Senin, 07 November 2016

Tips Aman Melakukan Pembayaran Untuk Transaksi Secara Online

Flash Sale kini menjadi tren dalam dunia e-commerce di Indonesia yang bertujuan tidak hanya untuk memberikan kejutan manis bagi konsumen setianya, namun juga memberikan kesempatan bagi konsumen lain yang bahkan sama sekali belum pernah berbelanja di e-commerce tersebut untuk mendapatkan penawaran spesial berupa diskon atau potongan harga yang fantastis dalam jangka waktu tertentu. Biasanya, produk atau barang yang mendapatkan potongan harga ini jumlahnya sangat terbatas, dan karenanya konsumen harus bergerak cepat untuk mendapatkan barang yang diinginkannya sebelum di ambil oleh konsumen lain. Bahkan, untuk produk-produk tertentu yang menjadi favorit kalangan pembelanja online, konsumen setidaknya harus memiliki strategi dan kiat khusus untuk mendapatkan barang yang diinginkan, salah satunya adalah dengan secepatnya melakukan pembayaran.

Flash Sale

Yap...melakukan pembayaran dengan segera atau secepat-cepatnya merupakan salah satu trik dan tips jika ingin bersaing dengan konsumen lain yang menginginkan barang atau produk yang sama. Saya pernah punya pengalaman pada saat mengikuti Flash Sale yang diselenggarakan sebuah e-commerce, mungkin hanya terlambat sepersekian detik melakukan pembayaran, barang tersebut sudah habis padahal sudah masuk dalam list akun belanja saya, rasanya kecewa sekali. Tapi, meskipun fokus pada berburu produk atau barang diinginkan, jangan lengah untuk menerapkan pengamanan terhadap metode pembayaran yang dipilih. Jangan karena terburu-buru melakukan pembayaran atau bertransaksi agar barang tersebut tidak di rebut konsumen lain, lantas melalaikan faktor keamanan saat bertransaksi secara online. Waspadalah, karena pada momen-momen seperti ini biasanya ada saja konsumen yang sedikit lalai mengamankan informasi pribadinya, terutama yang berhubungan dengan informasi perbankan yang dimilikinya, karena untuk momen seperti ini umumnya menggunakan metode pembayaran secara online lewat transaksi perbankan.

Di sisi yang lain, setiap tahun angka cyber crime di Indonesia mengalami kenaikan meskipun belum terlalu signifikan, namun dengan karakteristik dunia online yang bisa diakses dari mana saja dan kapan saja, bukan tidak mungkin pelaku cyber crime bisa saja dari luar Indonesia. Meskipun belum ada angka dan data secara pasti, namun khusus untuk negara Indonesia salah satu penyumbang kasus Cyber Crime terbesar adalah kejahatan dalam dunia perbankan. Untuk alasan inilah, dalam suatu diskusi bersama OJK (Otoritas Jasa Keuangan) yang membahas kejahatan perbankan berbasis teknologi, diungkap bahwa kejahatan perbankan memang menimpa beberapa bank di Indonesia. Meskipun begitu, ada dua hal yang memungkinkan kejahatan perbankan ini terjadi, yaitu karena kurang canggihnya sistem keamanan bank tersebut, atau justru dari nasabah/pemilik rekening yang belum/kurang memahami bagaimana mengamankan informasi perbankan yang dimilikinya seperti username, password, PIN, dan data lainnya.

Salah satu kejahatan perbankan yang beberapa waktu lalu marak terjadi dan di kenal dengan istilah Phishing. Penting untuk diketahui bahwa Phishing adalah sebuah modus kejahatan di mana si pelaku memancing nasabah (umumnya nasabah yang sering melakukan transaksi perbankan lewat internet banking) untuk memberikan data diri (username dan password) di sebuah situs yang dibuat sangat mirip dengan situs asli bank yang digunakan nasabah tersebut. Akibatnya jika tidak waspada dan hati-hati, nasabah seringkali terkecoh dengan tampilan situs tersebut, dan biasanya nasabah mengunjungi situs ini berdasarkan tautan yang dikirimkan melalui email, karenanya teliti sebelum mengklik tautan menjadi salah satu resep manjur menghindarkan diri dari ancaman Phishing.

