GAYA BELAJAR SISWA AKTIF MELALUI METODE E-LEARNING

Pernahkah terbayang di benak kita, jika suatu saat penggunaan media digital dalam proses belajar-mengajar, berkembang lebih jauh dan bukan hanya sekedar sebagai alat bantu mengajar akan tetapi menjadi sumber untuk belajar itu sendiri? Rasanya bukan suatu hal yang tidak mungkin, selain karena media digital memiliki kelenturan yang nyaris tidak terbatas, juga karena penggunaannya bisa dirancang sedemikian rupa sesuai dengan keinginan dan kreativitas pemakainya. Untuk dunia pendidikan, media seperti ini merupakan aset yang sangat berharga karena pada hakikatnya pendidikan bertujuan untuk menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dan berkualitas.

E-Learning
Belajar melalui metode interaktif (gambar)
Pendidikan pada hakikatnya merupakan salah satu kunci untuk menghasilkan sebuah masyarakat yang memiliki standar tinggi dalam pencapaian, dimana "masyarakat seperti itu yang akan membentuk kultur baru yang lebih sophisticated, yaitu sebuah kultur yang menghendaki kualitas terbaik dalam segala hal; baik dalam hal bisnis, pemerintahan, maupun penyediaan layanan masyarakat" (Razi Thalib, CEO Brigdes & Ballons Digital Agency). Dan sudah saatnya Indonesia mereformasi pakem pendidikannya, selain karena tuntutan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan global juga karena tuntutan untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas tinggi dan memiliki daya saing di pasar global, apalagi dengan diberlakukannya "Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015" dan memacu tingkat persaingan dalam banyak hal terutama sektor lapangan kerja.


Pendidikan erat kaitannya dengan kegiatan belajar, dan kegiatan belajar juga tidak dapat dipisahkan dari sumber belajar. Menurut Rahadi (2004), sumber belajar dapat dipisahkan menjadi dua bagian, yaitu : (1) Sumber belajar yang dirancang dan (2) Sumber belajar yang sudah tersedia. Seseorang yang belajar tentu membutuhkan sumber belajar yang dapat dielaborasi sehingga terjadi perubahan tingkah laku pada dirinya. Dalam kegiatan belajar akan terjadi proses interaksi dengan sumber belajar dalam bentuk yang beragam, seseorang yang mendengarkan ceramah merupakan suatu bentuk interaksi dari seseorang kepada orang lain. Karena itu, agar suatu kegiatan belajar dapat berlangsung dengan baik perlu menggunakan bentuk pendekatan yang efektif baik dengan metode yang tepat maupun penggunaan media yang tepat, kedua hal tersebut itulah yang menjadi dasar pokok efektivitas kegiatan belajar yang dilakukan seseorang.


E-LEARNING ILMU PENDIDIKAN

Pemanfaatan teknologi internet dalam pembelajaran perlu digalakkan sebagai salah satu inovasi baru dalam penggunaan media dan sumber belajar. Berbagai bentuk aplikasi dan fasilitas yang tersedia di internet dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk peningkatan kualitas dan mutu pembelajaran. Selain itu juga dapat mempermudah kegiatan pembelajaran jika ditinjau dari aspek penggunaan media, salah satunya diantaranya adalah pembelajaran dengan E-Learning.

Belajar dengan e-learning sesungguhnya juga merupakan salah satu bentuk penggunaan media pembelajaran berbasis IT atau berbasis internet. Hal ini dapat diartikan bahwa dengan e-learning akan menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi mutu dan kualitas hasil belajar siswa. Disamping keuntungan dari aspek media pembelajaran, penggunaan e-learning juga dapat sekaligus menambah kuantitas interaksi kegiatan pembelajaran antara guru dan murid karena tidak terbatasi oleh jadwal yang ketat. Untuk menjadi satu media pembelajaran yang utuh, e-learning harus memiliki perangkat infrastruktur e-learning, sebagai berikut :
  1. Sistem dan Aplikasi E-Learning Ilmu Pendidikan. Sistem perangkat lunak e-learning adalah sistem yang mem-virtualisasi proses belajar-mengajar konvensional. Virtualisasi ini seperti bagaimana manajemen kelas, pembuatan materi atau konten, forum diskusi, group diskusi, sistem penilaian, sistem ujian online dan beberapa fitur yang berkaitan dengan manajemen belajar seperti penyetoran tugas dan akses tentang informasi tugas yang diterima termasuk nilai yang diperoleh.
  2. Konten E-Learning Ilmu Pendidikan. Konten dan bahan ajar yang ada pada E-Learning ilmu pendidikan adalah sistem yang menyediakan manajemen sistem yang memuat konten dan bahan ajar dalam bentuk Multimedia-Based Content (konten berbentuk multimedia interaktif) atau Text-Based Content (konten berbentuk teks seperti pada buku pelajaran biasa) yang tersimpan dalam satu website.

