Selasa, 31 Januari 2017

Peduli Kesehatan Keluarga Di Mulai Dari Masakan Rumah

Sunco minyak goreng baik
Saatnya acara simposium bersama minyak goreng Sunco (dokpri)
"Nak, jangan lupa bekal makan siangnya," seolah merupakan kalimat wajib yang selalu saya ucapkan setiap hari setiap pagi saat anak-anak akan berangkat ke sekolah. Atas alasan lebih aman dan sehat, saya memilih untuk membawakan anak-anak bekal makan siang dari rumah. Seringkali kita beranggapan makanan yang di masak di rumah jauh lebih sehat dan sudah pasti aman di konsumsi oleh seluruh anggota keluarga, benarkah demikian? Belum tentu, karena untuk membuat masakan rumah menjadi makanan yang sehat dan aman di konsumsi membutuhkan pengetahuan tersendiri, terutama bagi ibu rumah tangga yang setiap hari bergelut dengan urusan makanan keluarga. Ada jenis-jenis bahan masakan yang berbahaya bagi kesehatan keluarga, terutama jika ada anggota keluarga yang menderita penyakit tertentu. Selain itu, seorang ibu juga harus mengetahui komposisi atau takaran yang tepat untuk bahan masakan seperti garam, gula, kalori, dan lain-lain agar tidak berlebihan di konsumsi oleh anggota keluarga.

Selain itu, hal yang tidak kalah pentingnya adalah saat memilih jenis bahan-bahan untuk kebutuhan memasak di rumah, karena tidak semua jenis bahan masakan memiliki kandungan yang membantu menyehatkan tubuh kita. Namun, tidak semua orang terutama ibu rumah tangga memiliki pengetahuan yang cukup untuk memilih dan memilah jenis bahan masakan seperti apa yang aman dan menyehatkan bagi keluarga. Untuk alasan itulah, dalam rangka menyambut Hari Gizi Nasional 2017 sekaligus memberikan edukasi untuk ibu rumah tangga bagaimana memilih bahan masakan yang sehat dan aman untuk keluarga, pada tanggal 25 Januari 2017 lalu bertempat di Auditorium Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta, Sunco menyelenggarakan Simposium yang bertemakan "masakan rumah, The Silent Killer." Hadir dalam acara ini, pembicara-pembicara yang kompeten dalam bidangnya selama bertahun-tahun merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia  (IDI), Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI), dari Sunco, dan artis yang sudah tidak asing lagi Christian Sugiono yang merupakan Brand Ambassador Sunco. Selain berdiskusi bersama narasumber, dalam acara ini juga diselenggarakan kegiatan Tes Organoleptic dan demo masak.

Sunco minyak goreng baik
Sunco minyak goreng baik yang dikit nempel (dokpri)
Acara ini dihadiri lebih dari 100 undangan, diantaranya berasal dari Blogger Perempuan, media, dan komunitas ibu rumah tangga lainnya, yang sangat antusias menunggu dimulainya kegiatan simposium ini. Tidak berapa lama acara kemudian di buka oleh moderator, Muhammad Zulkifli, M.Si dengan melontarkan satu pertanyaan yang menurut saya sangat menarik, yaitu yakinkah ibu rumah tangga bahwa masakan rumah itu sudah pasti sehat dan aman? Tentu saja, bagi sebagian orang dengan mudah mengatakan bahwa masakan rumah sudah pasti lebih sehat dan aman. Bahkan, bertahun-tahun saya yakin bahwa masakan yang di buat di rumah adalah yang terbaik karena baik komposisi dan pemilihan bahannya sudah pasti dipilih yang baik. Tapi ternyata tidak demikian, karena masakan rumah juga bisa terpotensi menimbulkan gangguan kesehatan pada manusia, terutama jika memilih bahan masakan yang kurang berkualitas. salah satunya adalah dalam pemilihan minyak goreng.

