Selasa, 31 Maret 2015

Saatnya Deteksi Dini Penyakit Jantung dan Stroke

Dalam artikel di situs Kementerian Kesehatan Republik Indonesia disebutkan bahwa Badan Kesehatan Dunia WHO memperkirakan kematian akibat Penyakit Tidak Menular (PTM) diperkirakan akan terus meningkat di seluruh dunia, dan peningkatan yang terbesar justru terjadi di negara-negara yang tergolong berkembang dan miskin. Lebih dari dua pertiga (70%) dari populasi global akan meninggal akibat penyakit tidak menular seperti kanker, penyakit jantung, stroke, dan diabetes. Angkanya secara perlahan namun pasti akan naik secara signifikan dari tahun ke tahun, terbukti dari semakin banyaknya pasien yang melakukan pengobatan untuk penyakit tersebut, terutama penyakit jantung dan stroke.

Deteksi Dini penyakit jantung dan stroke
Gambar : http://mailchimp.com/
Dahulu, penderita penyakit jantung dan stroke di monopoli oleh kalangan lanjut usia alias lansia, tapi kini kedua penyakit ini menyerang tanpa mengenal usia bahkan banyak penderita penyakit ini yang masih tergolong usia produktif. Pendek kata, kita semua seharusnya mulai waspada terhadap kedua penyakit mematikan dan bertahun-tahun menduduki tempat teratas sebagai penyakit yang paling berbahaya dan berpotensi menyebabkan kematian penderitanya. Apalagi jika kita mempunyai pengalaman dari orang-orang terdekat yang berada di sekeliling kita yang menderita kedua penyakit ini.

Dua puluh lima tahun yang lalu, ayah tercinta berpulang kembali kepada-Nya setelah terdiagnosa menderita penyakit jantung yang berkomplikasi dengan darah tinggi atau hipertensi selama bertahun-tahun, dan diakhir penderitaannya ayah terserang stroke hingga menyebabkan pembuluh darahnya pecah dan koma.  Selanjutnya derita penyakit jantung dan stroke belum selesai sampai di sini, karena dua puluh dua tahun berikutnya ibu tercinta pun berpulang setelah bertahun-tahun menderita hipertensi hingga mengakibatkan stroke yang harus diderita secara berkepanjangan hingga diakhir hayatnya. Selesaikah? Tidak, karena kakak di usia yang masih sangat produktif pun harus mengalami penyakit jantung dan stroke, meskipun stroke yang diderita masih bisa sembuh namun hingga sekarang kakak harus menggunakan ring pada jantungnya agar bisa berfungsi sempurna.

Bertubi-tubi bencana yang disebabkan kedua penyakit ini seharusnya memberikan saya pelajaran bahwa setiap saat saya juga selalu di intai oleh kedua penyakit ini. Tapi terkadang saya berpikir, keluarga besar saya sebagian besar menderita kedua penyakit ini seharusnya kondisi ini merupakan alarm alami untuk mengingatkan yang lain akan bahaya yang mengintai apalagi akibatnya sudah terlihat dengan jelas. Tapi mengapa selalu berulang hingga ke orangtua saya dan kakak saya pun menderita penyakit jantung dan hipertensi hingga stroke. Tidak hanya itu, paman, bibi, dan keluarga terdekat pun tidak terlepas dari kedua penyakit ini, sehingga membuat saya sadar betapa berbahaya kedua penyakit ini.Untuk itulah saya merasa saatnya telah tiba untuk melakukan deteksi dini penyakit jantung dan stroke setidaknya di mulai dari lingkungan keluarga terdekat, yang bertujuan untuk mencegah atau menghindari dampak yang lebih jauh dari penyakit jantung dan stroke.

