MEMBATASI KEBIASAAN JAJAN PADA ANAK DENGAN SARAPAN SEHAT

perilaku jajan pada anak
sumber
Budaya jajan sudah menjadi bagian dari keseharian hampir semua kelompok usia dan kelas sosial, termasuk anak-anak usia sekolah yang memiliki angka cukup tinggi dalam perilaku jajan. Anak-anak dan jajanan seolah menjadi satu bagian yang tidak terpisahkan, terutama anak-anak usia sekolah yang umumnya belum memiliki kemampuan yang cukup untuk memilah dan memilih jajanan yang sehat dan memiliki nilai gizi. Makanan jajanan memiliki beberapa unggulan, akan tetapi makanan jajanan di duga masih beresiko terhadap kesehatan. Proses pengolahan yang tidak higienis, adanya campuran pengawet, campuran pewarna makanan yang tidak sesuai dengan standar kesehatan, bahan-bahan yang tidak fresh, dan sebagainya mengakibatkan makanan jajanan tidak layak untuk di konsumsi terutama anak-anak yang ketahanan tubuhnya masih rentan dan rendah. 

Pengaruh buruk dari jajanan yang kurang sehat semakin diperparah bila anak tidak terbiasa sarapan pagi sehingga jajanan adalah makanan pertama kali yang masuk ke dalam pencernaan. Bisa dibayangkan apabila perut yang dalam keadaan kosong di masuki makanan yang tidak sehat, tentunya akan menimbulkan banyak masalah kesehatan, terutama pencernaan. Karena itu diperlukan pemahaman yang cukup akan pentingnya memilih makanan jajanan yang sehat bagi anak-anak. Warna dan rupa yang menarik serta rasa yang enak belum tentu memiliki kandungan gizi yang baik dan sehat karena zat atau bahan serta cara pengolahan makanan jajanan masih belum bisa dipertanggungjawabkan. Apalagi kondisi ini berlangsung secara terus menerus, tentu dalam jangka panjang akan menimbulkan efek bagi kesehatan si anak yang tentu saja tidak bisa dianggap ringan.


PEMAHAMAN TENTANG MAKANAN YANG SEHAT

Makanan sehat akan mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan tubuh, jika makanan yang dikonsumsi cukup mengandung zat-zat gizi yang diperlukan oleh tubuh maka pertumbuhan badan dan otak akan berlangsung sempurna. Namun, apabila makanan yang dikonsumsi tidak mengandung gizi yang baik maka pertumbuhan terutama pada anak-anak akan lambat dan tentu saja rentan terhadap serangan berbagai bibit penyakit karena sistem ketahanan tubuh tidak berkembang dengan baik. Masing-masing individu memiliki kebutuhan akan zat-zat gizi dari makanan yang berbeda-beda, berdasarkan jenjang usia. Dengan pemahaman ini, maka acuan untuk menetapkan seberapa banyak asupan makanan untuk tubuh akan bisa terukur dan memenuhi standar kesehatan bagi tubuh.

Pada dasarnya menghadirkan makanan bergizi dan sehat tidaklah sulit, karena makanan bergizi ada di sekitar kita tanpa harus bersusah payah mencari. World Vision telah mengenalkan pengolahan pangan lokal yang di sebut "M3" pada tahun 2007. M3 merupakan singkatan dari Mudah, Murah, Menyeluruh, maksudnya mudah didapatkan, murah harganya, dan didalamnya terdapat semua gizi yang diperlukan tubuh, seperti karbohidrat, protein, lemak, dan bermacam-macam vitamin. Makanan sehat menurut para ahli gizi paling tidak mengandung empat macam yaitu makanan pokok, lauk-pauk, sayur, dan buah.
  1. Makanan Pokok. Umumnya makanan pokok mengandung banyak karbohidrat yang sangat diperlukan tubuh sebagai sumber tenaga. Jadi, agar tubuh bertenaga dan bisa melakukan berbagai aktivitas, setiap hari kebutuhan karbohidrat harus tercukupi dengan mengkonsumsi antara lain nasi, roti, jagung, singkong, ataupun sagu.
  2. Lauk-Pauk. Umumnya lauk-pauk yang disediakan setidaknya mengandung protein dan lemak, yang berguna untuk membangun tubuh dan mengganti sel-sel yang rusak. Makanan yang termasuk dalam kategori ini adalah telur, daging, ayam, ikan, tempe, tahu, dan sebagainya. 
  3. Sayur dan Buah. Umumnya sayur-sayuran dan buah-buahan banyak mengandung vitamin dan mineral. Vitamin dan mineral ini dibutuhkan oleh tubuh untuk menjaga ketahanan tubuh agar tidak mudah terserang penyakit, karena ketahanan tubuh terutama untuk anak-anak yang dalam masa pertumbuhan sangat penting. 