Peduli Kesehatan Keluarga Di Mulai Dari Masakan Rumah

Banyak masyarakat yang masih memiliki persepsi bahwa semua minyak goreng itu sama saja dan dengan memilih minyak goreng yang sudah di kemas dalam brand tertentu maka sudah pasti aman dan sehat, meskipun minyak goreng sudah di pakai berulang kali untuk menggoreng. Padahal, justru memilih minyak goreng yang salah dan pemakaian yang berulang-ulang dalam menggoreng adalah penyebab terbesar masalah kesehatan atau kerap di sebut "The Silent Killer." Kehidupan masyarakat perkotaan yang serba praktis dan memiliki waktu yang terbatas untuk melakukan berbagai aktivitas lain selain bekerja terkadang membuat masyarakat sedikit lengah dalam memilih bahan masakan yang sehat dan aman, termasuk memilih minyak goreng. Padahal ada beberapa kriteria minyak goreng baik yang seharusnya menjadi perhatian utama, terutama bagi ibu rumah tangga sebelum membeli produk minyak goreng tersebut.

Sunco minyak goreng baik
Masakan rumah, The Silent Killer...benarkah? (dokpri)
Sepintas sepertinya aktivitas memilih minyak goreng adalah hal yang sepele, padahal dari hal yang dianggap sepele itulah terkadang menyebabkan masalah serius dalam kesehatan. Namun dalam kenyataannya tidak semua ibu rumah tangga menyadari bahaya serius yang disebabkan salah memilih minyak goreng. Untuk alasan itulah, dalam rangkaian memperingati Hari Gizi Nasional, Sunco memberikan edukasi bagi ibu rumah tangga untuk mulai peduli dengan kesehatan keluarga di mulai masakan rumah, melalui simposium yang bertemakan "masakan rumah, The Silent Killer" dengan menghadirkan pembicara atau narasumber yang kompeten dalam bidangnya. Salah satunya narasumber dalam simposium ini adalah Theresia Irawati, SKM, M.Kes dari Departemen Kesehatan RI, yang secara garis besar membahas ukuran atau takaran yang tepat gula, garam, dan lemak untuk tubuh manusia.

G4 G1 L5, merupakan batasan ideal konsumsi gula, garam, dan lemak untuk manusia, dan ketentuan ini di atur dalam Permenkes No. 30 tahun 2013, dengan ketentuan sebagai berikut: konsumsi gula per orang per hari sebesar 50 gram atau 4 sendok makan, sedangkan garam sebesar 2000 mgr natrium/sodium atau 5 mg garam (1 sendok teh), dan lemak 67 gram ( 5 sendok makan minyak). Lebih lanjut dikemukakan bahwa sudah saatnya masyarakat Indonesia sadar akan pentingnya menjaga kesehatan, karenanya melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) diharapkan masyarakat lebih peduli akan aktivitas menjaga kesehatan, seperti rutin berolahraga, mengkonsumsi buah dan sayur, tidak merokok atau mengkonsumsi alkohol, melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, membersihkan lingkungan, memperhatikan konsumsi GGL, serta peduli dengan makanan yang di asup oleh keluarga setiap hari dengan memilih bahan-bahan masakan yang sudah terbukti kualitas dan komitmennya untuk menjaga kesehatan keluarga.

Sunco minyak goreng baik
Bincang bersama narasumber dan Brand Ambassador Sunco Christian Sugiono (Dokpri)
Narasumber berikutnya adalah Tirta Prawita Sari yang membahas tentang penyakit tidak menular, faktor yang mempengaruhinya serta bagaimana cara pencegahannya. Jika dahulu penyakit tidak menular namun beresiko tinggi seperti penyakit jantung, stroke, hipertensi, kolesterol tinggi, dan lain-lain adalah penyakit yang identik dengan lansia, namun saat ini penyakit-penyakit ini justru mulai dialami oleh banyak orang berusia muda. Konsumsi makanan yang beragam dan berlebihan kandungan nutrisi merupakan salah satu faktor yang menyebabkan semakin dini masyarakat menderita jenis-jenis penyakit beresiko ini. Di tambah lagi pola makan dan pola hidup yang jauh dari kata sehat membuat kondisi ini semakin bertambah buruk. Konsumsi lemak secara berlebihan, terutama lemak yang berpotensi menyebabkan pentakit tertentu seperti jantung tentu saja harus di batasi.

