Minggu, 13 April 2014

OBAT TB GRATIS SETIAP HARI

Kawasan Industri
Gambaran kawasan industri (gambar)
Tinggal di kawasan industri mau tidak mau membuat saya cukup ketar-ketir setelah sebelumnya tahu betapa menularnya penyakit Tuberkulosis itu, bahkan orang yang terlihat sehat dan dekat dengan kita sehari-hari bisa jadi merupakan suspect penderita TB...sebenarnya tidak mau asal nuduh tapi jika menunjukkan gejala-gejala khas ke arah penyakit TB ada baiknya menganjurkannya untuk segera berobat ke instalasi kesehatan terdekat. Kembali ke permasalahan tinggal di kawasan industri, sebenarnya bayangan akan riuhnya kawasan industri ada benarnya, asap pabrik nyaris menjadi pemandangan sehari-hari, belum lagi deru kendaraan bermotor yang nyaris tanpa henti hampir 24 jam, limbah menumpuk di sana sini, kondisi pemukiman yang padat merayap membuat suasana kawasan industri menjadi khas...yah itulah denyut nadi salah satu gerakan yang menopang perekonomian Indonesia.

Masalah kesehatan sungguh menjadi satu aspek yang sesungguhnya sangat penting, namun terkadang seolah terlupakan, bahkan setelah hampir 6 tahun menetap di kawasan industri saya tidak pernah tahu di mana letak puskesmas yang terdekat dengan daerah tempat tinggal saya (kalau yang ini murni kesalahan saya). Dan saya baru menyadarinya ketika setiap tahun ada tetangga terdekat yang rutin membagikan obat gratis dari puskesmas untuk penyakit Kaki Gajah, karena heran saya bertanya apa demikian mengerikannya penyakit itu sehingga dibagikan obat gratis untuk mencegahnya. "Yah...tentu saja, penyakit ini sangat berbahaya bahkan ada disekitar kita dan anak-anak, apalagi kita tinggal di kawasan dekat pabrik, masalah kesehatan banyak banget," tetangga saya yang ternyata kader kesehatan itu menjelaskan sekaligus mengajak sesekali ke puskesmas karena katanya ada banyak obat-obatan gratis yang disediakan pemerintah bahkan untuk penyakit menular yang berbahaya yaitu TB. Apa TB! sedemikian berbahayanya penyakit tersebut, sehingga semua orang harus waspada dan mulai sadar diri ketika kita dan orang di sekitar kita mulai menunjukkan gejala umum ke arah TB, seperti :
  • Batuk berdahak lebih dari 2 minggu bahkan hingga mengeluarkan darah,
  • Sakit pada bagian dada
  • Berat badan menurun drastis dan selalu merasa tidak sehati (demam hilang timbul).
Jangan ditunda lagi, karena penyakit TB bukan hanya berbahaya bagi penderita saja, tapi berbahaya bagi orang di sekitarnya yang nyaris setiap hari kontak dengan penderita bahkan orang yang hanya berpas-pasan saja bisa tertular penyakit TB.

Obat TB
Gambar
Merujuk kepada situs www.tbindonesia.or.id, pada tahun 1994 Indonesia mengadopsi strategi DOTS (Directly Observed Treatment Short-Course) untuk menanggulangi TB, dan dalam mendukung penerapan strategi DOTS disediakan secara gratis paket OAT (Obat Anti TB) bagi penderita TB baik dewasa maupun anak-anak. Untuk penderita dewasa dalam 2 bentuk yaitu :
  1. OAT dalam bentuk Kombipaks,
  2. OAT dalam bentuk Fixed Dose Combination (FDC) dan mulai tahun 2005/2006 pengobatan di fokuskan dalam bentuk FDC, yang berisi kombinasi obat INH, Rimfapisin, Pirazinamid, Entambutol.
Dalam Program Penanggulangan Tuberkulosis Nasional menggunakan fasilitas yang ada dalam struktur pelayanan kesehatan nasional, yaitu Puskesmas, karena itu datangilah puskesmas terdekat jika terdeteksi gejala-gejala awal penyakit TB untuk penanggulangan serta pengobatan lebih lanjut. Dan perlu juga dipahami bahwa obat untuk TB tersedia gratis, pemahaman ini sangat perlu karena sebagian masyarakat awam terutama yang tinggal di daerah pemukiman yang jauh dari fasilitas kesehatan sering merasa takut berobat karena kendala biaya.

