Senin, 24 April 2017

Pentingnya Nutrisi Esensial ADIK Agar Ibu Hamil Mendapat Nutrisi yang Tepat

"Anemia yang terjadi pada ibu hamil merupakan salah satu gangguan kesehatan yang harus di waspadai karena dapat mempengaruhi kesehatan ibu dan janin." Dokter kandungan yang menangani tiga kali kehamilan saya selalu berulang kali mengingatkan setiap kali saya kontrol kandungan karena beliau tahu persis sejak masa kehamilan pertama saya, gangguan kesehatan yang paling dominan saya alami sejak awal kehamilan atau Trimester pertama kehamilan adalah Anemia. Layaknya ibu hamil lainnya yang sebagian besar pada trimester pertama kehamilan mengalami beberapa gangguan kesehatan, saya pun juga mengalami hal yang sama, seperti mual dan muntah di pagi hari, pusing, dan sederet masalah kesehatan lainnya. Namun, masalah yang paling dominan saya alami terutama saat trimester pertama kehamilan adalah perasaan lemah, cepat lelah, terkadang denyut jantung menjadi tidak teratur, dan tampak lebih pucat. Padahal sampai kehamilan anak kedua, saya masih bekerja sehingga secara otomatis gangguan kesehatan tersebut membuat produktivitas kerja saya menurun dan saya sering izin tidak masuk kerja selama berhari-hari. 

Nutrisi ibu hamil
Akses informasi sebanyak-banyaknya agar menjalani kehamilan lebih sehat (Gambar: Pixabay.com)
Tadinya saya berpikir mungkin gangguan anemia yang saya alami karena selama kehamilan pertama dan kedua, saya masih aktif bekerja, tapi ternyata gangguan kesehatan yang sama tetap saya alami meskipun saya sudah tidak aktif bekerja di luar rumah pada saat kehamilan anak ketiga, artinya kondisi anemia memang sudah saya alami sejak sebelum kehamilan. Tapi tentu saja untuk memastikan apakah benar gangguan kesehatan dengan gejala yang seperti saya alami tersebut adalah gejala Anemia, ibu hamil disarankan untuk melakukan tes darah, seperti yang saya lakukan ketika kehamilan anak pertama saya. Berdasarkan kriteria yang ditetapkan World Health Organization (WHO), ibu hamil yang dinyatakan mengalami Anemia bila kadar Hemoglobin atau Hb < 11 gr/dl, namun khusus untuk negara berkembang seperti Indonesia, WHO memberikan kriteria khusus untuk ibu hamil yang di diagnosis mengalami anemia, yaitu bilan kadar Hb < 10 gr/dl, dan selama tiga kali menjalani masa kehamilan kadar Hb saya selalu di kisaran 8 atau 9. Meskipun masih tergolong anemia ringan, namun tetap saja saya harus waspada karena jika saya lengah dan tidak melakukan pengobatan seperti yang disarankan dokter kandungan saya, potensi kadar tersebut semakin menurun bisa saja terjadi, apalagi selama trimester pertama umumnya ibu hamil mengalami gangguan kesehatan lainnya seperti mual dan muntah yang membuat asupan nutrisi menjadi terganggu.

Berdasarkan beberapa referensi, Anemia sendiri merupakan suatu kondisi di mana terjadi penurunan kadar Hemoglobin, Hematokrit, dan jumlah Eritrosit hingga di bawah normal, istilah umum yang lebih di kenal masyarakat adalah kurang darah di mana sel darah merah atau Hemoglobin di bawah standar normal. Kondisi anemia ini jika di alami ibu hamil tentu sangat berbahaya, karenanya setiap kali kontrol untuk pemeriksaan kehamilan mulai dari kehamilan kedua dan ketiga, dokter kandungan saya selalu menyarankan untuk tes darah mengingat riwayat gangguan kesehatan selama kehamilan pertama saya di dominasi masalah Anemia. Menurut dokter kandungan saya, kadar Hemoglobin atau Hb ibu selain menyebabkan gangguan fisik selama kehamilan, juga berpengaruh besar terhadap berat bayi yang akan dilahirkan. Untuk alasan itulah mengapa banyak dokter ahli kandungan berkata bahwa kondisi anemia yang di alami ibu hamil tidak hanya membahayakan jiwa si ibu semata, namun juga akan menimbulkan gangguan terhadap pertumbuhan dan perkembangan si janin terutama pada periode awal pertumbuhannya. 

