Jumat, 16 Mei 2014

KENALI, OBATI, DAN SEMBUHKAN TB RESISTAN OBAT

"Gimana ini, kalau di minum sebelum makan hasilnya anakku mual, terus muntah, mengeluh pusing, lemas, dan badannya terasa panas?" Seorang ibu nyaris setiap hari selalu kebingungan setelah anaknya meminum Obat Anti TB (OAT) sebanyak 14 tablet selama 1 bulan.
TB Resistan Obat
sumber gambar
Lina (bukan nama sebenarnya) yang tertular Tuberkulosis dari temannya (baca di sini) menjalani pengobatan di Puskesmas setelah menjalani tes penyakit TB dan dinyatakan positif mengidap TB. Setelah tercatat sebagai pasien baru, ia di beri obat anti-TB RHZE, sebulan kemudian obat yang diberikan kepada Lina adalah Obat Anti TB (OAT) AFDC/KTD sebanyak 14 tablet dan seminggu kemudian dianjurkan untuk datang lagi mengambil obat berikutnya.

Dengan kondisi transportasi yang lumayan sulit dan hanya mengandalkan sepeda, kedua orangtua Lina secara bergantian mengambil obat untuk penyakit TB yang dideritanya. Namun di fase kedua pengobatan ini, Lina mulai mengalami efek samping yang luar biasa, antara lain, mual, muntah, lambung kembung, lemas, pusing, dan badan terasa panas.

Kedua orangtua Lina bukan tidak pernah menanyakan cara menanggulangi efek samping dari proses pengobatan tersebut, namun jawaban yang di terima sangat membingungkan, "jika di minum sebelum makan efek samping sangat berat, sedangkan mau minum obat sesudah makan tidak diperbolehkan". Dengan kondisi fisik Lina yang semakin menurun dan hanya tergeletak di atas tempat tidur, tanda-tanda kesembuhan masih jauh dari harapan membuat kedua orangtua Lina merasa cemas, di tambah lagi informasi yang didapat dari puskesmas kurang jelas serta terkesan kurang tanggap, membuat kedua orangtua Lina memutuskan untuk mencoba pengobatan alternatif atau ke "orang pintar".

"Putus pengobatan atau pengobatan tidak tuntas", kondisi inilah yang kemudian menjadi salah satu pemicu timbulnya TB Resistan Obat yang bahayanya justru lebih berat dari TB biasa. Di tambah lagi bukan hanya berpeluang besar mencelakakan si penderita saja, namun orang-orang yang berada di sekelilingnya baik yang kontak secara langsung seperti contoh kedua orangtua Lina dan secara tidak langsung dengan masyarakat di sekitarnya.

KENALI TB RESISTAN OBAT

TB Resistan Obat adalah TB yang disebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis yang telah mengalami kekebalan terhadap Obat Anti TB (OAT). TB Resistan Obat terbagi dalam empat kategori, yaitu :
  1. Mono-Resistant TB : resistan terhadap satu obat anti TB,
  2. Poly-Resistant TB : resistan terhadap lebih dari satu obat, tetapi tidak terhadap kombinasi,
  3. Multi Drugs-Resistant (MDR) atau TB MDR : resistan terhadap minimal dua obat anti TB yang dikombinasikan. Yang paling potensial adalah OAT berjenis INH dan Rifampicin secara bersama-sama atau disertai resistan terhadap obat anti TB lini pertama lainnya seperti ethambutol, streptomycin, dan pirazinamide.
  4. Extensively Drugs Resistant Tuberculosis atau TB XDR : TB MDR yang disertai dengan kekebalan terhadap anti obat TB lini kedua, yaitu golongan fluoroquinolon dan setidaknya satu obat anti TB lini kedua suntikan seperti kanamycin, amikasin, atau capreomycin.
TB Resistan Obat
sumber gambar
Dari keempat jenis TB Resistan Obat ini, yang paling banyak diidap pasien TB adalah jenis TB MDR.
Skema TB Resistan Obat
sumber gambar



