Minggu, 29 Juni 2014

KENDALIKAN TB DENGAN UPAYA KESEHATAN BERSUMBERDAYA MASYARAKAT (UKBM)

Sudah tiba masanya masyarakat turut berpartisipasi secara aktif dan berkontribusi dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat itu sendiri dengan pemberdayaan masyarakat. Mengapa masyarakat harus diberdayakan, terutama untuk masalah kesehatan? Karena bagaimanapun upaya pemerintah untuk terus memaksimalkan perannya dalam mengentaskan permasalahan penyakit yang mematikan dan sangat menular, tidak akan berhasil tanpa peran serta masyarakat.

Pemberdayaan masyarakat dalam pengendalian TB
Gambar dari sini
Pemberdayaan itu sendiri merupakan upaya peningkatan kemampuan masyarakat untuk berpartisipasi, bernegosiasi, mempengaruhi, dan mengendalikan kelembagaan masyarakat secara bertanggung jawab demi perbaikan kehidupannya dengan memanfaatkan potensi dan fasilitas yang ada. Membangun kesadaran masyarakat untuk meningkatkan taraf kehidupannya termasuk kesehatan merupakan salah satu upaya untuk mengendalikan peningkatan angka kematian akibat penyakit menular yang sangat berbahaya, seperti Tuberkulosis.

Selain angka kematian, memberdayakan masyarakat juga merupakan upaya untuk mengatasi peningkatan angka penduduk yang terpapar penyakit TB, karena TB bak bahaya latent yang siap mengintai siapa saja termasuk penderita itu sendiri, bahkan menjadi lebih berat seperti MDR TB atau ko-infeksi TB dan HIV yang pengobatannya lebih lama serta kompleks sehingga menimbulkan beban tersendiri baik bagi penderita maupun keluarga terdekatnya.

Yah...beban ekonomi, merupakan beban pertama yang harus disandang penderita dan keluarganya ketika terkena penyakit TB karena tingkat produktifitas menurun sehingga kemungkinan untuk masuk ke lubang kemiskinan semakin dalam. Itu baru dari sisi kehidupan ekonomi pasien TB dan keluarga, lalu dari masyarakat bagaimana? Sama saja, masyarakat juga akan terkena dampak mengingat TB adalah penyakit yang sangat menular, bahkan penularannya berlangsung sangat cepat tanpa pernah kita tahu dari mana asal muasalnya.

Belum lagi masalah kemiskinan yang dianggap merupakan salah satu penyebab semakin mewabahnya beragam penyakit menular, mengapa? Karena kemiskinan identik dengan masalah lingkungan yang padat, kumuh, dan terbatasnya akses perilaku untuk hidup bersih dan sehat. Lalu apa yang terjadi, penularan penyakit semakin merajalela bagaikan lingkaran setan yang entah sampai kapan akan berakhir.

Selain upaya pemerintah untuk terus meningkatkan derajat kesehatan masyarakatnya, masyarakat sudah seharusnya ikut berperan aktif untuk memutus rantai permasalahan kesehatan yang selama ini membelenggu kehidupan masyarakat itu sendiri. Dengan kata lain, upaya memberdayakan masyarakat merupakan sebuah upaya dari dan untuk masyarakat itu sendiri, di samping merupakan strategi untuk menemukan sepertiga kasus TB dan hilang dan tidak terlaporkan serta menghalau dampak TB terhadap wanita hamil dan anak-anak yang sangat rentan terhadap bahaya TB.
 
GERAKAN PEMBERDAYAAN MENGENDALIKAN TB

Gerakan ini merupakan proses pemberian informasi secara terus menerus dan berkesinambungan mengikuti perkembangan sasaran, serta proses membantu sasaran agar sasaran berubah :
  • Dari tidak tahu menjadi tahu atau sadar (Aspek Knowledge),
  • Dari tahu menjadi mau (Aspek Attitude),
  • Dari mau menjadi mampu melaksanakan perilaku yang diperkenalkan (Aspek Practice).
Gerakan pemberdayaan ini mengacu pada prinsip untuk menumbuhkembangkan kemampuan masyarakat, menumbuhkembangkan peran serta masyarakat, dan mengembangkan semangat gotong royong.