Satu lagi kejahatan perbankan yang juga sangat berbahaya, dan bahkan baru-baru ini menimpa salah satu bank di Indonesia adalah metode Skimming. Pada kasus kejahatan perbankan Skimming ini, pelaku meletakkan sebuah alat tambahan di mulut ATM yang berfungsi mengcopy data-data milik nasabah yang melakukan transaksi di mesin ATM tersebut. Lantas, data yang telah ter-copy tersebut dibuatkan kartu baru yang digunakan untuk membobol rekening nasabah. Selain kedua modus tersebut, masih banyak modus lainnya yang juga kerap dilakukan pelaku kejahatan perbankan, diantaranya Carding (mencuri data nasabah kartu kredit), Hacking/craking (membobol rekening nasabah dengan cara menghack akun nasabah), Malware/Cyber Sabotage (kejahatan perbankan dengan membobol atau merusak sofware atau sistem operasi yang umumnya bertujuan mencuri data perbankan pemilik komputer tersebut). Meskipun sudah terdeteksi modus atau metode kejahatan perbankan yang kerap dilakukan beberapa waktu terakhir ini, bukan berarti pihak-pihak yang bersangkutan bisa lengah karena dari waktu ke waktu modus kejahatan perbankan akan semakin canggih seiring semakin majunya ilmu pengetahuan dan teknologi.

Untuk mengantisipasi kejahatan perbankan yang semakin canggih tersebut, beberapa bank di Indonesia berusaha untuk selalu memperbaharui keamanan sistem perbankannya dan menerapkan pengamanan berlapis, terutama untuk fasilitas dan fitur transaksi internet banking yang dimilikinya. Tidak heran jika hampir semua bank secara berkala mengirimkan pemberitahuan transaksi perbankan yang dilakukan semua nasabahnya, baik melalui SMS atau email sebagai upaya untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan perbankan atau cyber crime. Namun, bagaimanapun kerasnya upaya pihak perbankan untuk terus memperbaharui sistem pengamanan perbankannya, nasabah atau pemilik rekening juga wajib ikut serta turut mengamankan informasi perbankan yang dimilikinya, atau secepatnya melapor jika terlihat tanda-tanda yang mencurigakan pada rekam jejak transaksi perbankan yang dilakukannya.