Nutrisi ibu hamil
Gangguan kesehatan sangat mungkin di alami ibu hamil (Gambar: www.instashape.co.uk)
Lebih buruk lagi, gangguan anemia yang di alami si ibu juga bisa membahayakan jiwa si janin karena bisa saja menyebabkan gangguan suplai nutrisi dan oksigen pada placenta yang pada akhirnya akan berpengaruh terhadap fungsi placenta yang sangat penting untuk janin. Sebagai tambahan informasi, Hemoglobin sendiri adalah metaloprotein atau protein yang mengandung zat besi di dalam sel darah merah yang berfungsi sebagai pengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Dengan demikian dapat kita ketahui betapa pentingnya fungsi Hemoglobin dalam tubuh kita sehingga kadarnya tidak boleh berkurang dari standar minimal yang sudah ditentukan untuk kategori orang sehat, dan menjadi semakin penting lagi untuk ibu hamil. Jika ditelusuri lebih jauh, ada beberapa kondisi yang kemungkinan bisa terjadi akibat kurangnya kadar Hemoglobin pada ibu hamil, antara lain :
  • Rendahnya kemampuan jasmani atau tubuh karena sel-sel tubuh tidak cukup mendapat pasokan oksigen, sehingga bisa saja berakibat menganggu aktivitas fisik ibu selama masa kehamilan.
  • Dapat meningkatkan resiko atau frekuensi komplikasi pada masa kehamilan dan persalinan.
  • Pendarahan pasca melahirkan.
  • Kelahiran prematur di bawah 37 minggu.
  • Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR).
Ada beberapa kondisi yang membuat seorang ibu hamil rentan mengalami anemia, antara lain muntah-muntah hebat saat memasuki trimester pertama atau saat hamil muda, haid yang berlebihan saat sebelum hamil, memang memiliki riwayat anemia sebelum hamil (seperti yang saya alami), tidak mengonsumsi zat besi dalam jumlah yang cukup terutama saat masa persiapan kehamilan, dan beberapa kondisi lainnya yang membuat seorang ibu hamil beresiko tinggi mengalami anemia. Untuk beberapa kasus tertentu, ketika ibu hamil terdiagnosis menderita anemia yang tergolong berat tentu untuk memastikan apa penyebab anemia tersebut perlu penanganan dan melakukan konsultasi ke dokter spesialis darah atau Hematologi. Namun untuk kasus di mana ibu hamil hanya menderita anemia yang tergolong ringan, ada dua cara untuk mengatasinya, yaitu :
  1. Dengan mengonsumsi suplemen zat besi seperti yang selalu rutin diresepkan dokter kandungan saya setiap kali saya kontrol kehamilan. Namun seringkali saat mengonsumsi suplemen zat besi, saya mengalami efek samping yaitu konstipasi dan sesekali sakit perut. Tapi karena saya tahu betapa pentingnya suplemen zat besi tersebut untuk menjalani kehamilan yang sehat hingga saat melahirkan nanti, mau tidak mau saya tetap rutin mengonsumsi suplemen sesuai anjuran dokter, dan untuk mengatasinya biasanya saya banyak mengonsumsi buah-buahan terutama yang berpotensi membantu melancarkan buang air besar secara alami.
  2. Asupan nutrisi yang tepat dengan mengonsumsi pola makan seimbang, sehat, dan kaya akan zat besi juga menjadi salah satu cara alami untuk mencegah dan menangani gangguan anemia pada ibu hamil, selain tentu saja membantu ibu hamil saat mengalami konstipasi akibat mengonsumsi suplemen zat besi. Untuk alasan itulah mengapa para ahli menyarankan agar ibu hamil menjaga asupan nutrisi yang tepat dengan mengonsumsi makanan yang mengandung empat nutrisi esensial yang populer dengan singkatan A D I K, yaitu singkatan dari Asam Folat, DHA, Iron atau Zat Besi, dan Kalsium.
Pentingnya Nutrisi Esensial ADIK Agar Ibu Hamil Mendapat Nutrisi yang Tepat

Setelah berbicara panjang lebar tentang kasus Anemia yang kerap di alami ibu hamil, tentu kita juga harus tahu bahwa ada banyak gangguan atau masalah kesehatan lainnya yang kemungkinan juga akan di alami ibu hamil, karenanya selain mengonsumsi suplemen seperti yang disarankan dokter kandungan atau tenaga kesehatan lainnya, adalah penting bagi ibu hamil untuk menjaga asupan nutrisi yang tepat selama masa kehamilan terutama pola makan agar kebutuhan nutrisi esensial ADIK berupa Asam Folat, DHA, Iron atau Zat Besi, dan Kalsium selama masa kehamilan tercukupi. Berikut penjelasan apa saja sih manfaat dari empat nutrisi esensial yang di sebut ADIK dan umumnya terkandung dalam makanan apa saja sehingga ibu hamil bisa rutin mengonsumsi makanan tersebut selama masa kehamilan agar mendapatkan nutrisi yang tepat.

