Minggu, 11 September 2016

Belajar Dari Blog Kisekii, Foodie Itu Ternyata Menyenangkan

Media sosial memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi semua orang untuk menulis atau memposting apa saja yang menurutnya sangat menarik, termasuk memposting foto. Bahkan, untuk memberikan tempat bagi penggemar fotografi, dikembangkan aplikasi media sosial khusus berbagi foto, yaitu Instagram. Selain Instagram, beragam aplikasi media sosial lain juga berlomba-lomba menawarkan fitur terbaiknya agar pengguna dengan leluasa bisa memposting foto, video, serta buah pikiran dalam bentuk tulisan. Bahkan, beberapa penyedia layanan berbasis data digital seperti Google, Wordpress, dan masih banyak lagi, memberikan ruang khusus bagi setiap orang yang ingin menuangkan pikirannya melalui tulisan dengan mengembangkan media blog. Saat ini, blog mengalami kemajuan yang sangat pesat, tidak heran jika sebagian blogger menggunakan blog sebagai media yang tidak hanya menuangkan pikiran dalam bentuk tulisan tapi juga disertai foto yang menarik, seperti blog Kisekii.com milik Mbak Dwi Sari Ambar atau akrabnya dipanggil Mbak Nining.

Kisekii.com
Pinjam foto cantik mbak nining di Instagram ya (Credit : http://www.instagram.com/ki_seki/)

Kesempatan mengulik blog kisekii ternyata bikin saya takjub sekaligus kagum, karena selain tulisannya oke dan keren, ragam menunya lengkap dan menarik (ini referensi baru buat saya nih) yang bikin saya jadi tertarik untuk mendesain ulang blog saya. Yap...kalau menurut saya sih, desain blog ngak harus rumit dengan banyak fitur, simple aja tapi tetap menampilkan ciri khas pemiliknya, seperti blog Kisekii, coba intip deh pada link di atas!

Ada empat menu utama yang menarik untuk dijelajahi di blognya mbak Dwi Sari Ambar alias mbak Nining, yaitu Foodie, Traveling, Moviegeek, dan Lifestyle. Tapi saya paling tertarik dengan artikel-artikel yang ditulis dengan label Foodie, meskipun sejujurnya saya jarang banget posting artikel dengan tema Foodie, tapi saya suka berkelana lho...menjelajahi blog-blog bertemakan beragam kuliner. dari hasil keliling blog-blog tersebut, saya jadi tahu betapa kayanya kuliner Indonesia. Soal rasa, pastinya ngak kalah dong dengan kuliner dari luar negeri.

Saya jadi ingat kenangan masa kecil, betapa kuliner daerah asal kedua orangtua saya nyaris selalu menjadi menu utama keluarga kami, yang secara tidak langsung mendekatkan kami dengan budaya asal kedua orangtua saya. Yap...kuliner bisa menjadi pintu masuk untuk mendekatkan anak-anak dengan budaya asli Indonesia, terutama untuk anak-anak yang kedua orangtuanya berasal dari daerah yang berbeda, seperti saya contohnya hehehe. Saya, jika di tanya asal darimana paling bingung menjawabnya karena tidak hanya kedua orangtua saya yang berasal dari daerah yang berbeda tapi juga kakek dan nenek dari pihak ayah juga berasal dari daerah yang berbeda, karenanya, saya lebih suka menyebut diri sebagai orang Indonesia...hihihi.

Dengan kondisi latar belakang tersebut bisa dikatakan saya menyukai aneka jenis kuliner asli Indonesia, dengan catatan tidak berbahan dasar ikan laut karena saya tergolong alergi jenis makanan tersebut. Tapi, jika melihat saudara-saudara yang lain kumpul dan menikmati aneka jenis makanan rasanya seneng banget apalagi jika berkumpul kuliner yang dinikmati pastinya kuliner asal daerah keluarga kami.

