  • Sampah anorganik di sungai mengakibatkan terhalangnya cahaya matahari sehingga menghambat proses fotosintesis dari tumbuhan air dan alga yang menghasilkan oksigen.
  • Pertumbuhan ganggang dan eceng gondok yang tidak terkendali menyebabkan permukaan air danau atau sungai tertutup sehingga menghalangi masuknya cahaya matahari.
  • Tumbuhan air (ganggang dan eceng gondok) yang mati mengakibatkan proses pembusukan yang menghabiskan persediaan oksigen.
  • Material pembusukan tumbuhan air akan mengendap dan dalam jangka panjang akan menyebabkan pendangkalan.
Selain masalah pencemaran yang kian meresahkan, Bangsa Indonesia juga harus menghadapi masalah krisis air bersih, terutama di kota. Pertumbuhan penduduk kota yang pesat membawa konsekuensi semakin beratnya beban negara dalam menyediakan berbagai kebutuhan sosial dasar rakyat Indonesia, diantaranya kebutuhan air bersih dan sanitasi. 

Pengelolaan sumber daya air telah diatur dalam Undang-Undang No. 4 Tahun 2004 tentang sumber daya air disebutkan dalam pasal 2 bahwa sumber daya air dikelola berdasarkan asas kelestarian, keseimbangan, kemanfaatan umum, keterpaduan dan keserasian, keadilan, kemandirian, serta transparansi dan akuntabilitas. Selanjutnya, Pasal 4 dan 5 menegaskan bahwa sumber daya air memiliki fungsi sosial, lingkungan hidup, dan ekonomi yang diselenggarakan dan diwujudkan secara selaras. Negara menjamin hak setiap orang untuk mendapatkan air bagi kebutuhan pokok minimal sehari-hari guna memenuhi kebutuhan hidup yang sehat, bersih, dan produktif.

Program air bersih pemerintah
Gambar dari sini
Ternyata negara menjamin setiap warganya untuk mendapatkan air bersih, tapi kapan semua fasilitas itu bisa di nikmati oleh seluruh rakyat Indonesia, terutama anak Indonesia?

Kini perhatian penyelenggara pemerintahan di tanah yang kami pijak masih berkutat pada konflik kepentingan dalam pengelolaan sumber daya air yang terjadi di berbagai sektor kehidupan, antara lain sektor pertanian, air minum, industri, serta keperluan rumah tangga. Pertambahan jumlah penduduk dan ketersediaan air bersih merupakan problem khas perkotaan yang pada gilirannya akan mempengaruhi daerah di sekitarnya. Pengambilan air untuk pemenuhan kebutuhan air bersih perkotaan dari sumber daya air di luar daerah secara langsung akan mempengaruhi kelangsungan pemenuhan kebutuhan daerah itu sendiri. Untuk itu diperlukan kebijakkan secara proposional yang tidak merugikan salah satu pihak.
Karena itu...kita harus berhemat penggunaan air, dan mulailah dari hal-hal yang kecil.

Sebagai contoh...
Negara Belanda, adalah negara dengan sistem pengelolaan air terbaik di dunia. Hal ini dipicu oleh kenyataan bahwa negara Belanda memiliki tinggi tanah yang berada di bawah permukaan laut. Dengan sistem tata kelola air yang ramah lingkungan, Belanda berhasil mengatasi banjir sekaligus menyediakan air bersih yang sehat tanpa harus merusak struktur tanah dengan memanfaatkan air hujan. Caranya, air hujan yang turun di pilah menjadi 2, yaitu air yang dianggap kotor yang berasal dari jalanan dan air yang dianggap bersih yang jatuh dari atap rumah. 

Air yang tergolong bersih di alirkan ke suatu tanah rerumputan yang dinamakan "Wadi", di sana air disaring rerumputan sehingga dapat langsung terserap ke dalam tanah.

Pengolahan air di Belanda
Gambar dari sini
Lihatlah...
Betapa pentingnya kita menjaga ketersediaan pasokan air bersih setiap waktu dengan cara melakukan perlindungan, dan pelestarian sumber air, baik dilakukan dengan kegiatan fisik dan/atau non fisik, serta tentu saja melibatkan masyarakat setempat dengan kearifan budaya lokalnya. 