Meskipun gratis ternyata tingkat kesadaran pasien TB atau suspect TB sangat rendah, bahkan berdasarkan sumber dari Depkes RI menyebutkan bahwa dari sejumlah pasien yang terdeteksi menderita TB sebagian menolak untuk di obati.

Menolak di obati padahal obat tersedia gratis di puskesmas? mengapa? Karena pasien TB harus datang setiap hari untuk menjalani pengobatan dan menerima suntikan selama 6 bulan tanpa putus satu hari pun agar sembuh tuntas dari penyakit TB. Sebagian besar beralasan tidak sempat karena berbagai kesibukan seperti bekerja.


Dengan minum obat teratur, adanya Pengawas Minum Obat (PMO)
TB dapat disembuhkan (Courtesy : Subdit Tuberkulosis)

Padahal untuk sembuh pasien TB harus menjalani proses pengobatan tanpa putus selama 6 bulan, proses pengobatan ini sangat penting dalam upaya penyembuhan karena jika lalai atau putus pengobatan sedikit saja maka Kuman TB yang ada dalam tubuh akan kebal terhadap obat atau Multi Drug Resistance (MDR) yaitu tidak mempan lagi terhadap obat Rifampisin dan Isoniazid  dua obat komponen penting dalam pengobatan TB.

Terus jika sudah terjadi hal seperti ini tentu harus dilakukan pengobatan dengan tingkat yang lebih tinggi lagi, dengan obat yang lebih banyak, waktu penyembuhan yang lebih panjang, dan efek samping yang lebih kuat seperti mual. muntah dan lain-lain, bahkan penyembuhan untuk TB MDR berlangsung selama 2 tahun, demikian dikemukakan oleh Dr. Erlina Burhan, Msc, SP.P (K), Ketua Pokja Directly Observed Treatment Short-Course (DOTS) dan TB-MDR RSUP Persahabatan.

Karena itu penting bagi pasien TB untuk teratur melakukan pengobatan, apalagi obat telah tersedia gratis di puskesmas dan rumah sakit pemerintah setempat, bahkan di instalasi kesehatan tersebut telah disediakan unit pelayanan khusus jika pasien TB atau suspect TB datang untuk memeriksakan diri tanpa harus membayar sepeser pun uang alias gratis, karena yang ditekankan disini adalah kesadaran diri untuk berobat dan sembuh. Kesembuhan pasien TB adalah hal yang sangat penting karena penyakit TB sangat menular dan tentu saja sangat berbahaya, terutama untuk anak-anak yang tingkat imunitasnya masih sangat rendah.

Mari dukung pemerintah untuk menghentikan mata rantai penyebaran penyakit TB yang sangat berbahaya dengan ikut mendeteksi orang-orang di lingkungan sekitar yang menunjukkan tanda dan gejala awal penyakit TB, menganjurkan untuk segera memeriksakan diri ke puskesmas terdekat untuk selanjutnya mendapatkan pengobatan, untuk semua itu tersedia GRATIS.


Tulisan ini diikutsertakan dalam "Blog Competition, Temukan dan Sembuhkan Pasien TB" yang diselenggarakan www.tbindonesia.or.id.

Sumber referensi tulisan :
  1. http://www.depkes.go.id/
  2. http://www.tbindonesia.or.id

2 komentar:

  1. haa!! disuntik setiap hari selama 6 bulan? yang bener?
    (alm) Bapak saya sempat kena, karena faktor pekerjaan semasa muda dan kebiasaan merokoknya, meski rokok sudah dihentikan sejak lama, tapi kayaknya virusnya bekerja, malah menyerang ketika bapak sudah tua, tapi cuma berobat selama 6 bulan kok Mbak, cuma minum obat, yang periksa rutin sekali seminggu itu hanya di bulan pertama, setelah itu cuma minta obat, asal rajin minum inysaALlah sembuh.
    alhamdulillah bapak sembuh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih mbak udah berkunjung. Iya, saya juga baru tahu ketika googling mau nulis artikel ini, ada kondisi di mana pasien yang agak bandel secara otomatis masih membawa kuman TB di tubuhnya selain harus mengulang pengobatan juga harus diinjeksi setiap hari. Ternyata selain sangat menular, pasien yang tidak tuntas berobat juga lebih berbahaya.

      Hapus

Terima kasih atas kunjungan dari teman-teman, dan saya usahakan untuk berkunjung balik secepatnya. Mohon maaf karena kolom komentar saya moderasi untuk menghindari link-link hidup yang tersemat di kolom komentar akhir-akhir ini. Terima kasih banyak atas pengertiannya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...