Selasa, 18 Oktober 2016

Asyik dan Serunya Berpetualang Kuliner Bersama Ria The Chocolicious

Saat ini kuliner tidak hanya sekedar makanan namun sudah menjadi bagian dari gaya hidup, bahkan sebagian wisatawan tidak lagi hanya fokus untuk mengunjungi destinasi wisata semata namun menjadikan kuliner daerah tersebut sebagai bagian dari daftar aktivitas wisata yang wajib di kunjungi dan di coba. Menjadikan kuliner sebagai bagian dari gaya hidup pun semakin banyak dilakukan masyarakat, terutama yang tinggal di kawasan perkotaan di mana setiap sudut kota banyak di jumpai aneka kuliner yang tidak hanya menyajikan rasa yang lezat namun juga tampilan yang menarik. Pesatnya perkembangan media sosial pun di sinyalir menjadi salah satu faktor yang menyebabkan aneka kuliner menjadi semakin naik kelas, bahkan ada kuliner tertentu yang mencerminkan strata kehidupan seseorang. Keberadaan blog juga menjadi faktor yang membuat kuliner semakin memiliki nilai plus-plus dalam masyarakat, dan tidak sedikit blog yang secara khusus menyematkan label "kuliner" pada kategori blognya, seperti blognya mbak Ria Tumimomor yang bertagline "Ria The Chocolicious."

Ria Tumimomor
Ternyata catatan travelingnya oke lho...nih buktinya (Foto : IG riamrt)

Namun, meskipun aktivitas berpetualang kuliner terbilang sangat asyik dan seru, bayangkan kita bisa mencicipi aneka makanan yang bahkan sebelumnya tidak pernah kita bayangkan, pilah dan pilih tempat jenis dan tempat untuk menikmati kuliner tetap penting lho. Apalagi jika kita memiliki riwayat kesehatan yang tidak begitu baik, dan karenanya ada jenis-jenis makanan yang sangat tidak disarankan untuk di konsumsi. Untuk itu, berikut beberapa tips yang mungkin bisa membantu untuk memilah dan memilah kuliner agar berpetualang kuliner tetap asyik, seru, dan sehat.
  • Cari dan gali info sebanyak mungkin tentang jenis dan lokasi kuliner yang akan di tuju, ulasan atau review dari para Food Blogger bisa menjadi pilihan untuk mendapatkan gambaran sebelum menikmati kuliner tersebut.
  • Sebelum memutuskan tempat atau lokasi di mana kuliner tersebut berada, perhatikan kebersihan tempat dan makanan yang disajikan. Referensi semacam ini bisa didapatkan dengan membaca ulasan atau review dari orang-orang yang sudah terlebih dahulu mencicipi kuliner tersebut.
  • Perhatikan waktu untuk menyantap jenis kuliner tersebut, karena ada beberapa jenis makanan yang sebaiknya di santap pada jam-jam atau waktu khusus. Seperti yang disarankan ahli kesehatan, sebaiknya tidak menyantap makanan yang terlalu berat pada malam hari, karena pada malam hari lambung butuh istirahat untuk mengosongkan perut agar siap menerima makanan lagi keesokkan harinya.
  • Pilah dan pilih menu makanan yang sehat dan memiliki kandungan nutrisi agar makanan yang kita makan memiliki kontribusi bagi kesehatan tubuh kita. Berpetualang kuliner bukan berarti bisa menyantap semua makanan, karenanya penting untuk menjaga komposisi makanan agar tubuh tetap sehat.
  • Teliti memilih bumbu yang menjadi bahan pokok jenis makanan tersebut, karena adakalanya tubuh seseorang rentan terhadap jenis bumbu yang digunakan untuk membuat makanan tersebut.
Dengan tips-tips ini setidaknya akan membuat petualangan kuliner menjadi lebih asyik dan seru karena tidak terganggu faktor-faktor lain yang membuat acara tersebut berantakan. Alih-alih berpetualang kuliner, justru kesehatan tubuh menjadi terganggu.

Ria Tumimomor
Momen asyik dan serunya berpetualang kuliner adalah mencicipi sensasi rasanya (Foto: Ria Tumimomor)
Lanjut ke pokok utama, membahas acara perkulineran yang secara rutin di tulis mbak Ria dalam blognya "Ria The Chocolicious," wowww...banget karena catatan yang ditulis mbak Ria sangat rapi, detail, dan nyata-nyata terlihat betapa mbak Ria sangat hobi kulineran. Ada banyak tulisan yang mengulas kuliner yang disajikan di banyak tempat, mulai dari seputaran Jakarta hingga ke beberapa daerah di Indonesia, dan artikel ini ternyata mendatangkan view atau pengunjung yang sangat banyak. Buktinya, 4 dari 5 artikel yang masuk kategori populer post di blog mbak Ria bertemakan kulineran, artinya info seputar kuliner merupakan salah satu topik yang paling di sukai pembaca karena seperti yang sudah saya kemukakan sebelumnya, kuliner kini sudah menjadi bagian dari gaya hidup dan sebagian besar orang secara sadar selalu mencari informasi terlebih dahulu sebelum mencoba suatu kuliner melalui internet.