Perlindungan dan pelestarian sumber air sebagaimana yang dimaksud di atas di lakukan oleh Menteri atau menteri yang terkait dengan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan wewenang dan tanggung jawabnya, yaitu :

1. Pemeliharaan kelangsungan fungsi resapan air dan daerah tangkapan air.
Kawasan yang berfungsi sebagai resapan air dan daerah tangkapan air hendaknya menjadi salah satu acuan dalam penyusunan dan pelaksanaan rencana tata ruang wilayah. Pemerintah, dalam hal ini Menteri yang terkait dengan bidang sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan wewenang dan tanggung jawabnya, yaitu :
  • menunjuk dan/atau menetapkan kawasan yang berfungsi sebagai daerah resapan air dan daerah tangkapan air.
  • menetapkan peraturan untuk melestarikan fungsi resapan air dan daerah tangkapan air pada kawasan tersebut.
  • mengelola kawasan yang berfungsi sebagai daerah resapan air dan daerah tangkapan air.
  • menyelenggarakan program pelestarian fungsi resapan air dan daerah tangkapan air pada kawasan tersebut.
  • melaksanakan pemberdayaan masyarakat dalam pelestarian fungsi resapan air dan daerah tangkapan air pada kawasan tersebut.
2. Pengendalian Pemanfaatan Sumber Air.
Pengendalian pemanfaatan sumber air dilakukan sesuai dengan ketentuan pemanfaatan zona pada sumber air yang bersangkutan. Pengendalian pemanfaatan sumber air sebagaimana yang dimaksud di atas dilakukan melalui pemantauan dan pengawasan berdasarkan ketentuan pemanfaatan zona pada sumber air yang bersangkutan.
3. Pengisian Air pada Sumber Air.
Pengisian air pada sumber air dapat dilaksanakan, antara lain dalam bentuk :
  • pengisian air dari suatu sumber air ke sumber air yang lain dalam satu wilayah sungai, atau dari wilayah sungai yang lain,
  • Pengimbuhan air ke lapisan air tanah (akuifer),
  • peningkatan daya resap lahan terhadap air hujan di Daerah Aliran Sungai (DAS) melalui penatagunaan lahan,
  • pemanfaatan teknologi modifikasi cuaca untuk meningkatkan curah hujan dalam kurun waktu tertentu.
4. Pengaturan Prasarana dan Sarana Sanitasi, melalui :
  • penetapkan pedoman pembangunan prasarana dan sarana sanitasi,
  • pemisahan antara jaringan drainase dan jaringan pengumpul air limbah pada kawasan perkotaan,
  • pembuangan air limbah melalui jaringan pengumpul limbah pada kawasan perkotaan ke dalam sistem instalasi pengolah air limbah terpusat,
  • pembangunan sistem instalasi pengolah air limbah terpusat pada setiap lingkungan,
  • penerapan teknologi pengolahan air limbah yang ramah lingkungan.
5. Perlindungan Sumber Air Dalam Hubungannya Dengan Kegiatan Pembangunan dan Pemanfaatan Lahan Pada Sumber Air.
Perlindungan ini dilakukan melalui pengaturan terhadap kegiatan pembangunan dan/atau pemanfaatan lahan pada sumber air. Perlindungan sumber air dilakukan sesuai dengan ketetapan pemanfaatan zona pada sumber air yang bersangkutan.

6. Pengendalian Pengolahan Tanah di Daerah Hulu, untuk :
  • mencegah longsor,
  • mengurangi laju erosi tanah,
  • mengurangi tingkat sedimentasi pada sumber air dan prasarana sumber daya air,
  • meningkatkan peresapan air ke dalam tanah.
Pengendalian pengolahan tanah sebagaimana yang dimaksud di atas memperhatikan kaidah konservasi dan tetap mempertahankan fungsi lindung sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

7. Pengaturan Daerah Sempadan Sumber Air.
Pengaturan daerah sempadan sumber air dilakukan untuk mengamankan dan mempertahankan fungsi sumber air serta prasarana sumber daya air, berupa penetapan batas sempadan sumber air dan penetapan pemanfaatan daerah sempadan sumber air.

8. Rehabilitasi Hutan dan Lahan.
  • Rehabilitasi hutan rusak dapat dilakukan melalui upaya vegetatif, dan/atau manajemen budi daya hutan.
  • Rehabilitasi lahan kritis dapat dilakukan melalui melalui upaya vegetatif sipil teknis, dan/atau agronomis.
9. Pelestarian Hutan Lindung, Kawasan Suaka Alam, dan Kawasan Pelestarian Alam.
Hal ini dilakukan untuk memberi perlindungan terhadap kawasan dibawahnya dalam rangka menjamin ketersediaan air tanah, air permukaan, dan unsur hara tanah.

Ternyata Pemerintah melalui Menteri yang terkait dengan sumber daya air dan/atau Pemerintah Daerah telah berdaya upaya untuk memaksimalkan tugasnya menjaga dan melestarikan lingkungan agar sumber air bersih untuk rakyatnya tetap terjaga dan selalu tersedia.

Dan tugas kita sebagai masyarakat untuk ikut membantu bahkan turut ambil bagian dalam upaya melestarikan sumber air yang ada, karena bukankah semua itu untuk kepentingan kelangsungan hidup kita dan anak cucu kita  di masa depan.