Peran serta masyarakat dalam pengendalian TB
Gambar dari sini
Untuk mengendalikan TB, secara khusus melalui gerakan ini diharapkan meningkatnya pengetahuan dan kemampuan masyarakat untuk memahami penyakit TB termasuk beban yang menyertainya jika terpapar penyakit tersebut. Hal ini menjadi isu yang sangat penting, karena TB selain sangat menular, sangat mudah terinfeksi dengan penyakit berat lainnya, dan lebih besar lagi bisa menyebabkan kematian. Pengetahuan dan kemampuan masyarakat adalah hal yang mendasar jika menginginkan masyarakat berkontribusi dalam upaya pengendalian TB, bukan hanya mengendalikan bahkan membebaskan Indonesia dari TB di masa depan.

Selain itu, diharapkan melalui gerakan ini akan tercipta kelembagaan upaya masyarakat dalam usaha memberantas TB hingga ke akar-akarnya. Upaya inilah yang sesungguhnya merupakan strategi kunci dalam menemukan sepertiga kasus TB yang hilang atau belum terakses serta terlaporkan.  Kelembagaan upaya masyarakat secara langsung akan mendorong aspek Attitude dan Practice dalam masyarakat dalam bentuk yang beragam :
  • Bagi penderita, akan meningkatkan kesadaran untuk mendapatkan pengobatan sedini mungkin, mengapa? Karena mereka tahu bahwa TB adalah penyakit yang sangat berbahaya, bukan hanya untuk dirinya melainkan untuk orang-orang disekitarnya. Selain itu pasien TB tahu bahwa jika tidak melakukan pengobatan secara teratur penyakit TB yang diidapnya akan semakin parah dan membahayakan kelangsungan hidupnya karena bisa menyebabkan kematian dan beban ekonomi.
  • Bagi keluarga dan orang-orang disekitarnya, mereka akan lebih tanggap dan siap dalam mendampingi pasien TB hingga menuntaskan pengobatannya. Pendampingan ini sangat penting, bukan hanya masalah minum obat secara teratur dan tuntas tetapi menciptakan kewaspadaan terhadap kemungkinan tertular penyakit TB dan bisa mengambil tindakan preventif sedini mungkin.
  • Bagi masyarakat umum, selain meningkatkan kewaspadaan, upaya ini akan menciptakan kehidupan kesehatan yang lebih baik di masyarakat terutama dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan gizi yang lebih baik.
Jika sudah melembaga dengan sangat baik, secara otomatis akan meningkatkan pemanfaatan pelayanan kesehatan. Kesadaran dan kewaspadaan masyarakat untuk segera mencari pertolongan atau pengobatan jika mereka merasa tidak sehat atau ada anggota keluarga yang tidak sehat dan menunjukkan gejala penyakit TB telah tumbuh dengan sangat baik sehingga tanpa dipaksa pun mereka mendatangi fasilitas kesehatan terdekat.

Lantas, bagaimana bentuk nyata dari gerakan pemberdayaan dalam upaya pengendalian TB? Salah satu wujud pemberdayaan masyarakat adalah tumbuh dan berkembangnya Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM).

KENDALIKAN TB DENGAN UPAYA KESEHATAN BERSUMBERDAYA MASYARAKAT (UKBM)

Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) adalah salah satu wujud peran serta masyarakat dalam pembangunan kesehatan.

