PETUALANGAN BERAROMA KOPI BERSAMA TERIOS 7 WONDERS DALAM SUMATERA COFFEE PARADISE

Anda suka kopi? Ada kabar baik untuk Anda pecinta dan penikmat minuman hitam pekat dengan rasa pahit ini. Hasil studi mengatakan, mengonsumsi kopi secara moderat ternyata bagus untuk kesehatan jantung Anda. Sebuah penelitian yang dipimpin oleh Dr. Murray Mittleman di Boston, Amerika Serikat menyatakan, mereka yang mengonsumsi kopi secara reguler dengan jumlah tertentu memiliki resiko gagal jantung lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi kopi.

Manfaat kopi bagi kesehatan
Gambar dari sini
Kopi, hingga saat ini merupakan jenis minuman yang memiliki banyak penggemar bahkan ada yang menjadi penggemar berat yang tidak pernah melewatkan satu hari pun tanpa mengonsumsinya, dan tidak terkecuali di Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan semakin menjamurnya kedai-kedai, warung, dan cafe yang secara khusus menyajikan kopi sebagai menu utama dengan berbagai variasi rasa dan jenisnya di Indonesia. Hal ini bisa dimaklumi karena kopi kini bukan lagi sekadar minuman biasa, namun sudah menjadi semacam lifestyle bagi masyarakat dunia termasuk di Indonesia.

Tahukah Anda, kopi Indonesia saat ini menempati peringkat ketiga terbesar di dunia dari segi hasil produksi. Kopi di Indonesia memiliki sejarah panjang dan memiliki peranan penting bagi pertumbuhan perekonomian masyarakat di Indonesia. Letak Indonesia sangat ideal bagi iklim mikro untuk pertumbuhan dan produksi kopi.

Di Indonesia, kopi diperkenalkan oleh orang-orang Belanda. Pada era tanam paksa atau cultuurstelsel (1830-1870) masa penjajahan Belanda di Indonesia, pemerintah Belanda membuka sebuah perkebunan komersial pada koloninya di Hindia Belanda, khususnya di pulau jawa, Sumatera, dan sebagian Indonesia Timur. Jenis kopi yang dikembangkan di Indonesia saat itu adalah kopi jenis Arabica yang didatangkan langsung dari Yaman. Namun dalam perkembangnya, kopi mulai ditanam di hampir seluruh wilayah Indonesia, hingga akhirnya kopi berkembang menjadi komoditas utama di hampir seluruh wilayah Indonesia.

Bagi masyarakat Indonesia, meminum kopi adalah tradisi turun temurun sejak zaman dahulu. Tak heran bila hampir setiap daerah memiliki jenis kopi unggulan yang dapat dibanggakan. Kopi Indonesia memang memiliki keunikan yang sangat diperhitungkan dalam industri kreatif perkopian dunia, diantaranya adalah Kopi Sumatera.

Kopi Sumatera, merupakan salah satu varietas kopi yang bertekstur paling halus dan bercita rasa paling berat dan kompleks dia ntara beragam kopi di dunia. Sebagian besar kopi sumatera diproses secara kering (dry-processed), tetapi sebagian lagi melalui proses pencucian ringan (semi-washed). Ahli kopi yang ingin membeli kopi sumatera biasanya melihat dari ketuaan dari biji kopi sumatera. Biji kopi ini mengeluarkan rasa "tanah" dan "rempah". Hal ini merupakan keunikan tersendiri biji kopi sumatera sehingga membuatnya menjadi satu dari kopi yang paling dicari diantara jenis kopi yang ada di dunia.

Tim Terios 7 Wonders, Sumatera Coffe Paradise
Menjelang keberangkatan Tim Terios 7 Wonders (gambar)
Pesona keunikan cita rasa kopi sumatera yang berbalut keindahan alam nan eksotis dan menantang  inilah yang kemudian mendorong tim Terios mengeksplorasinya dalam petualangan yang mengusung tema "Terios 7-Wonders, Sumatera Coffee Paradise". Selain untuk menguji ketangguhan SUV 7-Seater Terios dalam perjalanan menyusuri destinasi Kopi di sumatera dengan karakter dan kontur jalan yang bervariasi, tim Terios 7 Wonders juga mengunjungi 7 spot kopi yang terkenal dengan keunikan cita rasanya dari Pulau Sumatera.

