Senin, 07 Juli 2014

SEBUAH PERILAKU SEDERHANA DARI SAYA UNTUK INDONESIA

Indonesia, siapa yang menyangsikan keindahan alamnya, kesuburan tanahnya, dan kekayaan sumber alamnya yang melimpah ruah, sehingga berbondong-bondong bangsa asing silih berganti menjajah Indonesia dengan sebagian besar alasan ingin ikut menikmati melimpahnya sumber daya alam dan merasakan kesuburan tanahnya. Bicara soal tanah yang subur, jadi ingat lagu tempo doeloe yang di nyanyikan grup Koes Ploes yang berjudul kolam susu (kalau ngak salah ingat), ada liriknya yang menyebutkan "...tongkat, kayu, dan batu jadi tanaman...". Bahkan hutan terluas di dunia dan merupakan paru-paru dunia terletak di Indonesia, yaitu di Pulau Kalimantan.

Alam Indonesia
Gambar dari sini
Lantas, masih kurangkah alasan kita untuk mencintai Indonesia? Harusnya sudah lebih dari cukup, karena Indonesia telah memberikan kita segalanya dan kewajiban kita untuk memberikan segala daya dan upaya kita untuk mellindungi Indonesia termasuk yang ada didalamnya dari kerusakan tangan-tangan jahat, yang hanya ingin mengeruk kekayaan indonesia untuk kepentingan pribadi dan golongannya.

Berbagai kerusakan alam yang menimbulkan bencana kerap terjadi di Indonesia, seperti kejadian kebakaran hutan dan lahan di Riau yang bahkan asapnya menimbulkan berbagai penyakit yang membahayakan kesehatan manusia. Penebangan pohon sembarangan yang menimbulkan bencana banjir, perilaku tidak sehat membuang sampah sembarangan, dan berbagai tindakan lain yang sangat merugikan keseimbangan alam Indonesia. Tidak sadarkah mereka? merusak alam berarti menghancurkan masa depan kehidupan anak cucu kita kelak.

Lalu, kemana nilai dan norma yang selama ini kita agung-agungkan sebagai budaya ketimuran yang sangat menjunjung tinggi perilaku yang terpuji, kesopanan, sikap yang ramah tamah, dan sebagainya.

Sejak duduk di bangku sekolah dasar, kita telah diajarkan (mungkin lebih tepatnya menghapal) sila-sila Pancasila, UUD 1945, dan mengenal semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Meningkat ke bentuk konkritnya, yaitu setiap senin wajib mengikuti upacara bendera dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Dalam belajar pun ada mata pelajaran zaman dulu yang khusus membahas sejarah kepahlawanan bangsa Indonesia melawan penjajah hingga diproklamasikannya menjadi Negara Republik Indonesia...namun hanya sebatas itu.

Kita tidak pernah tahu bagaimana cara mencintai Indonesia, yang telah memberikan kita segalanya. Lazimnya jika seseorang mencintai kita, tentu sudah sepantasnya kita juga mencintai orang tersebut. Pun begitu dengan kita terhadap Indonesia, kita harus mencintai Indonesia dengan cara yang paling baik menurut kita, berilah yang terbaik bagi tanah tempat kita berpijak dan memberikan perlindungan pada kita.

Kita mengenal Bhinneka Tunggal Ika, semboyan yang menyebutkan meskipun kita berbeda namun kita tetap satu. Dalam prakteknya, Indonesia terdiri dari beragam suku, adat istiadat, kebiasaan, dan bahasa, namun perbedaan tersebut seharusnya menjadikan kita kaya bukan menjadikan kita lemah karena perpecahan dan perasaan ingin paling benar serta paling baik sendiri.

Contoh Bhinneka Tunggal Ika adalah saya, lho kok saya? Ya...iyalah, saya terlahir dari ayah yang berasal dari campuran manado (Sulawesi) dan Yogyakarta (Jawa) serta ibu yang berasal dari Palembang (Sumatera). Namun saya lahir dan dibesarkan di Lampung, sehingga bagi saya tidak ada yang lebih utama atau lebih baik karena sama saja, saya mewarisi darah termasuk didalamnya adat dan budaya yang merupakan perpaduan dari sejumlah suku di Indonesia dan saya tumbuh besar bersama adat dan budaya di tanah Lampung, jika ditanya mana yang lebih baik, bagi saya semua baik karena saya tumbuh bersama semua adat dan budaya tersebut, ada banyak nilai-nilai positif yang saya dapatkan dan saya pelajari bersama kesemua adat dan budaya tersebut.

