FISIOLOGI MEDITASI DAN ZIKIR

Kajian-kajian ilmu pengetahuan menunjukkan bahwa Meditasi yang saat ini telah menjadi tren gaya hidup di perkotaan mendatangkan banyak kebaikan bagi kesehatan manusia.  Hal inilah yang menjadi acuan Adjie Silarus dalam mengembangkan dan memperkenalkan Meditasi sebagai bagian dari kehidupan kita.

Secara ilmiah, pada tahun 1967 Prof. Dr. Herbert Beson dari Harvard University mendapati mereka yang melakukan meditasi menggunakan oksegen lebih rendah dari biasanya. Disamping itu jantung mereka berdenyut dengan kadar lebih rendah dari biasanya dan gelombang Theta di dalam otak meningkat dengan jelas. Gelombang Theta adalah gelombang otak yang muncul pada individu apabila berada pada saat yang menenangkan terutama ketika sesorang hampir terlelap. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Meditasi mampu meredakan tekanan dan menjadikan seseorang lebih tenang serta bahagia.

Para peneliti dari Maharisi School of Management yang berpusat di Fairfield, Iowa, mengambil kesimpulan bahwa Meditasi dapat mengurangi tekanan karena kadar hormon stres yaitu Kortisol menjadi amat rendah.

Sedangkan Zikir apabila dilakukan secara khusyuk juga merupakan Meditasi yang melebihi Meditasi biasa. Meskipun Zikir berbeda dengan Meditasi karena Zikir merupakan ibadah bagi umat Islam. Kalimat-kalimat yang dilafalkan dalam Zikir merupakan kalimat yang didasarkan kepada Al Qur’an.  Lebih dari pada itu berzikir bagi umat Islam yang dilakukan dengan ikhlas selain bertujuan menjalankan ibadah dan berpahala juga merupakan bentuk penyerahan dan kepasrahan diri kepada Allah SWT.

Sumber : disadur dari artikel berbahasa Malaysia yaitu http://pts.com.my/
Mutia Erlisa Karamoy
Mutia Erlisa Karamoy Mom of 3 | Lifestyle Blogger | Web Content Writer | Digital Technology Enthusiast | Another Blog seputarbunda.com | Contact: elisakaramoy30@gmail.com

Posting Komentar untuk "FISIOLOGI MEDITASI DAN ZIKIR"