Nutrisi ibu hamil
Beragam sumber makanan yang mengandung nutrisi esensial (Gambar: www.morningagclips.com)

A : Asam Folat
Untuk ibu hamil Asam Folat memiliki peran yang sangat penting terutama dalam proses pembelahan sel pada janin yang biasanya berlangsung sangat cepat. Selain itu, Asam Folat memiliki manfaat yang sangat penting untuk menghasilkan sel darah merah dan dalam pertumbuhan janin terutama pada 12 minggu pertama di mana Asam Folat sangat vital bagi pertumbuhan sistem saraf. Kekurangan nutrisi esensial ini akan meningkatkan resiko Spina Bifida atau sumsum tulang belakang tidak menutup sempurna dan tidak ada batok kepala pada janin atau Anencephalus. Beberapa riset dan penelitian menunjukkan bahwa suplemen Asam Folat yang secara rutin di konsumsi bahkan sejak sebelum kehamilan terbukti menurunkan secara signifikan kasus kerusakan tabung saraf seperti resiko yang telah disebutkan sebelumnya.  Untuk ibu hamil kebutuhan Asam Folat yang ideal sebesar 600 mg per hari, agar nutrisi esensial ini bisa berperan dengan sempurna untuk membantu proses pertumbuhan dan perkembangan janin.

Selain suplemen, kandungan Asam Folat juga banyak terdapat pada bahan makanan, yaitu gandum, susu, sayuran berdaun hijau seperti brokoli, kacang-kacangan, buncis, bayam, serta juga banyak terdapat pada buah-buahan seperti jeruk, pisang, kiwi, bit, stroberi, dan alpukat. Selain itu, ada sumber makanan lain yang juga banyak mengandung Asam Folat, yaitu hati, sereal, kacang merah, kuning telur, dan asparagus.

D : DHA
Nutrisi Esensial yang satu ini sudah diketahui sejak dahulu memiliki peran dan manfaat yang sangat penting bagi manusia terutama ibu hamil dengan kebutuhan per hari sebesar 200 - 300 mg. Asam Dokosaheksaenoat atau DHA menurut referensi Wikipedia merupakan asam lemak tak jenuh rantai panjang golongan omega-3 yang banyak di jumpai di otak dan retina mata sehingga memiliki peran yang sangat penting untuk penglihatan. Fungsi ini menjadi dua kali lipat sangat penting pada ibu hamil karena DHA merupakan komponen asam lemak utama pada otak dan sangat berhubungan erat dengan pertumbuhan serta perkembangan otak janin. Sedemikian pentingnya nutrisi esensial ini bagi tumbuh kembang janin, bahkan setelah si bayi lahir membuat banyak ahli menyarankan agar ibu hamil tetap menjaga asupan nutrisi yang mengandung DHA hingga setelah melahirkan, pendek kata selama periode Golden Age atau periode emas tumbuh kembang anak. Sumber makanan yang banyak mengandung DHA antara lain daging, telur, minyak ikan, susu yang diperkaya DHA serta ikan salmon atau ikan laut dalam lainnya.

I : IRON/ZAT BESI
Masalah Anemia seperti yang telah saya ceritakan sebelumnya salah satu penyebabnya adalah kurang optimalnya asupan nutrisi esensial zat besi pada tubuh, terutama selama masa kehamilan. Dari beragam resiko gangguan kesehatan pada ibu hamil yang mungkin saja terjadi akibat kurangnya asupan zat besi membuat hampir semua dokter kandungan dan tenaga kesehatan lainnya tidak pernah lupa untuk memberikan suplemen zat besi sejak trimester pertama kehamilan. Sedemikian pentingnya nutrisi esensial ini bagi ibu hamil karena memiliki manfaat penting, yaitu membentuk Hemoglobin atau sel darah merah yang berperan penting membawa oksigen dan nutrisi makanan ke janin melalui Placenta. Ada beragam resiko gangguan kesehatan tidak hanya terjadi pada ibu, namun juga pada janin seperti yang telah dikemukakan di atas membuat ibu hamil tidak boleh lupa dengan asupan suplemen zat besi serta mengonsumsi sumber makanan yang banyak mengandung zat besi agar kebutuhan zat besi ibu hamil sebesar 33 mg per hari terpenuhi.. Adapun sumber makanan yang banyak mengandung zat besi, antara lain hati sapi, daging sapi, ayam, udang, kerang, ikan, kacang merah, kentang, roti gandum sayuran berdaun hijau, tempe, ikan, serta susu yang telah dilengkapi nutrisi esensial zat besi.