Terios 7 Wonders, Sumatera Coffe Paradise
Pelepasan Tim Terios 7 Wonders di Jakarta (gambar)
1. KOPI LIWA DENGAN KOPI LUWAKNYA YANG MENDUNIA

Penjelajahan Tim Terios 7 Wonders dalam Sumatera Coffee Paradise di mulai dari Lampung dengan mengunjungi spot kopi yang sangat terkenal yaitu Kopi Liwa salah satu daerah penghasil kopi yang sangat terkenal di Lampung dengan Kopi Luwaknya.

Terios 7 Wonders, Sumatera Coffe Paradise
Memulai rute Bakauheni - Liwa (gambar)
Setelah tiba di pelabuhan Bakauheni, Lampung, Tim Terios 7 Wonders memulai petualangan menyusuri kontur jalan yang tidak terlalu mulus namun kendaraan yang lalu lalang sangat padat terutama truk dan bus besar untuk menuju kota Liwa yang terletak di wilayah Lampung Barat. Ketangguhan dan performa mesin 3SZ-VE mulai terlihat ketika mulai bergerak menyusuri jalan menyempit dan menanjak di sepanjang perjalanan memasuki rute Liwa - Danau Ranau, di antara hamparan perkebunan kopi rakyat. Memang dibutuhkan akselerasi yang cukup mumpuni untuk menjelajahi rute Liwa - Danau Ranau yang memiliki kontur perbukitan dan diselingi hamparan hijau perkebunan rakyat di sisi jalan. Dengan topografinya yang berbukit dan beriklim tropis nan sejuk, Liwa memang sangat cocok sebagai daerah budidaya biji kopi berkualitas tinggi.

Terios 7 Wonders, Sumatera Coffe Paradise
Tim Terios 7 Wonders memasuki kota Liwa (gambar)
Aroma kopi...jangan di tanya, karena baru memasuki kota liwa pun kita telah disuguhi deretan warung-warung kopi yang menebarkan aura dan aroma kopi khas yang bercita rasa spesial. Yah...kopi liwa dengan kopi luwaknya memang sudah sangat terkenal di mancanegara, karena itu bisa dimaklumi bila spot perjalanan menguak surganya kopi di Sumatera di mulai dari Liwa. Apalagi saat ini sedang gencar-gencarnya dikembangkan kopi dengan inovasi terbaru, yaitu kopi beraroma ginseng dan pinang yang di klaim memiliki khasiat untuk kesehatan.

Sedangkan untuk kopi luwak, tim Terios 7 Wonders berkesempatan untuk menyaksikan langsung beberapa luwak atau musang liar yang diberdayakan oleh petani. Dalam prosesnya, tidak semua biji kopi di makan oleh luwak. Hanya biji kopi pilihan dan berkualitas terbaiklah yang di makan...luwak atau musang liar memang sangat menyukai buah-buahan segar termasuk biji kopi. Cara mudah menentukan biji kopi terbaik bisa tampak dari warna merah dan tenggelam saat hendak di rendam.

Terios 7 Wonders, Sumatera Coffe Paradise
Kopi Luwak (gambar)
Selanjutnya, bila musang sudah makan biji terbaik, setidaknya minimal 6 jam kemudian setelah mengalami proses fermentasi di dalam pencernaannya lalu dikeluarkan kembali oleh si musang via feses dalam bentuk sekumpulan biji...tapi jangan salah lho karena sama sekali tidak tercium aroma apapun dalam feses si musang.

Langkah selanjutnya adalah proses pembersihan dan pengeringan sebelum di kirim ke pengolah kopi dan siap di jual dengan harga yang lumayan tinggi. Di kalangan pecinta dan penikmat kopi, kopi luwak memiliki cita rasa spesial dan berbeda dari kopi lainnya, mungkin inilah yang menyebabkan kopi luwak sangat terkenal di mancanegara dan menjadi pilihan spesial bagi kalangan pecinta kopi di seluruh dunia.

