Jumat, 17 Juni 2016

Saatnya Memilih Hidup Lebih Sehat Dengan Tindakan Pencegahan Bersama In Harmony Clinic

Sehat itu pilihan dan karenanya harus diperjuangkan.
Siapa sih yang tidak ingin sehat di sepanjang usianya, terutama saat usia mulai memasuki senja di mana satu persatu organ penting dalam tubuh mulai mengalami kemunduran dalam menjalankan fungsinya. Namun ternyata sehat tidak hanya sekedar menjalankan pola hidup seimbang dan berolahraga secara teratur, melainkan juga melakukan beberapa tindakan medis untuk membantu mengoptimalkan fungsi imunitas tubuh ketika menghadapi serangan penyakit, yang populer dengan sebutan vaksinasi atau imunisasi. Tindakan ini merupakan salah usaha untuk melakukan pencegahan terhadap serangan berbagai penyakit yang sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh kita, dan di tahun-tahun mendatang pencegahan akan menjadi trend yang jauh lebih populer daripada pengobatan.

In Harmony Clinic

Tapi dalam kenyataannya, belum semua masyarakat sadar betapa perilaku preventif atau pencegahan menjadi suatu hal yang sangat penting dan mendesak, apalagi dengan diberlakukannya jaminan kesehatan dari pemerintah yang membuat sebagian masyarakat masih belum merasa perlu bersusah payah untuk menjaga kesehatan dengan melakukan tindakan pencegahan. Padahal, sudah terlihat tanda-tanda betapa penyebaran penyakit kini semakin cepat dan setiap saat selalu akan muncul jenis penyakit baru yang semakin membahayakan kesehatan. Jadi...masihkah kita bertahan untuk tidak memulai langkah preventif atau pencegahan sedini mungkin dan menjadikan pengobatan sebagai solusi terakhir dalam setiap permasalahan kesehatan. Mungkin jika dipersentasekan, hanya 5 atau tidak sampai 10 persen masyarakat yang sadar betapa tindakan pencegahan menjadi solusi awal untuk setiap keadaan. Edukasi secara terus-menerus dan berkesinambungan menjadi salah satu solusi untuk terus meningkatkan kesadaran masyarakat.

Berbekal usaha untuk membantu mengedukasi masyarakat, Komunitas Blogger Perempuan bersama In Harmony Clinic berkolaborasi menyelenggarakan Blogger Meet Up yang bertujuan membantu menggugah kesadaran masyarakat untuk menempatkan tindakan pencegahan penyakit di skala prioritas pertama, bertempat di Hongkong Cafe, Thamrin, Jakarta tanggal 3 Juni 2016 lalu. Dalam sesi bincang bersama narasumber, dikemukakan 12 konsep pencegahan penyakit (Disease Preventive Concepts) sebagai usaha untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat serta mengubah paradigma sakit menjadi paradigma sehat. Selama sesi perbincangan bersama narasumber tersebut, saya teringat beberapa kejadian yang berhubungan dengan permasalahan kesehatan, di mana penyakit datang pada momen-momen yang sangat kritis dalam hidup saya, yaitu ketika sedang hamil anak pertama sekitar 13 tahun yang silam.

In Harmony Clinic
Blogger Perempuan Meet Up bersama In Harmony Clinic (Dok : Pribadi)
Mungkin bagi sebagian orang terserang penyakit cacar air atau yang lebih di kenal dengan istilah Varicella bukan lagi menjadi sesuatu yang mengkhawatirkan, di samping pengobatan di dunia medis sudah bisa mengatasi penyakit ini juga karena sudah tersedia vaksinasi untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut serta dampak serius bagi penderitanya. Namun, apa yang terjadi jika penyakit cacar air ini menyerang ibu yang sedang hamil, tentu membutuhkan treatment atau pengobatan khusus karena bisa saja penyakit ini akan mempengaruhi kesehatan bayi yang sedang dikandungnya. Kondisi inilah yang alami ketika mengandung anak pertama hampir tiga belas tahun yang lalu, di mana ketika memasuki trimester terakhir atau tepatnya 8 bulan kehamilan, saya terkena penyakit cacar air. Tadinya setelah menderita demam selama hampir dua hari, saya mengira akan terserang flu karena sendi terasa sakit, badan rasanya lesu, dan sakit kepala, namun memasuki hari ketiga timbul bintik-bintik yang berisi gelembung air di kulit yang terasa sangat gatal dan segera setelah itu saya mendatangi dokter umum.