Bagaimana gejala TB Resistan Obat : TB MDR atau XDR TB?
Secara umum, gejala semua TB sama, yaitu batuk kronis, berdahak (bisa campur darah), demam, mengigil, berkeringat di malam hari, nafsu makan turun, dan berat badan turun. Perbedaan dengan TB aktif biasa terletak pada obatnya, dalam hal ini MDR TB/XDR TB tidak sembuh dengan pengobatan standar untuk TB biasa.
Waspada : bila pasien positif TB setelah menjalani serangkaian pemeriksaan dahak, tapi kondisi fisiknya tidak membaik dengan pengobatan standar yang berlaku (strategi DOTS), perlu dipikirkan kemungkinan menderita MDR TB atau bahkan XDR TB.
 Bagaimana mengetahui (diagnosis) TB Resistan Obat?
Diagnosis TB Resistan Obat, TB MDR dan TB XDR dilakukan dengan menggunakan tes cepat dengan metode PCR (Xpert MTB/RIF), pemeriksaan biakan serta uji kepekaan kuman terhadap obat TB (Drugs Sensitivity Test/DST).
Siapa yang beresiko terkena TB Resistan Obat, TB MDR atau TB XDR?
TB Resistan Obat dapat mengenai siapa saja, namun biasanya terjadi pada orang yang:
  • Tidak menelan obat TB secara teratur atau seperti yang disarankan oleh petugas kesehatan.
  • Sakit TB berulang serta mempunyai riwayat mendapatkan pengobatan TB sebelumnya.
  • Datang dari wilayah yang mempunyai beban TB Resistan Obat yang tinggi.
  • Kontak erat dengan seseorang yang sakit TB Resistan Obat, TB MDR atau TB XDR.
 Bila TB MDR atau TB XDR dapat ditularkan, bagaimana cara penularannya?
Sama dengan cara penularan TB yang telah di bahas sebelumnya di sini, namun yang menjadi masalah adalah apabila yang masuk adalah bakteri TB yang kebal obat, apabila tidak cepat di ketahui maka penyakit akan cepat memburuk. Dengan demikian dapat ditegaskan bahwa terjadinya TB Resistan Obat baik TB MDR maupun TB XDR bisa melalui penularan (Primer) dari penderita TB Resistan Obat, maupun penularan Sekunder yang terjadi jika bakteri TB yang ada dalam tubuh pasien TB bermutasi menjadi kebal obat akibat tidak menggunakan obat secara benar sehingga kuman TB menjadi resistan.
APAKAH TB RESISTAN OBAT (TB MDR ATAU TB XDR) DAPAT DI CEGAH?

Seperti kata pepatah "mencegah lebih baik daripada mengobati", jika kita telah memahami bahwa penyakit TB terutama TB yang sudah mulai mengarah ke TB Resistan Obat seperti yang telah di bahas sebelumnya sangat berbahaya bahkan bisa menyebabkan kematian dan juga sangat menular membuat kita seharusnya mulai waspada dan sebisa mungkin mencegah penularan penyakit TB terutama TB Resistan Obat, karena pencegahan adalah tindakan paling bijaksana yang dapat kita lakukan.
  1. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), misalnya dengan tidak merokok, makanan sehat, rumah sehat yang cukup ventilasi dan pencahayaan, tidak meludah sembarangan, menutup mulut jika batuk, dan sebagainya.
  2. Jika dinyatakan positif mengidap penyakit TB maka patuhilah petunjuk petugas kesehatan dengan minum obat teratur dan jangan berhenti sebelum waktunya.
  3. Sebisa mungkin hindari kontak dekat dalam jangka waktu lama dengan penderita TB terutama TB Resistan Obat (TB MDR/TB XDR), jika kontak tidak dapat dihindari maka pakailah masker pelindung sebagai salah satu tindakan pengendalian infeksi.
  4. Semakin meningkatkan peran petugas kesehatan di mana diagnosis harus cepat ditegakkan, dengan demikian penderita akan lebih cepat minum obat sehingga peluang untuk sembuh lebih besar dan kemungkinan untuk menularkan ke pihak lain bisa diminimalisir.
  5. Petugas kesehatan juga harus mematuhi prosedur pengobatan, memastikan penderita minum obat dengan benar, dan melakukan pengawasan pengobatan secara langsung. Dalam kasus seperti cerita di atas, petugas kesehatan juga harus menguasai informasi secara benar sehingga penyampaian informasi bisa akurat, mengapa? karena sebagian penderita TB adalah masyarakat dengan tingkat pendidikan yang masih rendah dan tinggal di tempat yang belum terjangkau informasi yang memadai.

