KOMUNITAS PEREMPUAN INDONESIA DI ERA DIGITAL

Perkembangan teknologi digital dari tahun ke tahun sangat pesat, bahkan nyaris tidak ada satupun aspek kehidupan yang tidak tersentuh oleh sarana digital. Masyarakat sudah terbiasa menggunakan media digital untuk beragam urusan baik untuk kehidupan pribadi maupun sosialnya. Kenyamanan yang ditawarkan oleh teknologi digital kini semakin mudah didapatkan berkat harganya yang kian hari kian terjangkau. Beragam barang yang menampilkan kemajuan teknologi digital seperti komputer, laptop, smartphone, televisi, bahkan jaringan internet bukanlah hal sulit untuk didapat, bahkan jumlahnya semakin hari semakin meningkat seiring meningkatkan penggunaan benda-benda tersebut. Bahkan jaringan internet beberapa tahun yang lalu masih merupakan fasilitas mahal, kini dengan mudah bisa diakses hanya dengan smartphone biasa dengan biaya yang relatif terjangkau.

Kemudahan tersebut secara tidak langsung berimbas pada terbukanya kesempatan untuk menggunakan teknologi digital secara kreatif, dalam pengertian kita bisa menciptakan ruang untuk saling berkomunikasi lebih cepat, lebih leluasa, dan lebih berarti. Pada tahapan selanjutnya, penggunaan teknologi digital seharusnya sudah mulai melangkah ke arah yang lebih baik, yaitu :
  • Menggunakan media digital untuk mengedukasi masyarakat,
  • Merubah cara berpikir,
  • Memberikan solusi,
  • Serta mendorong masyarakat ke arah perubahan yang lebih baik.
Secara perlahan namun pasti, penggunaan teknologi digital oleh masyarakat, terutama di Indonesia sudah meningkat sangat pesat dibanding tiga atau empat tahun sebelumnya. Teknologi digital sudah mulai dimanfaatkan untuk hal-hal yang sifatnya kreatif, edukatif, dan solutif. Bahkan teknologi digital ini sedikit demi sedikit mulai menyentuh berbagai aspek kehidupan seorang perempuan. Teknologi digital telah merubah wajah dunia sedikit demi sedikit, termasuk perempuan yang biasanya termarjinalkan dalam industri digital mulai memiliki peran dan ikut serta dalam memanfaatkan teknologi secara kreatif.

PEREMPUAN INDONESIA DI ERA DIGITAL

Perempuan di era digital saat ini dapat mengambil peran yang penting pada berbagai aspek kehidupan tanpa harus meninggalkan kodratnya sebagai perempuan, sebagai istri dan ibu yang memiliki tugas mendidik serta membesarkan anak-anaknya. Perkembangan zaman telah membuat seorang perempuan bisa memiliki prestasi meskipun sebagian besar waktunya dihabiskan bersama anak-anak di rumah atau bekerja, kemudahan ini merupakan anugerah teknologi digital yang makin lama semakin menunjukkan kemajuan. Dunia menjadi seolah tanpa batas waktu dan tempat, karena hanya dengan berbekal koneksi internet, semua orang bisa berkomunikasi atau melihat-lihat belahan dunia lain.

Bagi perempuan, teknologi digital merupakan salah satu pintu gerbang menuju peningkatan kualitas hidup yang lebih baik, baik bagi dirinya sendiri maupun keluarga. Ada banyak perempuan Indonesia yang telah berhasil mengaplikasikan kemampuan teknologi digitalnya baik bagi dirinya sendiri maupun orang di sekitarnya, terutama kaum perempuan. Seperti, Iim Fahima, yang merupakan finalis Asia's Best Young Entrepreneurs 2009 dan sekarang dinobatkan sebagai CEO Virtual Consulting, sebuah perusahaan konsultasi online. Ada lagi Shinta Danuwardoyo, mantan CEO Mojopia dan sekarang CEO Bubu.com. Serta sejumlah perempuan lain yang memanfaatkan secara aktif dan kreatif perkembangan teknologi digital.

Bahkan seiring perkembangan teknologi digital dalam bentuk sosial media atau jejaring sosial, jumlah partisipan dari kalangan perempuan untuk terjun dan ikut ambil bagian dalam teknologi digital semakin menunjukkan peningkatan. Ternyata banyak perempuan yang telah sadar bahwa teknologi digital merupakan bagian yang berperan penting untuk mengaktualisasikan dirinya dalam bentuk karya nyata. Tidak dapat dipungkiri, perkembangan media sosial yang sangat pesat juga turut mempengaruhi perubahan pola pikir perempuan dalam banyak hal, bahkan melalui media sosial banyak perempuan yang ternyata ikut andil bersuara untuk masa depan Indonesia yang lebih baik. Yah...kiprah perempuan melalui corong sosial media telah merambah bagian-bagian yang dahulu sangat sensitif dibahas oleh perempuan secara terbuka, yaitu politik.