Di sisi yang lain, masyarakat Indonesia sejak zaman dahulu telah berupaya untuk menjaga dan melestarikan lingkungan termasuk sumber air dalam bentuk tindakan nyata sesuai dengan karakteristik lingkungan yang khas. Warisan kearifan budaya lokal dalam bentuk perilaku dan tindakan nyata untuk menjaga sumber air masih bisa kita jumpai di berbagai daerah di nusantara.

Teman-teman kita dari Suku Baduy, yang bertempat tinggal di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Lebak, Banten, hingga saat ini masih memegang teguh tradisi untuk menjaga dan melestarikan lingkungannya. Suku baduy memiliki cara yang unik untuk bersahabat dengan alam sebagai bagian dari tempat tinggal mereka. Aturan dan norma yang menjadi pengikat untuk masyarakat Baduy dalam mengelola sumber daya alam di sekitar mereka, termasuk didalamnya air.
Upacara Kawalu, merupakan bentuk tindakan nyata suku Baduy dalam melestarikan alam di sekitar mereka melalui kegiatan bersih kampung. Di moment upacara ini, suku Baduy melakukan pembersihan terhadap sampah-sampah yang berada di sungai ciujung. Sungai ciujung ini merupakan sungai yang berada dalam lingkungan tempat tinggal suku Baduy.

Bukan hanya membersihkan sampah, suku Baduy sangat menjaga keseimbangan alam dan tanahnya dengan tidak sembarangan menggali sumber air. Mereka menyakini bahwa sedikit aja melakukan perubahan pada struktur tanah maka akan berdampak pada keseimbangan alam di sekitar mereka. Bahkan sebagian suku Baduy masih menetapkan larangan untuk membawa masuk segala barang yang mengandung unsur kimiawi seperti sabun mandi, deterjen, dan lain-lain, karena mereka tidak ingin sungai yang menjadi tumpuan hidup mereka tercemar dan rusak.

Cara suku Baduy melestarikan lingkungan
Gambar dari sini
Ternyata...
Dari kearifan budaya ini kita belajar bahwa untuk menjaga, melestarikan, dan melindungi alam sekitar kita, terutama sumber air bisa dimulai dari hal-hal yang kecil dan sangat sederhana. Dan apa yang telah dilakukan suku Baduy secara turun-temurun hanya merupakan satu dari sekian banyak warisan kearifan budaya nenek moyang Bangsa Indonesia dalam mempertahankan kelestarian alam, termasuk sumber daya air.

Seperti petuah nenek moyang orang Baduy, "yang panjang jangan dipanjangkan, yang pendek jangan dipendekkan", maksudnya hidup berdampingan dengan alam harus sederhana dan tidak berlebihan.

Beri Kami Setetes Air Bersih Untuk Masa Depan Yang Lebih Sehat

Menjaga dan melestarikan lingkungan, terutama sumber daya air sesungguhnya merupakan tugas seluruh lapisan masyarakat. Apa yang telah dilakukan pemerintah, melalui kementrian terkait seharusnya di dukung oleh masyarakat, karena menjaga air adalah tanggung jawab kita bersama. Kita menggunakan dan sangat memerlukan air terutama air bersih yang berkualitas, maka kita juga harus menjaga agar sumber air tersebut juga berkualitas dan tidak tercemar, terutama sumber air utama yang disebut DAS.

Menjaga kelestarian lingkungan DAS ( Daerah Aliran Sungai) atau Watershed membutuhkan peran serta masyarakat, karena DAS merupakan salah satu pengatur sistem air di permukaan bumi. DAS jika didefinisikan secara sederhana dapat diartikan sebagai tempat berkumpulnya curahan air yang nantinya akan dialirkan melalui sungai-sungai kecil menuju sungai utama.

Daerah Aliran Sungai (DAS)
Gambar dari sini
DAS merupakan suatu sistem yang didalamnya terdapat komponen biotik dan abiotik yang saling berinteraksi dan ketergantungan. Jika salah satu komponen mengalami gangguan maka akan berakibat menurunnya fungsi DAS tersebut. Padahal DAS berfungsi sebagai penghasil air baik untuk sungai maupun air tanah.

Begitu pentingnya fungsi DAS bagi kelangsungan sumber daya air yang berkualitas, maka kita sebagai masyarakat harus berpartisipasi dalam menjaga kelestarian DAS dengan melakukan langkah-langkah kecil, seperti :
  1. STOP!!! Membuang sampah ke sungai. Sampah merupakan salah satu faktor terhambatnya aliran air di sungai. Penumpukan sampah dalam jangka panjang akan berakibat timbulnya pencemaran dan banjir.
  2. Menjaga kelestarian vegetasi di sekitar sungai. Tumbuhan berfungsi sebagai penahan, peresap air, dan pencegah erosi, serta sebagai penyimpan air yang baik. Oleh karena itu sungai haruslah memiliki vegetasi yang baik dan terjaga kelestariannya.
  3. Mengupayakan program bersih selokan atau sungai secara rutin. 
Setelah melakukan langkah kecil untuk menjaga kelestarian DAS sebagai tempat sumber daya air yang utama, maka tugas kita selanjutnya menghemat air agar air tetap terjaga dan lestari hingga anak cucu kita kelak, dan di mulai dari diri sendiri, dari rumah, dan lingkungan sekitar.

