Kamis, 06 Oktober 2016

Dari Gathering KEB - Schneider Electric, Saatnya Ibu Lebih Peduli Bahaya Listrik Di Rumah

KEB dan Schneider Electric
Sesi sharing dan bincang dalam acara Gathering KEB - Schneider (Dok: Pribadi)
Sudah menjadi aktivitas rutin saya setiap malam sebelum tidur memeriksa segala sesuatu di rumah, seperti apakah pintu pagar dan rumah sudah terkunci? Memeriksa kompor dan selang gas? Memastikan lubang penutup saluran air sudah terpasang pada tempatnya, terutama saluran air di bak pencuci piring, serta beberapa aktivitas lainnya untuk memastikan segala sesuatunya aman setelah di tinggal tidur. Memang terlihat melelahkan karena bolak-balik setiap hari harus mengecek semuanya, namun menurut saya kebiasaan ini sangat penting untuk rutin dilakukan karena banyak manfaat positifnya. Apalagi anak-anak mempunyai kebiasaan buruk yang hingga saat ini masih berulang-ulang dilakukan meskipun juga sering saya ingatkan, yaitu lupa mencabut colokan charger ponsel. Masih untung jika hanya satu charger, kadang-kadang 2 hingga 3 charger ponsel masih tercolok pada listrik, belum lagi jika anak-anak menggunakan komputer hingga malam dengan kondisi charger selalu tercolok pada listrik, eh...ternyata mereka sudah ketiduran. Padahal dengan kondisi tersebut, aliran listrik selalu mengalir bahkan pada saat ponsel atau komputer sudah tercabut dari chargernya, yang tidak hanya berpotensi merusak ponsel namun juga bahaya listrik di rumah.

Memang, dari beberapa penelitian yang dilakukan, membiarkan charger tetap terpasang pada colokan tidak akan menyedot daya listrik terlalu banyak, dan umumnya charger ponsel tipe sekarang sudah dilengkapi pengaman yang akan menurunkan aliran listrik setelah baterai ponsel penuh atau saat ponsel sudah tercabut. Namun, kita tidak akan pernah tahu bagaimana kondisi instalasi listrik di rumah. Apalagi, sudah menjadi rahasia umum bahwa instalasi listrik yang terpasang di perumahan, terutama perumahan yang masuk kategori menengah ke bawah, bisa dibilang masih jauh dari standar keamanan sehingga perlu kesadaran sendiri bagi penghuninya untuk secara berkala mengganti atau melakukan pengecekan instalasi listrik di rumah. Padahal, kondisi instalasi listrik yang aman akan menghindarkan kita dari beragam bahaya yang disebabkan listrik baik akibat sentuhan langsung atau tidak langsung, dan terutama bahaya kebakaran.

Bahaya listrik akibat sentuhan langsung bisa diakibatkan pembungkus kabel yang sudah terlepas tiba-tiba tersentuh oleh kita, sedangkan sentuhan tidak langsung diakibatkan sistem pentanahan instalasi listrik rumah yang terbilang kurang baik. Sebagai contoh bahaya listrik akibat sentuhan tidak langsung karena sistem pentanahan kurang baik adalah kulkas, setrika, serta peralatan listrik lainnya yang seharusnya jika disentuh tidak bertegangan atau tidak nyetrum tiba-tiba bertegangan atau nyetrum saat disentuh. Untuk kondisi-kondisi tersebut, setidaknya ada dua hal yang bisa dilakukan, yaitu menggunakan atau memilih alat-alat listrik sesuai standar keamanan yang ditentukan pemerintah, yaitu berlabel SNI (Standar Nasional Indonesia). Selain itu, konsumen juga harus memeriksakan sistem pentanahan instalasi listrik rumahnya. Sistem pentanahan sendiri atau lebih di kenal dengan istilah "Grounding" merupakan instalasi listrik yang wajib terpasang di rumah untuk keselamatan.