Dalam hal pemanfaatan sosial  media dalam jenjang yang lebih tinggi, banyak perempuan yang selain menjadikan media sosial sebagai media untuk menambah teman, bersosialisasi, silahturahmi, menjaring relasi, dan tempat bertukar informasi, juga memanfaatkan media sosial sebagai profesi yang menghasilkan uang atau berbisnis. Dengan hanya mengandalkan koneksi internet dan perangkat komputer, serta aktif di berbagai sosial media para perempuan nan kreatif dapat bekerja dan memulai bisnis.

Namun bagaikan dua sisi mata uang yang selalu berseberangan, penggunaan teknologi bagi kaum perempuan juga ada sisi positif dan negatifnya. Sisi positifnya, selain terbukanya ruang dan kesempatan untuk mengaktualisasikan dirinya ke berbagai aspek kehidupan, juga memberikan manfaat ilmu pengetahuan, pertemanan (dalam hal ini jaringan yang semakin luas dan tidak terbatas tempat), juga memperoleh tambahan pendapatan baik yang diperoleh dari keberhasilan berbisnis maupun bekerja secara kreatif melalui media digital.

Sedangkan sisi negatifnya, dunia digital tidak selalu menawarkan hal-hal yang sebenar-benarnya, ada banyak konten yang bisa menimbulkan efek buruk bagi perempuan karena sarat dengan pelecehan. Karena itu, selain memanfaatkan media digital untuk mengepresikan serta mengaktualisasikan dirinya ke ruang yang lebih terbuka, kaum perempuan seiring berjalannya waktu mulai pintar-pintar memilah dan memilih teknologi digital yang sesuai dengan dirinya.

Dengan berbagai kemudahan yang ditawarkan teknologi digital telah melahirkan banyak pengusaha-pengusaha baru di kalangan perempuan. Dengan hanya bermodalkan perangkat komputer, jaringan internet, dan networking melalui sosial media, banyak perempuan yang mendulang sukses dalam bisnisnya, bermula dari usaha rumahan kemudian berkembang pesat hingga berhasil mengembangkan bisnisnya ke lingkaran yang lebih luas lagi. Salah satu sosial media yang acapkali digunakan sebagai lahan bisnis kaum perempuan adalah Facebook. Kemudahan untuk mengakses dan memanfaatkan fitur-fitur yang tersedia di sosial media ini memberikan inspirasi sekaligus peluang bagi kaum perempuan untuk mengembangkan ide dan kemampuan bisnisnya.

Keberhasilan perempuan dalam membangun bisnis melalui media digital ini juga didorong kemampuan komunikasi dan keterampilan sosial mereka yang kuat. Berikut adalah karakter perempuan yang membuat mereka berpotensi besar menjadi pengusaha, khususnya di era digital sekarang ini :
  1. Memiliki komunikasi dan kecerdasan yang kuat,
  2. Menciptakan pendengar yang baik,
  3. Mampu berkolaborasi,
  4. Lebih memilih resiko yang lebih rendah. (sumber : http://www.the-marketeers.com).
Potensi besar yang dimiliki perempuan selain menciptakan banyak peluang, juga sekaligus memberikan inspirasi bagi perempuan lain untuk mengikuti jejaknya. Perempuan memang dibekali kemampuan dalam hal memanage baik dirinya sendiri maupun lingkungannya agar tujuannya tercapai. Kemampuan memanage ini umumnya lahir berkat pengalaman di kesehariannya yaitu terbiasa mengatur anak-anak dan rumah tangga. Selain itu, perempuan juga memiliki kemampuan lebih untuk mempengaruhi orang lain agar mengikuti apa yang menjadi keinginannya.

KOMUNITAS PEREMPUAN INDONESIA DI ERA DIGITAL

Komunitas jika diartikan secara harfiah adalah sekumpulan individu-individu yang saling membentuk satu kumpulan atas dasar persamaan prinsip, tujuan, visi dan misi, hobi, minat, atau kepentingan tertentu. Umumnya komunitas lahir atas azaz kesamaan pandangan dan tujuan, namun tidak menutup kemungkinan lahirnya komunitas sebagai wadah untuk saling melengkapi satu sama lain.

Perempuan di era digital

Seiring dengan semakin meningkatnya jumlah pengguna internet dan sosial media di kalangan perempuan, membuat perempuan Indonesia semakin melek teknologi dan mulai memahami arti teknologi digital sebagai salah satu bagian yang melengkapi kehidupannya. Banyak perempuan yang menggunakan teknologi untuk mendapat tambahan pengetahuan, entah itu masalah kesehatan, parenting, mendalami minat dan hobi, dan lain-lain. Bahkan dengan realita semakin banyaknya perempuan yang mahir menggunakan smartphone, membuat angka perempuan melek teknologi semakin meningkat, yah...smartphone memang solusi mudah untuk mengakses internet karena bentuknya simpel dan nyaris bisa di bawa ke mana saja.