Namun, dokter umum justru merekomendasikan untuk berobat ke dokter kandungan karena beliau mencurigai saya terkena penyakit cacar air dan memang sepanjang ingatan saya, ibu pernah mengatakan bahwa saya belum pernah menderita cacar air sejak kecil. Ternyata dugaan tersebut terbukti, dan saya memang menderita cacar air di usia kehamilan memasuki 8 bulan, karena itulah dokter kandungan mewanti-wanti saya untuk waspada dan melakukan kontrol lebih sering. Entah karena rasa cemas yang berlebihan atau sebagai akibat penyakit tersebut, hanya berjarak satu minggu setelah itu saya melahirkan sebelum kandungan genap 9 bulan. Untunglah pada saat konsultasi sudah ada pembicaraan serius bahwa saya disarankan untuk melahirkan di rumah sakit, sehingga dokter kandungan yang menangani sudah tahu kondisi kesehatan saya saat melahirkan. Untunglah bayi yang kini telah duduk di bangku kelas 2 SMP itu lahir dalam kondisi sehat dan dipastikan tidak tertular penyakit cacar air yang saya derita pada hari-hari menjelang kelahirannya.

Tapi yang membuat saya sedih, saya tidak diperkenankan menyusui secara langsung karena dikhawatirkan lesi atau bintik merah yang berisi cairan akan pecah sehingga akan bergesekan dengan kulit anak saya yang masih sangat rentan. Bahkan, untuk memerah ASI pun saya tidak diperkenankan karena ditakutkan bisa terkontaminasi cairan lesi tersebut. Setelah positif sembuh, membutuhkan usaha yang sangat keras bagi saya untuk kembali memberikan ASI, karena bayi saya telah melewati proses belajar menyusui yang seharusnya dimilikinya sejak momen awal kelahirannya, selain itu selama jeda tersebut dia telah terbiasa mendapatkan asupan susu formula melalui botol. Pada momen-momen sulitnya membiasakan bayi saya untuk kembali belajar menyusui, terkadang timbul penyesalan pada diri saya mengapa sebelum menikah saya tidak melakukan vaksinasi cacar air padahal jelas-jelas ibu saya pernah mengatakan bahwa sejak kecil saya belum terkena pnyakit cacar air sehingga problem ini mungkin saja bisa saya hindari. Ternyata setelah saya baca di beberapa majalah kesehatan dan diskusi bersama dokter kandungan saya, penyakit cacar air yang menyerang ibu hamil terutama di trimester pertama bisa berdampak cukup serius bagi kesehatan bayi seperti keguguran, kelahiran prematur, kelainnan pada kulit, mata, serta dampak serius lainnya yang menghambat tumbuh kembang serta kesehatan si bayi di masa depan.

In Harmony Clinic

Selain pengalaman tersebut, saya juga memiliki kisah lainnya betapa seharusnya tindakan pencegahan bisa dilakukan sedini mungkin karena sudah memiliki referensi nyata. Keluarga besar saya hampir semuanya memiliki riwayat penyakit Hipertensi, Stroke, dan Jantung, bahkan kedua orangtua saya Almarhum juga menderita penyakit tersebut di saat-saat terakhir hidupnya. Seharusnya dengan pengalaman tersebut, kami anak-anaknya sudah memiliki referensi yang lebih dari cukup untuk memperbaiki pola dan gaya hidup, terutama pola makan agar apa yang orangtua kami alami tidak akan menimpa kami lagi. Tapi dalam kenyataannya, beberapa tahun yang lalu kakak tertua saya terserang stroke ringan meskipun akhirnya sembuh, namun di tahun berikutnya didiagnosa menderita penyakit jantung dan harus melakukan operasi pemasangan ring pada jantungnya. Selama sesi acara berlangsung, saya mengambil kesimpulan bahwa bukan hal yang mudah untuk mulai melakukan tindakan pencegahan atau preventif, karena kesadaran tersebut haruslah di mulai dari diri sendiri.

