Kamis, 31 Maret 2016

Cari Tahu Stimulasi dan Nutrisi Yang Tepat Untuk Siap Cerdaskan Si Kecil Sejak Dini

Ada apa...bagaimana...mengapa...normalkah pertumbuhan anak saya?

Masa tumbuh kembang anak memang menjadi pengalaman yang menimbulkan kesan tersendiri bagi kita, para orangtua. Namun dalam kenyataannya seringkali pikiran-pikiran kita dihantui oleh berbagai pertanyaan yang kesemuanya bermuara pada kekhawatiran tentang kondisi perkembangan si buah hati tercinta selama periode masa tumbuh kembangnya. Memang tidak bisa dipungkiri, pada 1000 hari pertama kehidupan si kecil merupakan masa-masa emas pertumbuhan atau kerap di sebut Golden Age, karena pada rentang usia ini otak si keci mengalami perkembangan yang sangat pesat bahkan kemampuannya untuk menyerap informasi pada periode usia ini berkembang sangat signifikan. Namun sayangnya tidak semua orangtua menyadari akan pentingnya periode emas ini, karena perkembangan otak merupakan perkembangan yang tidak bisa dideteksi dengan mata secara langsung. Lain halnya dengan pertumbuhan fisik yang dengan mudah dapat dilihat perkembangannya setiap saat secara langsung.

Gerakan #SiapCerdaskanBangsa Bersama Morinaga
Gambar : Pribadi
Pada momen inilah diperlukan peran yang maksimal dari orangtua agar masa tumbuh kembang si kecil berjalan dengan optimal, dan tentu saja sesuai dengan harapan orangtua. Mengapa? Karena si kecil pada periode emas ini masih sangat rentan dengan berbagai gangguan baik kesehatan, emosional, maupun pengaruh negatif lainnya. Selain itu, dalam periode usia emas ini, si kecil sudah pasti belum memiliki kemampuan untuk mengatur dirinya sendiri sehingga dibutuhkan peran orangtua selaku pendamping yang akan memantau sekaligus mengarahkan anak agar tumbuh kembangnya berjalan sesuai dengan harapan, setidaknya sesuai dengan standar tumbuh kembang anak-anak yang tergolong sehat. Untuk itu, pada tahap inilah anak tidak hanya cukup diberikan nutrisi atau makanan yang sehat, namun anak juga perlu diberikan stimulus agar periode tumbuh kembangnya berjalan sempurna dam optimal.

Pakar Gizi Masyarakat dan Guru Besar Pangan dan Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof. DR. Ir Ali Khemsan MS, pun menyatakan bahwa perkembangan tumbuh kembang anak sangat di dukung oleh dua aspek, yaitu nutrisi dan stimulasi, di mana kedua aspek ini merupakan hal yang sangat membantu pola pikir dan kekebalan yang sangat dibutuhkan selama momen periode emas berlangsung pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) si kecil. Untuk alasan itulah mengapa orangtua idealnya wajib mencari tahu secara maksimal semua informasi tentang bagaimana cara menutrisi dan menstimulasi agar anak tumbuh menjadi sosok generasi muda harapan bangsa yang cerdas dan berkualitas di masa yang akan datang. Selain itu, periode tumbuh kembang anak di usia Golden Age tidak akan terulang lagi di masa depan sehingga apa yang diberikan orangtua di masa kini merupakan bekal yang sangat berharga untuk anak di kehidupannya kelak.

Stimulasi bersama asupan nutrisi yang prima merupakan komponen penting yang akan mendukung proses tumbuh kembang anak selama periode emas, di mana dua hal ini saling berkaitan dan mendukung satu sama lain. Namun, seperti yang telah diungkapkan sebelumnya, tidak semua orangtua menyadari atau bahkan diantaranya sedikit abai dengan dua komponen penting tersebut, sehingga masa-masa periode emas tersebut berlaku begitu saja tanpa diberikan stimulasi dan nutrisi yang optimal untuk tumbuh kembangnya. Bahkan, bisa dikatakan sebagian orangtua tidak siap untuk cerdaskan si kecil sejak dini dengan memberikan stimulasi dan nutrisi yang tepat bagi perkembangan otak si kecil. Padahal untuk memberikan stimulasi dini pada anak tidak harus menggunakan alat bantu yang mahal karena beberapa stimulasi justri berasal dari kehidupan nyata yang berada di sekeliling si kecil.