Kemajuan internet di era digital juga merupakan salah satu faktor penting sebagai cikal bakal lahirnya banyak komunitas perempuan online, komunitas tanpa batasan ruang, tempat dan waktu.  Meskipun komunitas ini lahir atas dasar satu kesamaan atau spesifik untuk satu isu dalam kehidupan perempuan, namun dalam kenyataan pergaulan antar anggota dalam komunitas tidak selalu membicarakan hal-hal yang spesifik tersebut, sangat elastis. Sifat dasar perempuan yang memang suka mengobrol bahkan melebar hingga "out of topic (OOT)" membuat komunitas perempuan terasa lebih hidup, hangat, dan terbuka. Ada banyak inspirasi dan ilmu baru yang bisa didapatkan ketika tergabung dalam satu komunitas, bahkan ada komunitas perempuan yang mengkhususkan dirinya untuk membangkitkan semangat berbisnis di kalangan perempuan Indonesia, bukan hanya menciptakan peluang tetapi sekaligus berbagi teknik pemasaran dan informasi bisnis.

Dari beragam komunitas perempuan yang lahir dari media online, seperti :
  • Kumpulan Emak Blogger, komunitas perempuan yang lahir atas dasar hobi dan minat yang sama dalam dunia blogging. Komunitas ini telah berkembang hingga mencapai angka ribuan, bahkan anggotanya ada yang bertempat tinggal di luar negeri. Dalam perkembangannya komunitas ini ternyata banyak menginspirasi perempuan Indonesia untuk melek teknologi dan menggunakan teknologi untuk menggali potensi sekaligus mengaktualisasikan dirinya secara positif. Dari komunitas ini lahir perempuan-perempuan yang bukan hanya mahir mengaplikasikan teknologi sebagai penunjang kehidupannya, namun terbentuk sosok perempuan yang peduli akan isu perempuan di Indonesia. Tulisan-tulisan yang ditorehkan melalui media blog, selain merupakan curahan hati perempuan juga membahas isu-isu tentang keberadaan perempuan disekelilingnya. 
  • Komunitas Ibu-ibu Doyan Nulis (IIDN). Komunitas ini lahir dan dibesarkan melalui jejaring sosial Facebook, beranggotakan ratusan ribu perempuan Indonesia dari seluruh penjuru dunia. Komunitas ini sukses menebarkan virus menulis bagi perempuan Indonesia, bahkan memberi ruang bagi perempuan untuk produktif menulis, menghasilkan karya, dan mendapatkan peluang tambahan penghasilan. Banyak anggotanya telah menelurkan karya dalam bentuk buku komersial dan tentu saja mendapat tempat dalam dunia literasi di Indonesia. Komunitas ini ternyata mampu menginspirasi perempuan Indonesia untuk membudayakan kebiasaan menulis sebagai ruang untuk mengekspresikan dirinya serta mengaktualisasikan potensi serta bakat ke dalam bentuk tulisan.
  • Komunitas Ibu-ibu Doyan Bisnis (IIDB). Komunitas ini selain merupakan ajang untuk saling bersilahturahmi antar sesama perempuan yang menekuni bisnis, juga saling berbagi informasi, peluang, dan teknik memasarkan barang dagangan. Sebuah komunitas yang selain ajang berbagi ilmu dan jaringan, juga menginspirasi perempuan Indonesia untuk masuk dan ambil bagian dalam dunia bisnis di Indonesia, karena berawal dari bisnis rumahan bukan tidak mungkin akan melahirkan pebisnis perempuan yang handal.
Selain komunitas di atas, ada banyak sekali komunitas perempuan lain yang lahir melalui media digital namun mampu memberikan inspirasi positif bagi perempuan Indonesia untuk terus maju dan mensejajarkan dirinya dalam penggunaan teknologi. Namun yang paling penting dari terbentuknya komunitas perempuan tersebut adalah berbagi ilmu pengetahuan yang lebih bagi sesama perempuan sebagai suatu usaha untuk membangun masa depan perempuan Indonesia yang lebih baik, karena dari perempuanlah lahir generasi-generasi yang diharapkan berkualitas unggul untuk menata wajah negara Indonesia di masa depan. Zaman telah berubah, realita menunjukkan bahwa perempuan Indonesia sedikit demi sedikit telah menjelma menjadi sosok "Kartini Digital" melalui berbagai komunitas perempuan, yang memiliki kemampuan mengolah dan memanfaatkan teknologi secara optimal dalam mencapai tingkat kehidupan yang lebih baik.


Tulisan ini diikutserakan dalam "Lomba PSF Blogger Award" yang diselenggarakan Putera Sampoerna Foundation.

Sumber referensi tulisan :

http://www.the-marketeers.com
Mutia Erlisa Karamoy
Mutia Erlisa Karamoy Mom of 3 | Lifestyle Blogger | Web Content Writer | Digital Technology Enthusiast | Another Blog seputarbunda.com | Contact: elisakaramoy30@gmail.com

1 komentar untuk "KOMUNITAS PEREMPUAN INDONESIA DI ERA DIGITAL"

Comment Author Avatar
Wuih... keren. Komunitas perempuan di era digital sekarang ini memang sudah menggema, ya. Bangga deh jadi bagian dari komunitas ini. ^^