Pada akhirnya saya sangat setuju dengan pribahasa lama yang sering kita dengar bahwa "mencegah lebih baik daripada mengobati," karena tindakan pencegahan atau preventif memiliki banyak keunggulan di banding tindakan lainnya, di antaranya :
  1. Dari sisi dampak serius dari penyebaran penyakit tersebut, tindakan preventif akan menghindarkan masyarakat dari potensi ancaman serius dari bahaya penyebaran penyakit yang bisa menimbulkan kematian, cacat seumur hidup, atau ketidakmampuan anggota tubuh untuk berfungsi secara normal.
  2. Dari sisi ekonomi, tindakan preventif jika dikalkulasikan dalam bentuk beban biaya yang harus ditanggung tentu jauh lebih murah. Bayangkan, ada beberapa jenis penyakit menahun yang secara berkala harus melakukan pengobatan secara rutin, yang tentu saja membutuhkan biaya tidak sedikit. Mungkin, untuk melakukan tindakan preventif, awalnya membutuhkan investasi biaya yang terbilang cukup tinggi, namun untuk jangka panjang tentu saja biaya ini tidak akan ada artinya karena kesehatan adalah investasi untuk menjalani hidup yang lebih nyaman di masa depan.
  3. Untuk jangka panjang, perilaku preventif yang di mulai sedini mungkin akan mengedukasi dan mempersiapkan kita menghadapi ancaman yang lebih serius atas perkembangan penyakit baru lainnya di masa depan. Ingatlah, bahwa zaman bisa berubah namun mindset yang sudah tertanam dengan baik tidak akan tergerus oleh waktu.
Memilih Hidup Lebih Sehat Bersama In Harmony Clinic

Dari uraian ini nampak jelas bahwa betapa tindakan preventif seharusnya menjadi satu karakter yang harus terus dibangun dan ditumbuhkan dalam mindset atau pola pikir masyarakat terhadap kesehatan. Mengapa? Karena karakter seperti inilah yang menjadi salah satu faktor penting untuk membantu menurunkan angka penyebaran penyakit berbahaya di masyarakat. Namun, tentu saja untuk mengubah dan membangun mindset semacam ini dibutuhkan peran dan kerjasama dari semua pihak termasuk dari masyarakat itu sendiri, serta sudah tidak lagi hanya mengantungkan pada stakeholder yang terkait, karena mindset yang dibangun atas dasar keinginan dan kesadaran sendiri tetaplah yang terbaik. Butuh perjuangan? Tentu saja, karena hingga detik ini pun meskipun sudah memiliki pengalaman dan referensi pribadi betapa beratnya hidup yang harus dijalani kalau sudah terserang penyakit, namun saya pun masih belum konsisten melakukan langkah pencegahan.

In Harmony Clinic
Sesi Bincang Bersama Dr. Kristo dari In Harmony Clinic dan Mbak Grace Melia (Dokpri)
Pemahaman akan belum teredukasinya masyarakat secara keseluruhan akan pentingnya melakukan tindakan preventif atau pencegahan inilah yang melatarbelakangi berdirinya In Harmony Clinic. Dengan tagline #OneStopWellnessSolution, In Harmony Clinic berkomitmen untuk tumbuh dan berkembang menjadi salah satu pusat pelayanan kesehatan holistik di seluruh kota di Indonesia dengan berbagai opsi layanan medis untuk masyarakat, selain itu klinik yang telah memiliki cabang di berbagai kota besar di Indonesia ini juga memiliki layanan pengobatan alternatif untuk beberapa jenis penyakit. Sebagai salah satu pusat layanan kesehatan yang memiliki pandangan jauh kedepan, In Harmony Clinic juga sangat mendukung upaya pemerintah untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui upaya preventif atau pencegahan penyakit.

Salah satu upaya preventif yang paling mungkin dilakukan secara cepat untuk menanggulangi masalah penyakit yang mematikan adalah dengan melakukan vaksinasi secara rutin. Opsi inilah yang menjadi pilihan In Harmony Clinic untuk membantu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan menyediakan sarana dan prasarana yang lengkap untuk masyarakat yang membutuhkan vaksinasi, termasuk untuk orang dewasa. Orang dewasa masih perlu di vaksinasi? Kadangkala pertanyaan seperti ini sering dilontarkan oleh sebagian masyarakat karena masih ada anggapan dalam masyarakat bahwa vaksinasi identik dengan bayi dan anak-anak. Padahal, meskipun pada orang dewasa umumnya sudah memiliki sistem imunitas yang sudah sempurna, namun bukan berarti akan terbebas dari penyakit karena penyakit bisa datang kapan saja, di mana saja, dan menyerang siapa saja tanpa pandang bulu, bahkan ada beberapa jenis penyakit yang masuk dalam kategori mematikan. Wanita hamil pun tidak luput dari kewajiban untuk melakukan vaksinasi yang bahkan sangat dianjurkan di mulai dari sejak sebelum melakukan perkawinan, karena ada beberapa jenis penyakit yang tidak hanya membahayakan nyawa ibu hamil namun terutama menyebabkan masalah kesehatan pada anak yang dikandungnya kelak setelah dilahirkan, seperti penyakit cacar air yang saya derita ketika hamil anak pertama.