Upaya ini umumnya dalam bentuk :
  1. Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu)
  2. Pondok Bersalin Desa (Polindes)
  3. Pos Obat Desa (POD)
  4. Dana Sehat
  5. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)
  6. Upaya Kesehatan Tradisional
  7. Upaya Kesehatan Kerja
  8. Upaya Kesehatan Dasar Swasta
  9. Kemitraan LSM dan dunia usaha
  10. Kader Kesehatan.
Sedangkan bentuk UKBM antara lain adalah :
  • Suatu Karya Bhakti Husada (SBH) yang merupakan bentuk partisipasi generasi muda.
  • Upaya Kesehatan Gizi Masyarakat Desa (UKGMD) yang merupakan wujud peran serta masyarakat dalam kesehatan gizi, terutama untuk anak-anak yang berada dalam masa pertumbuhan.
  • Pemberantasan Penyakit Menular melalui pendekatan pembangunan kesehatan masyarakat desa (P2M-PKMD) yang merupakan bentuk peran serta masyarakat dalam penanggulangan penyakit menular yang banyak diderita masyarakat atau penduduk setempat.
  • Desa percontohan kesehatan lingkungan (DPKL) yang merupakan wujud peran serta masyarakat dalam program penyediaan air bersih dan perbaikan lingkungan pemukiman. Melalui kegiatan ini diharapkan cakupan penyediaan air bersih dan rumah sehat semakin tinggi.
  • Dan masih banyak lagi bentuk UKBM yang lain yang pada prinsipnya merupakan usaha untuk meningkatkan taraf kesehatan masyarakat secara mandiri.
Sudah bukan rahasia lagi bahwa TB identik dengan kemiskinan yang ditampilkan dalam bentuk lingkungan kumuh, padat, dan pola perilaku yang jauh dari hidup bersih juga sehat serta tingkat pendidikan yang masih rendah. Kekurangan ini pun masih di tambah lagi dengan belum terbinanya kesadaran untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan, bisa karena tidak tahu atau tidak mau. 
Untuk itulah UKBM bisa dimanfaatkan untuk mengendalikan TB dengan memanfaatkan peran serta masyarakat. Masalah TB bukan cuma masalah kesehatan belaka, namun juga masalah lingkungan dan pola perilaku. Dengan menyasar kelompok-kelompok kesehatan yang telah terbina dan terbentuk dengan baik melalui UKBM ini, diharapkan akan lebih banyak lagi atau mungkin semua lapisan masyarakat ikut aktif berperan serta dalam upaya membebaskan Indonesia dari TB.

Pemberdayaan masyarakat dalam memberantas TB
Gambar dari sini
UKBM melalui Pos Kesehatan Desa dapat melaksanakan kegiatan-kegiatan minimal sebagai strategi kunci untuk menemukan sepertiga kasus TB yang hilang dan tidak terlaporkan serta untuk menjangkau kasus TB pada kelompok rentan, dengan cara :
  • Pengamatan Epidemiologis penyakit menular dan yang berpotensi menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) serta faktor-faktor resikonya.
  • Penanggulangan penyakit menular dan yang berpotensi menjadi KLB serta kekurangan gizi.
  • Kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana serta kegawatdaruratan kesehatan.
  • Pelayanan Kesehatan Dasar, sesuai dengan kompetensinya.
Lantas siapa saja yang merupakan tenaga pelaksana Pos Kesehatan Desa, tentu saja tenaga kesehatan bersama para kader yang telah terbina dengan sangat baik sehingga mampu melaksanakan tugas-tugas dalam bidang kesehatan secara sederhana. Suatu hal yang tidak dapat dipungkiri bahwa dengan memanfaatkan kelompok-kelompok kesehatan yang telah terbina dengan baik lebih memudahkan dalam upaya pengendalian TB, terutama dalam penyebaran informasi secara benar dan akurat sehingga selain akan meningkatkan kesadaran bagi penderita TB untuk mendapatkan pengobatan sedini mungkin hingga tuntas, juga memberi manfaat bagi masyarakat secara keseluruhan untuk ikut berperan aktif dalam mendukung upaya pemerintah memberantas TB sampai tuntas.

PEMBERANTASAN TB DENGAN PAGUYUBAN PENDERITA TB DI KEC. MANTUP

Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan terdiri dari 15 desa, 74 dusun, dengan jumlah penduduk 4.464 jiwa. Cakupan penderita TB tahun 2007 sebanyak 44 orang, tahun 2008 sebanyak 67 orang, dan tahun 2009 sebanyak 68 orang. Adalah sebuah fakta di masyarakat bahwa penderita TB dari golongan sosial ekonomi lemah tetap beresiko terhadap penularan TB disebabkan kualitas kesehatan rumah dan lingkungan serta asupan gizi yang kurang, walaupun pengobatan untuk TB gratis. Sebaliknya, banyak penderita TB yang mendapat pengobatan gratis tetapi juga mempunyai kemampuan sosial ekonomi yang tinggi, rumah yang sehat dan layak, dan asupan gizi yang baik.

Program paguyuban TB
Gambar dari sini
Bertitik tolak dari permasalahan di atas, maka didirikan paguyuban penderita TB yang merupakan sarana untuk menampung masyarakat yang menderita dan mantan penderita TB untuk memberikan bimbingan, pengobatan, pengayoman, dan tempat ajang silahturahmi antar penderita atau mantan penderita TB, serta sharing dana/amal shodaqoh agar para penderita dan mantan penderita TB dapat sembuh total dan percaya diri.