Berdasarkan dari sumber Wikipedia, Pentanahan atau Grounding adalah suatu jalur langsung dari arus listrik menuju bumi atau dengan kata lain koneksi fisik instalasi listrik langsung ke bumi. Adapun alasan terpasangnya koneksi Grounding pada instalasi listrik adalah untuk mencegah terjadinya kontak antara makhluk hidup dengan tegangan listrik berbahaya yang bisa saja terjadi akibat kegagalan isolasi. Selain untuk tujuan keselamatan, Grounding juga memiliki fungsi yang sangat penting lainnya, yaitu dalam instalasi penangkal petir, sistem grounding ini akan menghantarkan aliran listrik yang besar tersebut ke bumi, namun untuk diketahui pemasangan grounding untuk instalasi penangkal petir dan instalasi listrik di rumah harus dipisahkan. Selain itu juga untuk memproteksi peralatan elektronik atau instrumentasi sehingga dapat mencegah kerusakan akibat adanya bocor tegangan. Selain itu, wajib untuk diketahui bahwa pemasangan instalasi listrik yang tidak sesuai aturan atau standar bisa menimbulkan bahaya kebakaran.

KEB dan Schneider Electric

Begitu banyaknya bahaya listrik yang diakibatkan tidak amannya instalasi listrik di rumah serta penggunaan alat-alat listrik yang tidak sesuai standar inilah yang membuat KEB atau Kumpulan Emak Blogger menyelenggarakan gathering dengan mengandeng Schneider yang bertujuan memberikan edukasi bagi emak-emak atau ibu rumah tangga agar lebih peduli dengan bahaya listrik di rumah. Berlokasi di Hongkong Cafe, Sarinah, Jakarta, tanggal 1 Oktober 2016 lalu, Gathering KEB - Schneider diselenggarakan dengan mengambil tema "cara jitu lindungi rumah dari bahaya listrik" yang dihadiri kurang lebih 30 emak-emak yang merupakan anggota atau member Kumpulan Emak Blogger (KEB). Dalam kesempatan tersebut, dihadirkan pembicara dari pihak Schneider yaitu Frankco Nasarino yang menjabat Product Marketing Partner Retail Business Schneider Electric Indonesia, dan Mak Mira Sahid, Founder KEB yang dalam kesempatan tersebut juga bertindak sebagai moderator.

Acara berlangsung meriah, karena pengetahuan tentang listrik ini masih tergolong baru bagi emak-emak padahal dalam kesehariannya, hampir semua aktivitas emak atau ibu rumah tangga bersentuhan dengan peralatan elektronik. Seperti memasak nasi, mencuci baju, menghangatkan masakan dengan oven, menggunakan blender, membuat kopi, dan masih banyak lagi. Banyaknya aktivitas ibu rumah tangga menggunakan listrik di rumah tentu saja sangat penting untuk mengetahui apa-apa saja yang berpotensi menimbulkan bahaya listrik dalam rumah. Dari perbincangan dengan Bapak Frankco Nasarino, ternyata penting bagi ibu rumah tangga untuk mengenal produk atau alat listrik apa saja yang aman untuk kebutuhan listrik di rumah, fungsi serta manfaat dari penggunaan alat listrik tersebut, dan informasi penting lainnya sebagai upaya mencegah bahaya listrik di rumah.