In Harmony Clinic
Sedia Payung Sebelum Hujan (Dok : Pribadi)
Karena itulah sangat disarankan bagi pasangan yang ingin menikah untuk melakukan penyuntikan vaksinasi pra-nikah agar tidak saling menularkan beberapa jenis penyakit tertentu yang berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan pada calon bayinya kelak. In Harmony Clinic sudah menyediakan vaksinasi ideal yang disarankan untuk pasangan yang akan menikah, dengan rincian yang disarankan sebagai berikut :
  • 7 bulan sebelum menikah, sebaiknya melakukan vaksinasi HPV (Human Papiloma Virus) dan Hepatitis B.
  • 6 bulan sebelum menikah, sebaiknya melakukan vaksinasi ulang untuk HPV dan Hepatitis B serta Vaksinasi Cacar Air (Varicella). 
  • 4 bulan sebelum menikah, sebaiknya kembali melakukan vaksinasi Cacar Air dan di tambah vaksinasi MMR (Mumps - Measles Rubella). 
  • 1 bulan sebelum menikah, kembali melakukan vaksinasi HPV dan Hepatitis B. 
Melakukan vaksinasi pra-nikah di yakini dapat menurunkan angka penularan penyakit dari ibu kepada bayi yang dikandungnya, di mana beberapa penyakit tersebut sangat berbahaya dan mematikan. Selain itu, melakukan vaksinasi secara berkesinambungan merupakan salah satu konsep pencegahan penyakit (Disease Preventive Concepts) yang secara detail dipresentasikan Dr. Kristoforus Hendra Djaya, SpPD dari In Harmony Clinic dalam acara Blogger Meet Up lalu.  Dalam acara tersebut, Dr. Kristo mengungkapkan setidaknya ada 12 konsep pencegahan penyakit yang bertujuan mengubah pola pikir masyarakat tentang arti sebuah kata sehat, yaitu Prevention Mindset, Prevention Goals/Objectives, Victory Loves Preparation atau pencegahan membutuhkan strategi khusus, Never Trust Anybody, Expect The Best is Prepare for the Worst, Life is a Never Ending Learning, Choose Wisely, Use Checklist, Know your Enemies, Scan dan Screen, Vaccination, and Make a Stand to Prevent. Konsep pencegahan penyakit ini akan membantu memetakan langkah apa yang tepat untuk memulai usaha pencegahan penyakit sedini mungkin, karena apa yang di mulai hari ini akan menentukan hari esok.