MEMBATASI KEBIASAAN JAJAN PADA ANAK DENGAN SARAPAN SEHAT

Meskipun jajan adalah kebiasaan wajar bagi anak-anak, tetapi orangtua juga harus mengendalikan kebiasaan tersebut karena kebiasaan jajan membuat anak malas makan di rumah, kurang nutrisi, atau bahkan yang berlebihan, apalagi makanan jajanan belum tentu higienis dan terjamin kandungan nutrisi serta zat gizinya. Dari segi kesehatan, jajanan yang tidak sehat dapat menyebabkan berbagai gangguan pencernaan seperti diare, sembelit, perut kembung, dan penyakit lainnya. Kebiasaan jajan yang tidak terkendali bahkan di waktu pagi hari di mana seharusnya anak-anak menikmati sarapan di rumah tentu menimbulkan banyak efek negatif bagi kelangsungan tumbuh kembang anak, jika sistem kekebalan tubuh anak rendah dan gampang terkena penyakit tentu pertumbuhan anak baik fisik maupun kecerdasan anak tentu ikut terganggu pula. Karena itu penting bagi kita untuk mulai membatasi kebiasaan anak untuk jajan, diantaranya dengan :
  • Batasi uang jajan anak.
  • Pastikan anak mendapatkan makan yang cukup.
  • mengajari anak berhemat dan menabung dengan uang saku yang diperolehnya, jika anak sudah memiliki kesadaran untuk berhemat dan kebiasaan menyisihkan uang jajan untuk di tabung, maka anak akan mempunyai kecederungan untuk mampu menahan diri dan tidak mudah tergoda untuk menghabiskan uangnya untuk jajan terutama jajanan yang tidak sehat.
  • Mempersiapkan bekal untuk anak.
  • Memperhatikan makanan kesukaan anak.
  • Selalu menyiapkan menu makanan yang sehat.
  • Memberikan pengertian akan resiko jajan sembarang terhadap kesehatan tubuh.
Membatasi kebiasaan jajan pada anak sangat penting mengingat Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) telah melakukan uji laboratorium terhadap 2.984 sampel jajanan anak di sekolah, dan hasilnya 45% diantaranya mengandung zat berbahaya yang tidak baik untuk dikonsumsi terutama oleh anak-anak. Zat berbahaya tersebut diantaranya adalah :
  • Pemanis Buatan. Bahan ini banyak ditemukan pada makanan seperti saos, susu, jeli, sirup, makanan ringan atau snack, permen, es krim, dan minuman ringan berfermentasi. Pemanis buatan tentunya hanya memberikan efek rasa manis pada makanan, namun tidak memiliki nilai gizi sama sekali untuk di konsumsi. Pemanis buatan ada bermacam-macam seperti Sakarin, Siklamat, dan Aspartam.
  • Pengawet Buatan. Menurut BPOM, banyak produk makanan yang menggunakan pengawet buatan seperti berbagai macam mie basah, ikan asin, tahu, dan lain-lain. Ada beberapa jenis pengawet buatan, seperti Asam Salisilat, Formalin, Boraks, Pottasium Klorat, Kloramfenikol, Potassium Bromat, dan bahan pengawet lainnya yang tentunya sangat berbahaya bila dikonsumsi secara terus menerus dalam jangka panjang karena akan menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, terutama anak-anak yang masih dalam tahap pertumbuhan.
  • Pewarna Buatan. Pewarna buatan umumnya digunakan pedagang untuk menarik perhatian konsumen akan kemasan barang dagangannya baik bentuk maupun warnanya, sehingga pedagang akan mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya dengan modal yang dikeluarkan sedikit mungkin. Hampir seluruh makanan olahan telah diberi pewarna sintetis terutama jajanan anak-anak, karena anak-anak umumnya sangat menyukai warna makanan yang mencolok dan pedagang sangat memahami hal ini. Pewarna buatan yang sering digunakan umumnya adalah Rhodamin B dan Methanyl Yellow, yang dalam jangka panjang bila dikonsumsi secara terus-menerus akan menimbulkan berbagai gangguan kesehatan seperti keracunan, iritasi pada saluran pencernaan, dan lain-lain.
  • Penyedap Rasa Buatan. Penyedap rasa tentunya tidak asing lagi bagi masyarakat, karena penyedap rasa biasanya digunakan untuk menambah dan memperbaiki cita rasa serta aroma pada makanan sehingga pembeli akan merasakan kenikmatan ketika menyantap makanan tersebut, padahal penyedap rasa sama sekali tidak memberikan zat gizi untuk tubuh. Penyedap rasa buatan yang banyak dijumpai pada makanan seperti Monosium Glutamat, L-asam Glutamat, Pottasium Hidrogen L-Glutamat, Kalsium Glutamat, Sodium Glutamat. Zat-zat yang terkandung dalam penyedap rasa ini tentunya sangat berbahaya dan memiliki efek samping bagi kesehatan yang cukup serius untuk jangka panjang, dan sangat berbahaya bila dikonsumsi anak-anak secara kontinyu.
Jajanan anak berbahaya
Ragam jajanan anak yang belum tentu sehat (gambar)
Membiasakan anak untuk memiliki pola hidup yang sehat tentu harus di mulai dari rumah, anak-anak yang terbiasa menyantap makanan sehat di rumah dengan sendirinya akan mengurangi keinginan untuk jajan atau menghabiskan uangnya untuk jajan makanan yang tidak sehat di luar rumah terutama di sekolah. Waktu yang paling tepat untuk mulai membiasakan anak dengan pola hidup sehat adalah pada saat sarapan di pagi hari sebelum beraktivitas, seperti ke sekolah atau saat melakukan kegiatan lainnya.

