Orangtua Wajib Tahu, Agar Anak Lahir Prematur Tumbuh Sehat dan Cerdas

"Anak yang terlahir prematur beresiko memiliki kondisi kesehatan yang memerlukan perhatian khusus karena dapat berdampak pada tumbuh kembangnya, baik dalam jangka pendek ataupun jangka panjang. Perlu diingat bahwa masa depan anak tidak hanya ditentukan setelah ia lahir. Masa depan seorang anak dipengaruhi oleh status kesehatan pada 1000 hari pertama, di mulai sejak masih di dalam kandungan ibu (270 hari)," demikian disampaikan oleh dr. Putri Maharani Tristanita Marsubrin, SpA (K) dari Dokter Anak Konsultan Neonatalogi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).
Hari Prematur Sedunia
Bicara Gizi "Hari Prematur Sedunia" bersama Nutricia Sarihusada (Dokpri)
Saya ibu dari tiga anak yang saat ini mulai memasuki usia remaja, pada kehamilan anak kedua saya, saya mengalami masalah kesehatan, yaitu flek berkepanjangan hingga akhirnya saya diharuskan bedrest selama dua kali padahal saat itu saya masih bekerja. Meskipun memasuki trimester berikutnya saya merasa lebih sehat namun saya tetap was-was dengan kondisi awal kehamilan saya. Saya rutin memeriksakan kehamilan, bahkan memasuki kehamilan 28 minggu atau tujuh bulan setiap dua minggu sekali saya memeriksakan kehamilan ke fasilitas kesehatan terdekat seperti anjuran dokter kandungan saya. Namun, memasuki usia kehamilan 33 minggu saya mengalami pecah ketuban dini, karena saya tinggal jauh dari keluarga besar saya tidak terpikirkan bahwa rembesan air yang mengalir di sela kaki saya adalah cairan ketuban. Ketika pagi harinya saya menelpon dokter kandungan, reaksinya cukup mengejutkan saya karena beliau terdengar panik dan mengharuskan saya ke rumah sakit secepatnya, detik itu juga. Setelah sampai di rumah sakit, saya segera masuk poli kebidanan dan dilakukan pemeriksaan, ternyata volume cairan ketuban saya hanya tinggal 20% dan itu pun terus merembes selama pemeriksaan sehingga saya harus berganti baju dan perawat menganti sprei yang basah karena cairan ketuban saya terus merembes. Dengan berbagai pertimbangan dan diskusi dengan suami saya, tadinya saya akan diinduksi karena saya belum merasa mulas dan kandungan pun tidak ada kontraksi. Namun melihat cairan ketuban yang terus merembes dan volume ketuban saya semakin menipis, maka diputuskan untuk operasi caesar hari itu juga.

Untunglah saat persiapan untuk operasi caesar, saya di beri tahu bahwa bayi dalam kandungan saya beratnya sudah cukup dan kemungkinan organ penting sudah berkembang dengan sempurna sehingga bisa dilahirkan layaknya anak yang cukup bulan. Meskipun setelah lahir saya masih was-was dengan tumbuh kembangnya nanti, setidaknya dengan berat badan yang cukup dan organ tubuh yang sudah berfungsi dengan baik, saya putuskan untuk optimis tumbuh kembangnya akan normal seperti kakaknya, kini anak kedua saya yang terlahir lebih cepat dari HPL atau Hari Perkiraan Lahir yang normal sudah duduk di kelas 6 Sekolah Dasar dan tahun depan akan memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi, yaitu SMP...Alhamdulillah. Tapi ternyata kasus kelahiran bayi yang lebih cepat atau bahkan sangat cepat dari HPL sangat banyak dan kelahirannya sendiri membawa beragam masalah kesehatan yang terkadang menghambat tumbuh kembang si kecil.

