Minggu, 12 Januari 2014

PESONA SEJUTA KULINER KAYA RASA DARI BUMI SRIWIJAYA

Bulet besak panjang mak lengen, kejel-kejel rasonya marem, masuk ke mulut matonya mejem, mertuo lewat masih ditelen.
Kejel keras sudah biaso, asak bae iwaknya teraso, digoreng pake minyak kelapo, jadi nambah lemak rasonya.
Reff : Pempek Lenjer oy Pempek Lenjer, siapo nyingok pastilah ngiler, pempek lenjer oy pempek lenjer, makan sikok pacak kelenger.
Mangcek bicek janganlah lupo, ngawak balek oleh-olehnyo, pempek lenjer samo cukonyo, kito makan bersano-samo.
Lagu Pempek Lenjer dari Palembang ini menggambarkan betapa nikmatnya makanan khas Kota Palembang yang tentunya sudah banyak di kenal yaitu Pempek yang di makan bersama saus atau dalam Bahasa Palembang di sebut cuko. Selain menggambarkan nikmatnya menyantap pempek lenjer, lirik lagu yang jenaka juga menggambarkan kekhasan sifat Wong Kito, yaitu lucu dan suka berkelakar. Tertarik dengan kuliner Kota Palembang? ada banyak kuliner lain selain pempek lho...yang semuanya "lemak nian" kalau kata orang Palembang.

Pempek Palembang
 Aneka jenis Pempek (Foto dari berbagai sumber)

Palembang adalah ibukota Provinsi Sumatera Selatan, dan merupakan kota terbesar kedua di Pulau Sumatera setelah Medan.  Kota Palembang memiliki sejarah panjang karena pernah menjadi ibukota kerajaan bahari terbesar di Asia Tenggara pada masa itu, yaitu Kerajaan Sriwijaya yang mendominasi hampir seluruh wilayah nusantara dan Semenanjung Malaya pada kurun waktu abad ke-9, hal inilah yang membuat Kota Palembang terkenal dengan julukan "Bumi Sriwijaya". Bahkan sejarah panjang Kota Palembang berdasarkan prasasti Kedukan Bukit yang ditemukan di Bukit Siguntang sebelah barat Kota Palembang menyatakan bahwa pembentukan sebuah wanua yang ditafsirkan sebagai kota pada tanggal 16 Juni 682 masehi menjadikan Kota Palembang sebagai kota tertua di Indonesia.  Selain di juluki sebagai Bumi Sriwijaya, oleh negara-negara barat Kota Palembang juga dijuluki "Venice of The East (Venesia dari Timur)".


Courtesy : IndonesiaKaya From YouTube

ANEKA RASA DAN JENIS KULINER DARI KOTA PALEMBANG

Kota Palembang di belah oleh sungai yang namanya cukup terkenal yaitu Sungai Musi, sehingga terdapat dua daerah yang berseberangan yaitu daerah Hulu (Ulu) dan Hilir (Ilir), kedua daerah ini dihubungkan oleh jembatan Ampera yang menurut sejarah merupakan bentuk apresiasi Pemerintah Jepang terhadap penderitaan rakyat Indonesia dalam masa penjajahannya. Sejak zaman dahulu Sungai Musi telah memberikan banyak kontribusi bagi kehidupan masyarakat Palembang, selain sebagai salah satu alternatif transportasi antar daerah, sungai musi juga memberikan banyak manfaat dengan hasil sungainya berupa ikan besar dan kecil yang berlimpah ruah. Hal inilah yang menyebabkan Kota Palembang terkenal dengan kuliner khasnya yang umumnya berbahan dasar ikan terutama ikan sungai, termasuk Pempek yang namanya telah melambung ke penjuru tanah air bahkan dunia karena rasanya yang gurih dan lezat.