SARAPAN SEHAT UNTUK ANAK

Sarapan baik dilakukan sebelum jam 9 pagi, serta mengandung gizi 15-20% dari kebutuhan gizi harian seseorang sebagai bagian gizi seimbang untuk dapat hidup secara sehat, bugar, aktif, dan tentu saja cerdas. Sarapan menjadi sangat penting karena :
  • Sarapan meningkatkan stamina, konsentrasi belajar, kenyamanan kerja dan belajar.
  • Sarapan mencegah hipoglikemia, pusing, loyo.
  • Sarapan mencegah kerakusan, kegemukan.
  • Sarapan mencegah gangguan stamina dan konsentrasi.
Mengingat begitu banyak manfaat positif jika membiasakan diri untuk sarapan sebelum beraktivitas, sudah seharusnya menyediakan sarapan dijadikan rutinitas yang harus dilakukan setiap memulai hari di pagi hari dan jangan pernah meremehkan arti penting sarapan terutama untuk anak-anak usia sekolah karena sarapan terbukti bermanfaat antara lain :
  1. Anak mempunyai kemampuan daya ingat (kognitif yang lebih baik),
  2. Anak memiliki daya juang belajar dan konsentrasi yang lebih baik,
  3. Anak memiliki kemampuan membaca, berhitung, dan skor kemampuan sejenis (bahasa dan logika) yang lebih baik,
  4. Anak jarang sakit, jarang pusing, sakit telinga, dan sakit perut,
  5. Anak memiliki stamina dan disiplin yang lebih baik.
Sarapan Sehat Untu Anak
Gambar
Dengan beragam manfaat dan begitu pentingnya sarapan bagi anak, menu sarapan tentu haruslah mengandung berbagai zat gizi yang diperlukan oleh tubuh yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan serat. Menu sarapan yang sehat harus mengacu pada pola menu seimbang sehingga semua kebutuhan gizi anak bisa tercukupi, dan dengan sendirinya keinginan anak untuk jajan akan semakin berkurang. Kegiatan menyusun menu sarapan terutama untuk anak-anak memang bukanlah perkara yang mudah karena dalam kondisi masih pagi terkadang anak-anak belum berselera untuk menyantap sarapannya. Untuk itu diperlukan trik-trik khusus dalam menyusun menu sarapan sehat terutama untuk anak-anak, antara lain :
  • Memilih menu yang praktis dan mudah di buat dalam waktu yang singkat.
  • Selalu berpedoman pada pola menu seimbang yang mengandung zat gizi lengkap seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan serat.
  • Variasi menu sarapan pagi dengan beragam bahan, seperti nasi, roti sebagai sumber korbohidrat. Telur, ikan, daging, ayam sebagi sumber protein hewani. Tempe, tahu sebagai sumber protein nabati. Sayuran dan buah sebagai sumber vitamin, mineral, dan serat. Dan susu sebagai menu pelengkap atau setidaknya minum air putih yang cukup.
  • Buat jadwal menu sarapan dengan hidangan yang berbeda, setidaknya satu minggu sekali agar anak tidak menjadi bosan menyantap makanan yang sama atau yang itu-itu saja.