K : KALSIUM
Apa yang terbayang dalam benak kita jika mendengar kata kalsium? Tentu saja yang terbayang adalah kesehatan tulang dan gigi, sehingga tidak salah jika Kalsium merupakan salah satu dari empat nutrisi esensial yang harus dipenuhi ibu selama masa kehamilan agar menjalani kehamilan yang sehat. Untuk ibu hamil, kalsium memiliki manfaat yang sangat penting, yaitu membantu optimalnya pembentukan tulang janin yang di mulai antara minggu ke-4 dan ke-6. Mengapa Kalsium menjadi nutrisi yang sangat penting karena jika kebutuhan kalsium ibu hamil sebanyak 950 mg tidak dapat terpenuhi, tubuh akan mengambil cadangan kalsium dari dalam tubuh ibu hamil sehingga beresiko tinggi menyebabkan mengeroposan tulang pada tubuh ibu hamil. Tentu saja hal ini harus di hindari dengan mengonsumsi sumber makanan yang banyak mengandung kalsium, seperti susu dan produk turunannya, kedelai, sayuran berdaun hijau, brokoli, serta ikan yang bertulang (sarden dan teri).

Dari uraian tersebut, kita bisa mengetahui dan memahami betapa pentingnya asupan nutrisi esensial berupa Asam Folat, DHA, Iron/Zat Besi, serta Kalsium yang di singkat ADIK untuk membantu ibu menjalani masa kehamilan yang sehat dengan asupan nutrisi yang tepat. Namun selain asupan nutrisi yang tepat, ibu hamil juga harus menjalankan pola hidup yang sehat agar ibu dan bayi sehat serta proses persalinan lancar, yaitu melakukan olahraga ringan seperti jalan pagi selama 15 - 30 menit di bawah sinar matahari pagi, selain karena sinar matahari pagi sangat membantu proses produksi kalsium dalam tubuh, melakukan olahraga ringan secara teratut juga akan membuat otot-otot dasar panggul menjadi lebih lentur sehingga proses persalinan menjadi lebih mudah. Mengikuti senam hamil secara teratur, tidak perlu jauh-jauh, cukup di lokasi yang terdekat dengan tempat tinggal agar ibu hamil bisa mudah menjangkaunya. Terakhir, jalanilah masa kehamilan dengan hati yang bahagia, karena jika ibu hamil merasa bahagia secara tidak langsung akan membantu ibu menjadi lebih sehat baik secara jasmani maupun rohani.

Nutrisi ibu hamil
Ibu sehat, bayi lahir selamat tentu sangat membahagiakan (Gambar : Pixabay.com)
Jika pada ibu hamil sudah terbentuk mindset untuk menjalankan pola kehamilan yang sehat dengan informasi yang telah diuraikan di atas, maka dengan sendirinya ibu hamil bisa memilih nutrisi yang tepat untuk membantunya menjalani pola kehamilan yang sehat, karena kesehatan anak di masa depan ditentukan sejak periode awal terbentuknya janin dalam tubuh ibu. Selamat menjalani pola kehamilan yang sehat dengan nutrisi yang tepat!

Sumber referensi tulisan :
http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/37848/Chapter%20II.pdf;jsessionid=FB336DE5059C9B36B55905731BCF382D?sequence=4
https://www.blogdokter.net/2017/01/23/anemia-pada-kehamilan/
http://www.kemangmedicalcare.com/kmc-tips/tips-dewasa/883-menjalani-kehamilan-sehat.html
Persiapan Kehamilan dan Persalinan Calon Mama, Kompas Gramedia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas kunjungan dari teman-teman, dan saya usahakan untuk berkunjung balik secepatnya. Mohon maaf karena kolom komentar saya moderasi untuk menghindari link-link hidup yang tersemat di kolom komentar akhir-akhir ini. Terima kasih banyak atas pengertiannya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...