Untuk di ketahui ada beberapa jenis lemak yang jika di konsumsi dalam jumlah banyak atau takaran yang tidak tepat bisa berbahaya bagi tubuh, antara lain lemak jenuh, lemak tak jenuh, dan lemak trans. Lemak jenuh memang memiliki banyak yang besar untuk tubuh manusia, namun jika dikonsumsi secara berlebihan bisa menimbulkan penyakit yang sangat berbahaya karena sifatnya yang bisa mengentalkan darah serta menyumbat pembuluh darah. Sedangkan kemak tak jenuh juga memiliki manfaat untuk tubuh sebagai salah satu sumber energi. Jika di konsumsi secara berlebihan juga berbahaya bagi kesehatan tubuh karena lemak tak jenuh berbentuk cair yang jika dimasukkan dalam suhu dingin bisa membeku, penanganan yang tidak benar akan menyebabkan lemak ini justru berbalik menjadi The Silent Killer bagi tubuh manusia. Selanjutnya lemak trans yang terbilang cukup berbahaya bagi kesehatan tubuh karena memiliki kadar kolesterol LDL yang tinggi penyebab berbagai penyakit.

Meskipun lemak terbilang memiliki manfaat yang besar untuk tubuh, sebagai salah satu sumber energi, namun tentu saja tidak boleh di konsumsi berlebihan karena di sinyalir sebagai salah satu penyebab munculnya berbagai penyakit, terutama lemak trans. Dalam simposium ini juga di bahas oleh salah satu narasumber bagaimana menghindari lemak trans yang berlebihan bagi tubuh, salah satunya adalah untuk menggoreng lebih baik memilih minyak kelapa atau kelapa sawit daripada minyak lainnya. Hampir sebagian besar masyarakat Indonesia menyukai makanan yang di goreng, bahkan konsumsi makanan yang digoreng nyaris dilakukan setiap hari. Memang pada dasarnya minyak diperlukan untuk gizi yang seimbang, karena dapat membantu meningkatkan jumlah energi serta juga membantu penyerapan vitamin A, D, E, dan K, dan terakhir tentu saja membuat makanan tampak lezat.

Sedemikian pentingnya peran minyak goreng dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia, terkadang membuat kita sedikit lengah dalam memilih minyak goreng yang baik. Padahal memilih minyak goreng yang baik adalah langkah awal untuk peduli pada kesehatan keluarga tercinta, karena sebagian besar ibu rumah tangga memilih menyiapkan masakan rumah untuk dikonsumsi seluruh anggota keluarga, termasuk bekal anak-anak sekolah. Terkadang di dalam bekal makan siang anak-anak selalu terselip menu goreng-gorengan, untuk itulah ibu harus pintar-pintar memilih minyak goreng baik agar masakan rumah lebih sehat namun tetap lezat dengan tampilan yang tetap menarik. Seperti apa minyak goreng baik itu? Setidaknya ada beberapa kriteria minyak goreng baik, antara lain:
  • Dikit nempel pada makanan yang di goreng menggunakan minyak tersebut.
  • Warnanya bening.
  • Memiliki tingkat kekentalan yang menyerupai air atau lebih encer.
  • Tidak mudah beku karena memiliki kandungan lemak jenuh yang lebih sedikit.
  • Tidak menimbulkan masalah di tenggorokan karena ada beberapa orang yang memiliki kepekaan yang tinggi terhadap minyak goreng yang di konsumsi.
Dengan kata lain, memilih minyak goreng baik dengan kriteria tersebut setidaknya akan membuat kita lebih peduli kesehatan keluarga, karena kesehatan keluarga di mulai dari masakan rumah dan agar masakan rumah tidak menjadi The Silent Killer. Tidak hanya itu, Mulina Wijaya selaku Deputy Marketing Manager Sunco dalam simposium tersebut juga mengungkapkan bahwa "agar terhindar dari penyakit berbahaya pastikan untuk tidak menggunakan minyak goreng secara berulang-ulang, dan jika minyak goreng sudah berubah warna akibat sisa makanan sebaiknya ganti dengan minyak yang baru. Selain itu, hindari penggunaan suhu terlalu panas saat memasak karena dapat membentuk radikal bebas yang tentu saja akan merugikan kesehatan dan merusak kandungan vitamin dalam minyak goreng tersebut."