Jembatan Ampera sungai Musi Palembang
Jembatan Ampera Sungai Musi Palembang (Foto dari sini)
Siapa yang tidak kenal Pempek? makanan yang berbahan dasar ikan dan sagu yang dalam penyajiannya selalu ditemani saos berwarna coklat kehitaman yang terbuat dari gula merah atau aren, cabe rawit, bawang putih, asam jawa, dan ebi (udang yang dikeringkan), yang di sebut Cuka atau Cuko dalam Bahasa Palembang. Nama Pempek yang unik ternyata memiliki sejarah yang cukup panjang dan berhubungan erat dengan hubungan dagang yang terjalin antar negara. Mengutip dari beberapa sumber sejarah menceritakan bahwa antara kesultanan Palembang terjadi kontak hubungan dagang yang intens dengan negara Cina, dan pedagang-pedagang Cina tersebut membawa berbagai jenis makanan seperti bakso, kekian, ngohyang, dan bakpau, karena daging yang dipergunakan dalam bahan dasar tersebut tidak halal sehingga masyarakat Palembang yang umumnya adalah muslim mengadaptasi makanan tersebut dengan bahan dasar ikan, terutama ikan sungai yang pada masa itu berlimpah ruah yaitu Ikan Belida dan anak ikan Belida yang disebut Ikan Putak, sayang kedua jenis ikan ini telah langka sehingga sekarang bahan dasar pempek beralih menggunakan ikan gabus, ikan tenggiri, dan sebagainya.

Pempek ternyata memiliki varian yang lumayan banyak dalam perkembangan penyajiannya, mulai dari bentuk, rasa, dan tentu saja cara menyantapnya, seperti pempek lenjer, adaan, keriting, pempek dos, pempek kulit, dan pempek kapal selam yang selain memiliki nama unik juga memiliki bentuk yang unik seperti kapal selam yang diisi dengan telur ayam. Rasanya...jangan dikira mantap dan lezat, bahkan sebagian masyarakat palembang sarapan nasi dengan lauk pempek lengkap dengan cukanya...termasuk tradisi dalam keluarga saya (ibu saya asli Palembang). Selain Pempek, Kota Palembang juga memiliki kuliner yang juga tidak kalah enaknya dan tentu saja kaya rasa.
  1. Burgo. Makanan ini berbahan dasar tepung beras dan tepung sagu yang di bentuk mirip dadar gulung yang kemudian di kukus. Adonan kemudian di gulung dan di iris, dan di beri kuah kental gurih yang terbuat dari rebusan kaldu ikan dan santan kelapa. Kuah kental Burgo keruh kekuningan karena memakai berbagai olahan bumbu dapur seperti kunyit dan kemiri, rasanya sangat nikmat dan lezat.
    Burgo kuliner dari Palembang
    Burgo dengan kuah kental kekuningan (Foto dari sini)
  2. Tekwan. Makanan ini memiliki bentuk bulat dan berbahan dasar sama dengan pempek, yang membedakan hanya cara penyajiannya di mana tekwan disajikan dengan kuah dengan campuran udang segar, jamur, bengkoang, dan soun, rasanya segar banget dan cocok di santap pada saat musim hujan seperti sup.
    Tekwan kuliner dari Palembang
    Tekwan nan lezat (Foto dari sini)
  3. Celimpungan. Makanan jenis ini selain memiliki nama yang unik, juga memiliki cara penyajian yang lumayan unik meskipun berbahan dasar sama dengan pempek namun celimpungan yang berbentuk bulat-bulat seperti bakso dicemplungkan ke dalam kuah yang terbuat dari santan dan campuran berbagai bumbu.
    Celimpungan kuliner dari Palembang
    Celimpungan yang bikin kelimpungan (Foto dari sini)
  4. Mie Celor. Makanan yang satu ini rasanya tidak kalah enak dengan yang lain. Bentuk mie yang besar-besar dan disajikan dengan kuah udang yang kental sangat nikmat disantap panas-panas. Namun yang unik adalah cara penyajian mie yang di seduh atau dalam bahasa palembang "di celor" dengan air panas, sehingga makanan ini di sebut Mie Celor.
    Mie Celor asli Palembang
    Mie Celor asli Palembang (Foto dari sini)
Selain makanan-makanan di atas yang umumnya di santap sambil bersantai atau di waktu senggang, Palembang juga memiliki aneka jenis makanan yang umumnya disajikan sebagai lauk makan, diantaranya :
  1. Pindang Patin. Ikan Patin merupakan jenis ikan yang banyak ditemui di sungai musi dan berdaging sangat tebal, sehingga tidak mengherankan jika jenis ikan ini banyak di kelola menjadi beragam jenis hidangan termasuk Pindang. Rasa segar dari masakan ini di tambah dengan potongan nanas dan tomat serta berbagai jenis rempah membuat masakan ini memiliki cita rasa yang khas dan tentu saja lezat.
    Pindang Patin dari Palembang
    Penampakan Pindang Patin (Foto dari sini)
  2. Brengkes Tempoyak. Brengkes tempoyak atau pepes tempoyak merupakan jenis makanan yang mampu mengugah selera makan dengan aromanya yang sangat khas dan rasanya yang lezat. Tempoyak adalah jenis makanan yang yang terbuat dari daging buah durian yang di fermentasi dengan cara memisahkan daging durian yang sudah masak dari bijinya lalu di bubuhi sedikit garam dan cabe rawit untuk mempercepat proses fermentasinya, kemudian di simpan dalam wadah tertutup dalam suhu ruangan selama kurang lebih 3 - 5 hari. Umumnya tempoyak bisa langsung di makan sebagai lauk makan nasi, namun dalam perkembangannya tempoyak bisa dibuat berbagai jenis makanan termasuk pepes tempoyak yang memiliki cita rasa yang sangat unik dan sangat lezat karena di padu dengan daging ikan baik ikan patin maupun ikan baung yang banyak ditemukan di sekitar sungai musi.
    Brengkes Tempoyak dari Palembang
    Brengkes atau Pepes Tempoyak (Foto dari sini)
  3. Sambal Lingkung. Sambal lingkung merupakan jenis sambal yang sangat terkenal dan menjadi salah satu ciri khas kuliner Kota Palembang, tapi jangan kaget karena sambal lingkung bukanlah sambal seperti pada umumnya yang berbahan baku utama cabai. Bahan dasar pembuatan sambal lingkung adalah ikan gabus atau ikan tenggiri yang dihaluskan dan dicampur santan juga kelapa parut serta berbagai jenis rempah, di masak hingga hasil akhirnya menyerupai abon. Umumnya sambal lingkung ini dijadikan teman makan roti atau ketan, namun di keluarga saya sambal lingkung merupakan salah satu lauk teman nasi karena rasanya yang gurih dan cocok di campur dengan lauk apa saja. 
    Sambal Lingkung dari Palembang
    Sambal Lingkung, Sambal nan lezat (Foto dari sini)
Makanan umumnya sangat lekat dengan sebuah tradisi yang biasa dilakukan masyarakatnya, masyarakat palembang pada masa dahulu sebagian besar bermata pencaharian sebagai pedagang dengan cara yang di sebut "kalangan" atau keluar masuk kampung menjelajah hingga kampung-kampung kecil di pelosok daerah Palembang untuk berdagang. Para pedagang tersebut biasanya membawa jenis makanan yang tahan lama sehingga bisa dijadikan bekal serbaguna seperti Sambal Lingkung yang bisa di makan dengan nasi, roti, ketan, bubur, atau jenis makanan lain tergantung selera, atau apapun makanan yang bisa ditemui ketika sedang "kalangan".