Deteksi Dini Penyakit Jantung dan Stroke

Dari beberapa situs internet diperoleh gambaran tentang definisi deteksi dini, bahwa Deteksi Dini adalah sebuah proses pengungkapan akan adanya kemungkinan mengidap suatu penyakit. Adapun tujuan deteksi dini adalah untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman serta perhatian terhadap kondisi psikologis, yakni kondisi mental dan spiritual yang ada dalam diri individu untuk menghindari dan menanggulangi akan terjadinya gangguan-gangguan.

Dengan kata lain, deteksi dini merupakan langkah awal untuk mulai bersikap waspada terhadap gangguan-gangguan penyakit yang mungkin muncul baik karena keturunan maupun pola hidup dan kondisi lingkungan. Apalagi jika penyakit tersebut secara nyata telah mengancam kesehatan orang-orang di sekeliling kita, termasuk saya yang tumbuh dan besar dalam lingkungan keluarga yang sebagian besar menderita penyakit jantung dan stroke. Ada beberapa manfaat dan fungsi dari deteksi dini, antara lain :
  1. Fungsi Pemahaman (Understanding),
  2. Fungsi Pengendalian (Control),
  3. Fungsi Peramalan (Prediction),
  4. Fungsi Pengembangan (Development),
  5. Fungsi Pencegahan (Prevention),
  6. Fungsi Perawatan (Treatment).
Jika merujuk kepada fungsi dan manfaat perilaku deteksi dini tersebut, setidaknya memberikan pencerahan kepada saya untuk belajar keras dari pengalaman orang-orang terdekat saya dan melakukan berbagai upaya juga untuk melindungi orang-orang tercinta yang saat ini masih berada di sekitar saya dari penyakit-penyakit yang membahayakan, terutama penyakit jantung dan stroke.

1. Deteksi Dini Penyakit Jantung.

Jantung merupakan organ tubuh yang sangat vital karena memiliki fungsi dan cara kerja yang khusus, di mana jantung berperan sebagai pompa pendorong sirkulasi darah ke seluruh bagian tubuh. Jika ada bagian yang tersumbat atau sebab tertentu yang menyebabkan gerak pompa terganggu maka fungsi jantung tidak akan berjalan secara optimal. Penyakit pada jantung yang sering terjadi adalah penyakit jantung koroner.

Penyakit jantung koroner adalah suatu kelainan yang disebabkan oleh penyempitan atau penghambatan pembuluh arteri yang bertugas mengalirkan darah ke otot jantung, dan bila penyempitan ini menjadi parah maka dapat terjadi serangan jantung. Tapi jangan lengah karena penyakit stroke mempunyai hubungan kekerabatan yang sangat erat dengan penyakit jantung, karena apabila terjadi penyempitan pembuluh arteri terjadi ke arah otak maka stroke rentan terjadi.

Masih dalam rangkaian fungsi deteksi dini, maka kita perlu mengetahui ciri-ciri umum atau paling tidak ciri yang paling sederhana dari penyakit jantung, antara lain yang umum terjadi adalah rasa nyeri yang luar biasa di daerah dada terutama sebelah kiri, sakit rahang, sakit gigi, sakit kepala, sesak napas, mual, muntah, keringat berlebih, rasa panas di daerah jantung, gangguan pencernaan, nyeri pada lengan, dan rasa tidak enak badan.

Memahami ciri-ciri atau tanda sederhana awal penyakit jantung merupakan langkah awal yang sangat penting untuk melakukan upaya deteksi dini penyakit jantung. Setelah memahami ciri tersebut, kita bisa melakukan kontrol diri, memprediksi, dan mengembangkan ciri tersebut, hingga ke tahap selanjutnya, yaitu melakukan upaya pencegahan, baik yang dilakukan secara medis dan non medis.

Secara medis, kita bisa memeriksakan diri ke dokter atau rumah sakit terdekat yang memiliki kelengkapan untuk melayani pemeriksaan dini penyakit jantung.  Apalagi saat ini banyak ditawarkan paket-paket pemeriksaan rumah sakit, baik secara menyeluruh maupun sebagian atau penyakit tertentu saja dengan harga yang lumayan terjangkau. Biasanya paket pemeriksaan kesehatan ini semakin turun harganya pada saat momen-momen tertentu, seperti ulang tahun rumah sakit tersebut, hari-hari besar nasional, dan lain-lain.

