Selasa, 27 Desember 2016

Bongkar Isi Lemari Pojok Milik Retno Kusumawardani

Setiap rumah pasti punya perabotan yang namanya lemari kan?
Menurut definisi Wikipedia, lemari atau almari adalah salah satu produk mebel yang biasanya berukuran besar dan memiliki fungsi untuk mwnyimpan aneka barang dan benda-benda berharga lainnya. Seiring perkembangan zaman, bentuk lemari pun juga mengalami banyak perubahan bentuk yang disesuaikan dengan kebutuhan si pemilik rumah, salah satunya adalah lemari pojok. Tapi lemari pojok yang satu ini lain dari pada yang lain karena merupakan tagline blog milik mbak Retno Kusumawardani, Mom Blogger dari Malang yang kebetulan secara spesial sudah bertemu langsung dengan saya dalam acara Temu Bunda Momambassador SGM di Jogja pertengahan bulan Desember 2016 lalu 😍.

Retno Kusumawardani
Mbak Retno dan Lemari Pojoknya dalam acara Temu Bunda SGM 2016 (Foto : IG retnoeyustiar)
Tapi sebelum kita bongkar-bongkar apa sih isi lemari pojoknya mbak Retno, kita berkenalan lebih jauh  melalui laman "Tentang Retno." Wah...ternyata mom blogger yang cukup aktif menulis ini saat ini berdomisili di Kota Malang dan telah memiliki 3 buah hati. Ternyata selain menulis di blog, mbak Retno juga suka menulis cerpen dan puisi yang beberapa diantaranya pernah di muat majalah dan koran...kerenn ihh. Namun ada satu yang menjadi catatan saya dan betapa hal itu sangat menginspirasi serta mengingatkan betapa sesungguhnya menulis terutama menulis melalui blog seharusnya memberi manfaat bagi orang lain. Yah...menulis apapun media yang kita pilih rasanya akan sia-sia jika tidak ada ilmu atau info yang bisa dibagi dengan orang lain, terutama untuk pengunjung blog kita. Rasanya tidak berlebihan jika mbak Retno menuliskan bahwa melalui aktivitas ngeblognya mbak Retno berharap akan menjadi manusia yang lebih bermanfaat, serta mengajarkan kepada anak-anaknya bahwa ilmu bisa didapatkan dari mana saja tanpa ada batasan usia...super sekali dikau mbak💗.

Lanjut aktivitas berikutnya, bongkar-bongkar lemari pojoknya mbak Retno, apa saja sih isi lemarinya mbak Retno karena biasanya hanya barang-barang penting lho yang disimpan dalam lemari. Ada beberapa label yang disematkan mbak Retno di dalam lemari pojoknya, antara lain ada resep, tips, fiksi, dan masih banyak lagi label yang pasting berisikan artikel yang bermanfaat. Pertama yang mau saya bahas artikel-artikel yang bertag resep dulu ah, biasanya saya paling suka jalan-jalan ke blog yang ada label resep atau bahkan blog yang secara khusus membahas masalah peresepan meskipun saya ngak begitu pintar memasak. Tapi zaman sekarang sudah banyak dishare resep-resep praktis yang tidak membutuhkan waktu lama untuk menyantapnya dan rasanya tidak kalah lezat lho, dan yang terpenting homemade. Tidak mudah lho membiasakan anak-anak menyukai makanan yang homemade, karena harus bersaing dengan makanan cepat saji yang terkadang tidak hanya menawarkan rasa yang lezat namun juga tampilan yang menarik.

Bongkar-bongkar isi lemari pojoknya mbak Retno ternyata menemukan banyak contekan resep yang keren dan pastinya enak banget. Ternyata jadi ibu itu tidak hanya melulu urusan perut keluarga tapi juga memikirkan bagaimana agar masing-masing anggota keluarga mendapatkan porsi yang sama, terutama untuk urusan bagi-bagi jatah makanan (spesial untuk ibu yang anaknya lebih dari satu). Jadi sebelum membuat makanan perlu dipikirkan juga jumlah makanan tersebut agar cukup di bagi rata dengan seluruh anggota keluarga. Tahu sendiri kan, anak-anak apalagi jika masih kecil hobi sekali bertengkar untuk urusan yang sepele, seperti porsi makanan...hihihi ini pengalaman lho ya. Lanjut ke resepnya mbak Retno, ada banyak pilihan resep yang sudah diposting mbak Retno di blog lemari pojok, dan salah satunya adalah Pankiss.