Aku dan Indonesia
Gambar dari sini
Kenyataan dan kekayaan tersebut menumbuhkan rasa toleransi yang tinggi terhadap hidup saya, bahwa saya bukan dibesarkan di daerah tertentu, tapi saya dibesarkan di Indonesia. Adat dan budaya yang mengiringi perjalanan hidup saya justru memperkaya pemahaman saya bahwa beragam adat dan budaya tersebut jika dipadukan akan memperkaya budaya Indonesia secara keseluruhan. 

Kemudian setelah saya menetap di Tangerang, saya kembali harus berkenalan dengan adat dan budaya baru. Namun sekali lagi, rasa toleransi yang di bangun karena latar belakang asal dan kehidupan saya sebelumnya, menjadikan saya lebih santai membangun komunikasi baru tanpa ada sedikit pun perasaan negatif atau perasaan lebih unggul dari orang lain. Bahkan budaya baru akan memperkaya khazanah ilmu pengetahuan saya untuk lebih mencintai Indonesia san semakin menunjukkan betapa kayanya budaya Indonesia.

Yah...bagi saya, itu merupakan salah satu bentuk kecintaan saya pada Indonesia, di mana saya membangun rasa toleransi yang tinggi terhadap pihak yang berbeda adat dan budaya dengan saya. Bahwa meskipun dibalut perbedaan, namun kita semua adalah warga negara Indonesia.

Saya cinta Indonesia, karena itu saya harus melindungi bumi serta alam Indonesia dengan cara yang mungkin tidak ada artinya namun bagi saya sangat berarti, yaitu menanam dan menghijaukan halaman rumah saya yang hanya sejengkal luasnya, tidak membuang sampah sembarangan, hemat energi, hemat air, dan sebagainya. Meskipun hanya tindakan kecil, semoga akan memberi manfaat yang besar bagi kelangsungan hidup alam Indonesia, bayangkan jika sumber daya alam Indonesia rusak maka kelangsungan hidup kita yang mendiaminya akan ikut terancam.

Tidak hanya itu, saya berusaha menanamkan rasa toleransi dan ikut menjaga bumi Indonesia kepada anak-anak saya termasuk perilaku kecil yang bernilai positif, karena merekalah generasi muda yang akan menata wajah Indonesia di masa depan.

Bagi saya, perilaku yang mulanya sangat sederhana dan dimulai dari hal-hal kecil semoga akan membudaya dan pada akhirnya akan memperkuat identitas bangsa Indonesia di dunia. Semoga Indonesiaku menjadi Indonesia yang berbudaya di mana masyarakatnya memiliki tatanan nilai yang terbaik sebagai modal untuk memperkuat identitas bangsa di mata dunia.

Sebuah moment perhelatan besar akan digelar dalam waktu beberapa hari lagi yaitu Pemilihan Presiden Republik Indonesia untuk periode 2015-2019, sebagai warga negara Indonesia yang baik saya akan ikut memilih dan ikut menentukan presiden pilihan saya, karena meskipun hanya satu suara semoga berguna untuk membangun Indonesia yang lebih baik di masa mendatang.


Kontes Unggulan BlogCamp : Aku dan Indonesia

6 komentar:

  1. Terima kasih atas partisipasi sahabat dalam Kontes Unggulan :Aku Dan Indonesia di BlogCamp
    Dicatat sebagai peserta
    Salam hangat dari Surabaya

    BalasHapus
  2. Indonesia memang subur ya ... saking suburnya bawang di dapur juga bisa tumbuh karena kelamaan gak dimasak .... hehhehehhehe.
    Sukses ngontesnya ya mbak ... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. huahahahaha, bener itu mbak. Saking suburnya temperatur kulkas pun bisa bikin bawang tumbuh subur. Btw, tengkyuuu mbak udah mampir.

      Hapus

Terima kasih atas kunjungan dari teman-teman, dan saya usahakan untuk berkunjung balik secepatnya. Mohon maaf karena kolom komentar saya moderasi untuk menghindari link-link hidup yang tersemat di kolom komentar akhir-akhir ini. Terima kasih banyak atas pengertiannya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...