Selain berbagai jenis makanan, Kota Palembang juga memiliki kuliner kue dan minuman yang khas, yaitu :
  • Es Kacang Merah yang berbahan dasar kacang merah yang sangat terkenal dengan khasiatnya, selain bisa menghilangkan dahaga es kacang merah juga bisa dijadikan teman untuk menyantap makanan khas Palembang lainnya seperti Pempek atau Mie Celor.
  • Kue Maksubah, merupakan sajian kue khas Palembang yang memiliki cita rasa enak, manis, dan legit. Selain dipercaya sebagai salah satu sajian khas Istana Kesultanan Palembang, umumnya kue ini disajikan untuk tamu kehormatan maupun pada saat hari-hari istimewa seperti hari raya lebaran atau pesta perkawinan, sehingga kue Maksubah juga di kenal dan mendapat gelar "Makanan Kehormatan" dalam tradisi masyarakat Palembang. Bahan dasar pembuatan kue ini adalah telur bebek, susu, mentega, dan gula pasir, untuk penggunaan bahan dasar telur bebek biasanya berjumlah hingga 28 butir untuk satu loyang kue yang dibuat secara berlapis-lapis.
  • Kue Delapan Jam, untuk membuat kue ini membutuhkan waktu pengukusan selama delapan jam hingga menghasilkan kue yang berwarna coklat keemasan. Berbahan dasar hampir sama dengan Kue Maksubah, yang menbedakan hanya cara memasaknya, apabila kue Maksubah di panggang berlapis-lapis lain halnya dengan Kue Delapan Jam yang dikukus tidak tanggung-tanggung selama delapan jam. Pada masa dahulu, kue ini hanya untuk kalangan bangsawan namun dalam perkembangannya sudah menjadi konsumsi masyarakat umum. Dalam penyajiannya dengan cara menbawa utuh ke hadapan tamu setelah itu barulah di iris tipis kurang lebih 1 cm.
  • Kue Srikaya, atau dalam dialek Palembang di sebut Kue Srikayo berbahan dasar utama telur dan daun pandan maka tak heran jika menghasilkan kudapan berwarna hijau yang manis dan legit rasanya. Kue srikaya biasanya di makan bersama dengan campuran ketan putih dan terasa lebih nikmat apabila kue srikaya di simpan dalam lemari es sehingga disajikan dalam keadaan dingin sebagai hidangan penutup.
  • Engkak Ketan, kue lapis berwarna coklat kekuningan yang satu ini sangat di gemari masyarakat Palembang karena rasanya yang manis dan bertekstur kenyal-lembut. Tekstur dan rasa ini muncul karena kue Engkak Ketan berbahan dasar ketan serta campuran telur dan bahan-bahan lain yang hampir sama dengan Kue Maksubah atau Delapan Jam.  
Kue tradisional khas palembang
Berbagai Jenis Minuman dan Kue Khas Palembang (Sumber foto : disini)
Sungai Musi yang membelah Kota Palembang menjadi Ulu dan Ilir menghasilkan sumber daya alam yang berlimpah seperti berbagai jenis ikan. Ikan yang memiliki nilai gizi tinggi di olah menjadi berbagai jenis kuliner nan lezat, di tambah dengan kudapan tradisional yang umumnya memiliki rasa manis membuat Jelajah Kuliner Kota Palembang terasa menyenangkan sekaligus menyehatkan dengan kandungan protein dalam tiap jenis makanan selain tentu saja kaya rasa. Kuliner Kota Palembang selain memiliki keunikkan rasa juga memiliki ciri khas tersendiri, karena sebagian kuliner khas Kota Palembang merupakan perpaduan dari kuliner asli Palembang dan dari Cina atau Tionghoa yang dalam perkembangannya disesuaikan dengan budaya masyarakat Palembang yang sebagian  besar muslim.