2. KOPI LAHAT, SIAP BERBENAH MENYONGSONG ERA BARU INDUSTRI KOPI

Ada pepatah yang mengatakan, "kalau sudah merasakan nikmatnya kopi lahat, Anda akan mudah membedakan mana kopi yang asli dan mana yang bukan". Hal ini menunjukkan kopi lahat pun memiliki cita rasa yang khas dan spesial. Karena itu tidak heran bila petualangan terios 7 wonders menguak surganya kopi di sumatera juga berkunjung ke lahat untuk melihat dan merasakan secara langsung proses pengolahan kopi lahat.

Terios 7 Wonders, Sumatera Coffe Paradise
Menuju spot selanjutnya Kota lahat (gambar)
Lahat adalah kota kabupaten yang termasuk dalam wilayah Propinsi Sumatera Selatan. Dengan topografi yang juga berbukit dan beriklim sejuk, maka tidak heran apabila banyak perkebunan kopi yang dibudidayakan di kota ini. Meskipun pada mulanya kopi bukanlah komoditas utama, namun ini seiring semakin dikenalnya kopi lahat dikalangan pecinta dan penikmat kopi karena rasanya yang benar-benar "kopi banget", maka industri kopi kini menjadi perhatian utama pemerintah Kabupaten Lahat.

Citra lahat yang dahulu dikenal kurang aman dan kurang ramah terhadap orang luar perlahan mulai sirna. Penduduk kota ini perlahan mulai terbuka terhadap tamu dari luar dan kopilah yang menjadi sarana pertemanan. Sebuah kesempatan yang sangat langka ketika tim Terios 7 Wonders bisa menyambangi home industri pengolahan kopi tradisional milik salah satu pengusaha kopi lokal.

Terios 7 Wonders, Sumatera Coffe Paradise
Proses pengolahan tradisional kopi Lahat (gambar)
Proses pengolahan kopi lahat pada dasarnya sangat sederhana, namun tidak meninggalkan aroma khas kopi lahat. Mulai dari bahan baku pembakaran batok kelapa, proses berendang (sangrai) hingga penggilingan sampai 2 kali untuk mendapatkan kopi yang siap saji. Penentuan kualitas kopi bisa melalui kadar kering bijinya. Umumnya dari petani kadarnya mulai dari 15% sampai 17% , untuk ini dibutuhkan pengeringan 4 sampai 6 hari.

Yah...proses pengolahan kopi yang masih tradisional dipadu dengan pasokan biji kopi yang berkualitas inilah yang sesungguhnya merupakan daya tarik cita rasa kopi lahat dan jika dipertahankan tentu akan meningkatkan daya saingnya di industri kopi Indonesia dan dunia.

3. KOPI PAGAR ALAM, AROMA KOPI DALAM BALUTAN KEELOKAN ALAM

Kopi pagar alam? Rasanya tidak banyak orang yang mengenal kopi ini, padahal kota pagar alam merupakan salah satu sentra penghasil kopi utama di sumatera. Yah...Pagar alam atau beberapa orang menyebutnya "Besemah" hanya berjarak 48 kilometer dari lahat merupakan salah satu daerah yang kopi adalah salah satu komoditas utamanya.

Terios 7 Wonders, Sumatera Coffe Paradise
Menuju Spot kopi Pagar Alam (gambar)
Hamparan kebun kopi membentang di lereng Gunung Dempo merupakan gambaran betapa kopi telah menjadi pilihan penduduk pagaralam untuk mengantungkan hidupnya. Topografi yang berbukit, jalan yang berkelok, serta penuh dengan bebatuan merupakan arena petualangan yang sangat menantang bagi tim terios 7 wonders untuk memaksimalkan performa Terios yang dpadu dengan udara sejuk serta pemandangan alam nan hijau di sepanjang perjalanan menuju spot kopi di kota pagar alam.

Terios 7 Wonders, Sumatera Coffe Paradise
Kopi Pagar Alam (gambar)
Kopi Pagar Alam asli memiliki aroma yang khas dan lebih lembut saat diminum. Wanginya sudah tercium, bahkan sebelum kopinya diseduh. Menurut cerita, kopi Pagar Alam adalah salah satu kopi favorit Ratu Yuliana pada masa penjajahan Belanda sehingga tidak pernah absen dan selalu ada di dapur istana.