KEB dan Schneider Electric
Beragam produk dengan standar kualitas keamanan yang sudah sesuai SNI dari Schneider Electric (Dokpri)
Hadir dalam Gathering KEB dan Schneider membuka wawasan saya untuk lebih peduli bahaya listrik di rumah yang bisa diakibatkan kurangnya kesadaran kita sendiri untuk melakukan pengecekan secara berkala instalasi listrik dan alat-alat listrik di rumah. Setidaknya, ada beberapa kiat jitu untuk melindungi rumah dari bahaya listrik yang bisa dilakukan ibu rumah tangga, antara lain:
  • Usahakan untuk memasang kabel listrik dan stop kontak di tempat yang sulit terjangkau anak, terutama anak-anak yang masih balita karena anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi.
  • Mulai dari sekarang mengedukasi anak untuk sedini mungkin mengetahui bahaya listrik, mulai dari hal-hal yang sederhana, seperti mematikan lampu, televisi, dan peralatan elektronik lainnya jika tidak digunakan. Tidak menyentuh peralatan listrik dengan tangan dalam kondisi basah. Mencabut charger ponsel atau komputer jika tidak digunakan. Serta edukasi listrik lainnya sesuai tingkatan usia anak-anak.
  • Mulai dari sekarang selalu menggunakan peralatan listrik yang direkomendasikan aman dan sesuai standar SNI yang ditetapkan pemerintah, dengan menggunakan peralatan berstandar ini maka bahaya listrik di rumah bisa ditekan seminimal mungkin.
  • Meskipun tidak haus mengetahui cara memasangnya karena merupakan tanggung jawab seorang yang ahli, ibu harus tahu fungsi dan manfaat dari beragam peralatan listrik di rumah, terutama yang memiliki peran sangat penting, seperti MCB, ELCB, sakelar, dan beberapa jenis peralatan lainnya sebagai referensi untuk melindungi rumah dari bahaya listrik.
Dalam kesempatan gathering ini juga, Schneider memperkenalkan berbagai produk yang sangat penting untuk memberikan perlindungan dari bahaya listrik di rumah. Bahkan, tidak hanya memperkenalkan berbagai peralatan listrik, Schneider juga mengajak emak-emak yang hadir untuk terjun langsung dan berkenalan dengan berbagai peralatan listrik, seperti MCB, kabel penghubung, dan lain-lain melalui contoh produk yang dihadirkan secara langsung. Bahkan, untuk memeriahkan acara gathering tesebut diselenggarakan lomba merakit kotak MCB yang dilakukan emak-emak dan terbagi dalam beberapa kelompok. Bersentuhan langsung dengan peralatan listrik sedikit banyak membantu ibu rumah  tangga untuk lebih peduli bahaya listrik di rumah. Lantas, apa saja sih produk keluaran Schneider yang secara khusus di rancang dan dipersiapkan untuk meminimalisir bahaya listrik, terutama untuk kebutuhan rumah tangga?

"Life Is On" Bersama Produk-produk Terbaik Schneider Elecric Untuk Melindungi Bahaya Listrik Di Rumah

Ternyata sudah lebih dari 100 tahun atau tepatnya 180 tahun Schneider Electric mengembangkan beragam produk yang memberikan manfaat untuk kehidupan manusia, termasuk memberikan perlindungan dari bahaya listrik di rumah. Yap...meskipun listrik sangat penting dan berguna bagi kelangsungan hidup manusia, namun jika tidak terpasang dengan instalasi yang baik akan sangat berbahaya tidak hanya bagi manusia namun juga bagi makhluk hidup lainnya. Setidaknya, ada beberapa tingkatan bahaya listrik akibat arus bocor terhadap manusia, yaitu:
  •  1 A < akan menyebabkan jantung berhenti.
  • 80 mA akan menyebabkan denyut jantung terganggu.
  • 30 mA - 50 mA akan menyebabkan kontraksi pada jantung.
  • 10 mA akan menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan.
  • 0,5 mA akan menyebabkan getaran kejut kesemutan.
Pentingnya mengenal tingkatan bahaya listrik ini akan membuat manusia sadar betapa listrik sangat berbahaya jika instalasinya tidak terpasang dengan baik, terutama di rumah, di mana saat ini konsumsi terbesar listrik di Indonesia adalah untuk kebutuhan rumah tangga. 
KEB dan Schneider Electric
Ini lho penampakan MCB, ELCB, dan RCBO Slim dari Schneider Electric (Dokpri)
Untuk menyuplai kebutuhan listrik biasanya listrik dialirkan melalui alat yang kerap di sebut meteran listrik atau rumah listrik yang biasanya terpasang di teras rumah. Dari meteran kemudian listrik masuk ke sebuah alat yang bertugas untuk membagi-bagi aliran listrik ke berbagai titik sesuai dengan kebutuhan rumah tersebut. Alat ini di kenal dengan sebutan MCB atau sekring jaman dahulu. Dalam pemasangan instalasi listrik di rumah, MCB atau Miniature Circuit Breaker memiliki peran yang sangat penting, di mana produk ini berfungsi melindungi instalasi listrik bila terjadi pemakaian daya yang berlebihan dan hubungan singkat arus listrik (atau dengan kata lain konsleting listrik).