Hari Prematur Sedunia
Razan tumbuh sehat dan ceria (Dokpri)
Di seluruh dunia, ada 15 juta bayi terlahir prematur setiap tahunnya, dan pastinya angka ini akan terus bertambah meskipun ilmu pengetahuan dan teknologi sudah berkembang sangat pesat. Untuk negara dengan jumlah kelahiran prematur tertinggi di dunia, Indonesia menempati peringkat ke-5 dengan angka kejadian 15,5%. Tentu hal ini sangat mmprihatinkan di tengah upaya pemerintah untuk terus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat khususnya ibu dan bayi, justru jumlah kelahiran prematur ikut melaju kencang. Pastinya banyak masyarakat yang memahami bahwa 1000 Hari Pertama Kehidupan atau 1000 HPK merupakan periode emas untuk tumbuh kembang anak, dan 1000 HPK ini sudah termasuk 270 hari masa kehamilan sehingga dapat dikatakan bahwa periode emas tumbuh kembang anak bukan di mulai saat bayi terlahir ke dunia melainkan sejak masih berada dalam kandungan. Sedihnya masih banyak orangtua terutama ibu yang belum memahami bahwa tumbuh kembang anak justru di mulai saat bayi masih dalam kandungan.

Nah...dalam rangkaian acara memperingati Hari Prematur Sedunia, tanggal 17 November 2018 lalu bertempat di Ocha & Bella, Kebun Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, Nutricia Sarihusada menyelenggarakan event Bicara Gizi dengan tema "Dukung si kecil yang lahir prematur untuk tumbuh kembang optimal," sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan orangtua mengenai kondisi anak lahir prematur, resiko kesehatan yang mungkin dialaminya, serta seperti apa sih nutrisi yang dibutuhkan agar anak prematur tetap tumbuh sehat dan cerdas. Untuk diketahui, seorang anak yang terlahir prematur adalah anak yang lahir pada usia kehamilan atau gestasi kurang dari 37 minggu karena beragam masalah kesehatan yang biasanya di alami ibu, seperti kondisi saya yang harus melahirkan jauh sebelum HPL karena kondisi pecah ketuban dini. Untuk anak yang terlahir prematur biasanya memiliki beragam masalah kesehatan yang membutuhkan perhatian serta penanganan khusus agar tumbuh kembangnya tetap optimal. Ternyata, ada banyak informasi penting yang saya dapatkan setelah menghadiri event bicara gizi ini, salah satunya adalah bagaimana sih cara yang tepat agar anak prematur tumbuh menjadi sosok anak yang cerdas dan sehat, layaknya anak yang terlahir normal lainnya.

Hari Prematur Sedunia
Perwakilan dari Danone Indonesia, Ibu Yanne (Dokpri)
Pengalaman saya dengan anak kedua saya dahulu yang terlahir prematur, anak saya termasuk rentan terhadap perubahan cuaca terutama saat musim pancaroba karena kerap mengalami flu berkepanjangan sehingga harus bolak-balik mendapatkan terapi uap dan itu berlangsung bertahun-tahun lamanya sehingga saya sedikit trauma jika anak kedua saya terkena flu. Meskipun tidak lagi harus menjalani terapi uap di dokter atau rumah sakit, namun saya masih melakukan terapi uap di rumah jika anak-anak sedang tidak sehat atau terkena flu. Meskipun tidak sampai mengalami masalah kesehatan terlalu berat karena saat dilahirkan organ tubuh anak kedua saya sudah berfungsi dengan baik, tetapi masih sangat banyak anak prematur yang memiliki masalah kesehatan apalagi jika bobot bayi di bawah 2,5 kilogram, diantaranya:
  • Gangguan pernapasan atau sering di sebut Apnea di mana napas bayi terhenti selama 20 detik atau lebih. Biasanya interupsi pernapasan ini diikuti detak jantung yang lambat dan jika tidak di monitor secara ketat hal ini sangat membahayakan.
  • Bayi Kuning. Saat baru dilahirkan, anak kedua saya juga mengalami kuning sehingga harus di sinar dengan cahaya khusus selama beberapa hari, untunglah tidak lama. Dari penjelasan dokter anak yang menangani putra saya dan masih saya ingat, bahwa fungsi hatinya belum berkembang sehingga mengalami kesulitan untuk membuang sisa bilirubin dari darah. Anak yang terlahir normal saja bisa mengalami masalah ini, apalagi untuk anak yang terlahir prematur di mana organ pentingnya belum sempurna, dan jika tidak ditangani secara cepat akan menyebabkan masalah kesehatan yang lebih serius.
  • Peningkatan resiko infeksi. Hal ini disebabkan sistem imun pada bayi prematur belum optimal sehingga masih sulit melawan bakteri, virus, dan bibit penyakit yang menyebabkan infeksi.
  • Peningkatan resiko penyakit tidak menular atau Non Communicable Diseases (NDS) seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit lainnya.
Umumnya, anak terlahir prematur karena masalah kesehatan yang di alami calon ibu, seperti mengalami masalah hipertensi, asma, diabetes, gangguan autoimun, anemia, dan gangguan lainnya. Untuk calon ibu yang mengalami anemia, data Riset Kesehatan atau Riskesdas tahun 2013 menunjukkan 37,1% ibu hamil mengalami anemia, yaitu dengan kadar Hb kurang dari 11,0 gram/dl, dengan proporsi yang hampir sama antara daerah perkotaan dan pedesaan. Untuk alasan inilah mengapa sangat dianjurkan bagi ibu hamil rutin mendatangi pusat layanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan vitamin, obat-obatan sesuai keluhan ibu hamil, serta tablet zat besi, agar ibu hamil terhindar dari masalah anemia. Namun, bagaimana jika kelahiran prematur sudah terjadi, tentu saja membutuhkan penanganan serta perawatan yang serius agar anak yang terlahir prematur tumbuh sehat dan cerdas seperti anak yang terlahir dengan usia kehamilan normal lainnya.