Meskipun rata-rata perkebunan kopi di pagar alam tidak memproses kopi namun langsung mengirimkan hasil panennya ke daerah-daerah lain, namun sekali lagi menyaksikan hamparan kebun kopi yang luas di pagar alam menunjukkan bahwa sesungguhnya Indonesia layak disebut sebagai surganya kopi dunia.

4.  KOPI EMPAT LAWANG, KOTANYA KOPI DI SUMATERA

Kabupaten Empat Lawang adalah pemekaran dari Kabupaten Lahat dan merupakan kabupaten termuda di Sumatera Selatan dengan ibukotanya Tebing Tinggi. Dengan topografinya yang berbukit membuat kota ini tumbuh dan berkembang pesat sebagai salah satu sentra kopi di Sumatera.

Terios 7 Wonders, Sumatera Coffe Paradise
Menuju spot kopi Empat Lawang (gambar)
Perpaduan alam yang menantang dan aroma kopi inilah yang membuat tim Terios 7 Wonders menyinggahi salah satu sentra kopi tradisional di Sumatera. Kopi atau dikenal dengan Kawo bagi masyarakat kabupaten Empat lawang telah melekat dalam keseharian kehidupan masyarakat, karena itu tidak heran bila biji kopi menjadi lambang atau maskot kota kabupaten yang baru berdiri 5 tahun yang lalu ini.

Terios 7 Wonders, Sumatera Coffe Paradise
Kopi Empat Lawang (gambar)
Kopi Empat Lawang merupakan persilangan kopi jenis Arabica dan Robusta, sehingga memunculkan cita rasa dan aroma yang sangat khas...bukan hanya melekat di lidah tapi juga di kepala. Hal ini bisa dimaklumi karena sebagian besar masyarakat mengantungkan hidupnya pada tanaman kopi.

Selain berkesempatan mencicipi kopi khas Empat Lawang, tim Terios 7 Wonders juga mendapat kesempatan untuk melihat dari dekat kreativitas masyarakat membuat aneka kerajinan kayu dari pohon kopi yang sudah tidak produktif. Bahkan aneka kerajinan yang di buat masyarakat Empat Lawang dari pohon kopi ini sangat di minati oleh masyarakat luar daerah, terbukti dengan banyaknya undangan pameran dari berbagai daerah.

Terios 7 Wonders, Sumatera Coffe Paradise
Kota Empat Lawang (gambar)
Peraduan alam yang indah, aroma kopi yang kental dan khas, serta kreativitas masyarakat Empat Lawang semoga merupakan pondasi awal yang akan memajukan kota kabupaten termuda di Sumatera Selatan ini agar dapat mensejajarkan dirinya dengan kota-kota lain di Sumatera, hingga pada akhirnya bisa mensejahterakan masyarakatnya.

5. KOPI CURUP (BENGKULU), KENIKMATAN KOPI DI KOTA RAFLLESIA ARNOLDI

Bengkulu sangat terkenal dengan akses jalannya yang sangat menantang, perpaduan jalan yang meliuk-liuk, jurang yang dalam, menjelajah perbukitan, dengan kondisi jalan yang nyaris tidak rata, membuat tim Terios 7 Wonders mendapatkan kesempatan untuk memaksimalkan performa kendaraannya menaklukan rute Pagar Alam - Kepahiang - Curup yang sangat menantang. Setelah sukses menaklukan rute jalan yang lumayan menguras tenaga dan pikiran, tiba saatnya menikmati spot kopi di sumatera ini yang dikenal dengan Kopi Curup.

Terios 7 Wonders, Sumatera Coffe Paradise
Spot Selanjutnya Kopi Curup (gambar)
Kopi Curup mempunyai keistimewaan, selain rasanya yang khas dengan cita rasa yang spesial, ampasnya pun bisa diseduh kembali...wow sangat menarik. Hamparan kebun kopi di sepanjang perjalanan yang dilalui cukup membuktikan bahwa kopi menjadi salah satu sumber penghasilan masyarakat.

Terios 7 Wonders, Sumatera Coffe Paradise
Hamparan kebun kopi (gambar)
Tidak hanya menanam dan mengolah biji kopi, masyarakat di daerah ini telah mengembangkan industrinya dengan memproses kopi hingga menjadi bubuk kopi dan di packing dengan berbagai ukuran yang siap di pasarkan ke berbagai daerah di Sumatera. Semoga dengan berkunjungnya tim Terios 7 Wonders ke spot kopi di Sumatera ini, maka jalan kopi Curup untuk mengeksiskan namanya ke seluruh Indonesia atau bahkan hingga ke mancanegara akan terbentang luas, sehingga dengan sendirinya akan mengangkat perekonomian masyarakat Curup dan daerah sekitarnya.