Eitsss...apa itu pankiss? Ternyata usut punya usut pankiss merupakan perpaduan dari pancake dan kue pukis hahaha...ada-ada aja mbak Retno, tapi jujur menurut saya dua-duanya sama-sama enak dan proses pembuatannya pun tidak terlalu rumit dan memakan waktu lama. Bahkan, di negara asalnya Pancake merupakan menu sarapan wajib yang nyaris selalu tersaji di meja makan di hiasi dengan aneka macam toping sesuai selera. Salut dengan mbak Retno yang dengan rajin selalu memposting resep-resep homemade, karena tidak semua orang punya keinginan yang kuat seperti itu...seperti saya misalnya. Oh ya selain resep di atas masih banyak lho resep-resep lain yang bisa jadi bahan contekan, terutama untuk emak-emak yang punya anak banyak dan harus sigap mempersiapkan segala sesuatunya.

Retno Kusumawardani

Lanjut bongkar-bongkar isi lemari pojoknya mbak Retno, ada apalagi sih selain kumpulan resep-resep enak yang cocok untuk keluarga masa kini? Ternyata lemari pojok juga menyimpan banyak tips-tips penting yang kudu wajib di simak ibu rumah tangga masa kini, tentu saja tips penting seputar tumbuh kembang buah hati tercinta. Asyik bongkar-bongkar, saya menemukan artikel tentang si picky eater, yap...ini merupakan masalah yang nyaris dialami hampir 70% anak-anak usia batita dan balita, jika di picky ini tidak tertangani dengan baik sejak dini maka akan terbawa hingga dewasa dan saya termasuk yang mengalaminya. Namun berbeda dengan anak-anak yang picky eater karena murni tidak menyukai rasa dari makanan tersebut, saya justru menjadi picky eater karena kondisi kesehatan di mana saya memiliki bakat alergi sehingga tidak semua jenis makanan bisa dikonsumsi.

Namun, apapun alasannya menjadi picky eater kelak setelah dewasa terkadang menimbulkan masalah yang cukup pelik, dan saya mengalaminya, terutama saat momen kemping, bertamu ke rumah saudara, makan bersama teman, atau bahkan nanti setelah berkumpul dengan mertua...hahaha. Berbekal pengalaman tersebut saya berupaya agar anak-anak kelak tidak seperti saya sekalipun bakat alergi dari saya pastinya akan menurun ke anak-anak saya, karenanya saya tertarik pertama kali bongkar isi lemari mbak Retno ternyata ada artikel tips mengatasi si picky ini. Berikut saya cuplikan sedikit tips yang diposting mbak Retno yang tersimpan dalam salah satu laci lemari pojoknya.
  • Jangan bosan merayu si kecil, yap...mengajarkan hal baik kepada anak harus konsisten dan kontinyu serta jangan pernah berputus asa. Coba sekali gagal, dua kali gagal, mungkin ketiga dan seterusnya ada kalanya anak akan tergoda juga.
  • Kreasikan makanan tersebut dengan makanan favorit si anak. Cara ini terbilang cukup ampuh, namun yang pasti selain membutuhkan kesabaran juga membutuhkan kreativitas untuk membuat aneka jenis makanan favorit anak yang didalamnya telah disusupi jenis makanan yang kurang begitu disukai anak. Untuk yang satu ini saya punya cerita nostalgia, di mana dahulu saya juga termasuk anak yang kurang begitu suka sayur, dan ibu saya mensiasatinya dengan mencampur aneka sayur dengan makanan favorit saya. Meskipun demikian terkadang ketika diterapkan kepada anak saya, tips ini kurang ampuh juga. Tapi yah kembali lagi, setiap anak berbeda dan karenanya tidak cukup dibutuhkan satu trik saja.
  • Kerjasama dan jika saya bisa menambahkan, libatkan si anak dalam proses memasak makanan tersebut sehingga secara tidak langsung akan membangun keterikatan emosi antara anak dengan makanan tersebut. 
Untuk tips yang lebih lengkapnya bisa mengunjungi secara langsung blog lemari pojoknya mbak Retno, karena tips-tips di atas hanyalah sebagian kecil dari tips lainnya yang tentunya sudah melalui tahapan uji coba oleh mbak Retno terhadap si kecil. Tips lainnya? Pastinya ada dan banyak lho, diantaranya yang satu ini, pernah dengar istilah makan ngak makan yang penting kumpul yang kurang lebih mengandung makna betapa berkumpul bersama atau kebersamaan dalam suatu keluarga sangat penting, selalu berkumpul dan hidup rukun adalah hal yang paling diinginkan semua orang. Yap...sehubungan dengan arti berkumpul dan kebersamaan ini mbak Retno juga sudah menuliskan tips khusus untuk membangun kebersamaan antara anak-anak sedini mungkin hingga kelak setelah mereka dewasa hubungan emosional antar saudara tetap terjaga dengan baik dan selalu rukun.