Jika ingin mencoba alternatif lain sebagai salah satu upaya untuk sembuh atau lebih sehat, kita bisa mendatangi Klinik Terapi Jantung yang memiliki kualifikasi dan keahlian khusus untuk membantu mencegah dan melakukan deteksi dini penyakit jantung serta beragam penyakit turunannya seperti penyakit jantung koroner yang paling banyak menyebabkan kematian di kalangan masyarakat.

Terapi jantung selain bisa mencegah dan membantu deteksi dini, juga sangat membantu  pada masa-masa treatment atau perawatan. Biasanya setelah seseorang positif terdeteksi menderita penyakit jantung, masa-masa perawatan setelahnya adalah masa yang paling rentan dan berbahaya. Biasanya masa-masa inilah kita (termasuk pengalaman dalam keluarga saya) sering lengah dan berpikir bahwa masa berbahaya telah lewat. Almarhumah ibu saya berpulang dalam masa-masa perawatan dan kami berpikir setelah stroke membaik akan sehat ternyata ada kehendak lain dan mungkin juga karena kelengahan kami tidak menjaga dengan baik, termasuk pola makan, rutinitas pengobatan, psikologis, dan lain-lain.

2. Deteksi Dini Penyakit Stroke.

Stroke atau penyakit serebavaskuler adalah kematian jaringan otak (Infark Serebal) yang terjadi karena berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak, dan stroke bisa berupa iskemik maupun pendarahan (hermoragik). 
  • Pada Stroke Iskemik, aliran darah ke otak terhenti karena aterosklerosis atau bekuan darah yang menyumbat suatu pembuluh darah.
  • Sedangkan Stroke Hermoragik, pembuluh darah pecah sehingga menghambat aliran darah yang normal dan darah yang merembas ke dalam suatu daerah di otak dan merusaknya.
Untuk mendeteksi dini penyakit stroke, kita harus mengawali dengan memahami atau mengetahui ciri-ciri atau tanda-tanda gejala serangan stroke, yaitu:
  1. Rasa bebal atau mati mendadak atau kehilangan rasa dan lemas pada muka, tangan atau kaki, terutama pada satu bagian tubuh saja.
  2. Rasa bingung yang mendadak atau sulit bicara.
  3. Satu mata atau kedua mata mendadak kabur.
  4. Mendadak sukar berjalan, terhuyung dan kehilangan keseimbangan.
  5. Mendadak merasa pusing dan sakit kepala tanpa diketahui sebabnya.
Selain tanda-tanda utama tersebut, kita patut waspada kemungkinan munculnya tanda-tanda ikutan lainnya, yaitu rasa mual, panas, muntah-muntah, mendadak pingsan atau kehilangan kesadaran secara tiba-tiba. Penyakit stroke juga tidak bisa dilepaskan penyakit lainnya yang biasanya saling mempengaruhi, seperti penyakit jantung dan terutama penyakit tekanan darah tinggi atau hipertensi. Untuk menghindari stroke, bisa melakukan beberapa tindakan pencegahan, antara lain seperti:
  • Periksa tekanan darah atau tensi darah secara teratur.
  • Hindari stress yang berlebihan dan depresi.
  • Mengatur pola makan yang sehat, termasuk menghindari atau mengurangi konsumsi garam.
  • Secara rutin memantau berat badan.
  • Olahraga secara teratur sesuai kemampuan dan tahapan usia.
  • Menghentikan kebiasaan merokok dan gaya hidup tidak sehat.
  • Memantau secara teratur dan deteksi dini penyakit jantung yang kerap menjadi pemicu timbulnya penyakit stroke.
  • Melakukan pemeriksaan secara teratur ke rumah sakit.
Selain beberapa tindakan pencegahan tersebut, ada tindakan alternatif yang sangat berguna untuk menjaga agar kita tetap sehat meskipun telah terdiagnosa menderita penyakit seperti jantung dan hipertensi/darah tinggi yaitu dengan mengunjungi Klinik Terapi Stroke. Klinik terapi stroke biasanya memiliki kualifikasi dan keahlian khusus untuk menangani orang-orang yang telah menderita stroke atau menderita penyakit yang berpotensi menimbulkan stroke.