6. KOPI BERSEJARAH DARI MANDAILING NATAL (MADINA) SUMATERA UTARA

Untuk spot kali ini, tim Terios 7 Wonders menempuh rute terpanjang 628 kilometer dan tentu saja sangat melelahkan. Dengan kondisi jalan yang tidak biasa, tim Terios 7 Wonders berkesempatan  mencoba performa maksimal dari kendaraaan yang selama ini ditumpanginya hingga tiba di Mandailing Natal, Sumatera Utara, spot kopi selanjutnya yang mempunyai sejarah panjang dalam dunia perkopian di Indonesia.

Terios 7 Wonders, Sumatera Coffe Paradise

Kopi Pakantan, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Kopi Mandailing sangat terkenal akan kenikmatannya. Kepopuleran Kopi Pakantan ini bukan hanya di daerah Indonesia, tetapi juga hingga ke mancanegara seperti Jepang, Brazil, Columbia, dan negara-negara lainnya. Namun sangat disayangkan keberadaan Kopi ini kini nyaris punah. Padahal menurut catatan sejarah, bangsa Belanda telah menjejakkan kaki dan membawa kopi di wilayah ini sejak tahun 1699.

Bisa di bilang Kopi Mandailing Natal merupakan industri kopi pertama yang berkembang di Sumatera sejak zaman pemerintah hindia Belanda. Adapun jenis kopi yang dikembangkan adalah kopi jenis Arabika yang sesuai dengan alam Mandailing.

Hamparan perkebunan kopi rakyat menjadi pemandangan tim Terios 7 Wonders ketika mulai memasuki kota, namun sangat disayangkan dengan sejarah yang begitu panjang dan nama yang telah mendunia ternyata perlahan namun pasti semakin meredup pamornya.

Terios 7 Wonders, Sumatera Coffe Paradise
Rute tersulit di Mandailing Natal (gambar)
Namun kenyataan itu tidak membuat tim Terios 7 Wonders patah arang dalam menelusuri jejak kopi yang hampir hilang di Mandailing.  Hal ini terbukti dengan susah payah karena kondisi medan jalan sempit dan berlubang, melintasi semak belukar, serta jalan tanah, hingga akhirnya tiba di desa Langgamtama, Simpang Banyak Mandailing. Hamparan perkebunan kopi rakyat yang masih tersisa di antara perbukitan hijau dengan jenis kopi Arabika atau kopi Godang, yang diolah dengan cara sederhana dan sangat konvensional.

Ah...semoga seiring waktu berlalu, dan dengan berkunjungnya tim Terios 7 Wonders, Kopi Mandailing akan kembali menebarkan aromanya ke seluruh penjuru dunia seperti pada masa lalu.

7. KOPI TAKENGON ATAU KOPI GAYO, HARTA TERPENDAM DARI BUMI SERAMBI MEKAH.

Kopi Gayo? Wow...siapa yang tidak kenal kopi yang satu ini yang namanya sudah kondang hingga ke mancanegara dan merupakan kebanggaan mansyarakat Aceh. Letak geografis serta pengolahan yang detail dalam pemrosesan membuat kopi Gayo begitu berkarakter. Tidak heran jika sejak zaman hindia Belanda hingga masa penjajahan Jepang, kopi Gayo telah berkembang menjadi komoditi andalan.

Terios 7 Wonders, Sumatera Coffe Paradise
Rute menuju spot kopi Gayo (gambar)
Bagi masyarakat Aceh, kopi telah menjadi bagian dari tradisi masyarakat dan telah membudaya di seluruh lapisan masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya warung atau kedai kopi bertebaran di setiap sudur kota di Aceh. Kopi Gayo memiliki aroma dan rasa yang sangat khas, kalau kebanyakkan kopi yang ada rasa pahitnya masih tertinggal di lidah kita, namun tidak demikian dengan kopi Gayo. Rasa pahit hampir tidak terasa pada kopi ini. Cita rasa kopi Gayo yang asli terdapat pada aroma kopi yang harum dan rasa gurih hampir tidak pahit.