"Kota Sejuta Kuliner" julukan ini rasanya cocok di sandang oleh Kota Palembang dengan beragamnya jenis makanan, dari makanan berat sampai makanan ringan. Dan sebagai kota yang kaya dengan budaya termasuk kuliner khasnya, Kota Palembang sangat potensial jika dikembangkan menjadi salah satu destinasi pariwisata kuliner di Indonesia sehingga pada akhirnya akan menjadi salah satu daerah tujuan pariwisata baik domestik maupun mancanegara dengan salah satu keunggulannya yaitu wisata kuliner kaya rasa hasil perpaduan dua negara dan dua budaya yang berbeda. Jadi...mari kita Jelajah Kuliner Unik Kota Palembang bersama Daihatsu dalam rangkaian menjadikan Indonesia sebagai salah satu destinasi pariwisata kuliner di dunia.





Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog "Jelajah Kuliner Unik Nusantara" bersama Daihatsu dan Viva.

Sumber Referensi Tulisan dan Foto :
  1. http://wongnyenyes.blogspot.com/2013/05/menguak-fakta-asal-usul-makanan.html
  2. http://kokocicipalembang.weebly.com/wisata-kuliner.html
  3. http://www.yukpegi.com/tag/kuliner-palembang/
  4. http://www.okefood.com/read/2013/07/02/299/830904/mengungkap-lebih-dalam-sejarah-pempek
  5. http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Palembang


7 komentar:

  1. Komplit sekali menu kulinernya Mba. Sukses ya lombanya.

    Salam,

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe...makasih ya Mas udah mampir

      Hapus
  2. Keren mbak ..... sampai ngos-ngosan bacanya ...... Good luck ngontesnya ya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih ya udah sudi mampir dan ninggalin jejak...soalnya semuanya makananku dari kecil jadi rasanya udah tau banget hehehe

      Hapus
  3. aduh, jadi ngeces.. aku pun wong kito mak :)

    Jalan-jalan di blog mak elisa untuk srikandi blogger 2014.
    good luck ya mak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih Mak udah mampir...hehehe. Bikin tulisan ini kayak ngereview kenangan

      Hapus
  4. wah komplit juga yak..jadi pingin ngicipin burgo sama tekwan..
    sepertinya rasanya enak nih..hehe :D

    BalasHapus

Terima kasih atas kunjungan dari teman-teman, dan saya usahakan untuk berkunjung balik secepatnya. Mohon maaf karena kolom komentar saya moderasi untuk menghindari link-link hidup yang tersemat di kolom komentar akhir-akhir ini. Terima kasih banyak atas pengertiannya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...