Jumat, 25 November 2016

Kenal Lebih Dekat Dengan Yurmawita.com, Mom Blogger Dari Kota Bengkulu

Kali kini giliran Mom Blogger dari Kota Bengkulu yang akan di review dalam rangkaian kegiatan Arisan Link Blogger Perempuan, yaitu Yurmawita Adismal sang pemilik blog Yurmawita.com. Ngomong-ngomong tentang Kota Bengkulu, sepertinya sudah lama sekali sejak terakhir kali saya kesana, mungkin sudah lebih dari lima belas tahun. Mungkin, saat ini Kota Bengkulu sudah banyak perubahan ya kotanya? Tapi yang paling saya ingat, Kota Bengkulu memiliki view yang sangat indah karena letaknya berhadapan langsung dengan Samudera Hindia yang ombaknya keren banget. Meskipun lemayan beresiko, terutama saat musim hujan, perjalanan ke Kota Bengkulu lewat jalan tetap menyenangkan bercampur tegang apalagi jika sudah memasuki kawasan hutan lindung. Belum lagi banyaknya peninggalan bersejarah yang hingga kini masih bisa dikunjungi, menunjukkan betapa Kota Bengkulu sesungguhnya memiliki potensi yang sangat besar.

Yurmawita.com

Lanjut ke materi utama mengulas blognya mbak Yurmawita yang ternyata seorang ibu guru lho, dan saat ini sedang melanjutkan pendidikan pascasarjana-nya di Universitas Bengkulu Jurusan Pendidikan Matematika. Wah...menilik rekam jejaknya mbak Yurma yang pastinya sangat dekat dengan hal-hal yang berbau matematika mengingatkan betapa saya sejujurnya kurang begitu suka matematika meskipun saya lumayan suka kimia dan fisika. Profil mbak Yurma secara lengkap bisa diakses melalui laman "About Me" pada blog pribadinya. Melalui laman tersebut,  sudah dituliskan secara lengkap dan jelas latar belakang bahkan hingga motivasi awal mbak Yurma menulis melalui media blog, yang akhirnya mempertemukan kami dalam satu wadah Komunitas Blogger Perempuan.

Selain laman atau menu About me, terdapat laman lain yang pastinya mempermudah pengunjung memilih topik atau jenis tulisan yang di minati di blognya mbak Yurma, yaitu Cooking, Travelling, dan laman yang menurut saya sangat spesial Cerpen. Jarang-jarang ada laman khusus cerpen dalam blog, karena untuk membuat laman khusus tersebut pastinya pemilik blog sayang suka atau hobi menulis cerpen. Oppss...pertama kali buka artikel atau postingan yang berlabelkan Cooking, langsung keluar postingan tentang resep tahu plus kucai, ini menu favorit saya dan mengingatkan saya akan Almarhumah ibu yang dahulu suka sekali masak tahu plus kucai yang selintas memang mirip daun bawang merah. Menurut saya, resep ini sangat sederhana namun kaya akan zat gizi apalagi jika di tambah sayur-sayuran.

Ternyata, kucai selain bisa dijadikan campuran masakan yang enak juga memiliki manfaat dari segi kesehatan dan kebugaran tubuh, antara lain:
  • Sebagai anti kanker, di mana zat Flavonoid dan sulfur ternyata memiliki manfaat melawan radikal benas dan mencegah perkembangan kanker.
  • Mengatasi masalah kulit, terutama untuk kasus infeksi kulit karena memiliki sifat anti bakteri dan anti jamur.
  • Membantu mencegah jerawat, dengan kandungan beta karoten yang membantu membersihkan kulit.
  • Membantu mengontrol dan membantu menurunkan tekanan darah serta kolesterol, dengan kandungan alicin-nya. Selain itu juga memiliki manfaat yang lain menghilangkan bakteri dan jamur yang terdapat dalam usus.
Selain manfaat yang disebutkan di atas, masih banyak manfaat untuk kesehatan lainnya yang terkandung dalam helaian daun kucai lho, dan terus terang saya justru baru mengetahuinya ketika membuat postingan tentang mbay Yurma yang menyinggung masalah kucai 😂. Lanjut jalan-jalan lagi ke postingan mbak Yurma yang berlabelkan cooking membahas tentang makanan khas Bengkulu. Ngomongin masalah kue khas Bengkulu, jadi kepingin mencicipi lagi karena rasanya memang benar-benar enak. Tapi yang paling saya suka adalah kue Tat, yang merupakan ciri khas Bengkulu, rasanya enak ditambah lagi isian selai nanasnya. Ternyata selain kue Tat, masih banyak kue khas Bengkulu lainnya yang pastinya tidak kalah enaknya. Ingin tahu apa saja? Silahkan berkunjung langsung ke blognya mbak Yurma.