Menurut mbak Retno, ada satu tradisi dalam masyarakat daerah Jawa yang disebut Kembulan, yaitu kegiatan makan bersama dalam satu wadah. Ternyata tradisi ini juga bisa diterapkan menjadi tips atau trik yang ampuh menurut mbak Retno untuk membangun kerukunan antar saudara sedari kecil, karena tradisi Kembulan juga memiliki manfaat antara lain :
  • Belajar berbagi, yap...ini point yang paling penting karena pengaruhnya akan sangat terasa setelah anak-anak tumbuh semakin besar. Terkadang makan bersama seperti ini bisa memberikan sedikit gambaran seperti apa sifat dan perilaku buah hati kita lho...menurut saya lho.
  • Menumbuhkan rasa kasih sayang antar sesama saudara. Makan bersama apalagi dalam satu wadah memang bisa menjadi media untuk menumbuhkan rasa kasih sayang antar sesama saudara.
  • Makan banyak tanpa terasa, hihihi...benar juga, saya jadi ingat dulu waktu masih kecil jika anak-anaknya kurang selera makan seringkali ibu mengajak anak-anak tetangga dekat kami untuk makan bersama, makan beramai-ramai terkadang membuat mood makan menjadi kembali baik.
Pastinya banyak trik lainnya yang bisa dibaca secara langsung melalui lemari pojoknya mbak Retno yang mengupas sisi-sisi lain dari tradisi adat budaya yang selama ini masih setia dilestarikan sebagian masyarakat, terutama orang-orang tua kita, dan nilai tradisi tersebut sesungguhnya masih relevan dengan kondisi sekarang. Lanjut lagi, masih ada artikel yang menurut saya sangat menarik, yang membahas usia anak ketika masuk SD. Umumnya yang terjadi di sekitar saya semakin muda umur anak ketika masuk SD maka orangtua akan semakin bangga, apalagi jika di usia yang masih sangat muda itu anak-anak sudah lancar membaca dan berhitung sederhana. Mungkin ada beberapa anak yang memang berbeda dan memiliki tingkat kematangan lebih dari usianya, namun tidak semua anak dianugerahi hal tersebut. Yap...untuk masuk ke jenjang sekolah SD ternyata tidak hanya dibutuhkan kemampuan membaca dan menulis yang cukup, namun juga kesiapan mental dari anak itu sendiri.