Jika fungsi MCB mengalami kegagalan, maka muncul akibat yang tidak diinginkan seperti percikan api karena hubungan singkat arus listrik yang berpotensi menimbulkan bahaya kebakaran. Umumnya, pada instalasi listrik rumah, MCB terpasang di kWh meter listrik yang dipasang PLN dan juga di box MCB. MCB inilah yang paling di cari jika listrik di rumah "turun" atau "anjlok" sehingga bisa di bilang sebagai salah satu urat nadi instalasi listrik di rumah.
KEB dan Schneider electric
Ini lho RCBO Slim Domae yang memiliki fungsi sangat penting bagi keamanan instalasi listrik (Dokpri)
Tidak heran jika dalam sesi bincang bersama pihak Schneider yang di wakili oleh Bapak Frankco, di mana beliau menjelaskan secara detail dan panjang lebar tentang produk instalasi listrik produksi Schneider yang telah dilengkapi komponen pengaman dari bahaya listrik di rumah. Untuk kebutuhan ini, Schneider Electric memiliki beberapa komponen yang sangat direkomendasikan untuk melindungi rumah dari bahaya listrik yang sewaktu-waktu bisa terjadi, yaitu:
  1. MCB, yang sudah kita ketahui melindungi jaringan listrik rumah dari arus berlebih dan hubungan arus pendek atau konsleting.
  2. ELCB (Earth Leakage Circuit Breaker), untuk melindungi peralatan listrik dari bahaya kebakaran dan melindungi anggota keluarga terutama anak-anak dari bahaya sengatan listrik ketika terpercik air, bersentuhan langsung dengan stop kontak, atau pada kabel yang terkelupas.
  3. Surge Arrester, penting untuk melindungi peralatan elektronik seperti televisi, komputer, dan peralatan lainnya dari bahaya sambaran petir tidak langsung yang tidak dapat diproteksi oleh penangkal petir.
  4. RCBO Slim Domae, yang berfungsi memproteksi dari bahaya kebakaran dan konsleting listrik, juga berfungsi sebagai MCB dan ELCB sehingga lebih ekonomis dan hemat ruang, selain itu kerusakan jaringan listrik akan semakin mudah di deteksi.
Ternyata pengetahuan seperti ini sangat berguna untuk ibu rumah tangga seperti saya yang setiap hari nyaris selalu bersentuhan dengan perangkat listrik dan elektronik yang tidak tampak di mata namun memiliki arus listrik sangat kuat bahkan mematikan. Untuk alasan itulah, setidaknya ada tips yang bisa digunakan untuk memberi perlindungan dari bahaya listrik, yaitu dengan menggunakan ELCB atau RCBO 30 mA untuk melindungi manusia dari bahaya sengatan lsitrik akibat arus bocor, serta gunakan ELCB 300 mA untuk melindungi keseluruhan rumah dari bahaya kebakaran.

Wah, hanya dalam satu hari itu di acara Gathering KEB dan Schneider Electric, ada begitu banyak pengetahuan yang saya dapatkan tentang cara jitu melindungi rumah dari bahaya listrik di rumah. Dari berbagai pemaparan dan sesi sharing dalam acara tersebut, rasanya sudah saatnya ibu lebih peduli bahaya listrik di rumah dengan memilih peralatan listrik yang sudah di jamin keamanannya dan berstandar SNI demi keselamatan keluarga tercinta. Bahkan, untuk melindungi dan menjamin keselamatan rumah, Schneider Electric telah memiliki berbagai produk yang memang sudah dirancang untuk kebutuhan tersebut.