Sunco minyak goreng baik
Saatnya tes Organoleptic bersama Brand Ambassador Sunco (Dokpri)
Untuk alasan inilah, Sunco merupakan minyak goreng pilihan sesuai dengan kriteria minyak goreng baik yang aman di konsumsi seluruh anggota keluarga, dan juga karena Sunco minyak goreng baik dikit nempel di makanan. Dalam acara ini juga, beberapa ibu rumah tangga yang beruntung mendapat kesempatan untuk melakukan Tes Organoleptic, yaitu tes dengan mengecap atau meminum sedikit minyak goreng Sunco (kira-kira 1 sendok), dan hasilnya memang minyak goreng Sunco benar-benar minyak goreng baik karena saat tes dilakukan peserta mengungkapkan bahwa hampir tidak ada beda antara minyak goreng Sunco dengan air, inilah salah satu tanda #MinyakGorengBaik karena #DikitNempel.

Acara kemudian di tutup dengan demo masak untuk membuktikan bahwa Sunco adalah minyak goreng baik yang dikit nempel pada makanan. Dalam demo masak kali ini akan memperagakan bagaimana membuat resep Mayonaise ala Sunco, dengan bahan-bahan sebagai berikut : 500 cc Minyak Sunco, 1 sendok teh halus, 2 sendok makan susu kental manis, 2 sendok makan gula pasir, 3 kuning telur ayam, 1 sendok makan cuka dapur, dan 2 sendok makan sari jeruk nipis. Catatan : untuk variasi dalam membuat salad sayuran, mayonaise dapat ditambahkan 1 sendok teh merica bubuk serta dua helai daun bawang yang diiris halus sebelum akhir pengocokan. Adapun cara membuatnya adalah :
  1. Kocok kuning telur, garam, dan  gula pasir dengan mixer kecepatan 2.
  2. Ambil 200 cc minyak goreng Sunco, tambahkan secara bertahan 1 sendok makan sampai terbentuk campuran yang halus dan menebal kental.
  3. Masukkan sedikit-sedikit cuka sampai habis, sari jeruk, dan susu kental. lalu tambahkan secara bertahap sisia minyak 300 cc dengan setiap penambahan 2 sendok makan.
  4. kocok terus sampai berbentuk mayonaise yang halus.
  5. Sisihkan dan mayonaise siap digunakan sebagai pelengkap menu makanan.
Sunco minyak goreng baik
Demo masak resep masakan dengan minyak goreng Sunco (Dokpri)
Dengan minyak goreng Sunco yang sudah dibuktikan baik melalui informasi yang disampaikan narasumber maupun tes Organoleptic serta demo masak, dapat dikatakan bahwa Sunco minyak goreng baik dikit nempel di makanan. Dengan Sunco, berarti ibu lebih peduli pada kesehatan keluarga karena kesehatan keluarga di mulai dari masakan rumah. Jangan jadikan masakan rumah, The Silent Killer. Untuk informasi lebih jelas tentang Sunco #MinyakGorengBaik #DikitNempel kunjungi sebagai berikut :
Referensi tulisan :
Materi Press Release Acara Simposium Sunco
http://halosehat.com/gizi-nutrisi/panduan-gizi/jenis-jenis-lemak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas kunjungan dari teman-teman, dan saya usahakan untuk berkunjung balik secepatnya. Mohon maaf karena kolom komentar saya moderasi untuk menghindari link-link hidup yang tersemat di kolom komentar akhir-akhir ini. Terima kasih banyak atas pengertiannya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...