Orangtua Wajib Tahu, Agar Anak Lahir Prematur Tumbuh Sehat dan Cerdas
"Perawatan anak prematur bisa dikategorikan sangat rumit dan kompleks karena besarnya resiko yang dapat terjadi pada awal kehidupannya. Ketika anak lahir prematur, salah satu hal penting yang perlu dilakukan adalah penanganan nutrisi untuk mengejar ketinggalan tumbuh kembang selama periode emas 1000 HPK," demikian dr. Putri menambahkan penjelasannya saat acara bicara gizi Nutricia Sarihusada dalam rangkaian kegiatan memperingati Hari Prematur Sedunia, 17 November 2018 lalu.
Dalam kesempatan itu juga, dr. Putri berbagi informasi cukup lengkap seputar fakta-fakta yang wajib diketahui orangtua sebagai upaya mendukung tumbuh kembang optimal sehingga anak yang terlahir prematur tumbuh sehat dan cerdas, tercukupi nutrisinya untuk mengembangkan kemampuan otaknya.
  1. Bayi yang terlahir prematur adalah bayi yang lahir dengan usia kehamilan kurang dari 37 minggu dan umumnya disertai berat badan yang sangat rendah atau di bawah normal.
  2. Masalah kesehatan yang banyak di alami bayi prematur adalah imaturitas organ atau ketidakmatangan organ, rentan alergi terhadap makanan tertentu, tentan terhadap penyakit, cadangan nutrisi yang rendah, namun membutuhkan asupan nutrisi yang tinggi.
  3. Kelahiran prematur jika tidak tertangani dengan baik akan menyebabkan pertumbuhan bayi terhambat, stunting atau terlihat lebih pendek dan lebih kecil dibandingkan rata-rata bayi pada usianya.
  4. Dari sisi masalah kesehatan, mengalami yang namanya sindrom metabolik atau mengalami beberapa penyakit, seperti penyakit jantung, diabetes mellitus, hipertensi, dan dislipidemia.
  5. Jika bayi terlahir prematur, penting untuk segera melakukan skrining secara lengkap, meliputi USG kepala, pemeriksaan pendengaran, kemungkinan mengalami anemia, Osteopenia of Prematurity atau penurunan densitas tulang yang mengakibatkan penurunan kekuatan tulang pada bayi yang terlahir prematur, serta Extrauterine Growth Restriction atau pertumbuhan yang terhambat.