Flash Sale

Tips Aman Melakukan Pembayaran Untuk Transaksi Secara Online

Dalam sebuah penelitian aktivitas berbelanja secara online, sebagian besar responden masih memilih melakukan pembayaran melalui transaksi perbankan terutama internet banking, mobile banking, atau transfer bank, meskipun beberapa e-commerce sudah memberikan variasi metode pembayaran yang mudah dijangkau oleh konsumen yang sangat variatif. Namun, apapun metode pembayaran yang dipilih konsumen, faktor keamanan tetap harus menjadi prioritas dan untuk alasan tersebut ada baiknya konsumen mengetahui tips aman melakukan pembayaran untuk transaksi secara online yang dilakukan agar terhindar dari jeratan kejahatan perbankan yang akhir-akhir ini marak terjadi.
  • Untuk transaksi melalui Internet Banking. Perhatikan Address Bar yang tercantum pada browser, pastikan alamat situs yang tercantum di awali dengan "https" bukan http. Selain itu, teliti pada address bar yang memuat alamat situs berawalan https tersebut terdapat gambar gembok dan jika gambar gembok tersebut di klik akan muncul sertifikasi dari perusahaan yang mengeluarkan https tersebut dan pastikan sertifikasi tersebut berasal dari perusahaan terpercaya. Selain waspada terhadap alamat laman situs bank yang digunakan, bagi nasabah yang bertransaksi melalui internet banking biasanya dibekali dengan alat semacam token yang digunakan untuk menverifikasi setiap transaksi yang digunakan, pastikan token tersebut tersimpan di tempat yang aman dan kerahasiaan PIN token tersebut terjaga dengan baik. 
  • Waspada terhadap komputer yang digunakan untuk melakukan transaksi secara online. Sebaiknya memang komputer yang digunakan adalah milik sendiri, namun jika tidak dan menggunakan komputer di tempat umum pastikan untuk selalu Log Out setiap kali selesai melakukan transaksi karena kemungkinan komputer tersebut digunakan orang lain sangat besar. Selain itu, langkah penting lainnya adalah menghapus cookies atau riwayat transaksi yang dilakukan di komputer tersebut agar tidak terdeteksi oleh pengguna lain.
  • Teliti setiap email yang masuk, terutama email yang mengatasnamakan bank atau lembaga perbankan, karena bisa jadi kejahatan perbankan bermula dari link yang dikirimkan dan secara kebetulan di klik oleh nasabah tersebut. Akibatnya, bisa saja username dan password nasabah tercuri, dan modus ini dikenal dengan istilah Phishing.
  • Untuk transaksi menggunakan ATM. Alangkah baiknya jika memilih lokasi ATM yang berada di area tergolong aman, seperti di kantor cabang atau tempat yang dijaga petugas keamanan, serta pastikan agar di lokasi ATM tersebut terdapat CCTV sehingga semua aktivitas terekam dengan baik. Secara berkala ganti PIN ATM yang dimiliki untuk meminimalisir kemungkinan data sudah tercuri pihak lain, jaga kerahasiaan PIN yang digunakan, dan lakukan penggantian PIN di tempat yang diperkirakan aman.
  • Untuk Transaksi menggunakan mesin EDC, pastikan kartu ATM atau Kartu Kredit di gesek pada mesin EDC yang resmi, dan teliti mesin EDC tersebut apakah dikeluarkan oleh bank yang bersangkutan. Selain itu, pastikan untuk selalu mengawasi aktivitas kasir atau petugas saat mengesek kartu ATM/ Kartu Kredit yang dimiliki sebagai langkah antisipasi.
  • Proteksi komputer yang digunakan dengan anti virus yang sudah teruji tingkat pengamanannya untuk menghindarkan kejahatan perbankan yang dilakukan dengan cara menumpang pada file yang secara sengaja atau tidak di download.
Selain tips atau cara di atas, masih banyak cara lain untuk mengamankan pembayaran atas transaksi online yang kerap digunakan untuk berbelanja secara online. Tapi sebagai langkah antisipasi, ada baiknya segera melaporkan kepada pihak bank jika menemukan tanda-tanda transaksi yang mencurigakan pada lalu lintas keuangan perbankan yang dimiliki. Langkah ini selain membantu pihak bank untuk sesegera mungkin melakukan pengamanan, juga membantu nasabah lain terhindar dari kejahatan perbankan. 

Kesadaran untuk menerapkan cara aman saat melakukan pembayaran transaksi online yang dilakukan, setidaknya akan membuat konsumen lebih nyaman ketika berbelanja secara online, terutama pada momen-momen indah saat Flash Sale tiba.

Referensi tulisan :
http://www.hukumonline.com/klinik/detail/cl4339/cara-pembayaran-dalam-ecommerce
http://www.marketing.co.id/e-commerce-tak-menakjubkan-tanpa-fasilitas-perbankan/
http://www.urbankompas.com/tips-aman-bertransaksi-secara-online/

2 komentar:

  1. Ngeri banget kejahatan digital itu sebenarnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, terkadang kita juga yang lalai mengamankan akun kita sehingga mudah di bobol pelaku kejahatan digital. Tulisan ini juga warning buat saya. Makasih mbak udah berkunjung.

      Hapus

Terima kasih atas kunjungan dari teman-teman, dan saya usahakan untuk berkunjung balik secepatnya. Mohon maaf karena kolom komentar saya moderasi untuk menghindari link-link hidup yang tersemat di kolom komentar akhir-akhir ini. Terima kasih banyak atas pengertiannya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...