APAKAH TB RESISTAN OBAT DAPAT DIOBATI DAN DISEMBUHKAN? 

Ya...TB Resistan Obat dapat disembuhkan, tetapi tidak cukup dengan strategi DOTS biasa harus DOTS-Plus yang berarti harus menggunakan obat lain yang tidak hanya jauh lebih mahal (kurang lebih 100 kali lipat dari pengobatan TB biasa) tetapi memiliki resiko efek samping yang lebih banyak. Selain itu jangka waktu pengobatan jauh lebih lama sekitar 18-24 bulan, dengan paduan pengobatan yang rumit dan jumlah obat yang jauh lebih banyak.

Keberhasilan pengobatan bergantung berapa banyak obat yang resistan, beratnya penyakit, kepatuhan berobat, dan daya tahan tubuh. Tingkat kepatuhan menjadi indikator keberhasilan yang sangat penting karena meskipun biaya pengobatan di jamin oleh pemerintah, namun jangka waktu pengobatan yang lama dan efek samping yang timbul selama masa pengobatan tersebut umumnya juga berat merupakan tantangan yang luar biasa yang setiap hari harus dijalani penderita TB Resistan Obat.

Untuk tingkat TB MDR saja pengobatan sudah sedemikian berat apalagi jika sudah sampai ke tahap TB XDR, rasanya tidak bisa dibayangkan lagi bagaimana luar biasa beratnya. Meskipun demikian di beberapa negara yang banyak ditemukan pasien TB XDR melaporkan keberhasilan pengobatan sebesar 50-60%, meskipun untuk mencapai tingkat keberhasilan tersebut juga ditentukan oleh faktor lain, namun hal ini berarti harapan akan selalu ada bagi pasien TB Resistan Obat untuk berjalan ke arah kesembuhan.

Namun yang terpenting adalah dukungan dari keluarga, masyarakat, dan juga petugas kesehatan terdekatlah yang memiliki andil besar dalam usaha untuk menuntaskan penyakit Tuberkulosis terutama TB Resistan Obat yang jauh lebih beresiko, karena sekali lagi "mencegah lebih baik dan lebih bijaksana daripada mengobati".


Tulisan ini diikutsertakan dalam "Blog Competition, Temukan dan Sembuhkan Pasien TB" yang diselenggarakan www.tbindonesia.or.id.

Sumber referensi tulisan :
  1. http://www.tbindonesia.or.id/tb-mdr/
  2. http://aidstuberculosismalaria.blogspot.com
  3. http://health.okezone.com/read/2012/02/27/482/583433/waspada-tbc-yang-kebal-obat

4 komentar:

  1. Selalu ya, Mak, mencegah itu lebih baik dan lebih bijaksana daripada mengobati. Semoga semua orang bisa mencegah diri dari TB resisten obat dan juga penularan TB....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mak, semakin banyak menulis tentang penyakit ini, semakin paham ada banyak hal tentang TB yang masih awam untuk sebagian masyarakat, termasuk saya. Tindak pencegahan yang paling mungkin adalah dengan lebih banyak tahu kayaknya Mak...BTW tengkyuu Mak udah berkunjung.

      Hapus
  2. Membaca artikel ini semakin banyak tahu tentang penyakit TB,sama halnya semakin banyak tahu apa yang akan menjadi kegagalan sebuah hasil karya Tuhan ya Mba, yaitu diri kta sendiri sebagai manusia. :D


    Salam

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mas, dengan tahu lebih banyak maka tingkat antisipatif kita akan bahayanya akan semakin tinggi. Makasih Mas udah berkunjung dan koment...

      Hapus

Terima kasih atas kunjungan dari teman-teman, dan saya usahakan untuk berkunjung balik secepatnya. Mohon maaf karena kolom komentar saya moderasi untuk menghindari link-link hidup yang tersemat di kolom komentar akhir-akhir ini. Terima kasih banyak atas pengertiannya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...