Namun, kuliner bukanlah satu-satunya kategori yang asyik dan seru untuk di baca, karena blognya mbak Ria terbilang sangat variatif dan kaya tema (jadi malu dengan blog saya...tutup muka hihihi), yang pastinya bikin pengunjung betah berlama-lama di blognya mbak Ria. Selain kuliner, ada artikel yang berlabel khusus Review, Travel, Fashion (waww lagi), foto, quiz, interview, serta ada menu Disclosurenya. Semua artikel pastinya memiliki kandungan yang kaya dan padat informasi, serupa dengan artikel yang masuk kategori khusus kuliner.

Tapi sejujurnya, saya mengenal sosok mbak Ria sebelum ini sebagai bagian dari Kampung Fiksi (Co-Founder) di mana beberapa kali saya ikutan lomba blog yang diselenggarakan Kampung Fiksi beberapa tahun yang lalu, sepertinya dalam rangka ulang tahunnya Kampung Fiksi. Jadi, bisa dibayangkan betapa komplitnya sosok mbak Ria dengan segala passion-nya. Meskipun saya suka fiksi, dan jika di suruh memilih jenis buku apa yang di baca saat senggang pastinya saya memilih buku fiksi, namun jika di suruh menulis bertemakan fiksi rasanya sulittt sekali dan lebih baik saya di suruh menulis artikel 3000 kata deh. Bolak-balik membaca tips dan kiat, bahkan sampai membeli buku khusus yang membahas cara mudah menulis fiksi, tapi hingga saat ini kemampuan saya masih payah...hikss. Tapi bukan berarti tidak bisa ya...seperti kata pepatah, ala bisa karena biasa, jika terbiasa lambat-laun pasti akan bisa.

Satu lagi yang membuat saya sangat tertarik, kategori "interview" yang terdapat dalam blognya mbak Ria, bagi saya amat sangat menarik. Jika di kembangkan, deretan artikel yang masuk dalam label interview ini bisa menjadi sesuatu yang baru untuk sebuah blog, di mana blog tidak lagi hanya berisikan rentetan buah pikiran serta opini dari pemilik blognya semata, namun juga memuat sisi lain atau pemikiran lain dari orang-orang yang berada disekitar kita. Terkadang, kita tidak perlu mencari orang yang jauh, karena justru buah pikiran orang yang terdekat dengan kita pun belum tentu kita tahu, ingat pepatah lagi "dalamnya laut bisa di duga, dalamnya hati seseorang tidak akan pernah ada yang tahu."

Namun yang pasti, membaca blognya mbak Ria bagaikan sumur informasi yang tidak akan pernah ada habisnya, inspiratif dan sederhana namun bermakna. Sukses terus ya mbak Ria Tumimomor dengan segala aktivitasnya dan tulisan-tulisan di blognya. Oh ya...lihat postingan foto-foto kece di akun Instagramnya Mbak Ria (@riamrt) deh, di jamin bikin ngiler, belum lagi postingan kulinernya yang beragam dan kayaknya enak banget. Yap...beruntung ya menjadi seorang blogger, karena tidak hanya memiliki tempat untuk menuangkan pikiran semata namun juga tempat paling oke untuk memaksimalkan passion serta hobi kita, yang mungkin saja bisa menjadi sumber inspirasi bagi orang lain.

6 komentar:

  1. wah, makasiiih mbak... sekarang saya baru kepikiran kenapa utk arisan link ini gak saya bikin interview ya :)))) hahahahah... TELATDOTCOM

    BalasHapus
  2. Kategori "interview" di blognya Mba Ria ini unik emang ya. Bukti bahwa review di blog bukan sekedar sharing pengalaman aja, tapi juga menggali info dari berbagai nara sumber. Hebat!

    BalasHapus
    Balasan
    1. mengingatkan saya akan interview2 yg mestinya dilakukan tapi lupa melulu...

      Hapus
  3. Yang aku suka dari review kulinernya mbak Ria adalah kejujuran... yang diomongin apa adanya banget. Jadi bagi yang punya gerai makanan undang mbak Ria deh biar dapet masukan yang positif, ga cuma muji2 doang...

    BalasHapus
    Balasan
    1. jujurlah... cuman bisa blg enak atau gak enak :))))

      Hapus
  4. Ahi hi hi jadi pengen juga nih mbak mencoba serunya kuliner kaya gituh soalnya seru banget deh kayaknya.

    BalasHapus

Terima kasih atas kunjungan dari teman-teman, dan saya usahakan untuk berkunjung balik secepatnya. Mohon maaf karena kolom komentar saya moderasi untuk menghindari link-link hidup yang tersemat di kolom komentar akhir-akhir ini. Terima kasih banyak atas pengertiannya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...