Lantas, mengapa stimulasi anak menjadi sesuatu hal yang penting terutama pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) si kecil. Stimulasi sendiri diartikan sebagai suatu bentuk rangsangan yang diterima anak di luar dirinya atau dengan kata lain stimulasi merupakan suatu hal yang mempengaruhi anak yang datang dari luar diri si kecil dan sebagian besar stimulasi datang dari lingkungannya. Untuk si kecil sendiri, stimulasi akan membuat tumbuh kembang anak lebih optimal dan terarah sehingga si kecil akan lebih cepat berkembang jika dibandingkan anak-anak yang kurang mendapat stimulasi atau bahkan tidak pernah mendapat stimulasi. Stimulasi anak secara kontinyu dan konsisten akan meminimalisir penyimpanan yang mungkin saja akan di alami si anak.
Hal ini mengingatkan saya pada pengalaman yang saya alami ketika putra pertama saya berada pada periode usia Golden Age. Putra pertama saya diusianya yang memasuki 18 bulan normalnya anak telah memiliki kemampuan untuk berjalan dengan lancar dan berbicara beberapa kosakata namun dalam kenyataannya putra pertama saya di usia tersebut justru belum lancar berjalan dan berbicara. Usut punya usut setelah saya membawanya berkonsultasi di klinik tumbuh kembang anak, ternyata tidak ditemukan penyimpangan dan kelainan hanya didiagnosa kurang mendapat stimulasi. Maklumlah, ketika itu saya bekerja dan putra saya lebih banyak dia asuh oleh ibu saya yang mungkin saja tidak begitu memperhatikan hal tersebut.
Bekal pengalaman tersebut saya jadikan pelajaran bahwa selain asupan nutrisi yang prima, anak tetap membutuhkan stimulasi dari orang-orang disekelilingnya terutama orangtua secara konsisten dan berkelanjutan. Tidak hanya itu, Stimulasi atau rangsangan yang diberikan sejak dini pada si kecil, secara terus-menerus, dengan berbagai variasi dalam suasana penuh kasih sayang akan memacu tumbuh dan berkembangnya berbagai aspek yang mendukung kecerdasan anak. Yap...bukankah hal itu yang selalu menjadi harapan orangtua, melihat anaknya tumbuh sehat, cerdas, dan tentu saja berprestasi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa stimulasi merupakan salah satu komponen yang sangat penting untuk menunjang tumbuh kembang si kecil yang optimal terutama pada masa 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Stimulasi tidak hanya akan membuat kecerdasan anak tumbuh optimal namun juga mendukung segala aspek kecerdasan lainnya yang juga ikut memberikan sumbangan bagi tumbuh kembang si kecil yang optimal, kecerdasan ini kerap di sebut kecerdasan majemuk.

Gerakan #SiapCerdaskanBangsa
Bermain merupakan stimulasi yang paling sederhana untuk anak (Gambar : Pribadi)
Kecerdasan majemuk saat ini merupakan istilah yang kerap diperbincangkan para ahli parenting dan orangtua karena merupakan satu bentuk terobosan baru untuk lebih fokus memetakan proses tumbuh kembang anak yang optimal. Teori Kecerdasan Majemuk atau Multiple Intellingence (MI) pertama kali diperkenalkan oleh Howard Gardner, seorang pakar psikolog perkembangan dari Universitas Harvard menjelaskan bahwa ada delapan kecerdasan manusia yang meliputi :
  1. Kecerdasan Bahasa atau Linquistic Intelligence, yang umumnya erat hubungannya dengan keterampilan untuk menguasai bahasa atau berkomunikasi dengan orang lain, baik dalam bentuk lisan maupun tulisan.
  2. Kecerdasan Musik atau Musical Intelligence, di mana umumnya kecerdasan ini merupakan bakat bawaan sejak lahir namun jika tidak diasah dan dioptimalkan maka kecerdasan ini tidak akan memberikan memberikan dampak yang positif bagi tumbuh kembang si kecil.
  3. Kecerdasan Logika-Matematika atau Logical-Mathematic Intelligence, yang meliputi keterampilan berhitung, berpikir secara logis, serta keterampilan untuk memecahkan masalah.
  4. Kecerdasan Visual-Spasial atau Visual-Spasial Intelligence, yang meliputi kemampuan untuk merepresentasikan segala hal melalui kemampuan mental dan artistik.
  5. Kecerdasan Kinestetik-tubuh atau Body-Kinestethic Intelligence, yang merupakan kemampuan untuk mengolah tubuh atau menggunakan anggota tubuh dalam bentuk aktivitas yang ekspresif.
  6. Kecerdasan Intrapersonal atau Intrapersonal Intellingece, yang berhubungan dengan kemampuan membuat keputusan atau menentukan prilaku terhadap suatu kondisi atau keadaan baik untuk dirinya sendiri maupun orang lain.
  7. Kecerdasan Interpersonal atau Interpersonal Intelligence, merupakan suatu bentuk kecerdasan untuk memahami diri sendiri, membangun rasa percaya diri, dan sebagainya.
  8. Kecerdasan Naturalis atau Naturalist Intelligence, merupakan suatu kemampuan untuk memahami dan membangun hubungan yang harmonis antara dirinya dengan alam sekitar.
Delapan kecerdasan ini menunjukkan kepada kita bahwa pada dasarnya setiap manusia telah dianugerahi suatu bentuk kecerdasan, dan sudah saatnya orangtua memahami bahwa kecerdasan anak tidak selalu melulu dalam hal prestasi akademis, karena di luar itu masih banyak kecerdasan lain yang mungkin saja di miliki dan di bawa si kecil sejak lahir. Namun, sekali lagi karena kecerdasan adalah suatu hal yang tidak kasat mata, maka diperlukan treatment khusus dan pendampingan dari orangtua dalam bentuk stimulus untuk menemukan Multiple Intelligence anak yang sesungguhnya.