Adapun titik tolak dari kegiatan ini adalah :
  1. Penemuan penderita baru dengan BTA positif, pengobatan, dan rehabilitasi pasien. 
  2. Peningkatan kualitas kesehatan rumah dan lingkungan anggota paguyuban TB, melalui kegiatan "bedah rumah anggota paguyuban". Pemilihan rumah dilakukan dengan kriteria: anggota paguyuban, dalam wilayah puskesmas Mantup, kondisi rumahnya tidak memenuhi standar dan syarat kesehatan, berobat secara teratur dan tidak pernah terputus, dan yang terutama terdapat balita di dalam rumah tersebut. Program bedah rumah ini bentuknya adalah shadaqoh yang mana anggota yang mendapatkan tidak mengembalikan dana dalam bentuk apapun.
  3. Meningkatkan sosial ekonomi anggota paguyuban. Kegiatan ini dilaksanakan dengan cara memberikan kambing bergulir yang tentunya telah melalui seleksi khusus untuk menentukan siapa saja yang berhak mendapatkannya. Bagi anggota yang mendapatkan kambing bergulir diberlakukan sistem, di mana kambing tersebut dipelihara sampai beranak kemudian kambing induk akan digulirkan ke anggota lain. Melalui program ini diharapkan bisa membantu perekonomian anggota paguyuban.
Program paguyuban TB
Gambar dari sini
Dengan adanya program paguyuban TB ini diharapkan penyakit TB dapat segera ditanggulangi dan diberantas melalui program pemberantasan dan pemberdayaan, karena TB adalah permasalahan seluruh lapisan masyarakat sehingga peran serta masyarakat yang dikoordinir pemerintah (dalam hal ini fasilitas kesehatan yang terdekat) memiliki arti yang sangat penting jika ingin segera menuntaskan penyakit TB. 

Program paguyuban TB di Kecamatan Mantup adalah salah satu contoh nyata bahwa untuk memberantas penyakit yang mematikan dan sangat menular seperti TB diperlukan kerjasama yang mantap dari semua pihak, terutama masyarakat. Selain itu, memperbaiki kualitas hidup masyarakat dalam hal kesehatan dan lingkungan juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan, karena itu membangun terwujudnya kesadaran untuk mengubah pola perilaku untuk lebih sehat melalui perbaikan rumah yang layak dan lingkungan yang sehat juga sangat penting bahkan saat ini merupakan kebutuhan yang sangat mendesak mengingat cukup banyak jumlah pasien TB yang berada di bawah garis kemiskinan. 
Ayo mari kita dukung bahkan ikut ambil bagian dalam Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat untuk mengendalikan TB di Indonesia!!

Tulisan ini diikutsertakan dalam Blog Competition "Temukan dan Sembuhkan Pasien TB" yang diselenggarakan kemenkes bekerjasama dengan KNCV.

Bahan referensi tulisan :

5 komentar:

  1. semoga TB bisa segera diberantas, ya

    Mak, ikutan GA saya, yuk! :)
    http://www.kekenaima.com/2014/06/4th-giveaway-honestly-tunjukkan-lumia-mu.html

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju Mak, tengkyu udah mampir. Siap Mak...udah meluncur and lagi cari ide hehehe

      Hapus
  2. Wow keren, Mak. Sangat .... sangat apa ya istilahnya .... pokoknya keren deh (Y)

    Selamat ya sudah jadi pemenang :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eh, saya juga mau nitip pesan kayak mak Myra ya ... ikut GA saya juga ya Mak ;)

      http://mugniarm.blogspot.com/2014/06/giveaway-lumia-1520-tahu-lebih-cepat.html

      Hapus
    2. Hehehe...makasih Mak. Iya Mak, lagi nyari ide yang paling enak ditulis.

      Hapus

Terima kasih atas kunjungan dari teman-teman, dan saya usahakan untuk berkunjung balik secepatnya. Mohon maaf karena kolom komentar saya moderasi untuk menghindari link-link hidup yang tersemat di kolom komentar akhir-akhir ini. Terima kasih banyak atas pengertiannya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...