Ingatlah! Air yang ada saat ini adalah air yang akan kita wariskan kepada anak cucu kita. Setetes air bersih yang sehat dan berkualitas sangat penting untuk menjaga kelangsungan generasi yang juga sehat dan berkualitas, serta memiliki daya saing yang tinggi di antara negara-negara lain.

PAMSIMAS
Merupakan program pemerintah Indonesia untuk Penyediaan Air Bersih dan Sanitasi berdasarkan pengetahuan global dan kearifan lokal, di bantu oleh Bank Dunia. Meningkatkan akses untuk air aman dan sanitasi adalah prioritas utama, karena dampak buruk yang diakibatkan oleh infrastruktur sanitasi yang buruk sangat luas, termasuk didalamnya adalah masalah kesehatan dan gizi buruk yang menimpa anak-anak, bahkan bisa menyebabkan kematian.

Sulitnya akses air bersih juga menyebabkan banyak anak-anak menghabiskan banyak waktu yang seharusnya bisa digunakan untuk belajar atau bersekolah, seperti anak-anak di Desa Hameli Ate, Nusa Tenggara Timur.

PAMSIMAS bertujuan untuk meningkatkan penggunaan fasilitas air bersih dan sanitasi, memperbaiki perilaku bersih masyarakat dengan memperluas dan mengutamakan pendekatan berbasis masyarakat.

Melalui program ini telah terjadi pencapaian tingkat pertumbuhan masyarakat akan penyediaan air bersih dan sanitasi yang sehat sejak tahun 2006, meliputi :
  • Hampir 7.000 (6.833) desa di seluruh Indonesia kini memiliki akses untuk air bersih dan sanitasi yang lebih baik.
  • Lebih dari 44.91p persen dari target masyarakat sekarang telah Bebas Buang Air di Tempat Terbuka (Open Defecation Fee - ODF), sesuai dengan tingkat tren ODF global yakni 40-50 persen.
  • Lebih dari 66,60 persen masyarakat telah mengadopsi program cuci tangan.
PAMSIMAS
Gambar dari sini
Meningkatnya akses masyarakat untuk air bersih dan sanitasi yang baik melalui PAMSIMAS secara langsung tentu akan meningkatkan kualitas kehidupan, terutama kesehatan seluruh anak Indonesia.

Save The Children...
Save Water For our children
Gambar dari sini
  • Anak-anak Indonesia sangat membutuhkan air untuk kelangsungan hidup mereka, karena air merupakan kebutuhan pokok tubuh manusia untuk berkembang, terutama bagian otak.
  • Air untuk anak-anak haruslah air yang berkualitas dan tentunya berasal dari sumber daya air yang juga berkualitas dan bersih.
  • Sumber daya air yang bersih tentu harus terjaga kelestariannya agar selalu tersedia hingga ke generasi selanjutnya di masa depan.
  • DAS (Daerah Aliran Sungai) dan lingkungan sekitarnya merupakan harta yang tidak ternilai harganya yang wajib kita pelihara dan kita jaga kelestariannya, karena merupakan penyuplai utama bagi kebutuhan air manusia.
  • Kearifan budaya dalam mengelola dan mempertahankan kelestarian sumber daya air merupakan pelajaran yang sangat berharga untuk mempertahankan ketersediaan air hingga ke masa depan.
  • Mendukung program pemerintah, baik dalam menjaga dan melestarikan sumber daya air maupun usaha untuk penyediaan air bersih dan sanitasi yang lebih sehat.
  • Membangun kesadaran untuk menghemat penggunaan air dan tidak mencemari lingkungan terutama sumber air, yang di mulai dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan.
Let's Save The Children, Save The Water For a Better Healthy Future.

Tulisan ini diikutsertakan dalam "Anugerah Jurnalistik AQUA (AJA) 2014" Kategori Blogger yang diselenggarakan AQUA bekerjasama dengan Blogdetik.

Sumber referensi tulisan :
Mutia Erlisa Karamoy
Mutia Erlisa Karamoy Mom of 3 | Lifestyle Blogger | Web Content Writer | Digital Technology Enthusiast | Another Blog seputarbunda.com | Contact: elisakaramoy30@gmail.com

Posting Komentar untuk "Save The Children, Setetes Air Bersih Untuk Masa Depan Yang Lebih Sehat"