Saya Memilih Hidup Lebih Sehat Dengan Tindakan Pencegahan, #IChooseToPrevent

In Harmony Clinic

Secara teoritis, ada banyak cara untuk mewujudkan tujuan pilihan hidup lebih sehat, namun sekali lagi tantangan yang terbesar justru dari diri sendiri karena terkadang masih sering abai terhadap masalah kesehatan. Terinspirasi dari acara Blogger Meet Up yang saya ikuti awal bulan Juni lalu, saya mulai memetakan apa saja sih yang bisa saya lakukan untuk mulai melakukan langkah pencegahan penyakit, setelah pengalaman cukup traumatis yang saya alami terkait dengan betapa sangat berbahayanya penyakit tersebut jika menyerang di saat-saat genting serta pengalaman lainnya.
  • Rajin mengupdate dan mencari informasi terbaru tentang kesehatan. Di era teknologi informasi yang sudah sangat maju ini, rasanya mengakses informasi secara cepat sudah bukan lagi hal yang dianggap sulit. Bahkan, hanya dengan sentuhan jari semua orang bisa mengakses apapun informasi yang dibutuhkan dari mana saja dan kapan saja. Berkembang dan penyebaran penyakit baru sudah pasti akan cepat tersebar, dan tentu saja hal ini akan memberikan dampak positif karena bisa membantu saya meningkatkan kewaspadaan. 
  • Vaksinasi atau imunisasi, merupakan langkah nyata yang terbukti cukup efektif untuk membentengi tubuh dari serangan penyakit berbahaya. Terlepas dari pro dan kontra di kalangan masyarakat, namun bagi saya dan juga dari sudut ilmu kedokteran, vaksinasi tetap menjadi pilihan saya untuk membantu pertahanan tubuh menghadapi serangan penyakit berbahaya yang entah kapan akan menyerang tubuh kita. Di mulai dari putra pertama, secara rutin saya selalu mendatangi pusat layanan kesehatan untuk mendapatkan vaksinasi.
  • Melakukan cek kesehatan secara rutin. Saya memiliki riwayat keluarga yang sangat dekat dengan beberapa penyakit menahun yang tergolong sangat membahayakan kesehatan. Oleh karena itu, secara rutin atau setidaknya satu kali dalam setahun melakukan cek kesehatan. Memang ada sebagian orang tidak ingin melakukan cek kesehatan ini karena mahal, namun bisa sesungguhnya hal ini bisa disiasati. Syukurlah, meskipun dari pihak perusahaan sudah memberikan jaminan kesehatan seperti yang diwajibkan pemerintah, namun perusahaan tetap mengalokasikan biaya pengobatan tambahan dengan besaran tertentu dan bekerja sama dengan beberapa rumah sakit swasta. Biasanya di momen-momen spesial, pihak rumah sakit memberikan penawaran paket-paket untuk cek kesehatan yang bisa di pilih sesuai kebutuhan kita. Biasanya, saya bersama suami serta anak-anak bergantian memanfaatkan fasilitas ini, tergantung paket cek kesehatan apa yang ditawarkan pada momen tersebut. Sedang cara lainnya, bisa melakukan cek kesehatan hanya untuk penyakit-penyakit yang saya curigai berdasarkan riwayat penyakit yang diderita orangtua saya, seperti hipertensi atau darah tinggi, jantung, asam urat, kolesterol, dan alergi.
  • Menjalankan pola dan gaya hidup sehat, antara lain dengan cara menjaga kebersihan diri dan lingkungan, mengurangi konsumsi makanan yang kurang sehat, berolahraga sesuai kemampuan, dan tentu saja berusaha menjauhkan diri dari stress. Menurut saya, stress sangat rentan menimbulkan komplikasi penyakit, karena itu sebisa mungkin saya lebih rileks dalam hidup. Yap...persoalan hidup akan selalu ada, karena itu penting bagi kita untuk memiliki kedekatan spiritual dengan Sang Pencipta, karena sikap ini akan membantu kita menjalani hidup dengan lebih rileks, terutama saat berada dalam pusaran suatu masalah.
Tidak mudah memang, karena hidup manusia dan tidak terkecuali saya akan selalu mengalami pasang surut karena deraan berbagai persoalan. Namun, jika saya berpikir untuk masa depan, betapa kesehatan menjadi sesuatu yang sangat penting, bukan saja untuk hidup yang berkualitas ketika memasuki usia senja nanti namun juga karena masalah kesehatan yang mungkin kita alami mungkin akan membebani hidup anak dan cucu kita kelak. Sungguh...saya tidak ingin membebani hidup mereka kelak setelah usia senja nanti, dan untuk itulah saya berusaha untuk memupuk kesadaran memilih hidup lebih sehat dengan berbagai tindakan pencegahan penyakit mulai dari sekarang, lebih baik terlambat daripada tidak pernah dilakukan sama sekali. #IChooseToPrevent.

Referensi tulisan :
http://www.inharmonyclinic.com/
https://carapedia.com/pencegahan_penyakit_info2315.html
Booklet Materi Blogger Perempuan Meet Up With In Harmony Clinic

7 komentar:

  1. vasinasi ternyata banyak sekali ya, baru tahu terima kasih sharingnya kak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama, semoga bermanfaat ya mbak.

      Hapus
  2. Mungkin perlu menerapkan gaya hidup sehat ya Mba.. Mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi, olahraga teratur, istirahat yg cukup dan menghindari stress..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget mbak, sudah saatnya kita mulai berbenah diri untuk masa depan kesehatan yang lebih baik. Semoga dengan menuliskan ini juga menjadi alarm pengingat juga bagi saya. Terima kasih mbak.

      Hapus

Terima kasih atas kunjungan dari teman-teman, dan saya usahakan untuk berkunjung balik secepatnya. Mohon maaf karena kolom komentar saya moderasi untuk menghindari link-link hidup yang tersemat di kolom komentar akhir-akhir ini. Terima kasih banyak atas pengertiannya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...