Terios 7 Wonders, Sumatera Coffe Paradise
Pengeringan biji kopi (gambar)
Rasa dan aroma inilah yang mendorong tim Terios 7 Wonders menjelajah dan menyinggahi langsung sentra kopi Gayo yang sangat terkenal itu di Takengon. Kondisi jalan yang berbukit dan berliku dengan rute perjalanan Medan - Langsa - Bireun - Bener Meriah - Takengon, membuat Terios teruji kehandalannya menembus beragam medan berat yang menghadang. Beratnya medan dan perjalanan menapaki rute-rute terakhir akhirnya terbayar manis dengan pemandangan yang eksotis dengan hamparan danau laut tawarnya yang menyejukkan mata.

Di sinilah kota Takengon, dengan hamparan perkebunan kopi jenis Arabika yang nyaris mendominasi wilayah ini, bahkan sebagian besar gerai kopi dunia dipasok dari kopi Gayo yang tumbuh dan berkembang di daerah ini hingga layak dijuluki sebagai surganya kopi di Indonesia dan dunia.

Terios 7 Wonders, Sumatera Coffe Paradise
Kopi Takengon (gambar)
Dengan menjadikan kopi sebagai komoditi andalan, Takengon telah menyiapkan secara detail beragam cara untuk menjaga kualitas kopinya tetap terjaga, baik mutu maupun rasanya. Hal ini bisa di pahami karena untuk pasar mancanegara, butuh kestabilan dan karakter rasa serta mutu. Yah...Kopi Gayo memang merupakan komoditas andalan untuk pasar Eropa dan Amerika yang tentu saja mempunyai standar mutu dan rasa sendiri.

Harumnya aroma kopi Gayo memang telah mendunia, dan semoga tetap bertahan hingga tahun-tahun mendatang.

MENAPAKI PERJALANAN TERAKHIR DI TITIK NOL KILOMETER

7 Spot kopi telah berhasil disinggahi tim Terios 7 Wonders dengan beragam suka dukanya termasuk sulitnya medan yang harus dilalui dalam menyelesaikan rangkaian perjalanan petualangan "Sumatera Coffee Paradise". Etape terakhir dilabuhkan tim Terios 7 Wonders di Pulau Weh, Kabupaten Sabang Nanggroe Aceh Darussalam.

Terios 7 Wonders, Sumatera Coffe Paradise
Sabang, Nanggroe Aceh Darussalam (gambar)
Inilah pijakan atau langkah awal, secara geografis sebuah bangsa di mulai, yang ditandai dengan Tugu Nol Kilometer RI atau biasa disebut Monumen Kilometer Nol yang menjadi penanda ujung terjauh bagian barat di Indonesia.

Terios 7 Wonders, Sumatera Coffe Paradise
Penyerahan sertifikat Tim Terios 7 Wonders (gambar)
Monumen inilah yang menjadi sejarah kehadiran Terios 7 Wonders, Sumatera Coffee Paradise dan Manajemen Astra Daihatsu Motor pernah menjejakkan kaki di sini, monumen yang menjadi simbol perekat nusantara dari Sabang di Aceh sampai Merauke di Papua.

Benar-benar petualangan yang bukan hanya menguak surganya kopi di Sumatera, namun sebagai ajang pembuktian ketangguhan Terios menapaki perjalanan panjang dan berat mulai dari Liwa, Lampung hingga Sabang, Nanggroe Aceh Darussalam. Seperti yang dituturkan oleh Amelia Tjandra, Marketing Director PT. Astra Daihatsu Motor, "selain menguak surganya kopi, perjalanan membuktikan Daihatsu Terios tangguh berkendara di segala medan. Meski disiksa menjelajah alam Sumatera, Terios tetap tangguh hingga sukses di titik nol kilometer di Sabang".

Mau bukti, cobalah Anda menonton video yang satu ini dan ikut merasakan petualangan beraroma kopi tim Terios 7 Wonders menjelajah Sumatera Coffee Paradise.