Mungkin masing-masing orangtua memiliki pandangan tersendiri karena pastinya hanya orangtualah yang tahu seperti apa putra putrinya, namun menggali dan mencari informasi sebagai referensi tentu bukanlah sesuatu hal yang sia-sia karena justru hal tersebut akan semakin memperkaya wawasan dan pengetahuan orangtua itu sendiri. Mengapa? Karena masing-masing anak memiliki karakteristik yang berbeda antara yang satu dengan yang lain, dan percayalah sekalipun dilahirkan dari orangtua yang sama, sifat dan karakter bawaan anak berbeda. Apa yang berhasil diterapkan pada anak pertama belum tentu berhasil diterapkan pada anak yang kedua, karenanya banyak-banyak mencari referensi dan informasi baru menjadi solusi yang menurut saya sangat tepat. Di lemari pojoknya mbak Retno banyak tersimpan tips dan trik menghadapi beragam permasalahan anak lho.

Lanjut bongkar laci lainnya dari lemari pojoknya mbak Retno, ada yang berlabelkan Fiksi. Rasanya sudah lama sekali saya ngak baca-baca cerita fiksi yah, semenjak media sosial merajalela dan nyaris merampas seluruh perhatian saya, plus ditambah lagi drama korea yang akhir-akhir ini kok semakin keren...waww lengkaplah sudah. Membaca cerita-cerita fiksi yang dituliskan mbak Retno membuat saya teringat masa lalu ketika cerita-cerita fiksi inilah yang menjadi hiburan selain belajar. Salut untukmu mbak, yang masih sempat menuliskan cerita meskipun hanya sebatas fiksi mini di blog lemari pojok. Mungkin jika masih punya niatan kuat rasanya ingin juga memiliki ruang di blog yang secara khusus memuat cerita-cerita pendek seperti dulu...hahaha dulu saya bisa menuliskan berlembar-lembar cerita fiksi tapi sekarang sepertinya menulis fiksi mini saja sulit sekali.
Retno Kusumawardani
Jumpa Pertama dengan mbak Retno di Bandara Adisutjipto Jogja (Foto : Momambassador SGM 2016)
Namun, dari semua itu yang paling membahagiakan saya adalah sudah bertemu secara langsung dengan mbak Retno Kusumawardani sang pemilik lemari pojok dalam suatu acara Temu Bunda 2016 Momambassador SGM bersama puluhan bunda lainnya. Meskipun kami tidak dapat berbincang banyak karena jadwal acara yang lumayan padat dan kamar tempat kami menginap terpisah sangat jauh, namun yang pasti bertemu teman yang selama ini hanya bertegur sapa di ruang maya adalah kebahagiaan tersendiri dan mohon maaf jika saya masih sulit mengenali diantara sekian banyak bunda lainnya ya mbak Retno. Semoga suatu hari nanti kita bisa berjumpa lagi dan kali ini kita punya kesempatan ngobrol yang lebih banyak 😍.

Referensi tulisan :
https://id.wikipedia.org/wiki/Lemari

4 komentar:

  1. Waah... Lengkap sekali mbak... Jadi malu hihihi..
    "Terkadang makan bersama seperti ini bisa memberikan sedikit gambaran seperti apa sifat dan perilaku buah hati kita lho...menurut saya lho" setuju banget mbak... Jadi ketahuan sifat anak bagaimana dan semoga saja apa yg saya lakukan bisa meminimalisir sifat yang kurang baik itu...
    Makasih banyak mbak Mutia... :*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama2 mbak, semoga lain waktu kita bisa bersua lagi yah, yang kemaren kurang lama eh hihihi.

      Hapus
  2. Iya picky eater itu susahnya kalau sudah dewasa apalagi sudah tua. Aku kenal mbak seseorang yang seperti itu, bahkan ketika makanan dicampur pun dia mandeg tidak mau ambil sambil bilang "emoh, ora doyan." Picky eaternya bukan karena alergi, tapi alergi sama makanan kurang enak :V

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahah...ini mah picky eater yang spesial banget, ahhh...kamuuuu

      Hapus

Terima kasih atas kunjungan dari teman-teman, dan saya usahakan untuk berkunjung balik secepatnya. Mohon maaf karena kolom komentar saya moderasi untuk menghindari link-link hidup yang tersemat di kolom komentar akhir-akhir ini. Terima kasih banyak atas pengertiannya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...