Hari Prematur Sedunia
Bicara Gizi bersama narasumber (Dokpri)
Selanjutnya ada hal-hal yang wajib orangtua perhatikan untuk menangani dan merawat bayi yang terlahir prematur, terutama setelah bayi prematur diperbolehkan untuk di bawa pulang:
  • Rutin kontrol untuk pemantauan tumbuh kembang.
  • Selalu ingat untuk menanyakan apakah bayi sudah tumbuh sesuai kurva pertumbuhan.
  • Apakah perkembangan yang sudah di capai sesuai dengan usianya. 
Informasi ini penting untuk di ketahui, bahkan saya pun baru memahaminya saat menghadiri acara bicara gizi bersama Nutricia Sarihusada, bahwa untuk bayi lahir prematur ada istilah Usia Gestasi, Usia Kronologis, dan Usia Koreksi, berikut penjelasannya.
  • Usia Gestasi atau umur kehamilan adalah usia yang dihitung dari hari pertama haid terakhir ibunya sampai hari dilahirkan.
  • Usia Kronologis atau usia kalender adalah usia sejak dilahirkan sampai saat ini.
  • Usia Koreksi merupakan (usia gestasi + usia kronologis) - 40 minggu, di mana kemampuan bayi prematur disejajarkan dengan bayi cukup bulan berdasarkan usia koreksi dan usia koreksi ini hanya diperhitungkan sampai usia 2 tahun.
Informasi seputar pemberian nutrisi pada bayi prematur.
  • Hitung kebutuhan kalori dan volume bayi prematur sehingga nutrisi yang diberikan tidak berlebih dan tidak kurang. Konsultasikan secara rutin dengan dokter anak tentang pemberian nutrisi yang tepat agar bayi prematur bisa mengejar ketertinggalan tumbuh kembangnya dan bisa sejajar dengan bayi cukup bulan.
  • Pantau pertumbuhan berat badan, panjang badan, serta lingkar kepala, agar tidak terlalu cepat atau terlalu lambat.
Pada awal-awal kelahiran putra kedua saya, bolak-balik ke dokter anak adalah hal yang rutin saya lakukan, entah untuk konsultasi, memeriksakan si kecil, imunisasi, atau sekadar memantau pertumbuhannya, melelahkan memang...namun inilah hal terbaik yang harus saya lakukan agar anak saya yang lahir belum cukup bulan tidak mengalami hambatan tumbuh kembangnya kelak, dan kini anak saya sebentar lagi akan memasuki jejang sekolah menengah pertama atau SMP.

Dalam acara bicara gizi bersama Nutricia Sarihusada itu juga hadir seorang pengiat media sosial sekaligus seorang ibu yang juga memiliki anak lahir prematur untuk berbagi informasi bagaimana menangani anak yang lahir prematur terutama memberikan nutrisi yang tepat agar anak lahir prematur tetap tumbuh sehat dan cerdas, yaitu Joana Alexandra.

Nah...sudah banyak kan informasi yang dibagi seputar anak yang lahir prematur, namun yang pasti prematur bukanlah halangan anak untuk tumbuh sehat dan cerdas asalkan orangtua memahami bagaimana tata laksana yang tepat untuk menangani anak lahir prematur, khususnya selama periode emas. Tapi yang pasti ada 3 langkah yang wajib orangtua lakukan untuk mencapai tujuan ini, yaitu:
  1. Pemantauan secara berkala untuk memastikan tumbuh kembang anak lahir prematur optimal.
  2. Pemantauan pertumbuhan dengan merujuk pada grafik pertumbuhan.
  3. Pemberian nutrisi untuk bayi prematur sesuai kebutuhan dan tepat sasaran.
Selain itu, hal penting lainnya adalah orangtua terutama ibu harus selalu rileks atau tenang serta tidak mudah panik, sehingga bisa fokus pada nasihat dan anjuran dokter tentang informasi merawat anak lahir prematur. Kepanikan akan membuat orangtua tidak fokus, sehingga lupa tata laksana merawat bayi lahir prematur padahal sudah memiliki pengetahuan yang cukup tentang hal tersebut. Dalam lingkup yang lebih luas, kegiatan bicara gizi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memahami penanganan nutrisi yang tepat untuk anak lahir prematur agar tumbuh kembang tetap optimal dan tumbuh menjadi anak yang sehat dan cerdas.

Tidak ada komentar:

Copyright : elisakaramoy (2017). Diberdayakan oleh Blogger.