Terapi Stroke juga sangat diperlukan bagi orang yang telah mengidap penyakit stroke dan saat ini sedang masa treatment atau perawatan. Seperti yang telah saya kemukakan di atas, masa-masa perawatan setelah selesai menjalani masa pengobatan di rumah sakit merupakan masa-masa yang rawan dan terkadang membuat lengah. Di masa ini, penderita stroke membutuhkan bukan hanya terapi secara rutin untuk mempercepat kesembuhan namun juga perhatian dan motivasi agar mereka secara psikologis akan tumbuh semangat baru untuk sembuh. Pada level inilah ibunda tercinta saya menyerah karena semangat untuk sembuhlah telah hilang.

Saatnya Deteksi Dini Penyakit Jantung dan Stroke

Upaya deteksi dini merupakan langkah yang tepat karena di mulai dari usaha untuk memahami suatu penyakit, bagaimana gejalanya, ciri atau tanda mulai dari yang sederhana hingga stadium lanjut dari suatu penyakit, hingga ke upaya perawatan setelah terdiagnosa suatu penyakit. Semua ini merupakan langkah awal untuk lebih sehat, tetap sehat, hingga usaha untuk mempertahankan kesehatan ke titik yang paling rendah.

Deteksi dini penyakit jantung dan stroke
Gambar : http://images.reachsite.com/
Kesadaran memang selalu datang terlambat, namun bukan berarti tidak ada solusi jika kita telah terdiagnosa menderita penyakit jantung dan stroke, karena masih ada alternatif lain untuk menjalani pengobatan menuju kesembuhan.

Tulisan ini selain untuk mengajak semua orang mulai mendeteksi sedini mungkin penyakit jantung dan stroke, juga merupakan alarm pribadi bagi saya yang memiliki sumber pengalaman yang sangat banyak akan bahaya kedua penyakit untuk mulai berbenah, mengenali ciri dan tanda kedua penyakit ini, belajar memahami bagaimana mencegah dan mengendalikan kedua penyakit ini dan lain-lain, termasuk kemungkinan treatment apa yang diperlukan untuk menjaga dan mengobati penyakit jantung dan stroke. 
Tahukah Anda? Bahwa tindakan ini tidak hanya dilakukan jika telah terdiagnosa penyakit jantung dan stroke dan untuk keperluan menjaga kesehatan, tapi sangat penting dilakukan jika kita memiliki riwayat keluarga yang menderita penyakit jantung dan stroke, seperti pengalaman dalam keluarga saya, karena itu saatnya kita mulai untuk mendeteksi sedini mungkin untuk mencegah penyakit jantung dan stroke.



Sumber referensi tulisan :
  1. http://gejalapenyakitmu.blogspot.com/2013/04/gejala-stroke-penyebab-dan-cara.htm
  2. http://www.psychologymania.com/2013/04/pengertian-deteksi-dini.html
  3. https://www.deherba.com/deteksi-dini-ciri-penyakit-jantung-pada-tubuh-anda.html
  4. http://www.depkes.go.id/article/view/13010200029/download-pusdatin-buletin-ptm.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas kunjungan dari teman-teman, dan saya usahakan untuk berkunjung balik secepatnya. Mohon maaf karena kolom komentar saya moderasi untuk menghindari link-link hidup yang tersemat di kolom komentar akhir-akhir ini. Terima kasih banyak atas pengertiannya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...