Courtesy : Daihatsu Sahabatku From Youtube

Perjalanan Tim Terios 7 Wonders bukan hanya sekedar menguak sentra kopi belaka di bumi Andalas dalam Sumatera Coffe paradise, lebih dari itu sahabat petualang juga berbagi kepada sesama sesuai konsep Corporate Social Responsibility (CSR), dimana selama perjalanan terdapat 3 titik tim Terios 7 Wonders berbagi, yakni di Bengkulu, Medan, dan Aceh.

Terios 7 Wonders, Sumatera Coffe Paradise
Salah satu kegiatan aksi peduli sesama (gambar)
Sebuah perjalanan panjang penuh petualangan beraroma kopi bersama Terios 7 Wonders menjelajahi Sumatera Coffee Paradise yang bukan hanya untuk menguak dan menelusuri jejak-jejak kopi di bumi Andalas, namun juga untuk membuka mata kita bahwa Indonesia masih dan akan terus menjadi primadona bagi industri perkopian dunia.

Masih banyak potensi untuk membangkitkan perekonomian bangsa Indonesia dalam komoditi kopi, terutama di daerah-daerah yang masih memiliki keterbatasan akses transportasi dan publikasi namun memiliki kekayaan berupa hamparan perkebunan kopi yang aroma, rasa, dan keharumannya telah tersebar ke berbagai penjuru dunia, dan memiliki sejarah panjang dalam perkembangan industri kopi dunia.

Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog "Terios 7 Wonders, Amazing Celebes Heritage" yang diselenggarakan PT. Astra Daihatsu Motor dan viva.co.id.

Sumber referensi tulisan :
  1. Terios 7 Wonders, Eksplorasi Surga Kopi Sumatera : http://daihatsu.co.id/corporate/e-magazine.
  2. http://tabloidrakyatmadani.wordpress.com/kopi-pakantan-nasibmu-kini/
  3. http://kopiluwakbinar.com/index.php/inilah-kopi/sejarah-kopi-indonesia
  4. http://id.wikipedia.org/wiki/Kopi_luwak
Mutia Erlisa Karamoy
Mutia Erlisa Karamoy Mom of 3 | Lifestyle Blogger | Web Content Writer | Digital Technology Enthusiast | Another Blog seputarbunda.com | Contact: elisakaramoy30@gmail.com

6 komentar untuk "PETUALANGAN BERAROMA KOPI BERSAMA TERIOS 7 WONDERS DALAM SUMATERA COFFEE PARADISE"

Comment Author Avatar
Acara jalan-jala kelilingnya menank banget mba, apalagi kalau sambil minum kopi dan merasakan kelezatan aroma kopi alami Indonesia sambail naik Terios ya ?

Salam
Comment Author Avatar
Bener banget itu Mas, pokoknya Indonesia Topnya kopi. Tengkyuu udah mampir.
Comment Author Avatar
salam. ikutan menjelajahi surga kopi nusantara bersama Terios 7 Wonders http://fajarmuchtar.blogspot.com/2014/08/menyingkap-tujuh-surga-tersembunyi.html#more
Comment Author Avatar
Tinggal 6 Hari Lagi Berwisata Gratis ke Macau Plus iPhone 5: Tertarik? Ikuti lombanya. Ayo, ikuti lomba blog "Why Macau" di sini http://bit.ly/WhyMacau.

Caranya cukup mudah, tuliskan keinginanmu untuk pergi ke Macau. Topik nya bisa tentang kuliner, objek wisata, kebudayaan, dan tempat populer di Macau. Sertakan foto atau video agar tulisanmu lebih menarik.

Selengkapnya di sini http://bit.ly/WhyMacau
Comment Author Avatar
Hellow admin blogger..

Tinggal 6 Hari Lagi Berwisata Gratis ke Macau Plus iPhone 5c, loh.

Tertarik? Ikuti lombanya. Ayo, ikuti lomba blog "Why Macau" di sini http://bit.ly/WhyMacau.

Caranya cukup mudah, tuliskan keinginanmu untuk pergi ke Macau. Topik nya bisa tentang kuliner, objek wisata, kebudayaan, dan tempat populer di Macau. Sertakan foto atau video agar tulisanmu lebih menarik.

Selengkapnya di sini http://bit.ly/WhyMacau

Ditunggu yah submit artikelnya.,
Terimakasih :)