Yurmawita.com
Salah satu aktivitas travelling-nya mbak Yurma dari koleksi foto Instagram
Selanjutnya, kita bahas postingan atau tulisan yang berlabel "tavelling," wow...artikelnya ternyata lumayan banyak dan beragam...spot travellingnya juga kece-kece hihihi jadi pingin. Asyik baca-baca eh ketemu artikel yang judulnya  wisata alam Lubuklinggau. Terus terang saya belum pernah mengunjungi secara khusus Kota Lubuklinggau melainkan hanya melewati ketika menuju Kota Bengkulu. Ternyata Kota Lubuklinggau memiliki view yang sangat indah serta destinasi wisata alam yang juga tidak kalah indahnya sejauh mata memandang. Tulisan mbak Yurma tentang destinasi wisata alam di kota ini bikin saya ngiler dan kepingin menjelajah lagi kota-kota yang dahulu hanya saya lewati. Kota Lubuklinggau yang masuk ke wilayah Sumatera Selatan ini ternyata menyimpan potensi wisata alam yang jika dikelola disertai informasi yang akurat dan detail pastinya sangat menjanjikan.

Selain itu, masih ada artikel lain yang juga tidak kalah bikin saya ngiler, tentang wisata ke Bukit Tinggi. Sudah sejak lama Kota Bukit Tinggi di kenal sebagai salah satu destinasi wisata alam di Sumatera Barat yang sangat indah. Selain wisata alam, Kota Bukit Tinggi juga dikenal memiliki keterkaitan sejarah yang sangat dekat dengan perjuangan kemerdekaan Indonesia, di mana di tempat ini dahulu pernah menjadi pusat pemerintahan sementara Negara Republik Indonesia. Soal destinasi wisata, baik alam maupun tempat bersejarah, jangan khawatir karena mbak Yurma sudah menuliskan secara lengkap disertai foto-foto kece di lokasi atau destinasi wisata tersebut.

Namun, ada satu postingan mbak Yurma yang sangat menarik bagi saya, tentang bagaimana profesi seorang guru, karena kita tahu bahwa mbak Yurma selain seorang mom blogger juga adalah seorang guru. Postingan atau artikel tersebut membahas pentingnya menghadirkan orisinalitas sebuah karya demi menunjang profesionalisme seorang guru. Yap...saat ini guru juga dituntut harus bisa menulis atau setidaknya menghasilkan karya menjadi suatu tulisan. Hal ini sangat penting mengingat tuntutan menulis mutlak harus diperlukan terutama untuk seorang guru yang setiap hari berurusan dengan dunia pendidikan, yang memang masih sarat akan persoalan. Dengan kemampuan menulisnya, guru secara cermat bisa memetakan permasalahan seperti apa yang dihadapi dunia pendidikan di Indonesia demi melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas di masa depan.

Setidaknya, ada beberapa manfaat positif jika guru membiasakan diri menulis, antara lain menciptakan pola pikir yang lebih sistematis, kemampuan menganalisa sebuah permasalahan lebih mendalam, menciptakan kebiasaan untuk lebih banyak membaca karena membaca dan menulis adalah dua hal yang tidak dapat terpisahkan, dan masih banyak sederet manfaat positif lainnya jika seorang guru rajin menulis. Kemajuan Ilmu pengetahuan dan teknologi tentu saja memudahkan seorang guru menulis dari mana saja dan kapan saja lho. Melalui artikel yang ditulis mbak Yurma, sudah dijelaskan secara panjang lebar media apa sih yang bisa dipilih guru untuk menuangkan pikiran serta opininya dalam bentuk tulisan.

Selanjutnya, tentu saja matematika yang erat kaitannya dengan profesi guru yang diemban mbak Yurma. Bagi sebagian orang, pelajaran matematika masih menjadi momok yang sangat mengerikan, termasuk saya lho ketika masih sekolah dulu hehehe. Padahal, nilai matematika saya juga ngak jelek-jelek amat, tapi entah mengapa pelajaran matematika kesannya sangat berat dan hanya orang tertentu yang dianugerahi kemampuan untuk menguasai jenis pelajaran ini. Sedihnya, anak-anak saya pun juga kurang menyukai matematika, padahal segala cara sudah saya lakukan. Karenanya, saya sangat berharap kedepannya mbak Yurma bisa sharing dan berbagi pengalaman melalui Yurmawita.com, bagaimana agar pelajaran matematika tidak lagi menjadi momok yang menakutkan bagi sebagian orang, terutama anak-anak.

Akhir kata, teruslah menginspirasi mbak Yurma melalui tulisan-tulisan inspiratifnya, dan semoga akan semakin banyak guru seperti mbak Yurma yang mau berbagi ilmu dalam bentuk tulisan yang bermanfaat untuk kemajuan pendidikan Indonesia.

3 komentar:

  1. Ah iya, aku pun kalo googling tentang kucai ini kupikir daun bawang merah. Tepi ternyata bukan haha.

    Kalo guru matematika, pontar menulis. Mudahan murid2nya gk takut lagi ya, hihihi. Karna kan jaman sekolah dulu, guru matematika paling ditakutin :D

    BalasHapus
  2. Laman cookingnya memang berisi resep masakan atau minuman yang gampang banget diikuti.

    BalasHapus
  3. Mba Mutia...peluukk makasih ya udah menulis tentang aku segitu lengkapnya.. menulis ttg matematika di blog ini sering ga tuntas hehe karena keganggu dg peer lainnya haha.. insyaallah sebagai masukan ke depan ya mba muth..

    BalasHapus

Terima kasih atas kunjungan dari teman-teman, dan saya usahakan untuk berkunjung balik secepatnya. Mohon maaf karena kolom komentar saya moderasi untuk menghindari link-link hidup yang tersemat di kolom komentar akhir-akhir ini. Terima kasih banyak atas pengertiannya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...