KEB dan Schneider Electric
Sesi foto bersama setelah acara (Dok : KEB)
KEB dan Schneider Electric
Penyerahan tanda mata atau kenang-kenangan dari KEB kepada Perwakilan Schneider Electric (Dokpri)
Untuk informasi lebih jelasnya atau jika ada yang ingin diketahui lebih lanjut dapat menghubungi secara langsung melalui:

Pusat Pelayanan Pelanggan (Jakarta)
Telepon 1500055
Fax (62) (21) 7504415 - 16
Email: customercare.id@schneider-electric.com

Yuk...menjadi ibu yang smart dengan lebih peduli bahaya listrik di rumah.

Referensi tulisan :
http://www.schneider-electric.co.id/id/home/house-electrical-products/switchboards-for-protection-and-control/
http://sosialisasiplncirebon.blogspot.co.id/2016/06/hati-hati-bahaya-listrik.html
http://www.instalasilistrikrumah.com/arde-atau-grounding-untuk-instalasi-listrik-rumah/

17 komentar:

  1. Makasih sharingnya mak Lisa.. Jadi sekarang emak-emak kudu paham juga ya tentang listrik, minimal bisa bantuin suami sama-sama jaga keamanan rumah dari bahaya listrik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mak...mudah-mudahan semakin banyak emak-emak yang sadar ya mak bahaya listrik di rumah.

      Hapus
  2. Iya yuk, aku jg lg menuju ke sana utk jadi ibu yg melek soal bahaya listrik

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwkwk...hayuk dek, mudah-mudahan semakin banyak yang mengikuti jejak kita...hehehe.

      Hapus
  3. Pernah kejadian anak kecil, di memegang kawat besi, lalu dia masukan ke lubang colokan listrk, untungnya ga apa- apa, hanya kaget dan kawat terlempar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mak, colokan itu rupanya sangat menarik untuk dieksplorasi anak karena anakku juga waktu kecil sering banget ngulik2 colokan listrik padahal sudah di plesterin semua.

      Hapus
  4. Waaah, tulisannya panjang banget mba, keren euy. Kita jadi tahu lebih banyak lagi soal listrik ya mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mak, tahu banyak bahaya listrik jadi bikin kita waspada.

      Hapus
  5. "Penyakit" di mana-mana kayaknya itu, ya, lupa nyabut charger. Hehe. Nggak boleh bosan ngingetin bahaya listrik.

    BalasHapus
  6. makasih sharingnya mak, wah jadi emak-emak kudu aware juga sama yang namanya listrik

    BalasHapus
  7. Ibu smart adalah yang peduli keselamatan keluarga dari baha listrik
    siiiip. catet

    BalasHapus
  8. Lengkapp dan padat nih tulisannya. Yuk, para emak lebih aware lagi soal urusan listrik. Karena bukan cuma bapak aja yang harus peduli soal listrik :)

    BalasHapus
  9. Mak, bahaya listrik emang ngga boleh disepelekan yaaa.. mak Lisa salam kenal yaa ^^

    BalasHapus
  10. Penting dicatat buat emak-emak kayak kita ya, Mba Elisa ^^

    BalasHapus
  11. Wah kebiasaannya sama banget kay aku. Sebelum tidur ngecash hp terus baru dicolok besok paginya :'D

    Btw salam kenal ya kak, pas event kayanya blm kenalan hehehehe :D

    BalasHapus
  12. emak2 harus update semuanya, krn sdh dapat ilmu maka urusan listrik aman skr mah hehehe

    BalasHapus
  13. Sekarang aku udah bisa bedain mcb dan rcbo. Hehehe

    BalasHapus

Terima kasih atas kunjungan dari teman-teman, dan saya usahakan untuk berkunjung balik secepatnya. Mohon maaf karena kolom komentar saya moderasi untuk menghindari link-link hidup yang tersemat di kolom komentar akhir-akhir ini. Terima kasih banyak atas pengertiannya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...