Seiring perkembangan jaman dan mulai mengeliatnya industri pariwisata di hampir seluruh wilayah Indonesia, tren masyarakat untuk berwisata kuliner pun meningkat cukup signifikan. Tidak heran jika akhir-akhir ini bisnis makanan menjadi salah satu bisnis favorit masyarakat yang ingin membuka usaha atau bisnis di bidang makanan. Bisnis makanan dipastikan memberikan kontribusi sekitar 19,33% dari total penghasilan industri pariwisata khususnya yang berasal dari wisatawan mancanegara yang berlibur ke Indonesia. Bahkan menurut beberapa survei, pengeluaran untuk makanan dan minuman merupakan pengeluaran kedua terbesar setelah akomodasi yang kontribusinya mencapai 38,48% dari total pengeluaran wisatawan mancanegara yang berlibur di Indonesia.

Peluang ini akan semakin besar dengan karakteristik Indonesia yang memiliki latar belakang budaya yang tidak hanya kaya warna namun juga kaya rasa berupa aneka kuliner yang sangat lezat. Bahkan, pada beberapa kasus bisa dikatakan bahwa salah satu faktor yang berpotensi menarik wisatawan mancanegara berkunjung ke Indonesia adalah kulinernya yang terkenal kaya rasa dan bumbu, tidak heran jika salah satu jenis kuliner asli Indonesia yaitu Rendang menempati posisi teratas makanan terenak di tingkat dunia. Untuk itulah, demi meningkatkan pendapatan dari sektor wisata kuliner, dibutuhkan kemampuan yang baik untuk mengolah, menyajikan, menampilkan, serta mempromosikan kuliner tersebut dalam balutan yang menarik.

Pendek kata, seiring dengan semakin maraknya perkembangan industri pariwisata di Indonesia, kuliner pun ikut naik kelas di mana makanan tidak hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan perut semata namun sudah berkembang menjadi karya seni yang bisa di nikmati masyarakat lain melalui foto yang di unggah pengguna media sosial. Beragam aplikasi digital siap menampung unggahan foto keren aneka jenis kuliner, seperti instagram, blog, dan lain-lain yang secara khusus dipersiapkan untuk mereview aneka jenis makanan. Nah...khusus untuk tipe orang-orang yang suka mereview makanan dan kemudian menggugahnya baik dalam bentuk foto atau tulisan di blog ini kerap di sebut "Foodie."

Tidak sulit memang menjadi seorang Foodie, namun tidak semua orang memiliki insting Foodie, seperti saya misalnya begitu melihat makanan yang terbayang di kepala adalah mencicipi atau jika perlu segera menandaskan makanan tersebut...hehehe, karenanya meskipun tampilan makanan tersebut terbilang cukup nyeni alias cocok di unggah ke media sosial, jarang-jarang sadar untuk merekamnya dan baru keingetan setelah makanan tersebut tandas serta melihat kesekeliling beberapa teman asyik memotret aneka jenis makanan tersebut. Padahal, menjadi Foodie itu ternyata sangat menyenangkan lho, selain sebagai ajang untuk belajar seni fotografi dan membuat tulisan review makanan, juga mendapatkan nilai plus lainnya yaitu sebagai porto folio dan bahan untuk memposting tulisan di blog. Bayangkan, hanya berbekal satu menu makanan, kita bisa menulis satu artikel apalagi jika sekali makan di suguhi dengan beberapa menu, pastinya persiapan bekal posting foto dan tulisan semakin banyak.

Kisekii.com
Pinjam fotonya mbak nining lagi ya di Instagram (Credit : http://www.instagram.com/ki_seki/)
Ragam artikel dan foto yang beraliran Foodie ini bisa dengan mudah kita jumpai di blog Kisekii berlabel Foodie : http://www.kisekii.com/search/label/kuliner. Aneka jenis makanan yang yummy dengan tampilan yang mengoda selera bertebaran di blog mbak cantik ini...terus terang bikin saya ngiri, ngiler, dan ngences, tapi banyakan ngencesnya kok. Artikel kuliner yang ditulis mbak Nining semuanya bagus-bagus lho, bahkan beberapa diantaranya merupakan hasil eksperimen sendiri, seperti artikel yang mengulas membuat Casing Sosis Homemade yang saya bookmark khusus karena anak-anak suka banget dengan sosis, bahkan bikin nasi goreng pun kudu pake sosis selalu. Baca artikel yang di tulis mbak Nining bikin saya tahu ternyata jenis makanan ini sudah ada sejak 300 Sebelum Masehi...wwaawww keren ya. Saya jadi terbayang, betapa kreatifnya manusia sejak jaman dahulu untuk tetap survive di alam yang pastinya berbeda dengan sekarang. Dan saya juga baru tahu, ternyata kita bisa bikin sendiri sosis dengan casing yang dengan mudah bisa di beli di pasaran.