Gerakan #SiapCerdaskanBangsa Persembahan Morinaga 

Saat ini, seiring dengan kemajuan teknologi, banyak pihak telah melakukan berbagai riset untuk mendukung kecerdasan majemuk atau Multiple Intellingence pada si kecil dengan cara memberikan asupan nutrisi yang sempurna dan sesuai dengan kebutuhan si kecil untuk berkembang di era High Technology. Salah satunya adalah Morinaga, yang dengan berbagai produk nutrisi anak yang diluncurkannya berusaha untuk mendukung tidak hanya standar kecukupan gizi anak namun juga mendukung pengembangan potensi si kecil untuk tumbuh menjadi Generasi Platinum, yaitu anak-anak yang siap menghadapi masa depan dengan berbagai bekal kemampuan yang dimilikinya, yaitu fisik yang sehat, kecerdasan intelektual yang prima, kecerdasan emosional, serta dalam hal spiritual.

Morinaga Platinum dalam Gerakan #SiapCerdaskanBangsa
Beragam produk Morinaga yang siap membantu asupan nutrisi si kecil sejak dini (Gambar : Morinaga)
Untuk kebutuhan inilah, maka Morinaga sebagai bagian dari Kalbe Nutritionals bekerja sama dengan Morinaga Research Center Japan meluncurkan suatu inovasi unggulan yang berusaha mensinergikan antara nutrisi dan stimulasi sebagai bentuk dukungan terhadap tumbuh kembang si kecil pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu MoriCare+ Prodiges. Inovasi ini adalah terobosan untuk memaksimalkan dan mendukung kecerdasan Multitalenta (Brain Care), Pertahanan tubuh ganda (Body Defense), dan tumbuh kembang anak yang optimal (Body Growth), untuk menuju generasi bangsa yang berkualitas di masa depan.

Gerakan #SiapCerdaskanBangsa Dari Morinaga
Ayo Dukung Gerakan #SiapCerdaskanBangsa Bersama Morinaga
Salah satu langkah nyata untuk memberikan dukungan yang serius dan konsisten terhadap 1000 Hari Pertama Kehidupan si kecil adalah diluncurkannya Gerakan #SiapCerdaskanBangsa. Gerakan #SiapCerdaskanBangsa merupakan sebuah gerakan yang didedikasikan Morinaga untuk memberikan dukungan stimulasi dini pada anak, sebagai bagian dari upaya untuk mengoptimalkan perkembangan otak si kecil di 1000 Hari Pertama Kehidupan atau periode emas pertumbuhan anak.

Gerakan Siap Cerdaskan Bangsa persembahan Morinaga ini merupakan suatu bentuk dukungan untuk memberikan akses informasi yang seluas-luasnya bagi orangtua terhadap periode emas usia anak di 1000 Hari Pertama Kehidupan. Dukungan ini diwujudkan dalam bentuk penyediaan fasilitas digital yang dapat diakses orangtua melalui website : www.siapcerdaskan.com. Website ini akan memuat semua informasi penting yang akan membantu dan memberikan panduan untuk memberikan stimulasi yang optimal bagi tumbuh kembang anak.