GAYA BELAJAR SISWA AKTIF DENGAN INTERAKTIF

Pernahkah terpikirkan bahwa bagaimana mungkin seorang siswa dengan metode pembelajaran yang telah digunakan lengkap dengan media pembelajaran pun telah juga dimanfaatkan, akan tetapi hasil belajar yang diharapkan belum memadai. Bahkan seorang guru telah menciptakan suasana lingkungan yang memadai dan sangat kondusif untuk menciptakan pembelajaran yang baik, tapi hasilnya belum menunjukkan output yang maksimal. Sementara seorang guru harus mampu memenuhi tuntutan kurikulum dan KKM (Kriteria Ketuntasan Minimum) yang harus dicapai dalam jangka waktu tertentu.

E-Learning
Belajar dengan metode E-Learning (gambar)
Setiap siswa adalah unik, artinya setiap siswa memiliki karakteristik sifat sendiri yang pada akhirnya mengantarkan siswa pada cara belajar dan cara siswa menyelesaikan masalah yang berbeda antara siswa yang satu dengan siswa yang lain. Hal ini sejalan dengan teori Howard Gardner tentang Multiple Intelligences, bahwa ada tujuh kategori jenis kecerdasan, yaitu :
  1. Linguistik,
  2. Logis-Matematis,
  3. Musik,
  4. Kinestetik-Jasmani,
  5. Tata Ruang,
  6. Interpersonal, dan
  7. Intrapersonal.
Tinggal bagaimana memadu-padankan ketujuh kategori tersebut sehingga menjadi satu konsep pembelajaran dengan hasil yang maksimal, adalah pekerjaan rumah yang harus ditangani segera. Tetapi dalam era teknologi digital yang sangat berkembang, rasanya untuk menciptakan satu model pembelajaran yang merangkum semua gaya belajar siswa bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan. Teknologi menawarkan cara belajar dengan Multiple Intelligence secara bersamaan (E-Learning).
Melalui internet siswa dapat memperoleh alat untuk berkomunikasi, berkolaborasi, dan sekaligus memanfaatkan media multimedia. Selain itu, siswa dapat menggunakan potensi visual, pendengaran, dan sekaligus dapat memanfaatkannya untuk membuat simulasi terhadap siswa yang mempunyai gaya belajar cenderung spasial-kinestetik. Satu hal lagi, untuk siswa yang memiliki gaya belajar cenderung Interpersonal, pemanfaatan forum, chat, group akan lebih membangkitkan minat belajarnya.
Dalam dunia pendidikan, mencapai hasil yang maksimal dalam belajar adalah hal yang sangat penting, karena untuk mendapatkan kualitas sumber daya manusia yang unggul diperlukan siswa aktif yang mampu menyerap dengan baik setiap pembelajaran yang diterimanya dari seorang guru. Sedangkan seorang guru harus menghadapi beragam siswa yang berbeda antara siswa yang satu dengan lain terutama dalam hal gaya belajar siswa. Salah satu jalan keluar yang mungkin bisa mengakomodir berbagai benturan dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar, terutama dalam hal menyesuaikan metode dan media pengajaran adalah melalui E-Learning pendidikan, sebagai salah satu cara untuk dapat menyesuaikan gaya belajar siswa dengan cara mengajar guru.

Salah satu tujuan untuk menerapkan E-Learning adalah untuk memacu siswa agar lebih aktif dalam proses belajar-mengajar, membangun minat siswa untuk lebih mendalami suatu bahan ajar, dan yang terpenting adalah penerimaan siswa terhadap suatu materi bahan ajar menjadi lebih maksimal sesuai dengan gayanya dalam menerima pelajaran. Sehingga akan terwujud suasana yang kondusif bagi siswa untuk belajar dengan aktif sesuai dengan gaya belajarnya melalui media Interaktif dengan sistem E-Learning yang mengacu pada prinsip belajar siswa aktif (Student Active Learning), prinsip belajar partisipatory (Partisipation Learning), dan prinsip belajar reaktif (Reaktive Learning). Semoga konsep pembelajaran dengan e-learning akan menjadi solusi tambahan mengatasi permasalahan pendidikan di Indonesia.

Lomba Blog E-Learning untuk guru dan siswa

Tulisan ini diikutsertakan dalam "Lomba Blog Pendidikan, Dalam Rangka Memperingati Hari Guru 25 November" yang diselenggarakan XL.

Sumber referensi tulisan :
  1. http://www.elearningpendidikan.com
  2. http://www.indscriptcreative.com/2013/05/15/media-digital-dan-improvisasi-pendidikan-di-indonesia/

Mutia Erlisa Karamoy
Mutia Erlisa Karamoy Mom of 3 | Lifestyle Blogger | Web Content Writer | Digital Technology Enthusiast | Another Blog seputarbunda.com | Contact: elisakaramoy30@gmail.com

Posting Komentar untuk "GAYA BELAJAR SISWA AKTIF MELALUI METODE E-LEARNING"