Selain membuat sosis homemade, ada lagi kuliner lombok dengan cita rasa yang sama indahnya dengan destinasi wisata alamnya yang sangat terkenal hingga ke mancanegara. Upssst...satu lagi yang hampir terlupakan, berwisata kuliner tidak hanya identik dengan sajian menu yang mengoda selera dan rasa yang lezat, namun berwisata kuliner juga tempat di mana kuliner tersebut disajikan. Beberapa pengelola bisnis makanan sudah menyadari bahwa penataan desain interior, eksterior, serta bangunan di mana kuliner tersebut disajikan juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari wisata kuliner itu sendiri karena terkadang tempat yang menarik dan artistik juga menjadi daya tarik wisatawan untuk mengunjungi daerah tersebut.

Tapi selain foodie, masih banyak artikel menarik lainnya yang di posting dalam blog Kisekii, diantaranya yang berlabel traveling. Traveling dan kuliner adalah dua hal yang berkaitan erat dan tidak dapat dipisahkan karena berwisata berarti juga mencicipi kuliner khas daerah tersebut. Wah...berkunjung dan berkesempatan mereview blognya mbak nining bikin PR saya semakin banyak untuk membenahi blog saya biar lebih keren seperti blog peserta Arisan Link lainnya. Yap...selain mendapat anugerah link dari sesama teman, arisan link bagi saya memberikan banyak manfaat positif diantaranya pertemanan, ilmu baru, dan sederet keuntungan serta manfaat positif lainnya.

Tapi...ada yang merasa aneh ngak, mengapa mbak nining menamai blognya Kisekii? Ternyata jawabannya ada di laman ini : http://www.kisekii.com/p/dwi.html bahwa Kiseki memiliki arti yang setara dengan Miracle (kalau dalam Bahasa Inggris) atau keajaiban dalam Bahasa Indonesia. Yah...bagi saya pun bisa hidup hingga seumur ini adalah keajaiban dan sebagai manusia saya pun selalu berharap selalu dianugerahi keajaiban, seperti dialog dalam laman about me blog Kisekii ini :

Hopefully our life is full of miracles

Terakhir, saya suka banget dengan layout di blognya mbak Nining ini, simpel tapi kaya fitur yang memudahkan visitor atau pengunjung yang ingin membaca atau mencari artikel sesuai minatnya (noted PR lagi buat saya). Sukses terus ya mbak nining dengan passion dan pekerjaannya, serta semoga blog Kisekii.com selalu menjadi yang terdepan dalam menyajikan fakta dan cerita menarik seputar kuliner, traveling, movie, dan sederet tema lainnya yang di sukai pengunjung.

Referensi tulisan :
http://endah-parwis-vokasi.web.unair.ac.id/artikel_detail-70449-Artikel-Potensi%20Wisata%20Makanan%20(food%20tourism).html

2 komentar:

  1. Seru emang mereview kuliner, selain tempat makanan biasanya juga resep masakan. Karena kadang lupa kalo mo masak lagi wkwk.

    Makasiii mba Elisa reviewnya, menarik :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahhaha, saya banget... makanya walau udah tau lama masak pasta tp blm berani post di blog... banyakan gagal krn lupa takaran bumbu :)))

      Hapus

Terima kasih atas kunjungan dari teman-teman, dan saya usahakan untuk berkunjung balik secepatnya. Mohon maaf karena kolom komentar saya moderasi untuk menghindari link-link hidup yang tersemat di kolom komentar akhir-akhir ini. Terima kasih banyak atas pengertiannya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...