Tidak hanya itu, setiap klik atau kunjungan ke website akan dikonversi ke dalam nilai rupiah selama periode kampanye (April s/d Juni 2016), dan pada akhir periode, jumlah klik/kunjungan/rupiah yang terkumpul akan didonasikan untuk rehabilitasi sekolah di berbagai daerah yang membutuhkan lewat Yayasan ASA (Act, Serve, Aspire). Selain konversi, gerakan ini juga didukung oleh Gerakan 1000 Hadiah Pertama yang merupakan program pengumpulan donasi berupa buku dan mainan anak sebagai alat yang akan membantu stimulasi perkembangan otak bagi anak-anak yang membutuhkan atau kurang beruntung.

Oh ya, siapapun bisa mendonasikan buku yang masih layak pakai dan mainan edukatif untuk mendukung Gerakan #SiapCerdaskanBangsa. Daripada buku-buku dan mainan hanya tersimpan di gudang dan tidak lagi digunakan karena anak-anak sudah beranjak besar, lebih baik didonasikan untuk anak-anak lain yang membutuhkan. Jika tertarik untuk mendonasikan buku dan mainan tersebut, sangat mudah karena kita tinggal mendatangi atau hadir dalam acara Parenting Seminar yang bertajuk Morinaga Parenting Seminar Roadshow "Siap Cerdaskan Si kecil Sejak Dini," dan mall to mall event : Dunia Generasi Platinum pada bulan April sampai dengan Nopember 2015 di 15 kota di Indonesia.

Gerakan #SiapCerdaskanBangsa, akan dibuka dengan acara Seminar Parenting pertama yang akan diselenggarakan pada :

Sabtu, 2 April 2016, Pukul 08.00 - 15.00 WIB
Bertempat di The Kasablanka Lantai 3 (Mall Kota Kasablanka/KOKAS).

Tertarik? Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui channel-channel media sosial Morinaga sebagai berikut :
  • Facebook : Morinaga Platinum,
  • Twitter : @Morinagaid,
  • Instagram : @MorinagaPlatinum.
Yuk...jangan sampai ketinggalan karena dalam acara ini kita sebagai orangtua akan mencari tahu stimulasi dan nutrisi yang tepat untuk siap cerdaskan si kecil sejak dini. Selain itu, dalam seminar ini juga orangtua akan mendapatkan informasi secara detail bagaimana memetakan sekaligus memaksimalkan  stimulasi dan nutrisi yang tepat agar hasil yang dicapai optimal secara langsung dari para pakar parenting dan psikologi anak yang sudah berpengalaman selama belasan tahun. Tapi yang paling penting dalam acara ini dipastikan akan dikupas habis bagaimana mengetahui sejak dini sekaligus memaksimalkan Multiple Intelligence anak.

Morinaga Seminar Parenting Gerakan #SiapCerdaskanBangsa

Referensi Artikel :
http://www.talentcoach.co.id/talent_coach.php?tc=detail_artikel&kd_artikel=5

7 komentar:

  1. penting banget memperhatikan nutrisi bagi si kecil ya Mba.. agar tumbuh kembangnya baik..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, namun tidak semua orangtua sadar akan hal tersebut, mudah-mudahan akan semakin banyak orangtua yang menyadari pentingnya stimulasi dan nutrisi sejak dini. Makasih mbak udah berkunjung.

      Hapus
  2. 1000 hari pertama si kecil dan pemberian 1000 hadiah menakjubkan dari orangtua ya Mbak, acaranya pasti seru nich, sampai berjumpa di acara ini ya,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siap mbak, pastinya selain seru juga nambah ilmu yang pastinya bermanfaat...hehehe.

      Hapus
  3. Makannya itu, saya berjuang gimana caranya anakku mau minum susu, susahnya dia duku tapi sekarang udah mendingan. Ya.. Selain asi sih hehe.. Semoga jadi generasi yang top cer :D

    BalasHapus
  4. Makannya itu, saya berjuang gimana caranya anakku mau minum susu, susahnya dia duku tapi sekarang udah mendingan. Ya.. Selain asi sih hehe.. Semoga jadi generasi yang top cer :D

    BalasHapus

Terima kasih atas kunjungan dari teman-teman, dan saya usahakan untuk berkunjung balik secepatnya. Mohon maaf karena kolom komentar saya moderasi untuk menghindari link-link hidup yang tersemat di kolom komentar akhir-akhir ini. Terima kasih banyak atas pengertiannya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...