  • Jika memungkinkan mengajak anak berdiskusi dalam penyusunan menu tentu akan menjadi kegiatan yang mengasyikan bagi si anak, karena selain pendapatnya di dengar anak akan lebih belajar bertanggung jawab untuk menyantap menu yang menjadi pilihannya.
  • Jika memungkinkan, di malam hari sebelum tidur, bahan makanan yang akan di masak esok pagi telah disiapkan seperti telah dibersihkan, dipotong, atau dihaluskan, tujuannya untuk mempersingkat waktu dalam penyiapan sarapan keesokkan paginya.
  • Hindari menyiapkan menu sarapan dengan makanan yang berbumbu tajam seperti cabe atau lada yang terlalu banyak, karena akan menganggu pencernaan anak selama beraktivitas di sekolah. 
  • Membekali anak dengan makanan dan minuman yang bisa berfungsi sebagai selingan antara makan pagi atau sarapan dengan makan siang. Dengan bekal makanan dan minuman ini akan mengurangi keinginan anak untuk jajan makanan yang terkadang tidak mengandung zat gizi bahkan berbahaya bagi kesehatan si anak.
Memiliki anak yang sehat, cerdas, dan aktif tentu menjadi dambaan setiap orang tua, karena itu seharusnya mulai dari sekarang orang tua harus lebih peduli terhadap apa yang di makan oleh anak setiap harinya. Hal ini menjadi penting karena kebiasaan anak untuk jajan terutama di sekolah bukan hanya membuat asupan makanan tidak terkontrol zat gizinya juga akan membahayakan kesehatan anak dalam jangka panjang karena banyak jajanan yang berbahan baku tidak sesuai dengan standar kesehatan. Membiasakan anak untuk sarapan sehat tentu merupakan solusi tepat karena dengan penjelasan yang telah dikemukakan di atas, anak akan menjadi sehat dan cerdas dengan sarapan. Anak yang sehat dan cerdas akan menjadi aset yang berharga sebagai generasi penerus bangsa di masa depan.

Tulisan ini diikutsertakan dalam "Lomba Menulis #SarapanSehat dalam rangka menyambut Pekan Sarapan Nasional (PESAN) 14 - 20 Februari 2014".

Sumber Referensi Tulisan :
  1. http://www.parenting.co.id/article/usia.sekolah/
  2. https://www.sahabatnestle.co.id/
  3. http://shnews.co/healthy/
  4. http://vistabunda.com/kesehatan/
  5. http://www.anneahira.com/pengertian-makanan-sehat.htm
  6. http://searchglobalonline.blogspot.com/2013/02/jenis-jenis-bahan-berbahaya-pada-makanan_6223.html
Mutia Erlisa Karamoy
Mutia Erlisa Karamoy Mom of 3 | Lifestyle Blogger | Web Content Writer | Digital Technology Enthusiast | Another Blog seputarbunda.com | Contact: elisakaramoy30@gmail.com

Posting Komentar untuk "MEMBATASI KEBIASAAN JAJAN PADA ANAK DENGAN SARAPAN SEHAT"